Pak Fajar, Done

“Jangan bertele-tele Fajar!! Ini benar atau tidak, Hah?!” Bu Indah mengangkat fotokopi Buku Pink yang bertuliskan informasi kehamilan dari Puskesmas Karawang serta foto USGnya.

Pak Fajar hanya terperangah melihat laporan di tangan Bu Indah. Mulutnya tak berhenti menganga dan wajahnya langsung pucat.

Sementara di belakang Bu Indah, banyak laki-laki tinggi besar yang menuding-nuding Pak Fajar. Mereka adalah kakak, adik, dan saudara-saudara ipar Bu Indah. Sekeluarga besar dibawa semua.

“Berani-beraninya kamu wey Fajar! Somad sudah konfirmasi ke Puskesmas Karawang Barat dan dia bilang hal ini benar! Masih ada daftar pasiennya di sana!” (Somad adalah adiknya Bu Indah)

“Tega kamu! Anak kamu sudah tiga sebentar lagi Farid masuk kampus! Sempat-sempatnya gajimu di split buat istri kedua?! Sudah kaya kau ya?!”

“Kami sudah bilang di masa lampau kalau kamu berani menduakan adik kami, tak segan-segan kami carokan sama kau ya!”

“Ja-jangan... tunggu dulu, ini infonya dari sapa?” gagap Pak Fajar.

“Dari Wahyu Gusti Allah! Turun Jibril barusan ke atas atap! Tak penting dari siapa Kan?! Yang penting setelah ini bagaimana kau mau bertanggung jawab Hah?!”

“Kumatikan juga ini manusia satu! Sudah tidak berguna dia! Kebiri saja lah!!” seru salah satu pria besar sambil mengepalkan tangannya ke arah Pak Fajar.

Namun tangan berkulit putih menahan pergelangan tangan laki-laki itu.

“Aarrghhh! Sakit-sakit!!” seru si pria bongsor sambil meringis.

Pak Felix dengan wajah datar memelintir tangan si pria bongsor. Perbedaan tubuh mereka sangat kentara tapi stamina Pak Felix jauh di atasnya. Apalagi si pria bongsor memukul tanpa teknik, sementara Pak Felix menekuni banyak bidang bela diri.

“Kok bisa sakit? Kau kan punya pegangan!” seru salah satu di belakang Bu Indah.

“Pegangan? Ilmu kebal ya maksudnya?” tanya Pak Felix sambil mengeratkan cengkeramannya. SI korbannya berteriak-teriak kesakitan dan tersungkur ke lantai. “Nggak mempan sama saya kayaknya, hehe.” Kata Pak Felix.

Semua langsung diam sambil mengernyit menatap Pak Felix.

“Kau ini siapa heh?! Mau melawan kami?!” Seru salah satunya.

“Melawan kalian? Kamu-kamu ini sudah tahu punya ilmu kebal tapi mengacungkan tinju, jadi kalian berencana membunuh manusia di kantor saya dong?” tanya Pak Felix dengan geram.

“Dia kan memang pantas mati!”

Pak Felix pun menghela nafas kesal. “Kalian ini namanya menerobos tanpa izin ke property orang lain tanpa surat penggeledahan. Kalian juga menyakiti sekuriti di lantai bawah, kami berhak mengamankan kalian.”

“Urusanku sama dia, kau tak usah ikut-ikutan!” Hardik beberapa orang.

“Dia Ranggasadono.” Kata Pak Fajar langsung.

Semua diam. Lalu menatap Pak Felix dengan tegang.

“Dan yang itu Bataragunadi.” Kata Pak Fajar sambil menunjuk Pak Dimas.

“Ya Allah Gusti...” gumam kerumunan itu sambil mundur selangkah.

Keluarga Pak Felix dikenal dengan kleniknya dan Keluarga Pak Dimas dikenal dengan jajaran Mafia-nya. Klop sudah.

Walau pun pada kenyataannya Pak Felix bahkan tidak percaya adanya setan dan benci dengan dukun-dukunan, sementara Pak Dimas sangat cinta damai, kalau ada kerusuhan antar geng lebih baik dia pindah rumah.

Regi hanya terkekeh sambil menonton di dalam ruangannya, ia menyesap tehnya sambil mengangkat kedua kakinya ke atas meja.

Pak Felix melepaskan pelintirannya ke salah satu kerabat Bu Indah, “Kami bersedia berdiskusi, secara baik-baik, dengan kepala dingin. Kami sangat mengerti kalau masalah keluarga sangat penting untuk dibicarakan sesegera mungkin, Tapi Pak Fajar?”

“Y-y-ya Pak?”

“Tahu konsekwensinya kan?”

Pak Fajar hanya bisa menarik nafas.

“Kedatangan kalian kemari justru menambah masalah semakin runyam. Kalian minta maaf pun tidak mungkin bisa kami tolerir. Waktu kami terbuang percuma dan karyawan lain sudah trauma. Kita pikirkan penyelesaiannya di ruangan HRD bersama-sama, ya. Ingat, tidak boleh ada kekerasan fisik.”

“Percuma kalau mengancam dengan kekerasan. Dia sabuk hitam taekwondo,” Pak Dimas menunjuk Pak Felix. “Saya sabuk Satria Baja Hitam.”

Sepertinya Pak Dimas mulai stress.

**

“Pak Fajar dimutasi ke Cabang Papua!!” Seru Fandi heboh.

“Waaaah gila! Gilaaa!” seru yang lain.

“Ya wajar sih kan tadi bikin heboh, dia punya istri dua, nggak nyangka hahahaha!”

“Ratu! Ratu!” beberapa orang menarik Ratu yang baru saja meletakkan sajian berupa snack dan minum ke ruang meeting HRD tempat Bu Indah, Pak Fajar dan Para Direksi berdiskusi.

“Gimana?” bisik semua ke Ratu.

Ratu langsung mencibir, “Ih Kepoooo!” godanya.

“Yeileee, ya iya laaaah, terus? Terus?”

“Aku belum ngomong apa-apa sudah terus-terus aja.” Dengus Ratu.

“Ceritaaaaa!”semua tak sabar.

“Hm...” Ratu melirik ke arah ruangan Regi. Pria itu sedang menelepon seseorang, namun pandangan mereka sempat beradu. Tampak kilatan puas di manik Regi. “Jujur saja gaes, aku kasihan sama Pak Fajar. Dia itu ternyata menikahi istri keduanya yang di Karawang itu karena si perempuannya korban ruda paksa. Jadi itu bukan anaknya Pak Fajar. Pak Fajar ketemu si istri kedua di klinik Karawang.”

“Kenapa dia ke klinik Karawang jauh-jauh coba?”

“Klinik itu kan dibangun dengan kredit dari kita. Pak Fajar sebagai Auditor kan tugasnya memeriksa secara berkala mendampingi tim appraisal buat kunjungan rutin. Sudah prosedur kan untuk menjaga dari kemungkinan buruk, seperti dijual tanpa sepengetahuan bank atau tiba-tiba sengketa...”

“Ooooh,”

“Nah waktu kunjungan rutin itu kan banyak pengunjung yang sedang memeriksa kehamilan juga, itu Pak Fajar lagi cerita dia kasihan soalnya si istri kedua saat itu lagi depresi dalam kondisi perawatan di klinik itu.”

“Yaaaaah, kasihan amaaat.”

“Ya tapi tetap kantor ini kan nggak mau tahu begitu-gituan. Bu Indah sudah fatal sih nerobos ke kantor ini. Akibatnya ya Pak Fajar dimutasi ke Papua. Ini lagi minta dispensasi buat dipindah ke Jawa sih. Tapiii...”

”Tapiiiii???”

Ratu memonyongkan bibirnya ke arah ruangan Regi, “Jaksa Penuntut Umum minta Pak Fajar dipecat.”

“Buset...”

“Jahat bener dia.”

“Ya kan sudah biasa dia kerja nggak pakai Hati, tak ada empati, robot kali dia.”

“Tungguuuu, “ kata Ratu lagi sambil duduk di pinggir meja dan meletakkan baki snacknya. “Alasannya lumayan masuk akal. Pak Regi bilang, kalau mau membantu orang depresi tidak harus dinikahi doooong?  Bisa disumbang saja uang, atau biaya sekolah anaknya sampai lulus, dan harus membicarakan ini dengan Sang Istri. Karena si perempuannya kan masih muda, masih 18 tahun. Itu kalau Pak Fajar beneran sayang sama istri ya.”

“Hm...”

“Yaaa. Masuk akal sih.”

“Alasan kedua,” kata Ratu, “Tanggal nikah siri bertepatan dengan hari kerja, waktu itu Pak Fajar mengajukan dinas untuk kunjungan ke Karawang dalam rangka Pemeriksaan Audit kantor cabang Karawang. Saat itu menghabiskan waktu 3 hari dikarenakan jadwal Pak Fajar kunjungan ke beberapa nasabah Cabang Karawang juga. Nyatanya kunjungan itu tidak pernah dilakukan karena digunakan untuk kepentingan pribadi. Selain itu ada dinas-dinas yang lain yang ternyata fiktif, termasuk transportasi perjalanan dan lainnya dipalsukan. Foto pun hanya di kantor cabang saja, setelah dikonfirmasi ternyata Pak Fajar hanya berkunjung ke kantor selama dua jam. Habis itu dia pulang.”

“Pak Regi sampai... mengecek tiket?”

“Iya. Dia mencocokkan beberapa tiket perjalanan Pak Fajar yang diserahkan ke divisi umum dengan jadwal keberangkatan kereta di PT. KAI. Ternyata jam dan tanggalnya-nya nggak ada yang cocok” Ratu mengangguk.

“Walah rajin amat...”

“Ck Ck Ck... kayaknya memang Pak Fajar sudah diincer dari awal. Ya tapi sekarang gue ngerasa Pak Regi bener sih. Lagian kehidupan pribadi Pak Fajar bukan urusan kita, kita nggak mau tahu, yang penting sekarang kerjanya bener apa nggak kan? Nah ternyata banyak kecurangan padahal dia Kadiv. Audit.”

“Begitulah... aku juga jadi bingung. Hehe. Nggak usah ikut mikir, ah! Itu sudah porsi Direksi dan Manajer yang digaji besar untuk pusing ngatur strategi, termasuk urusan karyawan macam ini. Jadi kita tunggu saja hasilnya, oke?”

Dan semua mengangguk setuju.

Terpopuler

Comments

Mei Saroha

Mei Saroha

om Dimasss... ayafluuu

2024-11-23

0

𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄

𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄

dimas dimas 🤣🤣🤣

2024-09-03

0

𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄

𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄

dari wahyu gusti Allah donggg 🤣

2024-09-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!