Zoey tidak menyangka Nick akan membawanya ke ruangannya sendiri. Saat memasuki ruang CEO, Zoey melihat tidak hanya Nick yang ada di sana melainkan beberapa anggota keluarganya yang lain. Salah satu dari mereka, Zoey tahu orang itu bernama Travis Amstrong.
Nick yang melihat Zoey masuk seketika langsung berdiri dan menyambutnya dengan ramah. "Travis, Amanda, Kakek, ini orang bertalenta yang aku ceritakan pada kalian. Dia yang menciptakan robot pembersih itu."
Saat ketiga orang itu menoleh, mereka bertiga sama-sama terkejut. Amanda bergumam, "Tidak mungkin, Bibi Elouise."
Kakek Amstrong yang duduk di samping Amanda mendengar jelas ucapan Amanda, meski hanya sekedar gumaman. Mata pria tua itu berkaca-kaca, begitu juga dengan Travis.
Suasana di dalam ruangan Nick menjadi senyap. Zoey tidak tahu harus bagaimana bereaksi. Namun, Nick tiba-tiba memecah keheningan.
"Kemarilah, Zoey. Aku akan mengenalkanmu pada keluargaku, Ini adalah presiden komisaris kita, namanya Albert Amstrong, dia adalah kakekku. Di sebelahnya ada Amanda Amstrong, dia kakak tertuaku, dia bertanggungjawab di Lab uji coba. Sedangkan ini Travis Amstrong, dia sepupuku. Dia menjabat sebagai direktur perencanaan."
Nick memperkenalkan satu per satu anggota keluarganya yang terlibat di perusahaan itu. Namun, ekspresi tiga orang anggota keluarganya masih sama saja.
Nick tahu, pikiran mereka sama dengannya. Wajah Zoey memang sangat mirip dengan bibinya Elouise Amstrong saat masih muda, Elouise Amstrong adalah ibu dari Travis dan merupakan anak bungsu kakeknya.
Bibi Elouise mengalami depresi setelah putrinya menghilang. Sampai sekarang keluarga mereka diam-diam masih mencari keberadaan adik Travis yang hilang itu.
"Kalian!" suara Nick meninggi hingga membuat ketiganya tersadar. Travis lebih dahulu mengulurkan tangannya pada Zoey.
"Aku Travis."
"Zoey."
Ketiganya bersalaman dengan Zoey bergantian. Entah mengapa perasaan mereka menjadi campur aduk. Travis bahkan dengan berani duduk di dekat Zoey.
"Zoey ini sudah menikah, kemarin dia datang diantar oleh suaminya," ujar Nick. Mata kakek melebar begitu juga dengan Amanda dan Travis.
"Me_menikah? Berapa usiamu, Nak?"
"Usiaku sekarang 22 tahun, Tuan Albert." Albert tertegun. Cucunya yang hilang juga seumuran dengan Zoey.
"Panggil saja aku kakek Albert, sama seperti Nick memanggilku," ujar Kakek Albert dengan mata yang masih mengembun. Zoey mengangguk sambil tersenyum.
Keheningan sesaat kembali tercipta. Kakek Albert sebenarnya penasaran dengan sosok suami Zoey, tapi dia tidak berani bertanya.
"Oh ya, Zoey. Hari ini kamu tidak usah langsung bekerja. Orang-orangku baru menyiapkan ruanganmu. Seharian nanti waktumu dikhususkan untuk kami, keluarga Amstrong," kata Nick.
Zoey mengangguk dan tersenyum lembut. Travis benar-benar tertegun melihat senyum Zoey. Ini benar-benar mirip dengan senyum ibunya.
"Zoey, di kolom resume kesehatan kamu, kamu menulis jika golongan darahmu adalah Golden Blood. Apa itu benar?" tanya Nick.
"Itu benar, aku memiliki golongan darah RHnull. Anehnya di keluargaku tidak ada satupun anggota keluarga yang memiliki golongan darah yang sama denganku."
Zoey melemparkan petunjuk. Hanya dengan begini saja dia sudah cukup senang. Dia senang karena dia bisa melihat anggota keluarga kandungnya.
"Aku dan Travis juga memiliki golongan darah yang sama denganmu."
"Oh benarkah?" Zoey menatap Travis dengan wajah terkejut. Travis tersenyum lembut pada Zoey dan mengangguk. Entah mengapa saat melihat Zoey, perasaan Travis menjadi sangat tenang.
"Masih ada lagi di keluarga kita yang memiliki golongan darah yang sama. Hanya saja dirahasiakan," kata Nick. Mereka berbincang cukup lama, bahkan hingga makan siang.
Ponsel Zoey berdering ada panggilan masuk dari sahabat lamanya Lucy. Zoey langsung meminta ijin untuk mengangkat panggilan dari Lucy.
"Ya, Lucy ada apa?"
("Zoey, gawat.")
"Gawat kenapa?"
("Tuan Larry memberitahuku jika ada salah satu dari orangnya mencuri pekerjaan kita.")
"Pekerjaan apa yang dia curi? Tenanglah. Meski dia mencuri gambar perangkatnya, apa kau lupa jika semua inti prosesornya ada padaku."
("Tapi, bisa saja mereka ...")
"Lucy tenanglah. Aku akan mengatasi semuanya. Terima kasih sudah mengingatkanku."
Setelah Zoey memutus sambungan teleponnya. Dia menarik napas dalam-dalam. Jika saja Lucy tidak menghubunginya, dia benar-benar lupa dengan gadis itu dan semua penelitiannya di laboratorium kampusnya.
Zoey menoleh dan mendapati keempat anggota keluarga Amstrong sedang menatap dirinya. Zoey menggosok tengkuknya canggung.
"Apa ada masalah?" tanya Travis. Entah mengapa dia merasa sesak napas melihat wajah Zoey yang kesusahan.
"Hanya sedikit masalah, aku dan Profesor di kampusku sedang mengembangkan sebuah tehnologi, tapi ada beberapa orang jahat yang hanya ingin enaknya saja mencuri semua data yang ada di laboratorium."
"Ini masalah serius. Jika kau perlu bantuan, bicara saja," ujar Travis dan diangguki oleh kakek Albert dan juga Amanda serta Nick.
"Benarkah bisa seperti itu?"
"Tentu saja," jawab keempat keluarga Amstrong, serempak. Zoey menatap mereka dengan tatapan ragu, tapi tidak ada salahnya mencoba, kan?
"Bolehkan aku meminjam nama perusahaan kalian. Jadi begini, aku ingin perusahaan kalian mengumumkan mengenai kerja sama dengan profesorku dan kalian membocorkan informasi mengenai tehnologi ciptaan kami itu. Kemungkinan ini bisa mencegah para pencuri itu untuk mencari pendukung. Soal robotku, kalian bisa mengundurnya. Yang terpenting itu dulu saja. Karena aku dan temanku serta Profesor Steiner sudah lama sekali mengerjakan proyek ini."
"Aku akan membantumu. Apakah Profesor Steiner ini namanya Lowa Steiner?"
"Ya, itu dia," jawab Zoey dengan mata berbinar cerah.
"Kakek mendukung hal ini, Lowa sebenarnya adalah teman lamaku dulu, tapi dia sangat sulit didekati dan terlalu pemilih. Tidak disangka kau adalah muridnya."
Travis dan Nick bekerja dengan efisien. Tanpa perlu turun langsung semuanya bisa diatasi dengan baik oleh mereka. Tidak heran jika nama mereka begitu sangat terkenal.
Zoey sudah mengirim pesan pada Profesor Lowa untuk menerima kerja sama dengan Amstrong grup. Dia juga menjelaskan ini adalah satu-satunya cara agar tehnologi ciptaan mereka tidak diambil hak ciptanya.
Beruntung Profesor Lowa mudah diajak bicara. Dia dengan cepat setuju dan Keduanya berjanji bertemu dengan perwakilan Amstrong pukul tiga sore.
Zoey menghela napas panjang, separuh bebannya terangkat dengan mudah. Saat Zoey menunduk kalung yang selalu dia simpan di lehernya tiba-tiba keluar dari balik Blousenya.
Mata kakek Albert seketika terpaku pada benda yang ada di leher Zoey itu.
"Kalung itu .... "
Zoey menunduk dan melihat kalungnya. Dia tersenyum sembari menggenggam liontin itu.
"Kalung ini adalah satu-satunya benda yang melekat padaku saat aku ditemukan oleh kakek dan nenekku."
"Ditemukan?" Mata keempat keluarga Amstrong seketika bersinar cerah. Mereka seolah menemukan secercah harapan pada Zoey.
"Jadi kau hanya anak angkat?"
"Sebenarnya iya," ujar Zoey dengan wajah menunduk seolah menunjukkan kesedihan.
"Boleh kakek lihat kalungmu?" suara kakek Albert bergetar. Zoey mengangguk dan melepaskan kalungnya.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
SSDY
syukur deh bertemu dengan keluarga kandung 🤗
2025-01-23
0
arniya
bertemu keluarga kandung...
2024-11-09
0
Awind Widayanti
sedih nya Bahagia
2024-09-19
0