Bab 12. Suami Istri

"Zoey sayang, kenapa kau tidak mau mengakui hubungan kita?" tanya Kyle dengan raut wajah kecewa.

"Kau jangan mengada-ada, siapa kekasihmu? Bukankah selama ini kau menjalin hubungan dengan Selena, sementara aku hanya mainanmu saja?" tanya Zoey. Nada bicaranya bahkan terdengar tegas dan dingin.

"Zoey, aku tidak pernah .... "

Zoey segera menghentikan ucapan Kyle, "Pernah atau tidak hanya kau yang tahu, begitu kah menurutmu? Sayangnya aku bukan orang bodoh, Kyle. Aku tahu selama ini kau hanya mempermainkanku dan bersikap serius dengan Selena. Aku bahkan punya bukti-bukti hubunganmu dengannya."

Oscar hanya diam. Namun, diamnya adalah untuk menilai mana ucapan dari kedua orang ini yang benar dan yang hanya berpura-pura. Sejauh ini, Oscar menilai keduanya sama-sama bicara jujur. Hanya saja mata laki-laki menunjukkan kilatan aneh. Oscar semakin menyembunyikan Zoey dibalik punggungnya. Gadis ini adalah miliknya, siapapun tidak ada yang boleh mengambilnya.

Evelin dan juga Nessy tak percaya melihat kelakuan Oscar. Bagaimana bisa pria berdarah dingin ini bersikap seperti ini? Dia tampak seolah melindungi Zoey dan sangat menyukai gadis itu.

"Silahkan pergi. Kalian mengganggu urusan suami istri," ujar Oscar sembari mundur dan membanting pintu. Pria arogan itu segera mengunci pintu. Setelah memastikan pintu terkunci, Oscar berbalik dan menatap Zoey tajam.

"Katakan siapa pria tadi?" tanya Oscar dengan suaranya yang serak-serak basah.

"Aku sudah menjelaskannya padamu tadi. Ya, aku akui dulu kami memang berpacaran, tapi dia juga menjalin hubungan dengan Selena, saudariku."

"Lalu?"

"Ya, intinya aku hanya pacar mainannya, sedangkan dengan Selena dia serius."

"Apakah kau kecewa menghadapi kenyataan ini?" tanya Oscar, kali ini dia bertanya dengan sedikit rileks. Akan tetapi, tatapannya terlihat sangat tajam mengamati setiap perubahan ekspresi Zoey.

"Melepasnya dan kemudian menjadi istrimu? Apa yang perlu aku sesali. Meski kamu bukan kualitas unggulan setidaknya kamu tidak menduakanku," ucap Zoey dengan santai.

Oscar tak pelak tertawa mendengar ucapan Zoey. Jika yang sedang merendahkan dirinya ini adalah musuhnya, sudah dia tembak kepalanya.

"Dari mana kepercayaan dirimu ini di dapat? Apakah kau yakin di luar sana aku tidak menduakanmu?" tanya Oscar, mengangkat sebelah alisnya.

"Aku percaya. Kau tidak akan bisa menduakan wanita sepertiku, tapi .... " Zoey menjeda ucapannya dan melirik Oscar.

Oscar yang terlanjur penasaran langsung bertanya, "Tapi apa?"

"Tapi jika kau melakukannya, aku tidak akan diam saja, aku akan meninggalkanmu tanpa ragu. Sebagai contoh pria di luar tadi. Meski aku mencintainya seluas samudra, aku akan menenggelamkan dia dalam pusara kebencianku dan tidak ada pintu maaf untuknya. Aku benci penghianat."

Oscar mengangguk. "Baiklah, dimengerti."

"Apa yang kau mengerti?"

"Semuanya. Aku bisa pastikan tidak akan ada wanita lain," ujar Oscar penuh keyakinan. Zoey mengangguk puas.

"Jadi ... katakan siapa saja yang tadi kau temui di bandara?"

"Temanku dan juga tuan Nick Amstrong."

"Nick Amstrong? Ada urusan apa kau dengannya?"

"Aku tidak sengaja menabraknya tadi. Saat itu aku membawa rancangan robot dan kebetulan tuan Nick melihatnya.

"Rancangan robot? Sejak kapan kau tertarik pada dunia robotik?"

"Sudah sangat lama. Dulu aku sering membongkar mainan milik temanku yang sudah tidak terpakai dan merakitnya menjadi mainan baru. Entah mengapa mengutak-atik komponen dan rangkaian membuatku bersemangat. akhirnya sedikit demi sedikit aku mulai belajar soal robotik."

"Tapi aku tidak mendapat --"

"Kau tidak mendapat informasi apapun tentangku mengenai hobiku ini?" tanya Zoey, terkekeh. "Itu karena aku selalu melakukannya di kamar, tidak ada satu pun orang yang tahu dengan hobi anehku ini," lanjut Zoey.

Memang di kehidupannya yang lalu dia juga menggeluti bidang robotic, hanya saja keluarga Bakker sama sekali tidak menunjukkan dukungan apapun terhadapnya. Pada akhirnya Zoey terpaksa mengubur cita-citanya.

Oscar mengangguk. Penjelasannya dapat diterima olehnya. Lama keduanya saling menatap dalam keheningan. Semakin lama Oscar menatap Zoey, semakin tertarik dia pada gadis itu. gadis itu memiliki bibir tipis, hidung mancung dan alis yang tegas. Sorot matanya penuh semangat. Oscar menyukainya.

"Aku mengantuk, sebaiknya aku tidur," ujar Zoey gugup. Ditatap begitu lama oleh pria ini membuat jantung Zoey berdebar kencang.

"Ini baru pukul tujuh. Kau yakin mengantuk?" Zoey mengangguk dan langsung kabur masuk ke kamarnya. Oscar menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zoey yang malu. Dia melengkungkan bibirnya tanpa sadar.

Sementara itu, Nessy, Evelin dan Kyle yang mendapat pengusiran dari Oscar, masih berdiri di depan pintu. Wajah Kyle terlihat buruk dan dia sangat marah. Jadi Zoey sudah tahu hubungannya dengan Selena? Pantas saja dia langsung menghilang, tapi kenapa keluarga Bakker tidak mengatakan soal pernikahan Zoey. Apakah mereka benar-benar tidak tahu, atau mereka sedang pura-pura?

Kyle mengepalkan tangannya. Dia segera berbalik pergi meninggalkan Nessy dan Evelin. Yang penting sekarang dia tahu kemana harus mencari Zoey nanti. Nessy masih tampak syok dengan sikap Oscar barusan. Dia tidak mengira Oscar bisa bersikap begitu melindungi. Pasti jalan* itu telah melakukan sesuatu pada Oscar hingga membuat Oscar membelanya.

"Nessy ayo kita pergi dari sini. Kyle meninggalkan kita."

"S*al." Nessy dan Evelin pun meninggalkan apartemen Oscar.

Di dalam kamarnya, Zoey sedang mengoperasikan laptop miliknya. Namun, sebuah notifikasi masuk ke ponselnya. Zoey memandangi layar ponselnya dengan mata berkelip terang. Dia tersenyum melihat akun banknya terisi banyak uang. Dia membuktikan semua ucapannya beberapa saham yang dia beli harganya menjadi berkali-kali lipat. Zoey tersenyum. Kini dia menjadi kaya dalam sekejap.

"Ah, terima kasih, Tuhan."

Zoey menghela napas lega. Kesempatan yang Tuhan berikan padanya tidak akan pernah dia sia-siakan. Oscar dan keluarga Amstrong, dia pastikan akan mendapatkan keduanya. Dia tidak menyesal sekarang.

Zoey melanjutkan kegiatannya. Dia akan merakit robot ciptaannya sendiri sebelum nanti dia membawanya ke perusahaan milik keluarganya. Zoey menarik keluar kalung dari balik bajunya. Dia memandangi liontin berbentuk bintang itu dengan penuh kasih. Liontin itu diserahkan oleh mendiang neneknya kepadanya. Dia berpesan agar Zoey selalu memakai kalung itu dan tidak pernah menyerahkan kalung itu pada siapapun.

Dari sini Zoey yakin, kemungkinan besar kalung ini adalah benda yang menempel padanya saat dia ditemukan oleh nenek Bakker.

Semoga saja keluarga Amstrong tidak seperti orang-orang dikeluarga Bakker. Dia berharap bisa mendapatkan kasih sayang dari keluarganya kandungnya. Melihat Nick tadi, hampir saja membuat Zoey kelepasan ingin memeluknya.

"Aku pasti akan kembali menemui kalian semua. Tunggu saja." Zoey mengecup kalungnya sesaat dan kembali fokus pada laptopnya.

Sebenarnya merakit robot adalah pekerjaan yang sulit. Namun, karena dia adalah keturunan keluarga Amstrong, jadi Zoey memiliki kemampuan yang luar biasa.

...----------------...

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

oscar berxx lbh bruntung g c mjd suami zoey. bukan cm zoey yg bruntung

2024-09-03

0

Yeni sukan Yeni sukan

Yeni sukan Yeni sukan

brati nik saudara kandungan zea

2024-07-30

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

kenapa Zoey g berterus terang sama Nick kalau dia saudara kandungnya???

2024-07-25

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!