Oscar memandangi wajah Zoey dengan tatapan lembut. Tadi dokter pribadinya sudah mengambil sampel darah Zoey untuk diperiksa. Entah mengapa Oscar merasa Zoey ini bukan orang sembarangan.
Oscar berbaring di samping Zoey, setelah mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur. Dia memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Zoey.
Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Batin Oscar.
Tak lama Oscar memejamkan mata. Tangannya terulur dan memeluk perut Zoey dan untuk kali pertama, Zoey tidur lelap tanpa bermimpi buruk.
Keesokan harinya, Zoey bangun dan Oscar tidak ada di sampingnya. Zoey pikir, mungkin semalam Oscar hanya bercanda mengajaknya tidur bersama. Dia tidak tahu saja, semalaman terus berada dalam dekapan Oscar.
"Ah, kenapa tengkukku sakit sekali?" gumam Zoey. Dia seperti lupa dengan kejadian tadi malam. Zoey lantas kekamar mandi untuk mencuci muka dan langsung keluar kamar setelahnya. Suasana apartemen itu benar-benar sepi. Zoey berjalan ke kulkas dan mendapati sebuah tulisan.
Aku berangkat kerja. Jangan keluar jika tidak ada hal yang penting. Hubungi nomor ini jika kamu menemui masalah.
"Tulisannya bagus sekali," kata Zoey sambil tersenyum. Dia mengambil kotak sereal dan menuangkannya ke dalam mangkuk lalu menambahkan susu ke dalamnya. Zoey mulai makan dengan santai. Dia duduk sembari mengedarkan matanya menatap desain hunian Oscar ini.
Hari ini rencananya Zoey akan mulai menembak bursa saham. Dalam lima hari lagi, akan ada satu perusahaan yang akan membuat ledakan berita. Saham perusahaan itu yang semula harganya anjlok dibawah pasaran, tiba-tiba dalam waktu lima hari menjadi berharga puluhan kali lipat dari harga pasaran.
Zoey keluar dari apartemen pukul sembilan pagi. Meski matahari terik, tapi angin bertiup kencang. Mungkin karena sebentar lagi akan memasuki musim dingin.
Zoey cukup pandai dalam hal jual beli saham, karena dulu sewaktu remaja, kakek Steven mengajarinya banyak hal mengenai bursa saham. Zoey bahkan sudah memiliki akun bank khusus untuk transaksi. Dia menjadi pialang muda yang menjanjikan.
Zoey duduk di sebuah kafe dan mulai membuka aplikasi trading dan broker. Tangannya bergerak cepat, menari diatas keyboard. Saham yang dia cari dijual dengan harga yang sangat murah. Tanpa pikir panjang, Zoey menghabiskan hampir separuh uang yang dia dapatkan dari kakek Steven.
"Kakek, aku janji akan melipat gandakan uang ini. Lihatlah di sana. Aku akan kaya. Suamiku juga orang yang sangat kaya. Aku pasti akan menjadi orang sukses, tanpa campur tangan anakmu," gumam Zoey sambil tersenyum lebar. Beruntung, kafe itu sedikit sepi karena hari masih sangat pagi.
Selain membeli saham yang akan melejit nilainya dalam beberapa hari lagi, Zoey juga menghubungi seorang kenalannya yang bernama Bobby.
Bobby adalah Hacker handal yang bekerja freelance. Perkenalan pertama mereka terjadi saat di rumah sakit.
"Kak, apa kamu masih mengingatku?" Zoey melakukan panggilan video agar bisa terhubung dengan pria keturunan Mexico itu.
"Lama tidak melihatmu, Cantik. Merindukanku?"
"Hmm, ya, tapi yang paling penting dari semua itu, aku ingin mengajakmu bekerja sama."
"Kerjasama apa?" tanya Bobby dengan wajah berbinar. Sudah lama dia tidak melihat Zoey. Pada kenyataannya dia dan Zoey bisa terhubung, hanya jika Zoey menghubunginya, tapi untuk menghubungi Zoey balik, Bobby tidak bisa. Meski dia seorang hacker handal, Zoey berada di level lebih tinggi darinya.
"Datanglah ke sini, ayo kita dirikan perusahaan yang bergerak di bidang robotik nomor satu seantero Amerika Serikat."
"Kau ingin menyaingi bisnis keluarga Amstrong?" tanya Bobby.
Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Amstrong? Nama keluarga itu secara turun temurun begitu terkemuka. Semua keturunannya memiliki gen yang langka, Bahkan empat dari lima keturunannya memiliki IQ diluar batas. Keempat keturunan keluarga Amstrong itu mendirikan banyak perusahaan, salah satunya perusahaan yang bergerak di bidang tehnologi robotik yang telah mendunia. Dan sekarang, Zoey juga ingin mendirikan perusahaan dibidang yang sama? Betapa beraninya gadis ini.
"Modalnya tidak sedikit," ujar Bobby lagi. Zoey tersenyum, wajahnya tampak semakin cantik dan mempesona.
"Soal modal, jangan dipikirkan. Datang saja ke sini dulu. Aku akan mentransfer uang akomodasi untukmu."
"Bagaimana dengan tempat tinggal?"
"Itu gampang, datang saja dulu." Zoey mengakhiri panggilannya dan tak lama sebuah notif pesan masuk dari akun bank Bobby.
"Dia memang selalu mengesankan," gumam Bobby sambil menggelengkan kepalanya.
Sementara itu, Oscar saat ini sedang berada di ruangan dokter Hans, dokter yang kemarin malam mengambil sampel darah Zoey untuk di periksa.
Dokter Hans memperlihatkan berkas catatan medis Zoey pada Oscar. "Dia memiliki golongan darah yang sangat langka. Golongan darah yang dimiliki istri anda biasa di sebut Darah Emas atau golongan darah yang memiliki Rh-null," tutur Dokter Hans.
Alis Oscar mengernyit, dia belum pernah mendengar ada golongan darah ini sebelumnya. "Jadi bagaimana jika dia memiliki golongan darah langka ini? Apakah akan ada masalah ke dapannya?"
"Sebenarnya, selagi nyonya tidak terluka parah hingga mengakibatkan pendarahan, itu tidak masalah. Karena faktanya orang yang memiliki golongan darah Rh-null ini hanya ada satu dari sepersekian juta penduduk di negara kita.
Rh-null ini, merupakan golongan darah yang terbentuk ketika sel darah merah tidak memiliki rhesus antigen sama sekali apapun jenisnya," kata dokter Hans.
"Lalu bagaimana jika dia tidak sengaja terluka?" tanya Oscar penasaran.
"Di bank darah ada kelompok yang mengkhususkan mengumpulkan darah-darah langka. Dari yang saya dengar, Nick Amstrong dan Travis Amstrong memiliki golongan darah ini. Golongan darah Rh-null."
"Keluarga Amstrong? Kebetulan sekali." Oscar seperti sedang menghubungkan sesuatu. Apakah keluarga Amstrong pernah kehilangan seorang anak gadis? Bagaimana bisa ada kebetulan yang seperti ini?
Pulang dari rumah sakit, Oscar tidak langsung pulang. Dia pergi terlebih dulu ke markas miliknya. Tak banyak yang tahu, jika Oscar memiliki organisasi bawah tanah alias mafia. Namun, di organisasi, Oscar dikenal dengan nama Tuan Reid.
Oscar tampak serius membaca laporan dari Tom, orang kepercayaannya.
"Jadi mereka sudah menyelundupkan barang kita?" tanya Oscar dengan sorot marah. Bagaimana bisa dia kecolongan seperti ini?
"Segera perintahkan tim A untuk menyerang orang-orang ini. Beraninya mereka mencuri barang-barangku."
"Baik, Tuan."
Oscar menghabiskan waktu lumayan lama di Markas karena ada banyak laporan yang harus dia selesaikan. Di sisi lain, Zoey sedang menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Oscar.
Lama Zoey menunggu kepulangan Oscar. Namun, yang ditunggu sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya. Zoey sampai tertidur di meja makan.
Oscar kembali ke apartemen saat waktu menunjukkan pukul 12 malam. Pria itu sedikit terkeget melihat ruangan apartemennya teramat terang seperti siang hari.
"Oh my ...."
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Warni Arni
Apakah Zoey bagian dari keluarga itu?
2025-01-26
0
Oi Min
ini keluarga asli Zoey...... Amstrong
2024-09-06
0
awesome moment
makin menye2 kn hati oscar
2024-09-02
0