Setelah makan siang, Zoey mengajak Oscar berkeliling di sekitar Mansion agar makanannya bisa dicerna dengan baik. Zoey dan Oscar sedang berjalan-jalan di taman samping. Oscar, dengan perhatiannya yang luar biasa, selalu memastikan bahwa Zoey merasa nyaman selama berjalan.
Oscar menggenggam tangan Zoey, gadis itu merasa sangat beruntung memiliki Oscar di sisinya. Dia merasa diperhatikan dan dicintai. Namun, dia merasa kata-kata saja tidak cukup untuk mengekspresikan rasa terima kasihnya kepada Oscar. Maka, saat mereka berhenti di depan danau buatan yang indah di ujung taman, Zoey memutuskan untuk melakukan sesuatu. Dia perlahan-lahan berjalan mendekati Oscar dari belakang. Dengan hati berdebar-debar, dia merentangkan kedua tangannya dan memeluk Oscar erat-erat.
"Terima kasih, Oscar," bisik Zoey lembut di telinga Oscar. "Terima kasih karena kamu memperlakukan diriku dengan baik."
Oscar terkejut sejenak, namun kemudian dia tersenyum dan membalas pelukan Zoey. "Sama-sama, istriku. Aku akan selalu ada untukmu," jawab Oscar dengan suara serak dan lembut.
Dan begitulah, di bawah sinar matahari yang hangat dan di tepi danau yang indah, Zoey dan Oscar berbagi momen kehangatan yang akan menjadi kenangan manis diantara keduanya.
"Tuan, Tuan Armand ada di sini," ujar kepala pelayan sambil menunduk. Sebelum kedatangan tuannya bersama istri, Clark sudah memberitahu jika mereka dilarang menatap nona Zoey secara langsung, kecuali atas perintah tuan Oscar. Entah karena apa, dia sendiri tidak tahu.
"Bilang pada kakek untuk menungguku. Aku akan segera ke sana, Butler Hans."
"Baik, Tuan."
Pria berusia 40 tahunan itu pergi setelah mendapat perintah. Dia tidak berani berlama-lama mengganggu keromantisan pasangan suami istri baru itu.
"Kenapa Butler Hans bicara sambil menunduk?"
"Itu aturan yang aku buat."
"Iya, kenapa?"
"Karena aku tidak mau orang-orang melihat wajah cantikmu. Jika aku bahkan bisa memutar waktu, aku tidak akan membiarkan kamu pergi ke perusahaan milik keluarga Amstrong itu. Sebuah kerugian membiarkan Nick Amstrong menatapmu berkali-kali."
"Aku bahkan tidak berkurang setelah ditatap begitu lama. Kau sangat berlebihan, Oscar."
"Jika itu tentangmu, tidak berlebihan sama sekali."
Zoey tersenyum pasrah, keduanya bergandengan tangan masuk ke mansion. Zoey melihat kakek Armand dan segera melepaskan pegangan tangan Oscar. Oscar menatap tangannya yang kosong setelah ditinggal oleh Zoey. Pria itu tersenyum masam. Kakeknya telah mencuri perhatian istrinya.
"Dari mana saja kalian?"
"Aku mengajak Oscar jalan-jalan, Kek. Apa kakek sudah makan?"
Kakek Armand mengangguk sambil tersenyum, "Kakek sudah makan, kakek kemari karena ada yang ingin kakek berikan padamu sebagai hadiah pernikahanmu dengan Oscar."
"Hadiah untuk kami?" tanya Zoey bingung.
"Bukan, ini hadiah untukmu," ujar Kakek Armand dengan tenang.
Mata Zoey melebar, "Kakek, ini tidak diperlukan sama sekali. Aku sudah sangat senang menjadi istri Oscar. Aku ...."
"Jangan menolak hadiah kakek," sela Oscar. Kakek Armand mengangguk setuju.
"Elvis, bawa barang-barang tadi kemari," ucap Kakek Armand setengah berteriak.
Orang yang bernama Elvis ini rupanya adalah kepala pelayan di kediaman kakek Armand. Dia juga termasuk orang yang sangat dipercaya oleh kakek Armand dan memiliki pengaruh di kediaman tua.
"Ini, Tuan."
Sebuah kotak perhiasan dan sebuah map coklat diserahkan pada kakek Armand. Kakek Armand langsung menyerahkannya pada Zoey.
Zoey menoleh ke arah Oscar sebelum menerima barang-barang itu. Oscar mengangguk pada Zoey sebagai isyarat agar gadis itu menerima pemberian kakeknya.
Zoey pertama kali membuka kotak perhiasan, Mata Zoey mengerjab berkali-kali melihat kilauan set berlian di dalam kotak itu.
"Kakek, ini pasti sangat mahal. Aku tidak bisa menerimanya. Bagaimana kalau aku menghilangkannya," ujar Zoey panik sambil mendorong kembali kotak perhiasan itu ke tangan kakek Armand.
Pria tua itu menahan tangan Zoey. "Sejak dua hal itu berpindah ke tanganmu, itu sudah menjadi hakmu, tapi kau tidak bisa mengembalikannya padaku."
Zoey tampak ragu, Oscar bisa membaca keraguan di wajah istrinya itu, dia lalu berkata, "Simpan saja. Kakek sudah memilihkan hadiah terbaik untukmu. Sangat tidak sopan jika kamu menolaknya."
"Jika begitu aku menerima perhiasan ini, terima kasih, Kakek."
Kakek Armand mengangguk puas. Tanpa Zoey sadari, wajah tua kakek Armand menunjukkan senyum penuh arti.
Zoey lalu meletakkan kotak perhiasan di pangkuannya dan membuka amplop coklat. Saat Zoey berhasil menarik berkas dari dalam amplop itu, tubuhnya langsung menegang dan dia tertegun cukup lama.
"Ka_kek, aku benar-benar tidak bisa menerima yang ini."
Zoey tidak terkejut membaca nama perusahaan Oscar. Yang membuat matanya membulat adalah karena kakek Armand memberinya saham sebesar 15%. Saham sebesar itu bisa menghasilkan pendapatan per tahun paling tidak puluhan juta dollar.
"Kamu berhak mendapatkannya, Zoey. Kakek juga berharap kamu juga Oscar bisa selalu rukun, memiliki visi misi yang sama. Kalian berdua bisa sama-sama membesarkan perusahaan."
Kakek Armand kembali ke kediamannya setelah makan malam. Zoey baru saja selesai mandi. Dia duduk di depan meja riasnya sembari menatap berkas transfer saham itu dengan tatapan kosong.
"Kenapa kamu terus menatap berkas itu? Apa ada yang salah?"
"Tidak. Aku hanya merasa sebaiknya berkas ini dikembalikan pada kakek," ucap Zoey, "Aku tidak menginginkan ini."
"Apa yang sudah kakek berikan padamu, sebaiknya kamu terima saja. Saham itu bukan apa-apa," ujar Oscar.
Pria itu mengambil pengering rambut dan mulai membantu Zoey mengeringkan rambutnya.
Keesokan harinya, Zoey sudah siap untuk berangkat ke perusahaan Amstrong. Penampilannya sangat sederhana. Namun, meski begitu dia tetap menunjukkan pesonanya.
Zoey berangkat diantar oleh Oscar. Bibir Oscar mengerucut melihat Zoey.
"Kenapa berpakaian seperti ini?" tanya Oscar dengan nada kesal.
"Memangnya ada apa dengan bajuku? Bukankah ini masih tertutup?" Alis Zoey mengernyit keheranan. Sekali lagi dia menunduk untuk melihat penampilannya.
Namun, sekeras apapun Zoey mencoba mencari kesalahan pada pakaiannya, dia tidak menemukan apapun.
Oscar mendengus, "Apa kau tidak bisa melihat jika bajumu terlalu seksi?"
"Seksi??" Bibir Zoey mengerucut. Sebisanya dia menahan tawa. Suaminya ini benar-benar pandai bermulut manis.
"Kau melihatnya dari mana? Baju ini tertutup dan longgar. Dari sudut pandang mana bisa dibilang seksi? Suamiku, kamu terdengar sedang membual," ujar Zoey.
Tanpa terasa Zoey sudah tiba di depan gedung tinggi milik keluarga Amstrong. Oscar membukakan pintu untuk Zoey. Sebelum dia meninggalkan Zoey, Oscar mengecup kening Zoey sesaat. Dengan wajah memerah, Zoey masuk ke perusahaan Amstrong.
Zoey disambut oleh asisten Nick secara khusus. Beberapa orang yang tadinya duduk di meja resepsionis segera mengeluarkan ponsel mereka. Berita kemunculan Zoey menyebar di lingkup perkantoran. Zoey sama sekali tidak tahu akan jadi buah bibir para karyawan di sana.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
awesome moment
bucin kn skrg...
2024-09-03
0
Femmy Femmy
🤣
2024-07-25
0
Femmy Femmy
bajunya seksi🤣dan bermulut manis😁
2024-07-25
0