"Bagaimana? Apa kamu sudah menyelidiki semuanya?"
Oscar baru saja masuk ke ruang kerja milik kakeknya. Dia sedang berbicara lewat telepon dengan orang kepercayaannya. Meski kakeknya menjamin semuanya tentang Zoey Bakker, tapi Oscar ingin secara terperinci mengetahui siapa Zoey Bakker ini. Karena bagaimana pun, dia tidak ingin salah langkah. Menikah karena perjodohan singkat, seperti ibarat membeli kucing di dalam karung. Sehingga Oscar harus teliti.
"Saya sudah mengirim semua file yang berhubungan dengan nona Bakker ke email anda, Tuan." Pria di seberang telepon menjawab dengan sopan. "Saya juga sudah menambahkan informasi terbaru yang saya dapatkan dari seorang wanita, yang menyediakan layanan jasa kebersihan di rumah itu," lanjut anak buah Oscar.
Oscar langsung mengakhiri panggilannya dan mulai mengotak-atik laptopnya. Dia membuka file kiriman anak buahnya dengan seksama. Di sana ada foto seorang gadis berusia 7 tahun yang diapit oleh dua orang kakek-kakek. Yang satu jelas adalah kakek Armand dan yang satu lagi, kemungkinan kakek Steven, kakeknya Zoey.
Membuka file selanjutnya, alis Oscar seketika berkerut, Zoey pernah dikurung selama lima hari tanpa makan, karena membuat Selena terluka. Hal itu dilakukan oleh Markus saat Steven bepergian. Namun, beruntung saat itu Steven, kakek Zoey pulang lebih cepat dari perkiraan. Jadi Zoey bisa diselamatkan. Saat ditemukan, kondisi Zoey sangat lemah, sehingga dia dilarikan ke rumah sakit.
Fakta lainnya, Zoey ternyata bukanlah putri kandung Marquez Bakker dan Emily Bakker. Zoey ini ditemukan oleh istri Steven saat Zoey berusia empat tahun. Itulah mengapa Steven sangat menyayangi Zoey. Ketika istri Steven meninggal, Steven begitu terpuruk sehingga memilih sering bepergian dan menitipkan Zoey pada putranya, Marquez.
Namun, Marquez bukannya menjaga Zoey, tapi justru sering menyiksa Zoey dengan alasan yang tak jelas. Marquez sangat pintar memainkan peran, di depan ayahnya yakni kakek Steven. Dia selalu pura-pura menyayangi Zoey jika ada orang tua itu, tapi saat kakek Steven pergi, Zoey sering disiksa dengan kejam.
Oscar masih terdiam menatap layar hitam laptopnya. Sudah 15 menit yang lalu, dia mematikan laptop itu. Akan tetapi, pikirannya masih selalu terbayang dengan informasi mengenai Zoey tadi.
Menjelang malam hari, saat Oscar keluar dari ruang kerja kakeknya. Dia mencium sesuatu yang harum dari dapur. Kakinya tanpa sadar melangkah mencari sumber aroma nikmat itu. Tiba di gawang pintu dapur, dia melihat Zoey sedang memasak sesuatu.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Oscar. Meski secara kasat mata dia tahu, jika Zoey sedang memasak, tapi entah mengapa pertanyaan bodoh itu terucap begitu saja.
"Seperti yang kamu lihat dan kamu pikirkan. Oscar, apa makanan kesukaanmu?" Zoey membalikkan badannya dan bertanya dengan senyum lembut di wajahnya.
Oscar tidak menjawab dan mengabaikan pertanyaan Zoey. Pria itu justru sibuk memandang postur Zoey dari belakang.
Tubuh gadis ini tinggi dan langsing. Namun, dia memiliki dada yang montok dan pant*t yang seksi. Rambut Zoey berwarna coklat, panjang dan terikat rapi. Zoey terlihat sangat sempurna.
Zoey melirik Oscar lewat ekor matanya. Dia cukup percaya diri bisa mengambil hati pria itu. Zoey akan buktikan pada Selena, jika dia bisa menaklukkan hati pria hebat seperti Oscar.
Zoey menyajikan beberapa menu di meja makan. Oscar menatap semua hasil masakan Zoey dengan tatapan lapar. Dari aroma yang sejak tadi tercium, dia sudah bisa membayangkan rasanya.
Zoey melepas celemeknya dan mencuci tangan. Dia pergi ke pintu kamar kakek Armand dan mengetuknya dengan lembut. Kakek Armand keluar dengan mata bersahaja menatap Zoey.
"Ada apa, Nak?"
"Aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita, Kakek. Aku berharap kakek menyukai masakanku," kata Zoey penuh rayuan. Suaranya sedikit centil dan menyenangkan.
"Kamu memasak?" Kakek Armand sedikit terkejut. Dia pikir dirinya tidak akan memiliki kesempatan mencicipi masakan Zoey, tapi siapa sangka, malam ini dia tiba-tiba mendapatkan kesempatan itu.
"Iya, kakek. Aku ingin kakek mencicipi masakanku."
Zoey menuntun kakek Armand berjalan ke ruang makan. Oscar menunggu sembari memainkan ponselnya. Dia sekilas melirik interaksi antara Zoey dan kakeknya. Dia cukup puas dengan sikap Zoey yang sangat menghormati kakek Armand.
"Kamu memasak semua ini, Nak!" mata kakek Armand melebar, lalu dia bergumam, "Betapa beruntungnya Steven memiliki cucu sepertimu. Dia bisa setiap hari mencicipi masakanmu."
"Kakek terlalu memujiku," ucap Zoey dengan wajah yang berubah muram.
Zoey selalu merasa sedih dan tidak tahan, jika mengingat kakeknya yang telah meninggal itu. Hanya dia yang perhatian pada Zoey di kediaman Bakker setelah kepergian nenek.
Saat ketiga orang itu hendak makan, Nessy kembali datang. Kali ini dia mengajak ibunya. Zoey merotasikan matanya. Dua ratu drama telah muncul. Ini benar-benar menyebalkan. Zoey berharap hari lekas pagi agar dia bisa segera menjadi istri Oscar dan pergi dari sana.
"Ayah mertua, siapa gadis ini?" tanya Jeanne, ibu Nessy.
"Dia adalah calon istri Oscar."
Jeanne memasang wajah terkejut. Akan tetapi Zoey bisa menangkap ekspresi pura-pura ibu Nessy itu. Ini benar-benar lucu. Kakek Armand bahkan tidak mau basa basi menawari Jeanne dan Nessy untuk bergabung di meja makan.
"Apa ayah mertua sudah memikirkan semuanya dengan baik-baik. Oscar adalah pria .... "
"Oscar sudah setuju dengan perjodohan ini. Kau tidak perlu mengajari aku dan Oscar."
Kakek Armand tiba-tiba menyela perkataan ibu Nessy dengan suara tegas. Dia tahu apa yang akan Jeanne katakan. Jadi sebelum semuanya terungkap, kakek Armand buru-buru menyela.
Zoey sama sekali tidak mempedulikan Nessy dan Ibunya. Dia justru malah sibuk mengisi gelas milik Oscar dan Kakek Armand dengan air putih. Oscar melirik kelakuan Zoey yang terlewat santai, tanpa disadari sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman.
"Kakek silahkan makan," ucap Zoey memecah ketegangan. Dia memandang Nessy dan ibunya.
"Aunty, Nessy, maaf. Aku tidak tahu kalian akan datang. Aku memasak hanya sesuai dengan jumlah penghuni rumah ini. Jadi aku tidak bisa menawari kalian untuk bergabung."
Wajah Nessy dan ibunya seketika suram. Namun, marah pun sepertinya percuma. Kakek Armand begitu membelanya. Entah dia memakai sihir apa pada kakek Armand.
"Zoey benar. Makanan ini hanya cukup untuk kami bertiga. Jika kalian mau bergabung, kalian bisa masak sendiri," kata Kakek Armand menimpali ucapan Zoey.
Nessy dan Jeanne langsung berbalik pergi meninggalkan rumah kakek Armand. Mereka berdua tidak hanya marah, mereka merasa sudah dipermalukan dan semua ini gara-gara gadis itu. Tunggu saja pembalasannya!
Zoey tiba-tiba terkekeh saat Nessy dan ibunya pergi. Kakek Armand keheranan begitu pula dengan Oscar.
"Ada apa, Nak?"
"Kakek, ini sangat lucu. Aku belum menikah dengan Oscar saja, tiba-tiba memiliki musuh. Bagaimana jika nanti aku menjadi istrinya? Pasti aku akan menjadi sasaran para pengagum cucumu ini," ucap Zoey sembari melirik Oscar.
"Oscar akan melindungimu," ujar kakek Armand sembari melirik cucunya yang sedang menikmati makan malam buatan Zoey. Baru kali ini kakek Armand melihat Oscar makan dengan lahap.
"Benarkah, Kek?" tanya Zoey dengan memasang wajah berbinar dan sedikit malu-malu.
Oscar telah menyelesaikan makannya dan mengusap mulutnya dengan serbet makan. Lalu dia menatap Zoey dengan tatapan sedikit melembut.
"Aku bisa memastikan mereka tidak akan berani menyentuhmu. Mereka hanya akan menggertakmu diluar, tapi aku mengijinkanmu untuk melawan mereka," kata Oscar dengan santai.
Sejujurnya Oscar memikirkan ini setelah dia menyantap masakan Zoey. Sepertinya dia akan sering meminta Zoey masak dan sebagai imbalannya, dia akan menjadi pendukung Zoey. Toh dirinya tidak rugi menikah. Dengan begitu dia tidak akan pusing menghadapi gangguan para wanita bin*l itu.
Keesokan harinya, Zoey harus bersiap- siap untuk pergi ke kantor Urusan Sipil. Semalam dia tidak bisa tidur nyenyak karena kakek membahas soal keluarganya. Beruntung Oscar bisa menghentikan pembicaraan itu dengan alasan dia harus segera kembali ke kota setelah menikah.
Oscar mengetuk pintu kamar Zoey. Gadis itu dengan buru-buru membuka pintu.
"Apa kau sudah siap?" tanya Oscar dengan mata tak berkedip, melihat penampilan Zoey.
Zoey mengangguk dan tersenyum. Ini adalah senyum paling tulus yang Zoey tunjukkan pada Oscar dan Oscar lagi-lagi dibuat terpana oleh calon istrinya.
Sial, kenapa dia berubah begitu cantik.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Humairah
kayaknya ada yg mulai klepek... klepek ni
2024-09-22
0
awesome moment
jleb99x...cupids arrow come 2 U
2024-09-02
0
Yeni sukan Yeni sukan
penasaran skali aku
2024-07-30
0