Bab 18

Setelah pulang dari rumah yang mereka ingin beli, Lyona pulang ke rumah orangtuanya setelah mengambil barang-barang nya dari rumah Tiara, mau bagaimana pun besok dia harus ke sekolah dan dia juga tidak ingin membuat Tiara merasa terbebani karena kehadirannya

Lyona masuk dan menatap rumah mereka dengan bingkai foto yang besar di dinding " yah, ini adalah rumah " masuk dan duduk di sofa

Clara melihat Lyona yang sudah kembali, dia tau jika Lyona berada di rumah Tiara, oleh sebab itu dia tidak menjemput Lyona " kau kenapa? " menatap Lyona dan duduk di samping nya

Lyona menyenderkan kepala nya ke bahu Clara " aku akan pergi dari rumah ini, jujur aku tidak mau menikah kak, karena aku masih ingin sekolah " lesu

Clara mengelus rambut Lyona " pilih lah yang menurut mu benar, jika biaya siswa mu lolos maka pergi saja, mungkin akan terjadi kerusuhan disini, tetapi mau bagaimanapun ayah dan ibu pasti bisa menerima mu seiring berjalan nya waktu "

" Kak, rumah kita yang sekarang beda ya. Dulu rasanya setelah pulang dari sekolah langsung ingin ke rumah dan bersantai tetapi sekarang kalau bisa aku tidak mau pulang " menatap langit-langit rumah nya

Clara menatap Lyona " itu adalah fase terberat dan semua orang pasti mengalami nya Lyona "

"Kakak pernah? Aku merasa terlalu di kekang dan juga sesak berada di sini " menghadap Clara

Clara menatap lutut Lyona " kenapa kaki mu? kau terjatuh? "

" Aku tadi melihat seseorang yang mirip dengan orang yang menculik ku, tetapi dia lolos karena berlari sangat kencang " bersandar ke sofa

Amar pulang setalah seharian bekerja dan dia melihat kedua putri nya sedang duduk dan berbincang bersama " Lyona kau sudah pulang nak " duduk di salah satu sofa yang masih kosong

Lyona langsung ingin pergi dari sana tetapi Clara menahan nya karena melihat ibu mereka yang perlahan sedang turun dan ingin gabung dengan mereka " tunggu " ucap Clara dan Lyona kembali duduk

Amira menatap Lyona dan Clara secara bergantian " kalian adalah anak ibu dan kalian seperti kaki kiri dan kanan ibu, jika salah satu dari kalian hilang atau pergi maka ibu tidak bisa berjalan dengan benar "

" Lalu jika ibu menikahkan ku dengan Bagas dan aku tinggal bersama Bagas, apakah ibu masih bisa berjalan saat aku jauh dari ibu? " ucap Lyona begitu saja karena sudah lama ia memendam nya

" Lyona sayang, ibu tidak menyangka jika Winda akan menyukai mu dan perjalanan kalian juga sudah jauh, ini hanya tinggal beberapa hari lagi nak " mencoba untuk membuat Lyona tenang dan paham

" Jika saja ibu dan ayah berhenti menjodohkan kak Clara dan memberikan dia hak untuk memilih mungkin ini tidak akan terjadi dan aku akan bersekolah dengan aman " membuang muka

Clara menatap amar dan Amira secara bergantian " benar ibu, sebaiknya sebelum semua nya benar-benar terjadi kita harus membatalkan semua ini, undangan juga akan di sebar besok kan? Masih ada waktu " membela Lyona

Amar menatap Clara " kita memang bisa menarik atau menunda undangan dan segalanya tetapi, apakah kita bisa mengembalikan saham yang sudah di tanam Bagas dan ayahnya di perusahaan kita? "

" Ayah, usaha kita tidak hanya itu saja, masih ada yang lain pabrik Disni dan juga toko-toko kita ayah, tolong pikirkan perasaan ku " Lyona mulai merasa bersedih, dia juga merasa sangat berdosa karena melawan ucapan orang tuanya

Amira menatap Lyona " tolong bantu ayah mu nak, jika kau merasa tidak nyaman maka kalian bisa bercerai setelah menikah kan? "

Lyona berdiri dengan menggenggam kedua tanggan nya " bagaimana jika dia merusak ku? bagaimana jika dia mengambil masa gadis ku ibu? apakah ada gunanya aku hidup lagi di dunia ini? kalian berdua sama saja ingin menang sendiri " membentak kedua orangtuanya dan naik ke atas menuju kamar nya

Clara menatap Lyona yang perlahan menjauh " kalian lihat? anak yang selama ini tidak pernah melawan dan bahkan tidak pernah menaikkan nada bicaranya, sekarang dia membentak kalian. Kalian akan lihat nanti akhirnya " pergi menuju kamar nya

" Kenapa mereka sama sekali tidak paham dan tidak mendengarkan ku " menatap Amira

Amira menunduk " aku juga tidak paham dengan mereka berdua "

Malam berlalu dan Lyona masih belajar karena ada ujian akhir semester, dia akan naik ke semester dua di kelas dua belas, dia sangat berharap biaya siswa yang dia ambil bisa cair dan bisa membawanya jauh dari orang-orang yang menurut nya berisik

Pagi ini Lyona berangkat lebih awal karena pengumuman hasil biaya siswa nya akan keluar pagi ini " aku berangkat" ucap nya walau dengan kejadian tadi malam, dia merasa harus tetap hormat kepada kedua orangtuanya

Amira menatap Lyona " tidak sarapan? " namun tidak ada jawaban

Lyona berjalan menuju halte bus, dia tidak mau di antar ataupun bertemu dengan Bagas, karena pagi ini adalah hari yang dia tunggu-tunggu, di dalam bus Lyona mendengarkan musik dan menatap ke arah jendela hingga tak sadar dia sudah tiba di sekolah

Lyona menarik nafas nya panjang " aku harap hari ini tidak akan berakhir " berjalan menuju sekolah dan tentu saja dia langsung menuju papan mading

sebelum Lyona membaca pengumuman nya, dia menutup matanya dan berdoa kepada Tuhan agar dia bisa lolos biaya siswa ini " aku mohon tuhan " ucap nya

Dengan penuh keberanian Lyona maju dan membaca semua nama, namanya berada di urutan ke lima dari lima sepuluh siswa yang lolos " yes " teriak nya di depan papan mading

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!