Sekitar tujuh tahun lalu, kota di gemparkan dengan berita pembunuhan berantai, korban nya berasal dari pedesaan namun si pembunuh membunuh seluruh warga desa hanya dengan satu malam. Katanya si pembunuh tidak sendirian dia memiliki anggota yang sepertinya memiliki penyakit yang sama seperti dia.
Penyelidikan di lakukan di desa dan juga setiap mayat yang mereka temukan pasti akan di otopsi, karena pembunuh ini selalu meninggalkan jejak yang sama saat dia sedang melakukan aksinya, yaitu kuku setiap korban di tarik paksa atau setiap korban tidak memiliki kuku sama sekali, juga ada ciri khas yang lain, yaitu tusukan pertaman mereka ambil pasti di leher lalu tusukan lainnya di badan.
Suatu malam polisi dan satu warga desa yang masih tersisa itu mengelilingi desa, karena katanya masih ada suara di dalam desa tersebut tetapi sang warga tidak berani untuk melihat sendiri karena dia adalah satu-satunya warga yang selamat
Polisi membawa senter nya dan masuk ke sana, dia melihat ada seorang pria yang tinggi badannya sekitar seratus tuju puluh dan dia hanya mengunakan kaos dan celana pendek " siapa kau? " ujar polisi saat melihat pria itu muncul di hadapannya
Pria itu menatap polisi " aku sedang mencari teman ku " ucap nya sambil mendekati polisi dan satu warga tersebut
Polisi membawa nya " kenapa kau berkeliaran sendirian? ini sangat berbahaya " membawa pria yang baru mereka jumpai itu ikut bersama nya
Mereka lanjut berkeliling namun sang warga merasa aneh, karena hawa dari pria asing ini sangat dingin, tangan nya juga begitu pucat dan dingin " apakah kau sudah makan? " ucap sang warga sambil menatap si pria asing dengan tatapan lembut
Pria asing ini sama sekali tak tersenyum dia hanya menjawab " belum " dia juga tak menoleh ke arah sang warga
Polisi berbalik menatap mereka berdua " tidak ada siapapun di sini, jadi ayo kita kembali ke penginapan tidak aman bagi kalian berkeliaran di sini malam-malam" polisi membawa mereka ke tempat penginapan
Sampai di sana pria asing menatap sebuah pisau " boleh aku makan? "ucap nya sembari mendekati pisau karena dia ingin memasak
Warga menatap nya " kau duduk saja, biar aku yang memasak " mengambil bahan masakan yang ada di penginapan
Pria asing itu menatap punggung sang warga dengan sangat dalam " sudah berapa lama kau berada di sini? " tanya nya sambil menatap si warga
Warga desa merasa nyaman karena dia sudah mulai mau berbicara dengan nya " aku? aku sudah cukup lama disini tetapi karena ada kasus itu aku harus pindah desa, semua keluarga ku lenyap di sana " sedih
" Jika kau ingin bersama mereka, maka aku bisa membuat mu bertemu dengan mereka " duduk di samping sang warga yang sedang memasak
Sang warna menatap nya " kau? Mana mungkin, kau bukan tuhan, mereka sudah meninggal aku sudah bilang kan, psikopat kejam itu membunuh seluruh warga desa " kesal
Pria asing menatap dalam sang warga " lalu kenapa kau bisa lolos? Harusnya psikopat itu tidak membiarkan mu lolos bukan? "
Warga mulai merasa aneh dengan susunan kata si pria asing " aku saat itu sedang berada di luar kita " gemetaran
Pria asing itu mengeluarkan pisau nya dan mencekik leher sang warga " aku adalah psikopat itu dan sudah ku katakan tidak ada yang boleh lolos " menusuk satu tusukan di leher dan tusukan lainnya dia lakukan secara bebas, tak lupa setelah aksi nya dia mencabut kuku korban nya
Kegiatan yang dia lakukan terlihat oleh polisi, polisi itu melempar pisau ke arah nya dan melukai wajah nya " beraninya kau " Aksa menatap polisi itu dengan tatapan tajam dan kosong
Benar sangat pembunuhan atau biasa di sebut dengan psikopat itu adalah Aksa, Aksa menjadi buronan selama dua tahun. Sampai dia bertemu keluarga nya dan keluarga nya membawa pulang, memberikan wajah serta identitas baru, namun yang namanya kebiasaan kadang Aksa ingin melakukannya tetapi dia selalu menahan nya karena kedua orang tua nya
" Nak sekarang kau bisa hidup dengan nama baru mu, Bagas " ucap yoga kepada Bagas
Benar, pembunuh kejam yang memiliki banyak anak buah itu adalah bagas di masa lalu, karena semua pihak polisi sudah mencari Bagas dan tidak di temukan kasus di tutup, Aksa hidup sebagai Bagas sekarang
...****************...
Kembali ke masa sekarang, bandara Singapura
Lyona masih merasa penasaran dengan sabun yang di pakai Bagas itu, bahkan dia tidak memperbolehkan Lyona untuk melihat nya " apakah sabun mu itu sangat wangi? " menatap Bagas dengan tatapan curiga
Bagas menatap Lyona " ya, aku sangat suka aroma nya " tersenyum
" Aneh " ucap Lyona saat melihat ekspresi wajah Bagas
Bagas menatap tiket yang mereka beli " kita harus cek in " membawa koper
Lyona mengikuti Bagas dari belakang dan dia menatap handphone nya, karena dia harus mematikan nya tetapi dia membaca pesan dari Tiara " pembunuhan ini udah lama tapi pelaku nya belum ketemu juga Lyona, ini bagus untuk kita jadikan bahan telitian " isi pesannya
Bagas menarik Lyona agar dia bisa lebih cepat berjalan " ayo "
Lyona menahan Bagas " aku ingin meneliti kasus pembunuhan kata Tiara ini sudah lama tetapi pelakunya bekuk tertangkap bagaiman menurut mu? apakah bagus atau harus ku ganti? "
Bagas teringat masa lalu nya yang bahkan sampai sekarang dia masih bisa kumat jika seseorang mengacau nya " aku tidak tau " masuk
Lyona merasa aneh dengan ekspresi Bagas " kenapa dia malah seperti itu? Aku yakin dia menyembunyikan sesuatu"
...****************...
Pesawat dengan tujuan Singapura Jakarta telah sampai, harap para penumpang melihat kembali barang bawaan nya agar tidak ada yang tertinggal, terimakasih..
Bagas memasukkan koper ke dalam taxi dia juga membawa tas Lyona " ini kau mau pakai atau aku saja yang pegang " menatap Lyona yang sibuk dengan handphone nya
" masukkan saja, nanti ku ambil " masuk ke dalam mobil
Lyona membaca artikel tentang pembunuhan itu, dia membaca nya dan dia melihat kotak yang sama dengan kotak sabun milik Bagas " ini kotak mu" tanya nya langsung tanpa basa-basi
Bagas menoleh dan mengeluarkan handphone nya " lihat " memperlihatkan sabun yang dia gunakan dan kotak itu memang kotak sabun
sang supir melihat mereka berdua " kotak yang di gunakan pembunuh itu memang kotak sabun, non katanya supaya kuku yang mereka ambil tidak bau "
" Kuku? " kaget
Supir taxi itu menatap Lyona dari kaca " iya non, itu adalah ciri khas mereka jika membunuh maka kuku korban nya akan hilang "
Bagas mulai merasa tidak nyaman, jiwa raga nya rasa ingin mencabik-cabik mulut supir taxi itu, tanggan bagas mulai dingin karena emosi dan rasa haus membunuh nya mulai memberontak
Supir taxi itu mengerem mobil dengan tiba-tiba hingga membuat Lyona tak seimbang dan jatuh ke pelukan Bagas, tiba-tiba saja rasa akan haus membunuh Bagas tadi hilang karena berkontak tubuh dengan Lyona
" Maaf " ucap Lyona sembari membenarkan postur tubuh nya lagi
Bagas menarik nya dan memeluk Lyona " sebentar saja " nafas Bagas seperti orang kari seratus kilometer
" kalian pacaran? " ucap supir taxi menggangu mereka
Lyona melepaskan pelukannya " tidak kami hanya .. " Lyona tidak melanjutkan nya
" Sepasang suami dan istri yang baru menikah " sambung Bagas
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments