Sampai di bandara Singapura, Bagas membangunkan Lyona " bangun kita sudah sampai, ganti baju mu dulu " membereskan selimut yang di pakai Lyona
Lyona menatap Bagas " kenapa kau tidak membangunkan ku? "
Bagas berdiri " kau terlihat sangat lelah " memberikan jalan agar Lyona bisa keluar
Lyona berdiri sambil memperbaiki tas nya " setelah kita selesai dan Kembali pulang aku tidak mau duduk berdua dengan mu, tolong pesan bangku terpisah " pergi begitu saja
Bagas mengambil koper mereka dan menunggu Lyona sedang berganti pakaian " apakah dia membenciku karena aku tidak membiarkan nya ikut ujian? "
Lyona keluar setelah lima belas menit berapa di dalam kamar mandi, dia masih memegang buku pelajarannya " ayo " ucap nya berjalan di depan Bagas
Bagas menatap nya " kenapa kau tidak simpan saja buku itu? "
Lyona berbalik dan menatap Bagas " aku harus belajar, lagi pula bisnis ini bukan urusan ku dan apakah kau sudah memesan kamar terpisah? Jika hanya pesan satu aku akan nginap di tempat lain " mengambil koper nya
Bagas menahan tangan Lyona sambil menatap nya lekat " kau saja yang tidur di hotel aku akan cari tempat lain "
Lyona menatap Bagas risih dan menarik tangan nya " kau bisa bicara sambil menatap ku saja, jangan sentuh aku. Kau harus ingat umur kita beda jauh dan bisa saja aku melapor kan mu " berjalan di Luan
Di gerbang Bandara Lyona mengambil koper nya dan memesan taksii nya sendiri " aku bisa pergi sendiri dan tolong hubungi aku jika kita sudah mau pulang saja " memberikan selembar kertas yang berisikan nomor telpon
" Kau jangan ceroboh hubungi aku jika terjadi apa-apa " mengambil kertas tersebut dan memasukkan ke dalam saku celana nya
Lyona naik dengan cuek dan dia menutup pintu taksi itu dengan sangat kuat " setelah kau pergi dari sana aku akan Kemabli pulang aku akan mengikuti ujian ini apapun yang terjadi " ucap Lyona saat memasuki taxi
Bagas memangil taksi lain dan dia langsung menuju perusahaan untuk tanda kontrak dan juga menanam saham di sana.
Sampai di kantor Bagas bertemu dengan seseorang yang dia merasa wajah nya agak sedikit familiar " sepertinya aku kenal dia " Bagas berusaha mendekati nya
Bagas kaget saat melihat wajah seseorang itu, dia ternyata adalah salah satu target Bagas yang lolos " dia masih hidup? sekarang dia berada di sini?
Bagas mengambil handphone nya dan menghubungi salah satu rekan tim nya dulu " tolong periksa dia " ucap nya saat sedang bicara di telpon
...****************...
Rumah Amar
Clara kesal dengan kedua orangtua nya karena mereka lebih mendukung perjodohan, dari pada pendidikan Lyona " ayah tolong pikirkan lagi, Lyona akan mengambil biaya siswa, dia akan kuliah ayah "
Amar menatap Clara " lalu kenapa? Apakah menikah menjadi penghalang? "
Clara membulat kan matanya kaget " ayah dimana-mana orang yang sudah menikah akan susah mendapatkan pendidikan atau pekerjaan "
Amira datang dengan membawa segelas teh untuk amar " jika saja kau tidak menolak dan bersikap sopan kepada orangtua Bagas mungkin kau yang akan menikah bulan Lyona " jelas Amira sembari meletakan teh di atas meja
Clara kesal " ibu bagaimana jika Lyona di sana dalam bahaya dan Bagas melakukan hal yang tidak senonoh di sana? "
Amar berhenti mengerjakan pekerjaan mendengar ucapan Clara " tidak mungkin, dia adalah orang yang terpandang mana mungkin dia melakukan hal seperti itu " mencoba untuk tidak mempercayai perkataan Clara
" Kalian akan menyesal jika ini tidak di cegah dari sekarang " Clara pergi dari sana dengan perasaan kesal
Amira mendekati amar " bagaiman pun apa yang baru saja di katakan Clara ada benar nya, kita tidak seharusnya membiarkan Lyona pergi bersama Bagas " cemas
" Mereka akan menikah, ini akan menjadi pendekatan jangan khawatir " tetap untuk tidak merasa khawatir
Rumah Adiwiyata
Winda sedang menyiram taman sembari menatap foto Lyona dari layar handphone " jika dia menjadi menantu kita, kita akan sangat beruntung bukan? " menatap yoga yang sedang duduk di salah satu bangku yang berada di taman
" Tentu saja, apa alasan mu memilih dia bukan Clara? Padahal dari awal kita sudah tau siapa yang akan menikah dengan Bagas " menatap Winda yang sedang menyiram tanaman
Winda mematikan kran air nya dan duduk di samping yoga " kau tau, tatapan mata Lyona Sanga sendu dan lembut, aku menyukai nya karna tatapan nya. Seperti yang kita tau Bagas memiliki penyakit yang sangat serius aku takut jika nanti dia bersama Clara penyakit nya akan kambuh " membicarakan tentang penyakit bagas
Nayla datang membawa surat " ayah ibu seperti nya ini surat dari kak Alaska, apakah dia akan pulang ? " memberikan suratnya kepada ayah dan ibu nya
Winda mengambil surat tersebut sambil tersenyum " mari kita baca " membuka surat nya
Ibu ayah, aku akan pulang akhir tahun ini..
aku dengar Bagas akan menikah, padahal aku ingin menikah juga....
tidak itu hanya bercanda saja, aku ingin melihat kedua adikku dan kalian juga...
musim panas ku akan bersama kalian...
Yoga tersenyum membaca surat nya " kita juga harus mencari calon untuk nya " tertawa
Nayla menatap ayah nya " kak Alaska mungkin suka gadis seperti kak Lyona " menatap kedua orang tua nya secara bergantian
Winda menatap Nayla dengan wajah polos " apa maksud sayang? Lyona sudah bersama Bagas "
Nayla menatap ayah nya " seperti yang kita tau, kak Alaska suka gadis yang lembut dan lugu, kak Bagas suka gadis keras benarkan? " pergi setelah menyelesaikan kata-kata nya itu
" Anak tuh ada-ada saja " menggeleng
...****************...
Singapore
Lyona putar balik dan sekarang dia sudah berada di bandara, dia mengambil koper nya dan masuk ke dalam " aku harus pulang, mana mungkin aku bersedia bersama nya di negara ini " mempercepat langkah nya untuk membeli tiket
Lyona membaca semua jam penerbangan " astaga, apakah harus menunggu selama ini? " di sana hanya tertera pesawat selanjutnya akan tiba dua jam ke depan
Walaupun sangat lama Lyona tetap membeli tiketnya karena dia memang benar-benar ingin kembali pulang dan ingin ikut ujian tes itu " mari kita tunggu " duduk di salah satu bangku di ruang tunggu
Bagas selesai dengan bisnis nya, sekarang dia mencari target nya yang lolos tadi, dia mendapat pesan bahwa target nya berada di Bandara, dengan cepat dan sigap dia langsung ke sana.
Target yang dikejar oleh Bagas sedang sedang duduk bersama Lyona dia menatap Lyona " apakah kau menunggu pesawat selanjutnya? " suara nya terdengar gemetar seperti baru saja selesai berlari
Lyona menatap sepatu nya yang kotor yang penuh dengan lumpur " iya " ucap Lyona polos
Orang itu memegang tanggan Lyona dan tangannya terasa sangat dingin " tolong bantu aku, aku juga harus pergi dari sini"
Lyona kaget dan menarik tanggan nya, tiba-tiba saja layar handphone nya menyala dan ada telepon dari Bagas " Bagas? " ucap nya saat membaca tulisan di layar handphone
Orang itu merasa gelisah saat mendengar nama Bagas " mana Bagas mana " teriak nya seperti orang ketakutan
Lyona merasa ada yang aneh dengan orang ini dan bagaimana dia bisa kenal dengan Bagas " apakah kau kenal Bagas? "menatap orang tersebut
" Bagas pembunuh, Bagas pembunuh " ucap nya secara cepat dan bergetar
Lyona kaget hingga ia tak terasa jika Bagas menarik tangganya dan membawa nya ke belakang punggung Bagas " pergilah " bentak Bagas kepada orang itu
Orang itu langsung bersikap seperti orang dalam gangguan jiwa, dia seperti ada trauma dan saat melihat Bagas dia sangat ketakutan
Lyona melepas kan tanggan nya dan mendekati orang itu " ada apa? kenapa kau takut? "
Bagas menarik lagi tanggan Lyona lalu memanggil petugas keamanan " tolong usir orang gila ini " teriak nya
Setelah orang itu di bawa pergi oleh petugas keamanan Bagas menatap Lyona " kenapa kau malah datang ke sini !? " dia berteriak sangat kencang
" Kenapa kau membentak ku? " Lyona menahan tangisannya lalu pergi dari sana
Bagas menatap orang itu dari jauh " target akan tetap menjadi target" ucap Bagas lalu pergi mengejar Lyona
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments