Sampai di sekolah Lyona turun dari mobil dan membanting pintu mobil milik Bagas itu, Bagas menurunkan kaca mobilnya, awalnya dia ingin marah karena sikap Lyona yang sangat tidak sopan tetapi saat Bagas membuka kaca, Lyona malah menjulurkan lidahnya, Bagas tersenyum sedikit dan itu cukup lucu baginya
Lyona berjalan menuju kelas dan disana tiba-tiba saja sahabatnya datang, Tiara datang dari arah belakang dan langsung merangkul Lyona " selamat pagi Lyona " menatap wajah Lyona yang di tekuk nya sejak tadi
Lyona menatap Tiara dengan mata yang lesu dan raut wajahnya yang sangat sedih " aku ingin bersekolah dan tidak mau menikah "
" Menikah? " Tiara membesarkan mata nya karena kaget dengan apa yang dia dengar barusan
Lyona sadar bahwa ini adalah aib keluarganya, dia tidak bisa bilang ke siapapun walau itu Tiara sahabatnya sendiri " tidak maksud ku bagaimana kalau aku menikah saja " tersenyum dan mengalihkan topik pembicaraan mereka tadi
Mereka berdua berjalan menuju kelas sambil membicarakan tugas dan juga pengumuman yang mereka dengar kemaren, ada biaya siswa keluar negeri untuk siswa/siswi yang berprestasi. Lyona merupakan kembang di sekolahnya, dia selalu menjadi buah bibir semua orang, tentu saja dia ikuti biaya siswa tersebut
Lyona meletakan tas nya di bangku nya lalu dia berjalan menuju ruang guru dengan map berwarna biru muda di tangganya, map tersebut berisi semua data yang di perlukan untuk mengambil biaya siswa
Tok...... Tok..... Tok....
Lyona mengetuk ruang guru lalu masuk dan menatap meja wali kelasnya " permisi buk " dia masuk sambil menunduk
Lyona sampai di meja wali kelas nya " duduk Lyona " ucap wali kelas nya yang melihatnya datang menanggapinya
Lyona tersenyum lalu menarik kursi untuk dia duduk " buk, Lyona mau menyerahkan berkas untuk biaya siswa " memberikan map biru muda yang ia pegang sejak tadi
Wali kelasnya memeriksa berkas tersebut " semua nya sudah lengkap, sekarang kami tinggal isi dan antar ke ruang tata usaha " memberikan kertas yang berisikan data diri
Lyona mengambil nya dan membaca kertas tersebut, disana ada tulisan single atau menikah, ini sedikit agak janggal " buk maksud ini bagaimana ya? " menunjuk bagian single dan menikah
Wali kelasnya melihat " itu tidak perlu diisi, karena ini biaya siswa serentak jadi formulir nya sama dengan formulir untuk ke kampus jadi begitulah, kau isi saja ya ibuk mau ke ruang bendahara " wali kelas nya pergi setelah menjelaskan semua nya kepada Lyona
pukul 15.30 bel sekolah berbunyi dan semua murid pulang
Lyona masih menatap kertas itu dan dia belum mengisi nya sama sekali " Lyona kenapa kau malah menung? " Tiara menatap Lyona
Lyona melihat kertas formulir nya " aku masih bingung, nanti saja kita bicara " ingin mempercepat langkah nya namun mobil silver Bagas kembali ke sekolahnya dan menunggu dia tepat di depan pagar keluar sekolah
Tiara berjalan laju dan menepuk pindah Lyona " lihat orang yang berada di dalam mobil itu menatapmu, kau kenakl dia? " menunjuk mobil Bagas
Lyona menatap mobil tersebut " itu adalah supir baru ku, aku pamit ya tir " alasannya dan langsung berlari kecil menuju mobil
Lyona masuk dan menaikkan kaca mobil nya lalu menatap Bagas dengan tatapan tajam dan juga kesal " aku sudah bilang tidak perlu mengantar ku, AKU BISA PULANG DAN PERGI SENDIRI " teriak nya di dalam mobil
Bagas menatap nya " bukankah sudah tugas calon suami untuk menjaga istrinya "
Lyona menatap nya jijik " aku bukan istrimu dan aku sangat benci kau ! "
" Benci sama cinta itu beda tipis, awas nanti termakan omongan sendiri " memasang sabuk pengaman milik Lyona
Lyona menjauhkan wajah Bagas dengan mendorong nya mengunakan jari telunjuk nya " ga usah sok perhatian " memasang sendiri
Bagas menarik formulir yang ada di tanggan Lyona" apa ini? " membaca nya
Lyona memberontak ingin merebut kembali formulir itu " kembalikan itu punya ku, dasar ya kamu jahat banget, semua nya rusak karna kamu Bagas aku benci sama kamu " melepaskan sabuk pengaman nya dan keluar dari mobil dengan air mata di wajah nya
Bagas membuka kaca mobil nya " masuklah, aku antar pulang " teriak Bagas
Tetapi Lyona sama sekali tidak mendengarkan Bagas dia berjalan terus hingga menemukan angkutan umum lalu dia masuk dan pergi begitu saja
...****************...
Pukul 19.30 Keluarga Adiwiyata
Bagas masuk dan melihat ibunya sedang menyusun sebuah kertas yang terlihat seperti undangan pernikahan dia mendekat dan mengambil nya satu " apakah kami benar akan menikah? Lyona menolak ku bu " ucapnya kepada sang ibu yang sibuk memberi nama pada undangan tersebut
" Lyona memang menolak tetapi ayah nya setuju. Lagipula ibu sangat suka dengan nya, dia sangat polos dan tidak gila pekerjaan" tersenyum
" Baiklah " meletakkan undangan nya di atas meja kembali dan membuka jas nya, Bagas ingin kembali ke kamar nya dan melihat jam tanggan nya
" Ibu dan ayah sudah melihat rumah yang akan kalian tepati, tolong bawa Lyona kesana saat dia libur, kalian juga harus lihat rumah nya kan"
Yoga turun sambil membawa beberapa berkas pekerjaan nya " iya bagas, ibu dan ayah sudah setuju dengan rumah itu, tidak terlalu besar dan mewah, sangat cocok untuk kalian "
" Aku sendiri yang akan kesana, Lyona tidak mungkin mau, aku merasa dia akan kabur saat hari pernikahan kami " duduk di samping ayah nya
" Apa maksud mu? tidak mungkin dia kabur, ayah dan amar sudah berteman lama, bisnis kami saling membutuhkan kan "
Pembantu rumah tangga keluarga Adiwiyata muncul saat mereka sedang berbincang " ibu, bapak dan tuan ada pesan dari keluarga bapak Amar, spertinya nona Lyona belum juga pulang dari tadi sore, mereka pikir Lyona bersama dengan tuan Bagas " ucap nya
Bagas berdiri dan mengambil kunci mobil nya " aku sudah bilang pada nya untuk ikut pulang bersama ku, dasar anak kecil keras kepala " kembali memakai jas nya dan pergi untuk mencari Lyona
" Apakah cinta sudah tumbuh diantara mereka? kenapa Bagas terlihat sangat khawatir " ucap Winda saat melihat putra nya itu mencari sang menantu yang sangat dia sukai
...****************...
Bagas mencari Lyona ke sekolah dan dia tidak ada di sana, Bagas mencari nya ke semua jalur yang di jalani oleh angkutan umum tadi dan dia juga tidak menemukan Lyona, Bagas mengusap kasar wajah nya " dimana dia " melihat sebuah pangkalan semua angkutan umum dan mencoba untuk ke sana
Benar Lyona ada di sana dia duduk di sebuah kursi di tempat gelap sambil menangis, Bagas melangkah ke sana dan menyalakan senter handphone nya " lyona? " melihat wajah nya
Lyona menatap Bagas, dia langsung berdiri karena tau kalau Bagas yang datang
Bagas menarik tangan Lyona " tunggu "
Lyona menatap nya " aku tidak akan pulang sampai kau membatalkan semuanya "
Melepaskan jas nya dan memberikan kepada Lyona " tolong jangan keras kepala dan ayo pulang "
Lyona tidak bergerak sama sekali " tolong batalkan pernikahan ini " menunduk
Bagas menarik Lyona " kau jalan sendiri atau ku gendong lagi? "
Lyona berjalan dengan cepat menuju mobil sambil menangis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Lilik Ayu
kadang kadang orangtua ya
2024-05-26
0
STAR MOON
/Good//Good//Good//Good/
2024-05-23
0