Bagas membawa Lyona masuk ke dalam mobil dan Karen mengikuti Bagas karena ingin tau dan ucapan Bagas tadi masih ambigu baginya " siapa dia? kenapa kau begitu khawatir? apakah benar dia calon mu? " banyak sekali pernyataan karena rasa ingin tau yang sangat tinggi
Bagas menatap Karen " benar dia adalah calon ku, kau tau kita bisa saja tertangkap jika dia meninggal dan jalan menuju rumah singgah kita bisa ketahuan, aku akan membawa nya ke rumah sakit, tolong jangan pernah memperlihatkan wajah mu lagi di depan nya " membuka jaket nya dan menutupi lutut Lyona yang sudah pingsan dan duduk di dalam mobil
Karen menatap Bagas " baiklah, aku tidak tau jika kalian saling kenal " merasa bersalah karena ternyata orang yang dia bawa adalah calon dari sahabatnya sendiri
Bagas menepuk pundak karen pelan " kau masuklah dan jangan lupa untuk memeriksa cctv dan lihat siapa saja yang datang " masuk ke dalam mobil karena kondisi Lyona yang sudah semakin parah
Bagas mengirim pesan kepada orang tua Lyona dan juga orangtuanya, dia akan membawa Lyona ke rumah sakit, tidak bisa di ceritakan lebih panjang karena kondisi Lyona sangat parah, kalian langsung saja ke rumah sakit, isi pesannya
Bagas menyentuh kening Lyona " badanya dingin tetapi kenapa dia terus saja berkeringat? " khawatir
...****************...
Rumah Amar
Amar membaca pesan dari Bagas dan langsung memangil Amira dan Clara " lyona di bawa ke rumah sakit, tidak tau apa yang terjadi dengannya " cemas dan tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana
Clara merampas handphone Amar dan mencoba menelpon Bagas tetapi panggilannya di tolak " ada apa ini? Aku sudah bilang berulang kali, dia bukan laki-laki yang baik " mengambil kunci mobilnya, karena sepertinya kedua orangtuanya masih shock dan tidak tau berbuat apa, ini pertama kinya Lyona masuk ke rumah sakit
Amar menatap Amira " ayo kita pergi sayang " membawa Amira dengan memegang bahunya
Amira menatap Clara " tolong jangan terlalu kencang nak " ucapnya memberikan saran kepada Clara, karena terlihat panik mungkin saja Clara akan melaju
Clara membuka pintu mobil nya " ayo mausk ayah ibu, kita tidak punya waktu dan ibu aku harus melaju, aku tahan menunggu ini " menutup pintu mobil setelah orangtuanya masuk
...****************...
Bagas sampai di rumah sakit setelah menempuh perjalanan yang panjang dan juga macet, Bagas mengendong Lyona dan membawa nya masuk dengan wajah yang cemas karena badan Lyona masih terasa sangat dingin " dokter " teriak ya ke sana kemari mencari dokter
Perawat datang sambil membawa sebuah tempat tidur untuk pasien " letakan di sini pak " ucapnya menatap Bagas yang sedang mengendong Lyona
Bagas menaruh badan Lyona di atas kasur itu " dia pingsan dan badannya begitu dingin tetapi dia terus berkeringat " jelasnya tentang kondisi Lyona
Perawat membawa Lyona menuju ruang UGD dengan cepat " bapak hanya bisa mengantarkan sampai disni, dokter akan masuk dan memeriksa pasien " menghentikan langkah Bagas yang ingin masuk bersama perawat itu
Bagas hanya diam dan tatapannya masih lekat kepada Lyona yang terbaring lemas dengan wajahnya yang pucat " iya " tabah
Perawat membawa Lyona masuk dan memasang infus, perawat ingin mengambil darah Lyona untuk di masukkan ke lab, tetapi darah Lyona sama sekali tidak mau keluar, mungkin itu karena suhu nya yang dingin dan juga mimisannya " bagaiman ini dokter? Darahnya tidak bisa di ambil " menatap dokter yang sedang memeriksa detak jantung Lyona
Dokter menatap suster itu " kasih dia dua kantong darah dan ambil setelah dua jam, sepertinya darahnya membeku dan dia mengalami trauma, itu bisa di lihat dari tanggan nya terus di kepal " melihat pergelangan tangan Lyona yang meniru dan sudah berdarah " obati pergelangan tangan nya dan ganti bajunya lalu pindahkan ke ruang rawat " keluar dari sana
Bagas melihat dokter itu keluar " bagiamana dok? " khawatir
Dokter menatap Bagas " sepertinya pasien mengalami trauma dan juga darah nya membeku akibat suhu ruangannya yang tinggi " menjelaskan kondisi Lyona saat ini
Bagas khawatir " lalu apakah dia sudah sadar? " menatap ke dalam
" Dia akan sadar sebentar lagi, luka di tangganya juga cukup parah jadi tolong di jaga agar tidak terkena air " pergi dari sana setelah mengakan tentang kondisi Lyona
Bagas menunggu sekitar dua menit, Lyona keluar dengan pakaian. Rumah sakit, infus, oksigen dan juga infus darah " mau di bawa kemana suster? " menghentikan tempat tidur yang di pakai untuk membawa Lyona
Suster menatap Bagas " ke ruang rawat pak, karena jika terus di UGD maka akan sulit untuk membesuk pasien " melanjutkan langkahnya menuju ruang rawat yang sudah di siapkan untuk Lyona
Amira, amar dan Clara sudah sampai, mereka menelpon Bagas dan sudah diberi tahu dimana kamar Lyona, mereka naik dan melihat Bagas sedang menatap Lyona dari depan pintu
Plak
Clara menampar Bagas karena dia merasa adiknya dalam bahagia karena laki-laki ini " kau sangat tidak bertanggung jawab, kau lihat akibat nya? Sebainya kau batalkan pernikahan ini atau keadaan akan semakin memburuk " membuka pintu kamar Lyona dan masuk ke dalam bersama Amira, namun suster yang berada di dalam melarang mereka untuk masuk melihat kondisi Lyona saat ini
Amar menatap Bagas " ada apa nak? Apa yang terjadi? kenapa Lyona " cemas
Bagas menatap amar yang sedang berdiri di hadapan nya dengan wajah yang lesu dan juga khawatir " dia sepertinya di culik pak, aku menemukan nya di pinggir jalan " berbohong demi menutupi kesalahan karen
Amar merasa tidak percaya tetapi dia tidak begitu memperlihatkan nya " baiklah " menepuk bahu Bagas lalu masuk ke dalam untuk melihat sang anak kesayangan nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments