Bab 02

Winda dari tadi hanya menatap Lyona, tatapan lekat dan juga ada senyuman di wajah nya. Amira melihat tatapan yang cukup dalam dan bermakna itu " ada apa jeng? Apakah ada yang salah dengan anak ku? "

Lyona menghentikan makannya dan melihat ke arah Winda " ada yang salah Tante? " senyum canggung

Winda tersenyum" jeng, anak mu yang ini manis dan juga cantik, apakah dia yang mau kita jodohkan? " ucap Winda sambil menatap Lyona

Amar terbatuk dan menatap Yoga " bukan, ini adalah putri bungsu kami, ini dia Clara yang akan menikah dengan Bagas " menepuk pelan pundak Clara

Bagas menatap Clara dan dia hanya diam saja, tidak ada komentar ataupun ekspresi yang aneh dari nya, dia hanya memasang wajah datar

Lyona berdiri dan menatap semua orang "saya ijin ke toilet dulu ya " pergi ke toilet

Bagas mengeluarkan cincin sebagai tanda bahwa dia menerima perjodohan ini, Clara kaget dan menatap Bagas " bisa bicara sebentar " ucap nya kepada Bagas

Bagas berdiri dan menunjuk ke arah kanan " di sana saja " ucapnya

Amira menarik tanggan Clara " untuk apa bicara secara privasi? Disni saja kita semua juga mau dengar apa yang lain bicarakan "

" Ibu, kami baru kenal jadi aku butuh waktu untuk dekat nya dan biarkan kami mengenal lebih dalam lagi " Clara pergi dan diikuti oleh Bagas

Winda menatap Amira " Jeng, kalau boleh tau umur anak jeng yang Lyona berapa tahun? "

" dia masih kecil, baru enam belas tahun " jawab Amira

Winda menatap Lyona dari jauh yang perlahan mendekat ke meja mereka " nak apakah kau mau menikah dengan Bagas? " tanya Winda langsung dan membuat semua orang yang ada disana kaget

Yoga menatap Winda " kau salah orang, Clara yang akan menikah dengan Bagas, bukan dia "

" Benar Winda, anak ku Clara yang akan menikah, kenapa kau malah bertanya pada Lyona? "

Di tempat perbincangan Clara dan Bagas

" Kenapa kau malah membawa cincin? apakah kau menerima ku? " Omelan Clara mulai keluar

Bagas adalah tipe orang yang tidak suka bertele-tele " jadi kau mau aku menolak nya? Baiklah " ingin pergi dari sana namun dengan cepat tangan Clara menahan nya

" Segampang itu? "

" Sepertinya ibu ku juga tidak setuju dengan mu, karna dari awal dia selalu bilang cari calon istri yang bisa merawat mu, kau lihat itu " menunjuk ke arah meja yang di tepati oleh mereka untuk acara makan malam ini " ibu ku tersenyum ke arah adik mu "

Clara menatap nya " Lyona masih terlalu kecil untuk perjodohan, itu tidak mungkin terjadi " merasa lega karena sepertinya ini tidak akan pernah terjadi pada mereka

Bagas pergi menuju meja mereka dan langsung menatap Lyona " berikan tanggan mu " ucap nya datar

Lyona menatap Bagas sedikit mendongak karena Bagas begitu tinggi " aku? " menunjuk dirinya sendiri dengan tangan nya

Bagas dengan cepat mengeluarkan tangannya dari saku dan menerkam tangan kecil milik Lyona lalu memasukan cincin ke jari manis nya " selesai" ucap nya melepaskan tanggan Lyona dengan pelan

Winda tersenyum " benar inilah yang ibu mau nak, kau sangat paham yang ibu mau sayang " berdiri lalu memeluk Bagas

Amira menatap Amran " apa maksud mu? Ini tidak seperti yang kita rencanakan "

Amran melihat yoga " apakah ini hanya permainan? Sudah ku katakan putri ku yang akan menikah adalah Clara bukan Lyona "

Yoga menarik Winda " apa-apaan kamu? Ini Lyona bukan Clara, Clara ada di sana " menunjuk arah Clara

Lyona menatap tanggan nya dan melepas cincin" maaf sepertinya kalian salah orang " meletakkan cincin nya di atas meja

Bagas mengambil cincinnya " jika putri kalian Lyona menjadi istri ku, maka saham perusahaan kalian yang ada di Singapura akan naik, karena aku Bagas Adiwiyata akan menjadi penanam saham terbesar di sana, jika tidak maka perusahaan kalian akan bangkrut "

Amar menatap Bagas " kau yakin dengan ucapan mu? "

yoga berdiri " ini diluar rencana kita, lagipula nak dia belum cukup umur untuk melakukan pernikahan"

Clara menatap Bagas " aku tidak mau menikah dan aku menolak acara perjodohan ini dan untuk ayah ibu tolong jangan lakukan ini lain kali " mengambil tas nya dan membawa Lyona keluar

Tangan Bagas yang secepat kilat pun menarik Lyona dia menarik pergelangan tangan nya " kau mau bawa kemana calon istri ku? " menatap Clara

Clara menatap Bagas tepat di hadapannya " kau mau apa? jangan hanya karna hubungan pertemanan antara orang tua kita membuat mu sombong " mendorong Bagas dengan jari telunjuk nya

" Bapak Amar bisakah kau menjawab pertanyaan ku tadi? Jika tidak maka kita bubarkan acara ini " tegas Bagas

Amar mulai bingung, perusahan mereka yang di Singapura akan segara bangkrut jika tak ada penanam saham yang besar, namun putri nya juga belum cukup umur untuk menikah

" Kita lakukan pernikahan secara privat" jawaban amar

Lyona menatap ayah nya " ayah, Lyona ga mau nikah, Lyona masih sekolah ayah " melepas paksa tangan yang di pegang oleh bagas

" apa-apaan kau ini " ucap Amira kepada sang suami

Bagas mendekat dan memberikan surat perjanjian penamaan saham " ini sudah ku tanda tangani " pergi dari sana begitu saja

" Menantu ku adalah pilihan ku " ucap Winda sambil mengambil tas nya dan pergi mengikuti Bagas

Lyona mendekati ayah nya " ayah, Lyona ga mau jadi bahan bisnis, Lyona harus sekolah ayah " menangis

Amar memeluk putrinya itu " kau masih bisa sekolah sayang, tidak mungkin Bagas melarang mu untuk sekolah "

Clara menarik Lyona " ayah dan ibu sama saja, mau nya mengambil keputusan sendiri, lihat akhirnya apa yang terjadi " membawa Lyona pulang

Amira menatap Amara " kau ini sudah keterlaluan, Lyona masih di bawah umur, tetapi lihat sikap mu yang yang egois ini " pergi meninggalkan Amar sendirian

...****************...

Pagi pukul 06.45 di rumah Amar

Lyona turun dengan seragam sekolahnya, rambutnya yang di kuncir satu dan sedikit di keluarkan di bagian sisi kanan dan kirinya.

Lyona mengambil tempat makan siangnya, dia langsung keluar dan tak sarapan, bahkan dia tidak menegur ayah dan ibunya yang berada di meja makan " lihat, Lyona bahkan tidak mau menatap mu " ucap Amira sambil menyiapkan makanan

" Tenang saja sesering berjalannya waktu dia akan luluh dan lihat saja nanti " memakan sarapannya

Di depan gerbang rumah sudah ada Bagas yang menunggu dengan jas dan juga mobil nya. Bagas menatap Lyona dari bawah hingga atas " tas " ucap nya datar

Lyona mendekat dan menatap nya " kenapa kau datang ke sini? "

" Tas " ucap nya sabar

" Aku bisa berangkat sendiri, lagipula aku tidak mau diantar oleh om-om seperti mu, apa kata teman-teman ku nanti " berjalan

Bagas menarik tas Lyona saat dia berjalan tepat di samping nya dan memasukkan tas nya kedalam mobil " masuk " membuka pintu mobil

Lyona menatap nya kesal " tidak " berdiri di depan mobil " kembalikan tas ku atau kau tidak akan bisa pergi dari sini " membentang kedua tangannya, menghalangi jalan Bagas

Bagas menghampiri nya dan tanpa basa-basi dia langsung menggendong Lyona, Lyona memukul dada bidang Bagas " dasar om mesum, turunin, " memberontak di gendongan Bagas

Terpopuler

Comments

Nisa Amalia

Nisa Amalia

ada udang dibalik batu

2024-08-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!