Bagas membawa Lyona masuk ke dalam rumah yang akan mereka beli, Lyona menatap semua sudut tiap dinding rumah itu dan dia merasa nyaman Disni " apakah kita akan membeli rumah ini? " melihat Bagas yang sedang berjalan menuju dapur untuk memeriksa barang-barang yang berada di sana
Bagas menatap Lyona " iya, rumah ini susah lengkap dengan barang-barang nya, tetapi aku kurang suka karena memiliki empat kamar, dua di atas dan dua di bawah " berjalan melihat kamar
Lyona menarik nafas nya karena kejadian tadi, dia masih merasa lemas dan lesu " baiklah kita ambil saja rumah ini, aku juga tidak mau sekamar dengan dengan mu " melihat luka nya yang tadi
Bagas mendekati Lyona " kau yakin? bagaimana jika ayah dan ibumu datang untuk memeriksa kita " mendekati Lyona dan mengelap lukanya dengan tisu
Lyona menjauhkan kaki nya yang akan di sentuh oleh Bagas " tidak mungkin mereka datang, aku ingin membuat rumah ini memang benar-benar rumah, karena aku belum pernah merasakan kehangatan rumah " mengambil tisu dari tangga Bagas dan mengelap sendiri luka nya
Bagas menatap Lyona dan ingat dengan semua perkataan nya tempo hari " baiklah, jadikan rumah ini sebagai rumah tempat kau pulang " berdiri dan mengambil jas nya
Lyona menatap Bagas " apakah kau mau langsung pulang? "
Bagas menatap Lyona " aku akan mengambil beberapa barang ku dan barang mu, kau tunggu saja disini jangan buka pintu untuk siapapun karena kita orang baru disini " menatap Lyona
Lyona merebahkan badannya di sofa " baiklah " memainkan handphone nya
Bagas melepaskan lagi jas yang sudah dia pakai dan menutup laha Lyona " biasakan mengunakan pakaian yang panjang Lyona, aku lihat semua pakaian mu pendek sekali " pergi dengan kemeja nya saja
Lyona menatap sinis " kenapa kau sok perhatian? Bagiamana jika aku tidak bisa jauh darimu dan aku selalu mencari mu nantinya? " Lyona hanya bercanda karena banyak novel yang dia baca jika pemeran pria nya mulai khawatir dengan pemeran wanita maka dia sudah jatuh cinta
Bagas menatap Lyona dari atas, langit yang di tatap Lyona sekarang adalah Bagas " aku akan selalu berada di sisi mu " mengelus kepada Lyona
Lyona menggeser kelapa nya " najis " duduk
...****************...
Bagas pergi untuk mengambil barang-barang nya, dia mampir ke suatu tempat untuk menyewa mobil untuk barang mereka, walau sudah ada barang disana, tetapi ruang kerja Bagas tetap harus barang miliknya tidak boleh di gantikan dengan barang siapapun
Bagas melihat Karen sedang berjalan di tepi jalan dengan topi nya " Karen? " mendekatkan mobilnya ke arah Karen
Bagas membuka kaca mobilnya " masuk? " teriak nya kepada Karen
Karen tersenyum dan masuk ke dalam mobil " kau dari mana? kenapa banyak barang? " melihat barang-barang yang banyak di bagasi Bagas
Bagas menatap barang-barang nya " aku pindah rumah dengan calon istri ku, aku sudah bilang akan menikah "
Karen menatap Bagas " kau benar akan menikah? Wah aku tidak menyangka "
" Karen aku ingin mengatakan hal yang serius, tolong kau pergi ke luar kota atau luar negri "
" Kenapa? Apakah aku ada salah? "
" Tidak, hanya saja Lyona, sempat melihat mu tadi di dekat area perumahan kami yang baru "
Karen menatap Bagas dan menyuruh nya menghentikan mobilnya " aku juga merasa takut karena kejadian itu dan ya, aku mendapatkan pesan dari queen dia mengatakan dia mencari mu " membuka mobil dan keluar dari sana
" Kapan dia mengatakan itu? "
Karen mengingat lagi " kemarin malam, jika aku pergi ke luar kota tolong antar aku " tersenyum
Bagas melanjutkan perjalanan nya dan sekarang dia sampai di rumah, dia mengambil beberapa barang-barang nya yang sudah disusun di dalam kardus, Winda turun dan melihat Bagas " apakah Lyona setuju dengan rumah itu? " membantu Bagas mengambil barang nya
Bagas menatap Winda " ibu sudah lah biar aku saja, Lyona juga sudah setuju dengan rumah itu kami akan pindah setelah pernikahan "
Winda menatap Bagas " semoga kau nyaman di sana dan tolong jaga Lyona dengan baik. Lupakan kan masa lalu mu dan hidup lah bersama Lyona dengan baik " menatap Bagas dan berharap Bagas tidak akan mengulang masa lalu nya lagi
Bagas tersenyum " ibu tenang saja " mengambil koper nya
Nayla membuka pintu kamar Bagas dan masuk ke dalam " kakak? sudah mau pindah? " duduk di tepi kasur Bagas
Winda mengelus rambut Nayla " tidak nak, kakak mu hanya menyusun barang mereka saja "
Nayla menatap Bagas " bolehkan aku main ke rumah kakak? Aku merasa kesepian lagi karena kak Alaska belum pulang " cemberut
Alasan, Alaska tidak pulang ke rumah karena kejadian di masa lalu dan juga sakit hati nya kepada kedua orangtuanya yang mau menerima kembali bagas, setelah kejadian yang sangat kejam itu mereka masih mau menerima Bagas
" Dia akan pulang sebentar lagi karena aku akan meninggalkan rumah ini " menatap nayla
nayla menatap Bagas " aku sangat ingin kalian berdua berkumpul lagi tetapi kalian tidak pernah akur sama sekali " lesu
Winda mengelus bahu Nayla " jika sudah terjadi seperti itu maka akan seperti itu, kita akan merasakan kebersamaan dengan Alaska dan melepaskan bagas "
Bagas selesai membereskan semua barang-barang nya dan memasukkan ke dalam mobil yang sudah dia sewa " pak tolong alamat ini " memberikan alamat baru rumah mereka
supir itu menuju ke sana dan di ikuti oleh Bagas, sampai di sana Bagas menurunkan barang-barang nya dan melihat Lyona sedang tertidur di sofa " Lyona barang mu bagaimana? apakah besok atau sekarang? " menatap Lyona
Lyona membuka matanya dan menatap barang Bagas " aku akan pulang dan menyusun semua nya, barang ku cukup banyak " duduk dan melihat semua barang Bagas
Bagas membuka salah satu ruangan yang ada di bawah " aku akan jadikan ini ruang kerja ku " ucap nya sambil membawa barang nya masuk
Lyona langsung berlari ke arah kamar yang berada di samping ruang kerja Bagas " ini kamar ku, aku tidak mau di atas, kau saja di atas lagipula kenapa ruang kerja mu di samping kamar ku? Kenapa tidak di atas saja? " menghalangi Bagas supaya tidak masuk ke kamar yang sudah dia booking
Bagas meletakkan barang nya di dalam " karena aku ingin melihat mu tidur dan aku juga merasa nyaman di ruang kerja dari pada di kamar tidur " mendekati Lyona
Lyona mundur " mesum, kalau begitu aku ke atas saja " mau naik ke atas
Bagas menatap nya " di atas juga ada kamar ku " membawa barang nya yang lain masuk ke dalam ruangan
Lyona berteriak " kenapa begitu ribet? Kau saja di atas dua dan aku di bawah dua, aku juga ingin memiliki ruang belajar "
Bagas mendekati Lyona dan menyelipkan rambut Lyona ke belakang daun telinga nya " hidup harus adil, aku punya satu di bawah dan kau punya satu di atas " tersenyum
Lyona mendorong Bagas dengan jari telunjuk nya " jauh-jauh, mesum " kembali duduk di sofa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments