eps 14 pingsan

" Dengan emosi, Arga langsung menghancur kan semua barang-barang nya yang ada di dalam kamar miliknya.

Sebenarnya Arga tidak tega menyakiti Sarah, tetapi karena dendam nya membuat Arga mengubah sifatnya.

" Dengan tangisan yang pecah, Sarah berjalan keluar dari dalam ruangan Arga.

Darwis yang melihat Sarah menangis pun menghampirinya.

" Kamu yang sabar ya Ra mungkin Tuan Arga sedang ada masalah bujuk Darwis.

Sarah pun langsung memasuki ruangan nya dan mengambil tas miliknya, dengan airmata yang bercucuran Sarah berlari menuju lift.

" Sesampainya di lantai bawah, Sarah langsung berlari keluar dan berlari menuju jalanan.

Hiks

Hiks

" Sepertinya cuaca mendukung kesedihan Sarah saat ini.

Tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya, Sarah yang masih menangis pun tidak memperdulikan tubuh dan tas nya basah terkena hujan.

" Kenapa semua ini harus terjadi kenapa ya Tuhan apa yang harus aku lakukan.

Dengan melepas sepatunya, Sarah berjalan di aspal yang di pinggirnya banyak batu krikil dan ada serpihan kaca.

" Sarah tidak merasakan sakit di bagian telapak kakinya yang sudah berdarah akibat tajam krikil dan kaca yang ada di pinggir jalan.

Sudah satu jam Sarah berjalan tanpa tujuan arah. dengan tubuh yang menggigil dan bibir yang sudah membiru Sarah pun terjatuh pingsan.

" Tanpa Sarah sadari ada seseorang yang sudah membawa tubuhnya masuk ke dalam mobil.

Maaf " ucap lirih Arga

" Setelah kepergian Sarah dari kantornya, Arga langsung keluar dan melajukan mobilnya di jalan raya. tidak sengaja Arga melihat Sarah berjalan di pinggiran jalan dengan tubuh yang basah dan luka di bagian telapak kakinya.

" Dengan cepat Arga keluar dari dalam mobil saat melihat tubuh Sarah sudah terjatuh pingsan, dengan keadaan tubuh memucat dan bibir yang membiru kedinginan.

****

" Sesampainya mobil Arga di perkarangan mansion pribadinya.

Dengan cepat Arga mengangkat tubuh kecil Sarah, di dalam gendongan nya dan membawa Sarah masuk ke dalam mansion pribadinya.

" Maid. panggil Arga

Ada yang bisa saya bantu Tuan? tanya Maid

" Ambilkan saya air hangat dan gantikan pakaian nya. setelah meletakkan Sarah di kasur Arga langsung keluar dan berjalan masuk ke dalam kamar miliknya.

Saat ini Sarah sudah berada di dalam kamar tamu .

" Dengan telaten dan berhati-hati Maid mengelap tubuh Sarah, dan mengganti pakaian nya yang basah dengan pakaian yang sudah Arga siap kan di kamar tamu.

Setelah Arga selesai mandi dengan cepat Arga memakai pakaian nya dan berjalan menuju kamar tamu.

Tok

Tok

Apa sudah siap? tanya Arga

" Dengan cepat Maid membuka pintu, saya sudah siap mengganti pakaian Nona muda Tuan. tapi saya belum mengompres dan membersihkan luka nya.

Keluarlah dan masakkan makanan untuk kami.

" Baik Tuan saya permisi dulu. dengan cepat Maid keluar dari kamar tamu dan berjalan menuju lantai bawah.

Arga yang melihat Sarah terbaring lemah di atas tempat tidur yang sudah di bersihkan Maid akibat tubuh Sarah yang basah.

" Arga langsung mengambil air hangat dan langsung mengompres kening Sarah yang panas.

Tubuh nya panas sekali. batin Arga

" Setelah mengompres kening Sarah , Arga melihat telapak kaki Sarah yang masih mengeluarkan darah.

Saat ini Arga merasa sakit melihat keadaan Sarah yang sedang terluka.

" Dengan pelan dan berhati-hati, Arga membersihkan telapak kaki Sarah dengan alkohol agar luka nya tidak inpeksi.

Setelah membersihkan luka di telapak kaki Sarah, Arga langsung memberi obat dan memberi perban di bagian kakinya Sarah yang terluk.

" Dengan menyentuh kening nya Sarah," Arga merasakan panas yang belum turun.

Kenapa panas nya tidak turun juga? batin Arga

" Arga langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Dokter pribadinya.

Halo Tuan muda? jawab Dokter Vina

" Datang lah ke mansion pribadiku? saya tunggu 15 menit lagi jika tidak kau akan tau akibatnya.

Baik Tuan, setelah menerima telepon dari Arga Dokter Vina langsung bergegas membawa koper dan obat-obatan untuk di bawa me mansion pribadi Arga.

" Kuharap kau baik-baik saja, sambil mengelus pucuk kepala Sarah. Arga menatap sendu ke arah wajah pucat Sarah

Beberapa menit kemudian Dokter Vina pun datang.

" Dokter Vina sudah datang? tanya Maid

Apa Tuan muda ada bi? tanya Dokter Vina

" Tuan muda ada di kamar tamu dok. mari saya antar.

Tok

Tok

" Tuan Dokter Vina sudah datang? panggil Maid

Suruh masuk. jawab dingin Arga

" Kalau begitu saya permisi mau ke dapur Dok. ucap Maid dan berjalan menuruni tangga menuju dapur.

Baik bik? jawab Dokter Vina

" Ada yang bisa saya bantu tuan muda? tanya Dokter Vina

Tolong periksa dia dok. suruh Arga

" Baik Tuan dengan telaten dokter Vina memeriksa suhu tubuh Sarah, dan memeriksa luka di bagian telapak kakinya Sarah.

Suhu tubuhnya sangat tinggi Tuan kita harus memberi suntikan pereda panas.

" Lakukan apa pun asal dia bisa selamat. jawab tegas Arga

Ini ada obat untuk luka Nona muda dan ini obat pereda panas dan vitamin. Jika Nona muda sudah sadar tolong berikan obat ini Tuan.

" Baiklah terima kasih Dok ucap Arga.

Kalau begitu saya pamit pulang dulu Tuan? setelah kepulangan Dokter Vina, Arga tidak henti-hentinya menggenggam tangan Sarah.

" Maaf kan aku, aku berjanji setelah kita menikah aku akan menjagamu. batin Arga

Arga yang sangat kelelahan pun meletakkan kepalanya di kasur tempat Sarah terbaring sambil menggenggam tangan Sarah.

" Beberapa jam kemudian, Sarah sudah siuman dari pingsan nya.

Dan melihat Arga menggenggam tangan nya.

Akh" rintih Sarah karena pusing di bagian kepalanya.

Dimana ini? tanya Sarah

" Tuan Arga, kenapa ada dia di sini sebenarnya apa yang sudah terjadi, sambil mengingat apa yang terjadi Sarah berusaha menormalkan pikiran nya.

Arga yang menyadari adanya pergerakan dari Sarah langsung terbangun.

" Kau sudah bangun? tanya dingin Arga

Di mana ini? tanya Sarah

" Di mansion pribadiku dan besok pagi kita akan menikah. jawab tegas Arga

Apa itu tidak terlalu cepat Tuan? tanya Sarah

Tidak. dan saya tidak menyukai penolakan. jawab tegas Arga

" Setelah mengatakan itu, Arga langsung berjalan keluar dari dalam kamar tamu yang di tempati Sarah.

Dasar aneh? gerutu Sarah

" Apa ini keputusan yang tepat untuk kehidupan ku. batin Sarah

dengan menangis tersedu-sedu Sarah meratapi nasibnya.

" Ku harap Papah dan Mamah tidak akan membenci ku karena keputusan ku yang memilih anak dari musuh Ayah ku untuk menjadi Suami ku.

Apa aku harus merahasiakan ini dari Feby dan Renata. batin Sarah

Aku takut Feby dan Renata membenciku Sarah pun menangis sejadi-jadinya.

Terpopuler

Comments

Rose. park Jimin.

Rose. park Jimin.

fighting Sarah tetap semangat menghadapi sifat kejam nya Arga

2024-03-26

2

Kamiem sag

Kamiem sag

sabar Ra

2024-03-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!