Cukup lama perjalanan yang di tempuh oleh Victoria memakan seharian untuk berada kediamannya, Saat sampai Vedric sangat setia menyambutnya ia bahkan di awasi setelah keluar dari kereta kuda.
Vedric semakin protektif terhadap Victoria namun tindakannya tersebut malah sangat imut menurut Victoria, ia menempel bagaikan harimau kecil yang mengikuti langkah induknya.
"Sangat menggemaskan ~"
Victoria mengelus lembut rambut Vedric, Vedric yang di perlakukan seperti itu membiarkan Victoria dengan kemauannya.
"Vedric! Kau telah tumbuh dewasa bagaimana jika kau meniggalkan ku nantinya?"
Ucapan Victoria berhasil membuat Vedric terkejut lalu menampilkan ekspresi lucunya terhadap Victoria, Vedric mengerutkan keningnya serta pipi yang mengepung ekspresinya bagaikan bayi bahkan tingkahnya sudah hampir menyamai bayi yang gambek. Vedric berbalik dengan wajah yang mengepung lalu tangan yang menyilang di dadanya.
"Kenapa nona mengatakan hal seperti itu!"
Victoria menahan tawanya bahkan air matanya menetes Karena sangking tidak bisa ditahannya tawanya.
"pfff mungkin jika kau sudah memiliki seorang kekasih bisa saja kau meniggalkan ku bukan?"
Vedric berbalik lalu menatap ekspresi wajah Victoria yang tertawa, ia bahkan semakin cemberut kala mendengar ucapan Victoria.
"Saya tidak ingin meniggalkan anda!" ujarnya sambil memainkan jari jarinya.
Sekarang Victoria tidak bisa menahan keimutan Vedric, sangat lucu baginya sifat yang di tujukan Vedric kepada.
"hahaha kau sangat imut! Baiklah baiklah kau akan terus berada di sisiku bukan?"ucapnya sambil membuka matanya satu yang tadinya tertutup.
Wajah vedric seketika berubah menjadi wajah yang sangat senang, Ia bahkan terlihat seperti bayi harimau yang telah di berikan makanannya di matanya sangat berbinar.
'Tidak ini sangat! Akhh ini sangat imut!'
"Saya akan terus berada di samping Anda!"
Vedric tampak bersemangat bahkan sangat antusias mendapatkan elusan dari Victoria ia mendekat ke arah Victoria lalu duduk di samping kursi yang diduduki oleh Victoria ia mengarahkan kepalanya ke arah Victoria lalu menunduk untuk mendapatkan elusan.
"Oke oke! Aku akan mengelusnya!"
Victoria mengelus lembut rambut Vedric, sangat lembut itulah yang dirasakan oleh Victoria bahkan tidak ada bau sinar matahari di kepalanya.
"Apa kau tidak berlatih hari ini?"
"Saya telah berlatih namun sesi latihannya sedikit saya percepat! "
"Begitu yah"
Setelahnya ia lanjut mengelus kepala Vedric yang sekarang terlihat seperti anak kecil di mata Victoria. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama sedikit lebih lama walau pada akhirnya Victoria memiliki beberapa pekerjaan yang harus ia kerjakan, Victoria berjalan menuju ke arah ruangan miliknya atau bisa di sebut ruang kerja pribadi Victoria.
Setumpuk kertas berada di atas meja yang memiliki warna coklat serta terlihat kokoh besar dan luas, isi dari kertas tersebut bermacam macam mulia dari masalah politik, masalah ekonomi, ataupun keluhan dari para warga.Victoria duduk di hadapan tumpukan kertas kertas itu bahkan di bawah meja, tepatnya di samping kakinya kertas kertas itu berserakan dimana mana membuat dirinya hanya menghela nafasnya.
"Apa kah semua pekerjaan di limpahkan kepada ku?"
Ia memijat pelipisnya keningnya, rasanya akan lama dirinya mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh ayahnya kepadanya. Victoria mengambil kertas dihadapannya dan mulai membacanya tidak ada satu menit pun rasanya Victoria sudah sangat pusing.
"tidak ada semenit pun rasanya sudah membuat ku mati rasa!"
"Bahkan hanya melihat tulisan tulisan ini membuatku hampir muntah!"
Victoria kini merasa ingin muntah kapan saja, ini adalah dunia yang tidak ia ketahui bahkan dirinya bersusah payah agar bisa berinteraksi di dunia ini dan sekarang dirinya malah harus mengerjakan pekerjaan yang sangat sulit.
"Oh tidak! Bagaimana aku mulai mengerjakannya?"
Awalnya dirinya tidak tau bahwa akan mengerjakan tugas saat bersantai tadi, lalu datang Jennifer membawakan laporan dari istana tempat ayahnya berada. Ayahnya yang menyuruhnya mengerjakan sebagian tugas yang bisa terbilang cukup penting untuk dilaksanakan oleh Victoria.
Tangannya mengambil selembar kertas di tumpahkan tersebut lalu membacanya, awalnya Victoria tidak tertarik dari isi kertas tersebut namun saat akhir kalimat ia mulai menampilkan ekspresi seriusnya, dari beberapa kata cukup membuat Victoria menjadi sedikit panik yang mana itu tentang masalah politik kekerajaan.
"Ada apa ini? Kenapa wilayah benua selatan menyatakan perang dengan wilayah benua barat?"
"Bukan mereka tidak pernah berseteru? Bahkan yang aku tau di cerita aslinya mereka bahkan tidak pernah saling berinteraksi dengan satu sama lain! Bagaimana bisa mereka akan melakukan perang?"
Victoria memisah kertas yang ia pengang dari kertas lainnya untuk memisahkannya tugas yang penting dengan yang tidak penting. Kini ada lima tumpukan kertas di hadapannya dari tumpukan kertas tersebut ada isi kertas yang memiliki tugas yang sangat penting.
Tumpukan kertas yang paling akhir ada tugas yang penting untuk segera di lakukan sedangkan yang lainnya Victoria memilih menyelesaikannya setelah melakukan tugas yang sangat penting.
Di tumpukan kertas yang penting Victoria telah membaca semua isinya bahkan Setelah membacanya bukannya patah semangat atau ingin menyerah malahan Victoria merasa tertantang mengerjakan semua pekerjaan atau misi yang akan di lakukannya.
Ada tiga lembaran kertas yang memiliki isi yang sangat membuat Victoria bersemangat untuk melakukan tugasnya yaitu kertas pertama berisi peperangan antar benua, kedua isi lembaran kertas tersebut tentang masalah rumor pemberontak kan kejatuhan kekaisaran, ketiga adalah masalah perbudakan, penculikan serta beberapa perampokan.
Walau itu seperti tugas yang tidak bisa dilakukan itu bukan berarti Victoria akan mundur karena menurutnya inilah yang disebut awal kehidupan damai.
"Hahaha ada pepatah yang mengatakan Sengsara dahulu sebelum bahagia di akhir!"
"Maka sudah ku putuskan akan menyelesaikan misi dan menikmati masa masa tua ku yang damai!!"
Victoria mengambil kertas dengan masalah perbudakan dan menganalisis serta memahami isi dari kertas tersebut. Beberapa menit dia membaca semua isi selembar kertas itu dan konteks yang ia dapat adalah masalah perbudakan ini terjadi kepada rakyat kota kerajaan Fierceagleff, rata rata korban dari perbudakan dan penculikan adalah gadis kota yang belum menikah, mereka di culik pada malam hari jadi sekarang para warga kota melarang putri mereka berkeliaran di kota pada saat malam hari.
"Hemm! Yang ku lihat gambar para gadis yang di culik memiliki kemiripan yang sama!"
"Bukan kah gadis yang di culik sama sama memiliki rambut berwarna coklat kemerahan?"
"Sepertinya memang begitu rata rata para korban memiliki rambut serupa! Jadi apa maksudnya tentang itu?"
Sedikit menyadari kejanggalan membuat Victoria berpikir sedikit keras lagi pasalnya semua wajah korban yang tertera di selembar kertas tersebut memiliki ciri ciri yang sama bahkan mungkin sengaja penculik tersebut menculik gadis yang memiliki warna rambut seperti itu sayangnya alasan yang tepat tidak di temukan oleh Victoria.
"Apa ada alasan mereka menculik gadis berambut cokelat kemerahan?"
Meski begitu Victoria tetap tidak gentar untuk mengahadapi tugasnya, ia berdiri dari tempatnya dan berjalan hati hati melewati setumpuk kertas yang berceceran di lantai serta keluar dari ruangannya menuju ke tempat latihan Vedric.
Langkah Victoria sedikit di percepat melewati beberapa maid serta para ksatria di belakang Jeniffer mengikutinya serta bertanya tentang tugas yang diberikan untuknya, Victoria tidak terlalu memperhatikan ucapan Jeniffer memilih fokus dengan langkahnya saat berada di tempat yang dituju sosok pertama yang ia lihat adalah Vedric yang sedang mengayunkan pedangnya ke arah kesatria lainnya.
Tebasan pedang Vedric sangat kuat bahkan membuat retakan di tembok sudah beberapa kesatria yang ia lawan terlihat jelas dari ksatria yang sedang istirahat dengan ekspresi lelahnya, Vedric memojokkan ksatria tersebut hingga kesatria tersebut mengakui kekalahannya serta menjatuhkan pedangnya.
Vedric yang ingin melanjutkan latihannya mengurungkan niatnya saat ia melihat Victoria yang menatap kearahnya, Vedric segera berlari ke arah Victoria lalu mencium punggung tangan Victoria.
"Kenapa anda datang ke tempat seperti ini?"
"Ini adalah tempat yang tidak cocok untuk didatangi oleh sosok seperti yang mulia!"
ucapan Vedric hanya membuat Victoria tertawa dan memberikan elusan di puncuk rambutnya.
"Hahaha! kenapa aku tidak bisa datang?"
"Bukan itu-"
"sudahlah! Aku datang karena ingin mengajakmu bersama ku!"
Mendengar ajakan Victoria membuat Vedric bersemangat rasanya sangat bahagia karena jarang jarang Victoria pergi mengajak Vedric ke suatu tempat.
"Kita akan kemana yang mulia?"
"Mencari para pengikut ku!"
Ucapan Victoria membuat Vedric kebingungan maksud dari ucapannya sangat aneh namun begitu Vedric tidak menanyakannya lalu mengikuti langkah kaki Victoria yang pergi dari tempat pelatihan.
To be continued . . .
Walau sakit tapi author akan sebisa mungkin up untuk kalian 💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
Denita
aku kembali! udah lama ga baca:)
2024-04-11
0