Sekutu atau musuh?

Hari yang cerah ini Victoria kini tengah merendamkan dirinya untuk menghilangkan rasa penatnya karena beberapa hari lagi dirinya akan meninggalkan kota. Victoria mengambil bath robe dan berjalan keluar kolam permandian beberapa tetes air jatuh diatas lantai, ia melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar.

Namun saat berjalan menuju ke arah kamarnya tiba tiba Victoria terhenti saat berpapasan dengan Vedric yang kebetulan telah menyelesaikan latihannya.

Melihat Victoria yang memakai bath robe membuat Vedric mengalihkan pandangannya dan menutup wajahnya.

"Ah! Vedric apa sesi latihan mu hari telah berakhir?" ucapnya seraya mendekat ke arah Vedric.

Vedric seketika salah tingkah dirinya berlari meninggalkan Victoria yang kini melihatnya dengan kebingungan.

"Apa ada yang salah denganku ? Bagaimana menurutmu Jeniffer?"

"Entahlah nona! Saya merasa tuan vedric tidak nyaman dengan sikap anda!" ucap Jeniffer yang membungkukkan tubuhnya.

"Sikap ku?" ujarnya dengan kebingungan.

Setelahnya itu ia berjalan pergi menuju kamarnya. Di dalam kamar Victoria memiliki gaun musim dingin dengan bulu putih di lengannya. Victoria bersiap siap untuk perjalanan ke Utara tempat sang tiran berada serta menjadikannya sekutu.

Semua persiapan telah disiapkan kini saatnya Victoria menuju ke tempat tiran berada, hanya dirinya yang akan pergi ke daerah Utara untuk misi menaklukkan sang tiran dan tak lama itu suara sistem muncul.

[ Nona semoga berhasil! Serta jika anda tidak berhasil tenang saja utang anda kami akan bebaskan! ]

'Dasar sistem si*l*n ! Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu'

[maaf nona! Saya tidak bisa membantu banyak anda tapi saya pasti utang anda akan lunas jika misi anda gagal! ]

"sial!"

Victoria berjalan dengan amarahnya dan menuju ke luar istana. Dan lagi lagi dirinya berpapasan dengan Vedric yang melihatnya dengan ekspektasi kebingungan.

"Nona! Anda akan kemana?"

Victoria mendekati vedric dan mengusap kepalanya dengan lembut serta menjelaskan akan rencananya yang akan pergi ke ke kediaman Seorang yang dikenal sebagai tiran.

"Aku akan pergi ke daerah Utara ke kediaman Raja Derix opplia luxsia !"

Mendengar ucapan Victoria tentu membuat Vedric terkejut dan melarangnya untuk mendatangi kediamannya.

"Nona! Anda tidak bisa ke sana saya pernah mendengar bahwa raja tersebut adalah tiran!" ucap Vedric meyakinkan Victoria untuk mendatangi daerah Utara.

"Vedric! Aku tidak perlu izin mu kau mengerti!?"

Vedric hanya terdiam lalu memohon kepada Victoria untuk membawanya bersamanya. Namun Victoria menggeleng lalu mendekatkan tubuhnya ke Vedric lalu mencium keningnya.

"Aku akan pergi sendiri! Karena keputusan ku sudah bulat!"

Wajah vedric memerah lalu mengangguk arti dari ia mengalah dan membiarkan Victoria pergi.

"Baiklah selama aku pergi tetap lah Disini dan tunggu lah aku!"

"Tentu nona!"

Victoria melangkah pergi menuju kereta kuda, ia menaiki kereta kuda lalu melambaikan tangan kepada vedric lalu dibalas olehnya. Kereta kuda bergerak meninggalkan ke kediaman Victoria menuju ke arah kota di kota Victoria selalu merasa damai ketika melihat warga berlalu lalang itu membuatnya teringat tempat asalnya.

setiap perjalanan Victoria selalu kagum melihat pemandangan di luar kota entah bagaimana pemandangannya sangat berbeda dengan pemandangan yang lainnya seperti ke dunia peri rasanya. Victoria berpikir mungkin sebenarnya ia berada dunia peri bukan di dunia kerajaan.

Sangat panjang perjalanan yang dilalui kereta kuda yang di tumpangi Victoria dan tibalah di daerah bersalju dimana sekarang dirinya berada di daerah Utara.

Perjalanan menuju ke kediaman Raja Derix semakin sulit yang di mana sekarang salju turun sangat lebat dan menutup sebagian jalanan, tiba tiba kereta kuda berhenti serta kesatria yang menjalankannya berkata bahwa mereka tidak akan sampai pada hari ini dan memutuskan untuk bermalam saja.

"Yang mulia! Seperti kita tidak bisa melanjutkan perjalanan karena jika tidak kita akan dalam bahaya jika terus dilanjutkan!" ucap kesatria tersebut.

"Baiklah kalau begitu!

Mereka pun memutuskan untuk bermalam di tengah hutan yang bersalju, mereka membuat tenda serta api unggun untuk menghangatkan tubuh.

Tapi saat tengah malam Victoria terbangun dari tidurnya dan keluar dari tenda, saat keluar para prajurit yang berjaga bertanya kepada Victoria yang ingin pergi entah kemana.

"yang mulia! Anda akan kemana?"

"Aku hanya keluar sebentar!"

Tentu saja Victoria membuat prajurit khawatir dan mengatakan akan mengikutinya dengan alasan melindungi dirinya. Victoria melarang mereka untuk mengikutinya lalu mengatakan bahwa dirinya bisa menjaga dirinya sendiri.

"Kalian tidak perlu mengikuti ku!!" perintahnya.

"tapi-

"Aku bisa menjaga diri ku sendiri!" ujarnya lalu melangkah pergi.

Prajurit yang melihatnya hanya bisa melihat kepergian Victoria menuju ke arah hutan, walaupun mereka khawatir namun tetap saja mereka tidak bisa melanggar perintah Victoria bisa bisa nyawa mereka yang menghilang.

Victoria kini sudah jauh dari tenda dan terus berjalan entah kemana. Saat berada jauh di dalam hutan tiba tiba ada banyak segerombolan serigala mendekatinya dan kini Victoria berjalan perlahan untuk menghindari mereka.

'sial! Aku sungguh sial, apa aku akan mati lagi?'

 segerombolan serigala tersebut kini bersiap menerkam Victoria saat mereka ingin menyerangnya tiba tiba sebuah anak panah mengenai beberapa serigala. Victoria yang menutup matanya bersiap diserang merasa sedikit aneh karena tidak ada serigala menyerangnya saat membuka matanya seseorang muncul dihadapannya.

Seseorang tersebut serta beberapa prajurit dibelakangnya mendekati Victoria. Victoria melihat seseorang dihadapannya sangat familiar dengannya dirinya berada di atas kuda dengan sebuah pedang ditangannya serta dirinya yang memakai topeng mengingatnya salah satu harem Margareth.

"Apa kau Delix?" ucapnya dengan posisi sedang duduk dan menujuk ke arah seseorang yang dikatakannya.

Pria bertopeng tersebut turun dari kudanya dan menghampiri Victoria dan mengulurkan tangannya kepadanya. Victoria meraihnya dan berdiri memperbaiki pakaiannya serta mengucapkan terima kasih.

"terimakasih atas bantuannya!"

Masih sibuk membersihkan pakaiannya Victoria dikejutkan dirinya yang diangkat menuju ke atas kuda. Dirinya dibawah ke sesuatu tempat.

"Hey! Dimana kau ingin membawaku!" tanya Victoria.

Namun pertanyaan Victoria tidak dijawab lalu dirinya mempercepat kecepatan kudanya. Saat sampai Victoria diturunkan dari kuda serta terkejut ternyata tempat yang dituju adalah kediaman orang disampingnya lalu pria bertopeng tersebut menjawab pertanyaan Victoria tadi.

"Yah! Aku Delix sang tiran yang dimaksud banyak orang!" ucapnya.

Victoria bukannya takut tapi sebaliknya dirinya sangat senang karena beruntung bertemu dengan Delix sangat cepat. Victoria menggenggam tangan Delix membuat sang empu terkejut.

"Sungguh itu kau! Ah aku sangat beruntung bisa bertemu dengan dirimu!"

Delix hanya terheran dengan sikap yang ditunjukkan oleh Victoria pasalnya tidak ada satu orang pun yang berani bersikap seperti dirinya.

"Hei! Bagaimana bisa kau memanggil ku dengan namaku?"

"itu tidak penting sekarang! Aku ingin mengajakmu bersekutu!"

Perkataan Victoria tentu membuat Delix keheranan untuk apa wanita dihadapannya mengajaknya untuk bersekutu. Namun setelah itu Victoria mengatakan alasannya mengajaknya bersekutu.

"Aku tau rahasia mu!"

Tentu Delix langsung mengkerut keningnya rahasia apa yang diketahui wanita dihadapannya ini tentang dirinya.

"Baiklah sebelum itu kita masuk ke dalam istana ku!"

Delix mempersilahkan Victoria masuk ke kediamannya lalu di dalam istana Victoria dijamu dengan ramah oleh para maid karena jarang sekali ada seseorang yang masuk ke dalam istana dari raja mereka.

"Lalu rahasia apa yang kau maksud?" ucap Delix yang memulai pembicaraan.

"oh! Tentang itu aku tau bahwa raja dari daerah Utara merencanakan untuk menggulingkan Kaisar bukan?"

Mendengar perunturan Victoria, Delix menanyakan apa yang mau Victoria lakukan terhadapnya lalu serta bertanya dimana Victoria tau tentang rencananya.

"apa yang kau inginkan lalu bagaimana kau mengetahui rencana ku?" tanyanya kepada Victoria dengan tatapan mata yang tajam serta aurah yang mengerikan.

'tentu dari ceritanya lah!'

"anda tidak perlu tau tapi apa yang ku inginkan adalah keselamatan ku !"

"apa maksudnya itu?"

"aku hanya ingin yang mulia menjamin keselamatan ku itu saja! Lalu jika yang mulia setuju ku pastikan aku juga akan membantu anda untuk menjalankan rencana anda! Bukan kah kita sama sama untung?" ujarnya seraya menyantap hidangan yang dibuatkan untuknya.

Delix sempat berpikir lalu setuju akan ucapan Victoria karena sepertinya dirinya tidak akan rugi jika tidak menolak permintaan Victoria.

"Baiklah aku setuju ! "

Lalu Victoria mengulurkan tangannya dan di terima oleh Delix tanda kesepakatan mereka berdua. Victoria meminta Delix untuk dirinya menginap di istananya lalu menyuruh Delix menjemput prajurit yang bersamanya.

"Apa yang mulia bisa menyiapkan kamar untuk ku? Lalu bisa kah anda juga menjemput para prajurit ku?"

Delix hanya menggelengkan kepalanya lalu menerimanya karena malas akan berdebat dengan seorang wanita. Delix membawa Victoria menuju kamarnya lalu meninggalkan sendiri menuju ke ruangan pribadinya.

"wanita yang menarik! Belum pernah ada seseorang berani memperlakukanku seperti dirinya! Bagaimana menurutmu Viktor?" ucapnya sambil berjalan menuju keruangan yang dituju serta bersama dengan orang yang menurut Delix yang dapat sangat dipercaya.

"Sepertinya wanita yang mulia sebut sangat cocok untuk anda!" ucapnya dengan mengangkat kecamatannya.

"menurut mu begitu?"

"tentu saja yang mulia"

'ha! Menarik!'

To be continued. . .

Terpopuler

Comments

Denita

Denita

Thor kapan update?

2024-03-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!