Lucas valouncuus Aurea lux, Calon kaisar di masa depan. Dia memiliki penampilan yang memukau mulai dari warna rambutnya yang berwarna emas serta mata yang berwarna biru ruby juga warna bibir yang cerah cocok untuk rupa seorang pangeran. Lucas sangat pandai di bidang akademik maupun di bidang lainnya, waktu ia berumur 10 tahun ia telah menguasai beberapa bahasa serta juga ia sangat ahli memegang pedangnya.
'Aku tidak percaya sekarang aku duduk berdampingan dengan orang ini!'
"ha~" Hela nafas panjang dari Victoria.
Putra mahkota yang mendengar hela nafas Victoria memalingkan wajahnya ke arah Victoria yang tadinya ia menatap di jendela kereta.
"Ada apa ?"
"Tidak ada!"
'Apa dia mendengar aku menghela nafas?'
Dan tidak ada lagi pembicaraan di antara keduanya mereka memalingkan wajah satu sama lain di arah yang berbeda.
.
.
.
.
Di kediaman keluarga Neolan, Margareth kini berjalan menuju ke arah luar kediaman tampak semua orang berada di depan gerbang masuk.
Duke Neolan sean beserta istrinya Valencia though, kini sedang menunggu kehadiran putra sulung mereka hati mereka saat ini sangat khawatir juga senang atas kepulangan putra mereka sudah beberapa bulan keluarga Neolan menuggu kehadiran Nicholas, sudah sangat lama. Dan saat kereta kuda berhenti di hadapan semua orang, Neolan berserta istrinya mendekati kereta tersebut.
Pintu kereta terbuka kaki keluar terlebih dahulu dari kereta tersebut lalu munculah sosok yang rupawan. Nicholas Sean though putra sulung dari pasangan Neolan dengan Valencia, baru keluar saja Nicholas langsung mendapatkan pelukan serta ucapan selamat datang dari semua orang.
"Anak ku! Akhirnya kau kembali!" ucap Valencia.
"Kau sudah berkerja keras!" ucap Neolan.
"Yah!" ucap Nicholas.
Nicholas juga segera di datangi para maid yang mengucapkan selamat datang kepadanya, di sisi Maria sekarang ia menatap adegan tersebut dari tempat yang cukup jauh dari orang orang.
'Visual Nicholas mirip!'
"Lumayan!" Ujar Maria sambil bersilang tangan di dadanya.
"Wah Margareth langsung sigap di garda depan ! Sungguh, tidak bisa kah menunggu giliran mu !"
Maria menggeleng geleng kan kepalanya melihat tingkah laku Margareth yang menyelah orang lain yang ingin mengucapkan selamat datang kepada Nicholas.
"Tuan selamat da~
"Maaf Kakak! Saya telah menyampaikan salam ku kepada kakak!"
"Saya Margareth Angelina! senang bertemu dengan kakak!" ujarnya sambil tersenyum dan menampakan sedikit gigi kelincinya.
"Kakak!?"
Mendengar perunturan dari Margareth membuat kebingungan Nicholas, pasalnya ia tidak pernah melihatnya serta seingatnya ia hanya memiliki adik laki laki itu pun adiknya kini berada di akademi.
"Maaf nak! Ibu lupa memberitahu mu tentang Margareth!"
"Kini kamu bukan cuma memiliki adik laki laki tapi juga sekarang kamu memiliki adik perempuan!"
Nicholas menatap dengan wajah datarnya mengarah ke Margareth, sedangkan yang ditatap memberikan tatapan polos miliknya. Nicholas bukannya tidak setuju tapi ia hanya ingin agar kedua orang tuanya meminta mendapat dirinya sebelum melakukan sesuatu.
"Aku cuma mengikuti kemauan ibu!" jawabnya dengan nada dingin.
"Terimakasih nak! Jadi ibu mohon akrab lah dengan adikmu!"
Nicholas mengangguk lalu melangkah pergi menuju ke dalam kediaman diikuti oleh orang orang di belakangnya. Berjalan menuju ke dalam ke kediaman tentu tidak luput dengan berpapasan dengan Maria yang tidak jauh dari tempat mereka tadi berkumpul.
Tidak ada interaksi apa pun saat mereka berpapasan, Maria memilih memalingkan wajahnya sedangkan Nicholas hanya fokus kepada langkahnya.
Mereka semua kini masuk hanya ada Maria yang tersisa di halaman depan ke kediaman Neolan. Saat ingin melangsungkan langkahnya ke dalam Maria tiba tiba di hentikan oleh kedatangan kereta kuda yang amat ia kenal.
"Tunggu! Bukan kah Itu kereta~"
"Wah!!"
Dirinya pun lompat ke girang gan saat tau akan kereta tersebut. Dan benar saja saat kereta kuda tersebut berhenti dan seseorang keluar dari dalam, Maria segera menghampirinya dan menyapa Seseorang tersebut.
"Kita bertemu lagi putri!"
"Kau!!"
"Iya putri ini saya !"
"Sedang apa kau di sini?"
"Saya sedang jalan jalan yang mulia! Lalu anda kenapa disini?" tanyanya kepada Victoria.
"Hanya ingin mengantarkan seseorang!"
Lalu putra mahkota pun juga ikut turun, Maria yang melihatnya langsung menganga tidak percaya. Maria segera menetralisirkan ekspresi wajahnya dan segera memberikan salamnya kepada putra mahkota.
"Hormat ku kepada cahaya keemasan kekaisaran!"
Setelah itu, putra mahkota hanya menatap kepada Victoria dan berfokus terhadap tangan yang dikepalnya. Maria yang melihatnya hanya menatap dengan eksepsi senyum cengar cengir dan berbolak balik memperhatikan keduanya.
'Muehehehe! Ada apa nih! Kok bisa berduaan?'
Sadar akan tatapan menjengkelkan Maria dengan segera Victoria menjaga cara dari putra mahkota. Putra mahkota malahan mendekatkan diri ke samping Victoria.
"Putra mahkota!?" pekik dari belakang mereka bertiga.
Suara melengking itu berhasil membuat ketiganya menatap kepada asal suara, Margareth. Margareth yang melihat kedatangan Putra mahkota berjalan cepat menuju ke arahnya, saat berjalan dirinya tidak sengaja tersandung membuatnya jatuh di Putra mahkota.
"M m maaf kah saya ~ "
Ucapan dari Margareth di sertai air mata yang keluar dari matanya kini ia merengek untuk di maafkan oleh putra mahkota.
"S saya m minta maafff~ saya menyesall~ saya ~ Akan terima hukumannya~ " ujarnya sambil menghapus air matanya.
Hiks~
Hiks~
'dah lah kenapa nih bocah ngedrama di sini !!' batin Maria.
'apa sih! Kok nangis?' batin Victoria.
"Putra mahkota kenapa diam~? Hiks hiks"
"Siapa yang ingin menghukum mu?"
" j jadi putra mahkota tidak ingin menghukum saya~?"
Tidak ada jawaban dari Lucas, ia memperbaiki posisinya dengan Margareth yang menempel dengannya. Margareth terus menghapus air matanya saat itu juga Nicholas beserta lainnya ikut keluar dari ke kediaman ketika mendengar suara Margareth.
"Yang mulia?" ucap Nicholas yang mendekat ke arah mereka berempat.
"Kau tidak perlu memanggilku seperti itu! Aku sudah menganggap mu sebagai saudara ku!"
Lucas dengan Nicholas berjabat tangan serta melakukan sesuatu seperti salam yang mereka tau saja. Di sisi lainnya Neolan beserta lainnya menyapa Lucas.
"Hormat kami kepada cahaya keemasan kekaisaran!" ucap Neolan.
"Baginda! Selamat datang di kediaman kami" ucap Valencia.
"Terimakasih Duke!"
"Baginda tidak perlu berterima kasih! Sudah sewajarnya kami menyambut baginda!" Ucap Neolan.
"Maaf Baginda! Apa ada sesuatu yang terjadi tadi disini? Saya mendengar keributan di dalam!"
Saat ingin menjawabnya tiba tiba Margareth maju kehadapan mereka dan menceritakan kejadiannya.
"Maaf ayah! Tadi aku tersandung saat ingin menyapa putra mahkota dan saya meminta maaf kepadanya!"
"bahkan kaki saya lecet setelah tersandung!"
'boong! Mana ada!'
"Sungguh?"
"Iya ayah kaki ku sangat sakit!"
"Baiklah nanti aku akan memangil kan dokter!"
"Tapi-
"Bagus lah jika begitu! saya berdoa semoga nona Margareth bisa pulih!"
Kini Victoria angkat bicara dirinya sudah muak dengan ocehan yang dilontarkan oleh Margareth.
"Oh maaf saya yang mulia! Saya tidak menyadari kehadiran anda!"
" Tidak apa apa Duke !"
"Terimakasih yang mulia!"
Duke mempersilahkan mereka semua masuk ke dalam kediamannya, mereka semua masuk ke dalam dan di dalam mereka berada di ruang santai penuh dengan interior mewah serta jamuan di hadapan mereka.
Mereka kini berbincang bincang sedang kan Victoria berjalan pergi menuju ke taman.
"Hah! Disini sangat indah!"
Victoria berjalan santai dan menikmati udara segar di taman milik Keluarga Neolan, lumayan luas tamannya ada beberapa jenis bunga mereka tampak indah juga hembusan angin membuat rambut terurai Victoria tersapu oleh angin.
Disela sela jalannya ia di kagetkan kedatangan Nicholas yang tepat berada di hadapannya, Ia memiliki surai hitam dan mata yang tajam dirinya kini berdiri sambil menikmati hembusan angin.
Saat sedang menikmati hembusan angin tanpa sengaja kedua mata mereka bertemu. Keberadaan Victoria kini membuat Nicholas bertanya kepadanya.
"sedang apa kau disini!" dengan nada khas dinginnya.
"Hanya jalan jalan !"
Mereka berdua sama sama saling memandang satu sama lain dan sama sama tersenyum tipis sambil tertawa kecil.
"muak?"
"Sangat!"
Mereka masih tertawa satu sama lainnya setelah itu Victoria berinisiatif duluan mengajak Nicholas berjalan bersama.
"Ingin jalan jalan bersama ku? Ini tidak merugikan loh!"
"Tentu!"
'Bukan hanya laki laki yang bisa gentleman! Perempuan juga harus bisa dong"
Mereka menikmati perjalanan dan pembicaraan mereka, Victoria dengan Nicholas memiliki pendapat yang sama dan juga memiliki kegiatan yang sama mereka sukai.
Mereka menikmati kebersamaan mereka tapi saat di tengah tengah pembicaraan Margareth tiba tiba muncul dan membuat keributan.
"Kakak!!"
Ia berlari ke arah Nicholas dan berbalik menatap Victoria. Margareth terdiam lalu mengatakan hal yang tentu membuat Victoria menatapnya balik.
"Maaf Nona! apa kau marah kalau aku memakai pakaian yang sama dengan mu lagi?"
Nicholas menatap ke arah Victoria lalu memperlihatkan adegan di hadapannya.
"Apa nona akan memarahi saya lagi?" ucapnya dengan air mata yang hampir keluar.
"Dari mana kau mendengarnya?" ujar Victoria serta menyilang kedua tangannya di dada.
"Hampir semua bangsawan membicarakannya ! Dan aku mendengar dari mereka! Bukan kah nona keterlaluan?"
'Cih di pikir ga bisa ngelawan kali ya!'
"Itu pantas kau dapat kan!"
Margareth terkejut mendengar jawaban dari Victoria jawaban yang ia tunggu tidak keluar bahkan tidak akan pernah keluar dari mulut Victoria.
"Kau meniru pakaianku! Bukan kah kau tidak tau malu meniru pakaian orang lain?"
"Bahkan kau mengatakan aku keterlaluan! Sungguh tidak kah kau menyadari posisi mu? Lagi pula jika kau tidak tau memikirkan fashion pakaian mu sendiri jangan meniru pakaian ku cari yang lain yang bisa menerima kau menirunya!"
Margareth yang mendengarnya menahan amarahnya dan berakhir menangis bahkan membuat drama lagi di hadapan Victoria.
"Hiks hiks! "
"Nona sangat jahat!"
"Kenapa nona bisa begitu dengan ku!"
"Kakak! Apa Kakak melihatnya! Nona sangat jahat kepada ku!"
Nicholas hanya menatap datar Margareth yang kini terisak di hadapannya, Nicholas yang memang dari kecil memiliki sikap cuek memiliki berbalik lalu meninggalkan Margareth beserta Victoria.
"KAKAK!!"
Margareth yang masih menangis menatap ke arah Victoria dengan tatapan tajam, mendapatkan tatapan itu tidak membuat Victoria takut malahan ia berani membisikan sesuatu kepada Margareth.
"Kau bukan apa apa untuk ku! Dan kau sangat jauh dariku, sadar lah akan posisimu Protagonis yang dicintai!"
"Sampai kapan pun kau tidak bisa menyamai ku!"
Victoria juga melangkah pergi dari tempat itu, Margareth kini semakin kesal dan menghentak hentakan kakinya di atas tanah. Di sisi lainnya yang sendari tadi menonton kejadian tersebut kini bertepuk tangan di belakang tembok.
Prok
Prok
"Widih! Karakter kesukaan ku membarah! Menyalah Nona Victoria!"
"Eh tunggu tapi kok sepertinya dalam ingatanku ga ada adegan ini dah!"
"dah lah bomat!"
Ia sedari tadi menyaksikan adegan tersebut sebelumnya ia mengikuti Victoria lalu menstalker Victoria beserta Nicholas dan berakhir melihat adegan Margareth dengan acara dramanya, Maria orangnya.
To be continued. . .
Hai apa kabar! Sehat?
Ayo komen dong pengen lihat reaksi kalian!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
Ni Ketut Patmiari
Maria jg transmigrasi
2024-09-10
0
Mocci
Sepertinya sangat asik jika berteman dengan Maria!🥰
2024-04-12
0
Mocci
Kasihan banget disela ama pikme!
2024-04-12
0