Hari ini Victoria telah terbangun dari tidurnya dan keluar dari tempat penginapan menuju alun-alun kota, suasananya lumayan damai hari ini dibandingkan kedatangan kemarin.
Walaupun begitu ada beberapa orang yang tetap berwajah sinis ke orang lain. Victoria melangkah kakinya menuju toko perhiasan karena ada benda yang membuat tertarik saat pertama kali melihatnya.
Kedatangannya disambut baik oleh pemilik toko dan Victoria segera menjelajahi seisi toko guna melihat semua perhiasan yang terpajang.
"Apa ada perhiasan yang memikat mata anda!?" ucap pria paru baya tersebut.
Victoria hanya mengatakan akan melihat lihat dulu tentu diizinkan sang pemilik toko. Tiba disebuah rak tua yang berada di pojok ruangan membuat Victoria menatap sebuah tiara yang tidak cukup asing untuknya.
Victoria memilih mendekati tiara tersebut, saat sangat dekat dengan tiara itu tentu membuat Victoria merasa familiar akan bentuk ukiran dari tiara tersebut.
"Bukan kah Ukiran ini ! milik kerajaan Lucifer?" Sahutnya sambil terus memperhatikan tiara tersebut.
Victoria memilih mengambil tiara tersebut dan membelinya, dirinya berjalan ke arah pemilik toko dan memberikan beberapa koin emas.
"Aku membeli yang ini!"
"tapi bukan kah itu tiara yang ada dipojok? Tapi nona seperti tiara itu tidak layak digunakan lagi?"
Ucap pria paru baya tersebut yang melihat kondisi tiara yang sudah tidak bisa digunakan tersebut. Namun Victoria tidak peduli tentang itu dan tetap memilih tiara yang dipenggang nya.
'mungkin ini tidak terlihat berarti! Tapi ini adalah harta yang paling berharga agar bisa masuk ke kerajaan Lucifer!'
"Aku tetap memilih ini! Jika tidak aku akan mengambil koin ku kembali!" ancamnya.
Tentu itu membuat pemilik toko membiarkan Victoria mengambil tiara tersebut karena tidak tau apa apa mengenai tiara tersebut.
Victoria melangkah pergi dari toko dan menuju ke tempat ke kediaman Demus untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh sistem.
"Ini saatnya beraksi!"
Victoria kini berada di depan pintu gerbang walau sempat dihadang oleh para penjaga namun dirinya berhasil masuk ketika pemilik kediaman datang menyambut kedatangannya.
'tentu saja ! Aku sudah mengirim surat tentang kedatangan ku hoho!'
"Yang mulia! Sungguh suatu kehormatan bagi saya yang bisa menyambung kedatangan anda yang mulia!" ucap Demus Found seorang Count di kota Delia.
Victoria dipersilahkan untuk masuk dan disambut beberapa keluarga Demus yang terdiri Istri Demus serta Anak keduanya.
"Kami sangat terhormat akan kunjungan yang mulia! Namun mohon maaf jika saya lancang jika bertanya tentang kedatangan yang mulia!" ucap istri Demus, Lilyana Colbert Found.
"Aku datang kesini karena mengetahui putri kalian terkena virus! Dan jangan bertanya bagaimana aku mengetahuinya!"
Mereka menatap Victoria secara bergantian lalu tak lama Demus angkat bicara mengenai putrinya.
"jika yang mulia sudah mengetahuinya maka kami tidak bisa lagi menyangkalnya! Bagaimana pun putri saya kini perlu penanganan dokter tapi sayangnya tidak ada satupun dokter yang mengetahui penyakit apa yang di derita oleh putri saya!" ucapnya panjang lebar tentang keadaan sang putri.
"Kulit putri saya melepuh tanpa sebab, serta muncul ruam dengan bintik keunguan kecil ditubuhnya! "
Mendengar perunturan dari Demus, Victoria berpikir sepertinya gejala tersebut tidak asing baginya di kehidupan sebelumnya dirinya pernah mengalami penyakit kulit sebelumnya jadi dirinya tau tentang gejala yang dialami putrinya adalah penyakit kulit.
"Apa hak putri mu juga mengalami demam serta sakit tenggorokan atau ia mengalami mogok makan serta pusing?" jelasnya.
Demus beserta istrinya tidak percaya bahwa seseorang tau akan gejala yang dialami putrinya membuat semakin berharap atas kesembuhannya yang tadinya mereka semua hampir putus asa.
"Yang mulia bagaimana anda bisa mengetahuinya?"
"Oh aku cuma menebak!"
walau Demus tidak percaya tapi itu pemikiran ditepis saat Victoria mengatakan akan mencoba menyembuhkan setelah melihat langsung kondisi putrinya.
"Aku akan berusaha untuk membantumu! setelah aku Melihat kondisi putri mu!"
"Tentu saja yang mulia! Saya akan memberikan apa pun yang anda mau walaupun itu tidak seberapa!"
Victoria tersenyum puas dan berjalan menuju ruangan putri Demus berada di dampingi oleh keluarga Demus Found.
'tentu! Kalian akan membantuku untuk menghindari kematian!"
Tibalah di dalam ruangan putri Demus berada, dirinya dibaringkan dia atas kasur yang mewah serta beberapa makanan yang tidak habis dimakan.
Victoria mendekati tubuh putri Demus berada dan memperhatikan seksama kondisi tubuhnya, dilihat dari dekat memang benar bahwa banyak ruam ditubuhnya.
Victoria memperhatikan sekali lagi dengan cermat dan bertanya bagaimana saat kondisinya belum benar benar buruk seperti ini.
"Tuan Demus! Bagaimana kondisi putri mu saat kondisinya belum benar benar buruk seperti saat ini?"
"sepertinya kondisinya lebih buruk setelah beberapa dokter yang menanganinya serta memberikan obat!"
setelah mendengarkan penjelasan dari Demus Found seperti gejala yang dialami serta penjelasan bahwa kondisinya buruk setelah diberi beberapa obat, membuat Victoria menyimpulkan bahwa kondisi yang diderita oleh putrinya adalah Sindrom Stevens Johnson penyakit gangguan kulit dan selaput lendir yang langka dan serius.Suatu darurat medis, ini sering merupakan reaksi terhadap obat atau infeksi.
Setelah menyimpulkannya Victoria menyarankan agar pemakaian obat obatan yang diberikan oleh banyak dokter dihentikan.
Dan menyarankan pengobatan luka dengan cara dibalut serta menjaga asupan gizinya.
"Aku tidak yakin jika ia mengalami apa yang aku pikirkan, tapi cobalah menghentikan pemakaian obat obatan dari beberapa dokter sebelum juga aku sarankan rajin lah balut luka putrimu serta jaga asupan gizinya!" ucap serta saran Victoria.
'Andai di dunia ini ada obat antibiotik pasti akan lebih mudah! Huff~' batinnya.
Keluarga Demus mengangguk dan akan melakukan apa yang diucapkan oleh Victoria. Victoria pun permisi untuk pergi ke kota untuk menikmati waktunya.
"Ha! Akhirnya, sistem apa misi ku telah selesai?"
Ucap Victoria sambil berjalan melewati kerumunan warga kota yang sibuk dengan urusan masing-masing.
[ Nona! Putri Count Demus Found belum menjadi lebih baik, tunggu lah saat dirinya membaik!]
Victoria hanya mengiyakannya dan terus berjalan menuju tempat penginapannya.
"tunggu! Bagaimana dengan rumor tentang kutukan?"
[Seperti sebelumnya yang saya katakan anda harus mencari tau tentang kebenarannya!]
"begitu yah?"
Victoria kini berada di dalam kamar penginapan mengistirahatkan tubuhnya yang telah berkerja cukup lama menurutnya.
Beberapa hari kemudian Victoria mendapatkan kabar bahwa putri Demus lumayan membaik sekarang membuat dirinya juga ikut bahagia mendengar kabar tersebut dirinya juga langsung diundang oleh sang pemilik ke kediaman.
[ ♡message♡ ]
Misi selesai !!
Anda mendapatkan hadiah
spoiler cerita! Serta coin 5000.
Victoria langsung senang melihat jendela status namun belum saatnya ia melihat spoiler cerita dan memilih mendatangi ke kediaman Demus.
Di kediaman Demus semua orang telah menyambutnya dengan sangat baik serta mendapatkan ucapan terimakasih dari semua keluarga tidak terkecuali sang putri.
"Telima kacih telah membatu elic" Ucap putri dari pasangan keluarga Sound.
Victoria tersenyum lembut kearah Elisa dan mengusap pelan wajahnya walaupun kondisinya masih kurang sehat tapi Elisa tetap kekeuh ingin berterima kasih kepada Victoria.
"Yang mulia! Apa ada sesuatu yang anda inginkan? Walaupun tidak seberapa saya akan membalas akan kebaikan anda!"
Victoria tersenyum miring lalu mengutamakan keinginan kepada kepala keluarga Sound.
"Saya hanya ingin anda memberikan bantuan dimasa depan jika saya sedang kesulitan!"
"hoho itu anda tidak perlu mengatakan karena saya sudah pasti akan membantu Anda yang mulia tanpa diminta sekalipun!" ucap Demus.
Mereka sempat ngobrol dan akhirnya Victoria memutuskan untuk mencari tau tentang rumor yang beredar di kota Delia.
To be continued. . .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments