Di hari yang cerah ini cahaya matahari masuk ke dalam kamar Victoria. Merasa terganggu Victoria akhirnya membuka matanya seraya mengucek gucek nya, ia bangun dari tidurnya dan melangkah pergi dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
Dirinya membasuh wajahnya serta tidak lupa membersihkannya dirinya. Setelahnya ia memilih gaun untuk dikenakan, gaun dengan sedikit pernak pernik serta bernuansa emas yang dipilihnya walaupun begitu gaun tersebut sangat elegan dipakai Victoria.
Victoria berjalan keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan. Di ruangan makan ia di sambut para maid yang berkerja serta di sampingnya Jeniffer berada.
Di hadapannya ada beberapa hidangan mewah untuknya tanpa berpikir lama Victoria memulai kegiatan makannya, di tengah tengah kegiatannya Vedric datang dan menyapanya.
"Selamat pagi yang mulia!"
"Pagi vedric!"
Vedric tersenyum lalu mendekat ke samping Victoria, ia sangat setia menunggu Victoria menyelesaikan makanannya. Saat Victoria selesai dengan makanannya ia lalu berjalan menuju ke luar istana.
"Apa anda ingin pergi lagi?" ucapnya sambil menatap sedih ke arah Victoria.
Victoria yang melihatnya merasa gemas akan perilaku Vedric di hadapannya, walau ia telah tumbuh dewasa tapi sifat manjanya tetap ada.
"Kali ini aku akan ke kediaman Neolan!"
"Untuk apa anda ingin ke sana!?" tanya vedric.
"ah~ aku punya beberapa urusan yang harus dilakukan!"
"Tapi bukan kah anda baru saja pulang!"
Wajah vedric tampak murung ini membuat Victoria semakin tidak kuat untuk menahan dirinya memeluk erat Vedric. Walaupun begitu ia tetap menahannya Victoria berusaha mencari cara untuk membujuk Vedric memperbolehkan dirinya pergi ke kediaman Neolan.
"Begini saja! jika aku kembali kita akan pergi ke kota untuk melihat festival di sana! Bagaimana?"
Mendengar ucapan Victoria membuat sedikit bersemangat untuk Vedric walaupun enggan membiarkan Victoria tapi karena penawarannya sulit ditolak apa boleh buat.
"Baiklah!"
"aww sangat imut!"
Victoria kemudian melangkah pergi menuju ke arah kereta, lalu saat berada di dalam kereta ia melambaikan tangan ke arah Vedric tentu dibalas oleh Vedric.
"Nona Jeniffer apa anda tau kenapa yang mulia selalu pergi ke suatu tempat?" tanya vedric kepada Jeniffer yang sendari tadi berada di sampingnya.
"Saya juga tidak tau tuan! Nona Victoria dulu tidak seperti itu!"
"Apa maksud anda!"
"Dulu nona tidak seberani sekarang ini! Saat saya pertama kali bertemu dengannya ia sangat manja dan cerewet ia tidak pernah berhenti menyalahkan para maid di istana!"
"Tapi sekarang saya merasa jika nona bukan dirinya seperti ada seseorang yang berada ditubuhnya, tapi walau begitu saya bersyukur nona yang sekarang telah berubah!"
Vedric hanya mendengarkan dan mengangguk paham lalu menatap ke arah kereta kuda yang kini mulai menjauh dari ke kediamannya.
.
.
.
Di sisi lainnya Maria kini juga berada di kediaman Neolan, ia bersama dengan Margareth berbincang sedikit mengenai kehidupan yang di alami Margareth.
"Saya merasa Nona Victoria iri dengan saya! Awal bertemu saya merasa jika dia tidak menyukai saya!"
"Ia terus menjelekkan saya! Serta mengolok olok saya!"
Maria yang senantiasa mendengar keluh kesah Margareth hanya memperlihatkan dirinya saja, ia memilih menyeruput teh dihadapannya dari pada menanggapi ucapan Margareth.
'Apaan sih! Kok nih orang memutar balikkan fakta!'
'bukannya dirinya yang menjelek jelek kan nya yah!'
Begitu lah isi hati dari Maria, Maria bisa berada di kediaman Neolan karena Margareth mengundangnya. Awal pertemuan mereka adalah ketika Margareth pergi dari pesta yang ia buat dan saat itu ia tidak sengaja menambrak Maria lalu menangis dihadapannya.
Maria yang merasa bosan dengan kehidupannya memilih membantu permainan yang dilakukan oleh Margareth.
'Ah~ aku menyesal telah mengatakan ingin membantunya!'
"Baiklah aku sudah mendengar cerita mu nona Margareth! Dan aku ingin mengucapkan terimakasih ku kepada mu karena telah mengundang ku saat aku kabur!"
"Itu tidak masalah!"
Maria tersenyum ke arah Margareth lalu meminum teh dihadapannya. Saat Maria menikmati tehnya ia harus menghentikan kegiatannya karena ucapan yang di lontarkan Margareth membuatnya tidak bisa fokus untuk menikmati tehnya.
"Nona Maria apa anda akan membantu saya untuk mendekati putra mahkota?"
Mendengar ucapan Margareth, hampir membuat Maria menyemburkan teh yang diminumnya.
'Apa dia sudah gil* ? Bagaimana bisa kau ingin berebut juga hati putra mahkota?'
"Aku tidak bermaksud untuk mendekatinya hanya saja aku ingin mengenal lebih dekat dengan putra mahkota!"
'Bukan kah itu sama saja?'
"baiklah! Tapi aku juga tidak terlalu yakin apa aku bisa memperkenalkan mu dengan putra mahkota!" ujar Maria.
"Baiklah!"
Mereka cukup lama berbicara walaupun lebih banyak berbicara mengenai Margareth saja. Maria terus saja mendengar ucapan Margareth lalu saat Margareth akan menyudahi pembicaraan ia tiba tiba membahas saudara nya.
"Aku lumayan sedikit bahagia hari ini! Kau tau saudara tiriku akan pulang hari ini setelah pergi menyelesaikan tugasnya di dekat perbatasan!"
'ah! Nicholas ya!'
"Aku sangat tidak sabar bertemu dengannya! apa kakak akan menyukai ku? Atau ia akan membenci ku?"
'ga tau lagi deh! Terserah mu saja!'
"Aku mendengar kakak sangat angkuh terhadap seseorang, tapi aku yakin ia tidak terlalu angkuh dengan ku!"
'ga peduli saya!'
Margareth tidak berhenti membicarakan kakak laki-laki itu, di sisi lainnya Maria sudah sangat bosan mendengar ucapan dari Margareth tanpa berhenti sedikitpun.
Di tengah tengah pembicaraan Margareth datang beberapa maid melaporkan sesuatu kepada Margareth. Maria yang bersantai juga kini mulai serius mendengarkan ucapan para maid.
"Nona! Kereta tuan muda telah tiba di depan gerbang!"
"Sungguh? Wah baru saja aku membicarakan kakak kini ia datang!"
Margareth berdiri dari tempatnya dan berjalan menuju ke pintu gerbang bersama para maid di belakangnya. Maria juga bangkit dari tempat duduknya dan ikut melangkah bersama Margareth dan yang lainnya di depan.
.
.
.
Victoria yang sedang menuju perjalanan ke kediaman Neolan harus terhenti karena dihadang beberapa bandit untuk merampoknya tentu para ksatria yang mengawal Victoria tidak tinggal diam mereka bertarung melawan para bandit.
Sayangnya ksatria yang bertarung kalah jumlah dengan para bandit, jumlah para bandit lumayan banyak ada puluhan sedangkan ksatria yang mengawal Victoria hanya ada 5 orang itu pun bukan ksatria utama.
Walau begitu para kesatria tidak pantang mundur untuk melawan para bandit mereka berusaha keras untuk menyelamatkan Victoria.
Di tengah tengah pertarungan itu beberapa kesatria lainnya bergabung melawan para bandit, Victoria yang melihat para kesatria itu pun menoleh ke arah mereka datang. Di arah mereka datang sebuah kereta kuda terhenti di sana lambangnya jelas milik keluarga kekaisaran juga tertera jelas zirah yang dipakai para ksatria hanya bisa digunakan oleh para ksatria kekaisaran.
'Si*l! aku sedang buru buru kenapa bertemu dengannya!'
'Kesialan apa yang menimpaku?'
Pintu kereta kuda tersebut terbuka dan seseorang keluar dari sana, ia memakai pakaian yang bisa menarik perhatian orang dengan pakaian nuansa putih beberapa aksesoris kerajaan atau kekaisaran melekat, tentu itu semua tidak luput dari perhatian orang orang.
Serta sosok dengan visual yang sangat cocok pada kekaisaran yakni dengan rambut keemasan serta pupil mata berwarna biru muda layaknya permata ruby serta postur tubuh yang ideal bagi pemimpin.
'Aku tidak ingin berbohong sosoknya emang sangat menawan!'
Ia mendekati Victoria yang masih terpaku dengan sosoknya, Victoria yang masih terhipnotis akan visualnya tidak sadar bahwa sekarang sosok yang ia perhatikan kini berada di hadapannya.
"sedang apa kau kesini?"
Sadar akan ucapan tersebut Victoria cepat cepat menormalisasikan ekspresi wajahnya yang terpaku akan visualnya.
"Hormat ku kepada cahaya keemasan kekaisaran Emerald!" ucapnya sambil membukukan tubuhnya.
"ya "
'Nih mau ngajak baku tumbuk kah?'
"Aku bertanya kepada mu sedang apa kau di sini?"
"Ahaha saya hanya ingin berkunjung di kediaman keluarga Neolan Baginda!"
Tidak ada balasan sosok dihadapannya hanya menatapnya dengan alis terangkat sebelah.
'Jika bukan putra mahkota udah ta tumbuk!!'
sosok dihadapannya adalah putra mahkota kekaisaran Emerald yang entah alasan apa bisa berada juga di daerah yang bisa di bilang cukup jauh dari daerah kekaisaran Emerald.
"Baiklah aku mengerti! Lalu kenapa kita tidak pergi bersama!?" ucapnya sambil tersenyum tipis ke arah Victoria.
"Ha?"
'Pe maksud sih ?'
"Diam mu adalah jawaban bagi ku!"
Tanpa persetujuan dari Victoria langsung saja putra mahkota masuk ke dalam kereta kuda yang di tumpangi Victoria.
"Kau tidak naik?"
Victoria memutar balikkan tubuhnya dan berhadapan dengan putra mahkota yang kini berada di dalam kereta kuda, dengan sangat berat hati Victoria mau tidak mau pergi bersama dengan putra mahkota.
Setelah Victoria masuk ke dalam kereta, kereta pun bergerak dan di ikuti beberapa para ksatria baik dari Victoria maupun putra mahkota.
"Apa tujuan Baginda datang kesini?"
"Tidak ada! hanya ingin"
"Sungguh ngeselin!'
"Lalu kenapa putra mahkota ingin pergi bersama saya?"
"Arah tujuan kita sama!"
"Kediaman Neolan?"
"Ya, dan sekarang berhentilah menanyai ku!"
'belum juga mau nanya alasannya!'
Akhirnya Victoria memilih untuk diam dan fokus kepada pemandangan di luar jendela kereta. Putra mahkota pun juga sama memperhatikan tapi yang dipertahankan olehnya adalah wajah berseri Victoria.
'sangat menarik!'
To be continued . . .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
Denita
benar Jennifer itu bukan nona mu, itu di dalam tubuh nona mu isinya orang penyuka manhwa,Julia.
2024-03-29
1