...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disepanjang jalan mereka hanya terus ditatap oleh gelandangan disana, sepanjang jalan. Mereka banyak yang mengincar harta yang dibawa Vero. Namun, apalah daya mereka tak punya keahlian untuk melakukan itu.
Tiba tak berapa lama Vero melihat sekumpulan laki-laki dan perempuan yang terlihat baru saja mendapatkan makanan. Tapi tiba tiba ada beberapa orang yang terlihat mendekati laki-laki dan perempuan itu.
Dengan sigap Vero menghadang mereka. "Heh siapa kau? Jangan sok jadi pahlawan kau yah" ejek orang itu. "Tidak peduli siapa aku, yang penting aku ga akan membiarkan bajingan seperti kalian menganggu mereka" ucap Vero.
"Apa kau bilang?!" tanya salah seorang pria kesal ingin meninju Vero, namun sebuah tangan menangkap tinjuan laki laki itu. Yah, dia adalah Ryan yang bertugas sebagai pengawal Vero saat ini.
"Ryan habisi mereka tapi jangan buat mereka mati, main main saja dengan mereka, aku juga ingin lihat seberapa kekuatan yang kau miliki untuk ku" ucap Vero.
"Kalau itu mau bos, akan segera saya laksanakan, mohon tunggu sebentar bos" ucap Ryan tersenyum senang di percaya oleh Vero.
"Wah ternyata kau hanya berani berlindung di balik pengawal mu yah" ucap laki-laki tadi yang tangan nya tak lepas dari cengkraman Ryan yang begitu kuat.
"Tutup mulut mu!! Bos Vero jauh lebih kuat dari ku, dan untuk menghadapi pecundang seperti kalian, bos Vero tidak perlu untuk turun tangan secara langsung" ucap Ryan.
"Ap...." ucap laki-laki itu yang terpotong bersamaan dengan terpental nya dia setelah di pukul cukup keras oleh Ryan.
"Aku tidak ingin membuat bos menunggu lama, jadi lebih baik kalian maju secara bersama sama, setidaknya kalian bisa bertahan hingga 1 menit" ucap Ryan dingin.
"Apa yang kalian lakukan? Kenapa hanya diam saja hah? Serang dia cepat!!!" perintah laki-laki itu kepada teman teman nya untuk menyerang Ryan secara bersamaan.
Tak disangka meskipun Ryan di keroyok lima orang sekaligus, tapi Ryan dapat menang dengan mudah, seperti kata dia sebelum nya, mereka setidaknya sudah bertahan 1 menit.
"Cukup lumayan untuk ukuran pecundang seperti kalian" ucap Ryan berjalan mendekati laki-laki itu.
"A-apa yang kau mau pergilah jangan mendekat" ucap laki-laki itu ketakutan yang membuat dia kencing di celana. Melihat itu Ryan hanya tersenyum simpul.
"Ternyata kau bukan hanya pecundang tapi juga menjijikan" ucap Ryan disusul sebuah pukulan yang mendarat di wajah laki laki tadi membuat dia tidak sadarkan diri seketika.
Setelah menghajar mereka, Ryan berbalik arah dan berjalan mendekati Vero. "Maaf telat membuat anda menunggu lama bos, apa hasil latihan kurang memuaskan bagi bos?" tanya Ryan penuh hormat kepada Vero.
Vero hanya tersenyum, dan berkata "Tidak tidak, kau sudah cukup baik, kau sudah berkembang sejauh ini, tapi ingat jangan terlalu berbangga diri terlebih dahulu, terus tingkatkan kualitas mu, dan jangan sekali kali lengah terhadap musuh mu, selebihnya kau sudah cukup memuaskan ku, luar biasa Ryan" puji Vero.
Mendengar itu Ryan tersenyum senang mendengar Vero puas dan memuji serta memberi saran atas penampilan nya.
"Tentu bos, saya akan selalu berkembang untuk impian bos, saya akan terus berusaha untuk bisa berguna untuk bos, walau nyawa jadi taruhan ku untuk bos" ucap Ryan penuh keyakinan.
"Bagus kalau begitu, terima kasih Ryan" ucap Vero yang berbalik arah ke kelompok laki laki dan perempuan yang sedari tadi melihat kearah Vero dan Ryan. "Tentu bos apapun untuk bos" jawab Ryan atas ucapan Vero.
Vero berjalan mendekati laki-laki dan perempuan itu. "A-apa kau ada urusan dengan kami?" tanya laki-laki yang diduga sebagai ketua kelompok mereka.
"Yah tentunya aku ada urusan dengan kalian, simple saja, aku sudah tau siapa kalian, dan apa yang terjadi dengan kalian di masa lalu" ucap Vero. Mendengar hal itu mereka semua terkejut bukan main.
"Dan sekarang pertanyaan ku satu, apa kau ingin membalas dendam terhadap orang orang yang melakukan semua hal itu kepada kalian? Kalau iya, maka aku siap membantu kalian" ucap Vero.
Mendengar itu ada secercah harapan di hati mereka. "Apa itu benar kalau kau akan membantu kami?" tanya mereka masih tidak percaya. "Oh tentu tapi semua itu tidak gratis, ada harga yang harus kalian bayar" ucap Vero.
"Apa itu? Apapun akan ku beri selama kami bisa membalas kan dendam kamu" ucap ketua mereka. Vero tersenyum "Kesetiaan, yang ku butuhkan dari kalian hanyalah kesetiaan kalian kepada ku semua yang kalian butuhkan akan menjadi tanggung jawab ku termasuk balas dendam kalian, selama kalian setia dan rela mati untuk ku" ucap Vero.
"Hanya itu?" tanya laki laki tadi. "Yah hanya itu tak ada hal lain yang ku butuhkan, jadi bagaimana?" tanya Vero.
"Baiklah kami akan ikut, kami akan memberikan kesetiaan kami kepada mu asal dendam kamu terbalaskan" ucap laki laki itu.
"Oh tentu, mulai sekarang aku Vero Valaryan akan menjadi pemimpin kalian" ucap Vero. "Nama ku Lana, Lana Delray" ucap laki-laki tadi memperkenalkan diri.
"Ryan, telpon Baron untuk kesini membawa 6 mobil" ucap Vero. "Baik bos" ucap Ryan yang menelpon Baron.
Selang beberapa lama Baron datang dengan 6 mobil yang di inginkan Vero. "Nah, kalian semua naiklah, mulai sekarang kita semua adalah keluarga yang baru keluarga dari Mafia The Dark Devils" ucap Vero menyambut mereka.
Mereka yang berjumlah 17 laki-laki dan 13 perempuan itu masuk kedalam mobil yang masing-masing berisi 5 kursi penumpang.
Setelah semuanya naik Vero, Ryan Baron, dan semua anggota baru nya pergi kembali ke mansion.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
?
lanjut thorrr
2024-02-14
0