Anggota dan Teknik Baru?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Bruk" suara yang keras namun tidak sampai terdengar dari luar berasal dari Vero yang memukul setir mobil nya.

"Sial sial sial kenapa coba harus ketemu dia bocah sialan, pake sok sok an di depan ku lagi" kesal Vero.

[Tuan tenang lah, belum saatnya jika udah waktunya tuan akan dapat membalas mereka, untuk sekarang dimohon tuan fokus dengan profesi tuan terlebih dahulu]

"Aaaah kau benar sistem maaf kan aku" maaf Vero.

[Tidak apa tuan]

...----------------...

[Ding, tuan mendapatkan misi]

"Misi? Misi apa itu?" tanya Vero.

[misi: menyelamatkan seseorang yang jadi buronan polisi dikarenakan diduga mencuri uang dari bank melalui hack

Hadiah: Motor Sport Ducati Monster 56 1000cc & uang tunai 200 juta rupiah.

"Hah motor sport Ducati Monster 56? Dan uang 200 juta?" kagum Vero.

[Itu tidak akan mudah tuan, tuan harus ingat misi yang harus tuan jalani sebelum mendapatkan hadiah nya]

"Aaaah benar juga, apa ga ada cara untuk menyelamatkan nya Sistem?" tanya Vero.

[Itu terserah tuan sendiri bagaimana caranya, namun sistem saran kan untuk tidak memakai mobil disaat misi penyelamatan karena mudah terdeteksi]

"Kau benar juga tapi bagaimana aku bisa menyelamatkan dia tanpa menggunakan mobil? Sedangkan satu satunya kendaraan ku ya cuma mobil ini" ucap Vero (btw ini Vero udah di tengah jalan yeee lupa naruh skrip nya)

[Tuan hanya perlu membawa orang itu pergi menjauh dari polisi maka tuan dapat langsung mengambil hadiah tersebut]

"Ah aku punya ide" ucap Vero dengan yakin yang telah menemukan cara untuk misinya. "Tunjukkan aku jalan nya sistem" perintah Vero yang di ikuti dengan munculnya hologram di depan Vero semacam GPS

......................

Vero pergi ke gang yang dekat dengan tempat kejadian, dan memasukkan mobil nya kembali kedalam penyimpanan sistem. "Baik mari kita mulai" Vero yang berlari ke arah yang di tunjukan sistem.

"Sistem apa sekarang tubuh ku udah bisa menandingi polisi itu?" tanya Vero.

[Menandingi polisi? Apa itu polisi polisi itu bahkan ga akan bisa menyamai kekuatan tubuh tuan, namun saat ini tuan hanya punya tubuh yang kuat tapi tidak dengan teknik beladiri nya]

"Ah begitu jadi aku hanya bisa mengandalkan fisik ku saja kalau hanya satu dua tiga polisi doang mah aku masih bisa menandingi mereka, lain cerita kalau mereka main gerombolan" ucap Vero

'Semoga aja mereka ga banyak banyak amat biar gampangan dikit' harap Vero yang memakai masker di wajah nya agar tidak di kenali.

Ketika sudah dekat dengan tempat nya, Vero melihat 2 orang polisi yang ingin menyandra seorang laki-laki. 'Apa itu orang nya?' tanya Vero dalam hati.

"Yah kalau cuma berdua masih mudah bagi ku" Vero yang berlari dan menerjang salah satu polisi itu. "Bruk" suara yang begitu keras dihasilkan dari benturan antara kepalan tangan Vero dan kepala polisi itu, seketika polisi yang kena hajar Vero langsung pingsan.

'Wah wah wah ternyata sekuat ini fisik ku' pikir Vero kagum.

"Baiklah sekarang giliran mu" ucap Vero yang langsung menghajar polisi satunya hingga pingsan. Vero mendekati laki-laki yang belum sempat di borgol oleh para polisi itu.

"Kau baik baik aja?" tanya Vero.

"Ya aku baik baik aja" ucap laki-laki itu dengan mengangguk.

"Baiklah ikut dengan ku sekarang, kita tidak punya waktu, kalau kau ingin selamat jangan banyak omong dan ikuti aku" ucap Vero yang langsung pergi menuju tempat awal ia yang di ikuti laki laki itu.

Di depan gang sempit itu, "Kau tunggu disini aku akan mengambil motor ku terlebih dahulu" ucap Vero, pria itu hanya mengangguk tanda mengerti. Vero segera masuk ke dalam gang itu.

"Sistem apa misi ku udah selesai?" tanya Vero.

[Ding, selamat tuan telah menyelesaikan misi dan mendapatkan hadiah sebuah motor sport Ducati Monster 56 & uang tunai 200 juta, untuk uang nya sudah di transfer secara otomatis kedalam penyimpanan pribadi tuan, sedangkan motornya bisa tuan ambil di penyimpanan sistem]

"Sistem ambil motornya sekarang tanpa plat tentunya aku ga ingin plat motor ku dilacak oleh mereka" perintah Vero.

[Siap tuan]

Sekejap muncul lah motor besar di depan Vero. "Waw" kagum Vero yang segera menyadarkan dirinya sendiri. "Ini bukan saat nya kagum Vero" ucap Vero pada dirinya sendiri

Dia segera menaiki motor tersebut dan keluar dari gang itu untuk menjumpai laki laki tadi. "Naik sekarang kita pergi dari sini, dan simpan pertanyaan pertanyaan yang ada di otak mu untuk nanti" perintah Vero

Laki laki itu hanya mengangguk dan langsung naik ke atas motor Vero. Vero langsung menancapkan gas nya. Pergi meninggalkan tempat itu ke mansion nya.

Polisi yang udah sampai di tempat melapor rekan nya itu. "Sial mereka pingsan dan buronan itu kabur, kenapa ini semua bisa terjadi" kesal polisi itu yang seperti nya seorang komandan polisi. "komandan ada kamera yang merekam buronan kita membonceng seorang pria menggunakan motor besar pergi meninggalkan tempat ini" lapor bawahan nya.

"Apa kau tidak bisa melacak mereka?" tanya komandan itu. "Maaf komandan pria itu pintar plat motor nya di copot dan dia memakai masker sehingga plat nomor serta wajah tidak dapat di lacak" ucap bawahan nya. "Sial sial sial!!! Kenapa kita bisa kecolongan begini" ucap komandan yang merasa kecolongan yang menurut laporan buronan itu hanya bekerja sendirian, dan sekarang dia bersama orang?

"Kalian lanjutkan pencarian dan jangan lengah sedikitpun" perintah komandan polisi itu. "Baik" jawab polisi lain serentak dan segera melanjutkan pencariannya.

......................

Sedangkan di tempat Vero berada, Vero yang udah ada di depan pintu mansion nya. "Ini....... mansion milik mu?" tanya pria itu. "Kau seharusnya sudah tau jawaban dari pertanyaan mu itu setelah melihat aku bisa membuka akses masuk mansion ini dengan mudah" jawab Vero dengan santai nya. Pria itu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal setelah merasa bodoh menanyakan pertanyaan bodoh tadi.

"Ayo masuk" ajak Vero yang membuka pintu mansion dan langsung masuk di ikuti pria tadi.

Mereka telah duduk di sofa dan saling berhadapan, pria itu hanya melihat-lihat kesana kemari kagum dengan kemewahan yang ada di dalam mansion milik Vero.

"Apa kau tidak mau memberi tahu nama mu pada orang yang telah menyelamatkan mu ini?" tanya Vero yang membuka pembicaraan.

"Aaah maaf maaf perkenalkan nama ku Jack" ucap pria itu bernama Jack memperkenalkan diri.

[Nama aslinya Jack Eliven dia anak yang tidak di inginkan keluarga Eliven dan di buang begitu saja, dia jalan tanpa arah hingga ia bertemu seorang wanita yang menjadi ibu angkat nya, dia diajarkan banyak hal oleh ibu angkat itu termasuk hacker yang dimana dulu ibu angkatnya adalah seorang hacker terkenal]

[Dia menggunakan keahlian hacker dia untuk menghasilkan dia, yang tanpa ia sadari memunculkan banyak musuh untuk dirinya sendiri, orang orang yang merasa dirinya dirugikan oleh Jack menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Jack ibunya yang mengetahui hal itu langsung melindungi Jack hingga mengorbankan nyawanya. Saat ini Jack masih terus dan terus berlari dari pembunuh itu untuk menyelamatkan dirinya]

[Dia mencuri uang dari bank, dikarenakan dia ga punya pilihan lain, jika dia memaksakan bekerja yang ada dia akan mudah di temukan oleh pembunuh pembunuh itu]

'Ah begitu rupanya aku mengerti' ucap Vero dalam hati sambil mengangguk kepala, tanpa di sadari Jack.

[Ding tuan mendapatkan misi selanjutnya]

Misi: menjadikan Jack sebagai anggota pertama mu

Hadiah: mendapatkan uang 1 miliar rupiah & teknik menjinakkan semua jenis hewan.

"Aku tau siapa dirimu sebenarnya Jack Eliven, dan aku juga tau dirimu selain menjadi buronan polisi juga menjadi buronan para pembunuh bayaran itu" ucap Vero yang membuat Jack terkejut dan mulai menaruh rasa waspada kepada Vero yang dia duga sebagai salah satu pembunuh yang mengincar dia.

"Tenang lah aku bukan bagian dari mereka, aku ga mengincar nyawa mu aku hanya orang yang sudah menyelamatkan nyawa mu, mungkin saat ini aku bukan siapa siapa, namun dimasa depan aku yakin aku akan menjadi orang yang paling di takuti seorang mafia no 1 di dunia" ucap Vero penuh keyakinan.

"Mafia no 1 di dunia? Kau bercanda ya?" tanya Jack yang menganggap Vero hanya bercanda.

"Tidak aku sudah memutuskan nya, dan untuk aku mencapai apa yang menjadi tujuan ku tentunya aku membutuhkan kekuatan dari orang seperti mu" ucap Vero

"Jadi disini sekarang juga aku tanya kan pada dirimu. Apa kau mau bergabung dengan ku dan menjadi bagian dari mafia ku?" tanya Vero penuh penekanan di setiap kata kata nya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!