...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gak butuh waktu yang lama Vero membawa dua orang itu beserta kelima harimau peliharaan nya masuk kedalam mansion nya, lewat belakang tentu nya
"Ini...... Mansion mu?" tanya salah seorang dari mereka.
"Yaaaa bisa di bilang begitu" ucap Vero berhenti berjalan di ikuti kedua orang tadi, dan memasukkan kelima harimau nya ke dalam gedung kosong di mansion nya.
"Gilak gede banget tempat tinggal mu" puji orang satunya lagi.
"Aaaaah itu bukan apa apa" Vero sambil tersenyum.
'Sistem cari identitas tentang mereka berdua' perintah Vero dalam hati.
[Dimengerti]
[Ding, salah satu diantara mereka bernama Ryan Lewis, dulunya dia salah satu ketua dari sebuah kelompok pembunuh bayaran, namun salah seorang bawahan nya mengkhianati nya membuat dia di tuduh oleh bos nya, dan di buang di hutan ini, serta keluarga nya di babat habis oleh mantan bos nya. Sedangkan satu nya bernama Baron Beldwis seorang kepala pengawal sebuah keluarga konglomerat, namun ada yang iri dengan jabatan yang ia miliki membuat ia harus menanggung utang yang di tuduh kan kepada nya di karenakan dia ga sanggup membayar, dia di siksa dan di buang seperti Ryan begitu saja di hutan ini]
'Aaaah sayang sekali padahal mereka orang yang berkemampuan menurut ku, akan sangat menguntungkan untuk ku jika mereka mau bergabung dengan ku' pikir Vero.
[Ding tuan berhasil menyelamatkan mereka, mendapatkan hadiah teknik mata dewa, apa tuan ingin memasang nya sekarang?]
'Nanti aja kalau aku di kamar' jawab Vero dalam hati.
[Baik tuan]
[Ding, tuan mendapatkan misi kembali]
Misi: Merekrut mereka menjadi anggota tuan
Hadiah: Teknik dewa bela diri, dan hadiah istimewa
Mendengar misi selanjutnya dari sistem membuat Vero tersenyum.
"Baiklah ayo Ryan, Baron kita masuk kedalam" mendengar Vero yang memanggil nama nya, mereka seketika menaruh rasa waspada kepada Vero.
"Gak usah curiga gitu, aku tau tentang kalian tapi aku bukan termasuk orang yang menginginkan nyawa kalian, aku orang yang menyelamatkan nyawa kalian" ucap Vero membuat dua orang tadi kembali tenang.
"Oh anda sudah kembali tuan. Jadi, mereka anggota baru yang tuan maksud?" tanya seseorang yang keluar dari dalam mansion yang tak lain adalah Jack.
"Ah kau benar, mereka orang yang akan bergabung dengan kita" ucap Vero yang membuat dua orang tadi bingung dengan apa yang dimaksud Vero.
"Ah begini aku tau kalian bingung, izinkan aku memperkenalkan diri, namaku Vero Valaryan dan ini teman ku Jack Eliven ya itu nama dia dulunya aku baru aja membentuk sebuah kelompok mafia dan dia anggota pertama ku, dan selanjutnya aku ingin kalian bergabung dengan kelompok mafia yang baru aja kami bentuk, apa kalian bersedia Ryan, Baron?" tanya Vero sambil tersenyum.
Mereka berfikir atas pertanyaan yang Vero beri kepada mereka.
"Ah aku lupa maaf kan aku atas ketidak sopanan ku, tidak baik kita berbicara dengan berdiri, ayo masuk kita bicara kan hal ini di dalam" ucap Vero yang hendak masuk di ikuti dua orang tadi.
"Eeee tuan apa hanya mereka berdua?" tanya Jack.
"Oh iya ada beberapa lagi yang tentu nya dengan senang hati mereka akan bergabung dengan ku" ucap Vero.
"Kalau begitu bukan kah lebih baik kita ajak mereka juga?" tanya Jack.
"Eummmm benarkah? Kalau begitu kau saja yang bawa mereka masuk aku akan tunggu di dalam bersama mereka berdua" ucap Vero berjalan masuk dengan tersenyum begitu pula dengan dua orang tadi.
Jack langsung berlari ke arah gedung untuk menjemput anggota yang lain, yang tentunya dia ga tau mereka manusia atau bukan.
Di dalam ruang utama.
"Jadi bagaimana apa kalian bersedia untuk bergabung?" tanya Vero.
"Kami bersedia asalkan anda memberi kami makanan dan tempat untuk istirahat walau tempat terburuk di mansion ini sekalipun, serta memberikan jaminan kepada kami atas segala kebutuhan kami" ucap Ryan.
"Eummm aku ga masalah akan semua itu aku bisa memberikan semua yang kalian butuhkan dan yang kalian inginkan, tapi apa yang bisa kalian beri kepada ku sebagai imbalan nya?" tanya Vero.
"Tentunya kesetiaan dan nyawa kami . Seluruh kesetiaan dan nyawa kami, kami serahkan kepada genggaman anda" ucap Baron.
Mendengar jawaban itu Vero tersenyum senang, puas akan jawaban mereka berdua.
"Waaaaaah!!!!!!! tuan" teriak Jack yang masih ngos-ngosan sehabis berlari dari luar ke dalam mansion (wajar aja agak luas halaman belakang dan ruang utamanya)
"Ada apa dengan mu kaya habis di kejar setan aja lari gitu" ucap Vero.
"Tu tuan i-ini bukan se-setan" ucap Jack yang masih ngos-ngosan.
"Ya ya atur dulu nafas mu baru jawab" ucap Vero.
"Baik tuan sebentar" ucap Jack yang mengatur nafas nya hingga mulai kembali normal.
"Jadi, ada apa?" tanya Vero.
"Ini memang bukan setan tapi ini lebih buruk dari setan hampir aja aku mati tadi tuan" ucap Jack yang ikut duduk di antara mereka.
"Aaah apa maksud mu harimau yang ada di gedung itu?" tanya Vero.
"Iya! kenapa tuan bisa tau?" tanya Jack penasaran.
"Ayolah itu peliharaan ku mereka jinak tenang aja, mereka kucing yang lucu kan" ucap Vero sambil tersenyum.
"Eeeh ternyata peliharaan mu, dan lucu dari mana nya mereka kelewat nyeremin nya" ucap Jack sedikit merinding.
"Sudah sudah, jadi bagaimana Ryan, Baron? Apa kalian mau?" tanya Vero.
Dengan tersenyum mantap mereka menjawab "Ya izinkan kami bekerja dan mengabdi untuk mu selamanya bos" mereka di susul tunduk hormat nya.
"Sudah lah sudah tidak usah terlalu formal begitu bersikap selayaknya aja" perintah Vero.
"Baik bos" jawab mereka bersamaan di susul tundukkan kepala mereka.
"Baiklah sekarang aku sebagai pemimpinnya, aku ucapkan selamat bergabung untuk kalian Ryan Lewis dan Baron Beldwis di mafia The Dark Devils" ucap Vero.
"Wah apa itu nama mafia kita tuan?" tanya Jack bersemangat.
"Yao tepat sekali mulai hari ini mafia The Dark Devils telah berdiri dan siap untuk mengguncangkan dunia ini" Vero yang tersenyum.
Mengingat hari yang sudah mulai malam Vero pun membubarkan perkumpulan itu untuk segera istirahat, dia sendiri pergi ke kamar utama yang ada di mansion itu atau kamar pribadi milik nya.
[Ding, sekedar pemberitahuan aja tuan untuk bahan makanan sudah tersedia di mansion ini tinggal di olah sendiri jika tuan dan anggota tuan merasa lapar]
'Ah begitu' pikir Vero.
"Oy!!! Kalian ada bahan di kulkas atau lemari kalau kalian lapar kalian bisa olah sendiri" teriak Vero yang udah naik ke lantai atas.
Di dalam kamar Vero.
"Baik sistem bagaimana misi ku?" tanya Vero.
[Ding selamat tuan telah membuat Ryan Lewis dan Baron Beldwis menjadi anggota tuan yang tentunya kesetiaan mereka 100% untuk tuan setelah bergabung dengan anda, anda mendapatkan hadiah teknik dewa bela diri dan sebuah hadiah istimewa]
"Sistem apa itu teknik mata dewa dan teknik dewa bela diri?" tanya Vero.
[Teknik mata dewa adalah teknik yang akan membuat tuan bisa melihat tembus pandang benda yang padat dan melihat benda jarak jauh dengan akurat serta membuat tuan dapat mempercepat akurasi serangan tuan, sedangkan untuk teknik dewa bela diri adalah teknik beladiri yang di atas batas normal]
"Eh maksud mu teknik ini ga normal gitu?" tanya Vero.
[Bisa di bilang begitu tuan, tapi bukan berarti teknik ini aneh hanya di luar batas manusia ini bisa membuat tuan merasa bahwa setiap serangan yang di arahkan kepada tuan menjadi melambat sehingga tuan bisa menghindari serangan apapun itu, sekalipun itu sebuah tembakan peluru]
"Waw hadiah yang luar biasa, lalu bagaimana dengan hadiah istimewa nya?" tanya Vero.
[Apa tuan ingin membuka hadiah istimewa ini sekarang?]
"Ya buka lah sekarang" jawab Vero.
[Ding selamat anda mendapatkan 10 koki masak dan satu kepala koki nya 15 pelayan dan kepala pelayan nya, dan juga 15 orang yang menjadi anggota The Dark Devils sebagai penjaga mansion, serta juga 5 orang ahli hewan yang akan mengurus hewan peliharaan tuan]
"Wah wah wah kau memang luar biasa sistem, tau aja apa yang aku butuhkan" puji Vero.
[Tidak masalah tuan itu sudah menjadi bagian dari tugas sistem]
[Apa tuan ingin mengaktifkan kedua teknik tuan?]
"Eummmmm mungkin nanti aku akan mandi dulu" ucap Vero yang pergi ke kamar mandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments