Genta di kalahkan.

Nath, setelah pertarungan sengit dengan Linia, terlihat lemah akibat racun yang merasuk ke dalam tubuhnya. Dalam upaya cepat untuk menyelamatkannya, tim medis Dharma Academy segera membawanya ke ruang perawatan.

Dengan hati-hati, mereka menempatkan Nath di ranjang perawatan yang dilengkapi dengan peralatan sihir canggih. Tim medis segera mulai bekerja, memeriksa dampak racun dan mencoba meredakan efek negatifnya. Sorotan terang sihir menerangi ruangan, menciptakan atmosfer yang tenang namun penuh kekhawatiran.

Dokter sihir yang berpengalaman dengan teliti memeriksa tangan kiri Nath yang terkena racun. Mereka menggunakan eliksir penyembuhan khusus dan mantra penyembuhan untuk mengatasi efek racun dengan cepat. Nath, meskipun lemah, memandang dokter-dokter tersebut dengan tekad yang tidak tergoyahkan.

Selama proses perawatan, teman-teman Nath berkumpul di luar ruangan dengan kekhawatiran yang terpancar dari wajah mereka. Mereka menyampaikan dukungan dan harapan agar Nath segera pulih. Ruang perawatan dipenuhi dengan energi penyembuhan dan kebersamaan.

Setelah beberapa saat, dokter sihir memberikan kabar baik bahwa racun telah berhasil diatasi dan efek negatifnya berhasil dihilangkan. Nath, meskipun masih lemah, tersenyum dengan lega. Teman-temannya bersorak riang di luar ruangan, merayakan kesembuhan sahabat mereka.

Setelah sadar dari perawatan, melihat Genta dan Tony duduk di samping ranjangnya dengan senyum lega.

Nath tersenyum lemah "Genta, Tony... Terima kasih atas dukungannya."

"Tentu saja, Nath! Kamu melakukan pertarungan yang luar biasa tadi. Kami semua khawatir, tapi senang melihatmu kembali sadar." Jawab Genta tersenyum.

Tony mengangguk setuju "Betul, Nath. Linia memang Ducune tangguh, tapi kamu berhasil melaluinya.'

Nath mengangguk dengan penuh syukur "Aku berutang banyak pada tim medis Dharma Academy dan dukungan kalian."

Genta bersemangat "Dan sekarang, setelah istirahat, kita siap untuk melanjutkan pertandingan berikutnya. Apakah kamu merasa cukup baik, Nath?"

Nath mengangguk "Ya, aku merasa lebih baik sekarang. Ayo lanjutkan pertandingan kita bersama."

Mereka bersama-sama tersenyum, penuh semangat untuk menghadapi pertandingan selanjutnya dalam dunia sihir Dharma Academy.

Pertandingan pun kembali berlanjut,namun kali ini Genta harus berhadapan dengan Harry.

Genta dan Harry bertemu di tengah arena, energi sihir petir dan tanah saling bersaing. Harry, seorang Ducune yang berbakat, dengan mantap mengarahkan kekuatan petirnya, menciptakan kilatan yang menyilaukan. Genta, tak kalah percaya diri, menggunakan kekuatan tanahnya untuk menciptakan perisai yang kokoh.

Kilat dan tanah beradu dalam pertarungan yang mempesona. Harry dengan lincahnya menghindari serangan tanah Genta, sementara Genta dengan cerdik menciptakan reruntuhan tanah untuk mengacaukan pergerakan Harry. Suasana arena dipenuhi gemuruh petir dan getaran tanah.

Harry melancarkan serangan petir yang mematikan, namun Genta dengan sigap menggunakan tanah sebagai konduktor untuk meredam dampaknya. Genta kemudian memanfaatkan kesempatan ini untuk mengirim serangan balasan dengan kekuatan tanah yang melibatkan pilar tanah yang muncul dari bawah.

Pertarungan semakin memanas saat Harry meningkatkan intensitas sihir petirnya, menciptakan badai petir yang melingkupi seluruh arena. Namun, Genta dengan penuh tekad memusatkan energi tanahnya untuk menciptakan dinding pertahanan yang mampu menahan serangan petir tersebut.

Dalam pertarungan yang sengit, Genta merasakan getaran sihir petir yang tak terduga dari serangan Harry. Meskipun telah berusaha keras, Genta mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Harry, dengan kejam, terus melancarkan serangan tanpa ampun, memanfaatkan kekuatan petirnya untuk merusak perisai tanah yang dibuat Genta.

Genta, meskipun berusaha bertahan, akhirnya terjatuh ke tanah, lemah dan terkapar. Harry menatapnya dengan dingin, memastikan bahwa Genta benar-benar tak berdaya. Pada saat itu, suasana arena dipenuhi dengan ketegangan dan keheningan.

"Kekuatan tanahmu tidak cukup,untuk melawan petir ku dasar lemah." Ucap Harry dengan nada sinis.

Genta, meskipun terkapar, menunjukkan tekad yang tidak tergoyahkan.

Dengan napas tersengal "Aku mungkin terjatuh, tapi semangat pertarungan ku tidak akan padam begitu saja."

Harry merendah "Semangat itu tidak akan mengubah kenyataan,bahwa kalian hanyalah sampah."

Saat Harry bersiap untuk melancarkan serangan terakhir, tiba-tiba cahaya putih muncul di sekeliling Genta. Sebuah kekuatan penyembuhan misterius menyelimuti tubuhnya, memulihkan sebagian besar energinya.

Sihir itu milik Galahan yang menyatakan pertandingan terlah berakhir,dan di menangkan oleh Harry.

Nath, melihat dengan tidak senang bagaimana Harry perlakuan tanpa ampun terhadap Genta, merasakan api kemarahan berkobar dalam dirinya. Dia bertekad untuk membalas perlakuan tersebut di pertandingan berikutnya. Dengan semangat yang membara, Nath fokus pada latihan dan meningkatkan keterampilan sihirnya.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!