Tony sang kutu buku

Setelah kejadian itu berakhir,di malam hari,tepatnya di kamar asrama.

Disana terlihat Nath dan Genta sedang membicarakan kejadian kemarin.

"Hei Genta, kamu masih teringat dengan kejadian kemarin? Tania benar-benar menyelamatkan kita dengan sihirnya yang luar biasa, ya?" Ucap Nath

"Tentu saja, Nath! Sungguh ajaib melihatnya mengatasi situasi itu. Apa yang membuatnya begitu kuat hingga dapat menjadi Ducune tingkat 3?"

"Katanya, Tania memiliki pemahaman yang mendalam tentang elemen-elemen sihir dan telah melatih dirinya dengan tekun di Academy Sihir Dharma. Dia benar-benar berbeda dari siswa lainnya."

"Luar biasa. Aku penasaran, bagaimana dia bisa begitu terampil dalam situasi genting seperti tadi?"

"Tania selalu tenang dan fokus, Genta. Dia tahu bagaimana mengendalikan kekuatannya dengan bijaksana. Mungkin kita bisa meminta bantuan darinya untuk meningkatkan kemampuan sihir kita."

"Ide bagus, Nath! Kita bisa belajar banyak darinya. Semoga kita bisa menjadi Ducune yang hebat seperti Tania suatu hari nanti." Ucap Genta dengan semangat

"Setuju, Genta. Mari kita terus belajar dan berkembang bersama-sama di Academy ini. Siapa tahu, kita bisa mencapai tingkat sihir yang sama seperti Tania."

Ketika mereka berdua sedang asik membicarakan tentang Tania. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang mengetuk kamar mereka.

Hal itu juga membuat mereka terkejut dan langsung berteriak "Arrrrgh."

"Maaf apakah ada orang di dalam." Ucap suara dari luar.

Perlahan Nath mulai membuka pintu dan melihat sosok itu. Orang itu bernama Tony, seorang siswa yang baru saja mereka selamatkan kemaren.

Tony, seorang siswa di Academy Sihir Dharma, terlihat selalu membawa aura kecerdasan dengan kacamata di matanya. Dia dikenal sebagai kutu buku yang rajin, sering terlihat tenggelam dalam buku-buku sihir dan pengetahuan. Tony memiliki afinitas khusus dengan sihir kayu, yang membuatnya cocok sebagai seorang support di dunia sihir.

Dengan pengetahuan mendalam tentang sihir kayu, Tony menjadi ahli dalam menyusun strategi pendukung untuk timnya. Kecerdasannya dan fokusnya pada detil membuatnya menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi sesama siswa. Meskipun terkadang terlihat agak pendiam, kehadiran Tony dalam tim selalu memberikan kestabilan dan dukungan yang dibutuhkan.

"Ada apa kau kemari,apakah kamu ditindas oleh mereka lagi?" Tanya Genta dari belakang.

"Hmmm... hemmm sebenarnya aku tidak enak mengatakannya,tapi bolehkah aku pindah kesini." Ucap Tony dengan malu-malu.

"Hahaha mengapa tidak,lagi pula kamar ini juga luas, seharusnya bisa muat untuk 4 orang. Bukankah semakin banyak teman semakin menyenangkan." Jawab Nath dengan polos.

"Benarkah terima kasih." Tony menjadi sangat senang ketika mendengarnya.

Mereka bertiga pun kembali berbincang-bincang. Tony mulai bercerita mengapa dia sangat sering dihina oleh mereka,mungkin karena masalah Job dan afinitasnya.

Karena kebanyakan Job Healer atau support itu adalah seorang wanita,namun Tony merupakan seorang laki - laki.

Di tambah dengan penampilan kutu bukunya,mungkin itulah yang membuat orang tidak mau berteman dengannya.

"Bukankah itu lebih baik,aku sendiri hanya bisa memanggil seekor anak anjing,dengan afinitas sihir yang belum aku ketahui." Ucap Nath terang-terangan.

"Jika begitu mengapa kamu bisa lulus tes." Sahut Genta dan Tony dengan terkejut.

"Entahlah,mungkin jika aku gagal dalam ujian kali ini,aku akan di keluarkan dari sekolah."

"Baiklah sobat,jika begitu kita bertiga harus berusaha keras,agar tetap bisa sekolah disini." Ucap Genta dengan penuh semangat.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!