Arena pertandingan sihir Dharma Academy dipenuhi dengan gemerlap cahaya dari sihir yang melayang-layang di udara. Suasana tegang terasa di antara para pesulap yang siap bersaing. Galahan, dengan karismanya, berdiri di tengah arena, memberikan pidato pembukaan yang memukau, memicu semangat peserta dan penonton. Cahaya sorotan memperlihatkan aura magis, menciptakan atmosfer ajaib yang memenuhi ruang pertandingan.
Dengan kekuatan magisnya,dia membuat 2 papan nama,yang akan memunculkan nama-nama peserta yang akan bertanding. Tiba-tiba munculah nama Genta yang akan berhadapan dengan seorang murid bernama Rick.
"Haha sepertinya kamu sangat beruntung sekali,bertarung pada bagian pertama." Ucap Nath.
"Jangan menertawakan ku Nath,aku agak sedikit gugup."
"Tenanglah sobat,aku yakin kamu pasti bisa." Nath memberikan semangat kepada Genta sambil menepuk punggungnya.
"Kedua peserta harap memasuki arena." Ucap Seorang Wasit.
Genta dan Rick saling berhadapan di arena, energi tanah dan air menyelimuti keduanya. Genta dengan lincah memanfaatkan sihir tanahnya untuk membentuk perisai kokoh, menghalangi serangan air Rick dengan mahir. Sementara itu, Genta dengan gesit bergerak di atas tanah yang dia kendalikan.
Rick mencoba mengirim gelombang air besar sebagai serangan, namun Genta dengan sigap menggunakan kekuatan tanahnya untuk menangkis dan bahkan mengubah jalur serangan air itu. Dengan cermat, Genta menciptakan lubang-lubang di tanah, membingungkan Rick dan membuatnya tergelincir.
Akhirnya, Genta mengambil inisiatif dengan serangan tanah yang menghantam Rick, memenangkan pertarungan dengan kecerdikan dan penguasaan penuh atas unsur tanah. Sebuah kemenangan yang mencerminkan kekuatan dan strategi unik Genta dalam pertarungan sihir.
"Yaha... akhirnya aku dapat memenangkan pertandingan pertama ku." Ucap Genta dengan bahagia.
"Hey gendut aku tidak menyangka kamu dapat bergerak secepat itu." Ucap Nath.
Setelah beberapa pertandingan berlalu, akhirnya tibalah giliran Nath. Akan tetapi musuh yang dia hadapi begitu ketakutan ketika Nath mengeluarkan Hellhound,hingga membuat pertandingan itu dapat dengan mudah dia menangkan.
Begitu pula dengan Arkan yang juga telah menaklukkan lawannya di arena dengan K.O. Matanya tertuju kepada Nath dan kelompoknya,seakan ada niat tersembunyi yang akan dia lakukan.
Setelah pertandingan begitu lama,kini saatnya memasuki babak kedua. Kali ini Genta berhadapan dengan Reggie,yaitu pengguna Serigala yang pernah bertarung dengan Nath.
Genta dan Reggie berada di tengah arena, energi tanah dan kekuatan serigala es menyatu dalam pertarungan yang seimbang. Genta dengan lincah menggunakan sihir tanahnya untuk membentuk benteng pertahanan, tetapi Reggie dengan kepiawaian mengarahkan serigala esnya membuat serangan yang sulit diprediksi.
Serigala es meluncur dengan cepat menuju Genta, tetapi dengan tangkas, Genta menggunakan kekuatan tanah untuk menciptakan dinding pertahanan yang kuat, menghalangi serangan Reggie. Di sisi lain, Reggie menggabungkan sihir esnya untuk membentuk proyektil es yang tajam, memaksa Genta untuk bergerak dengan cepat.
Genta dengan cerdik memanfaatkan tanah di sekitarnya untuk merespons setiap serangan Reggie, sementara Reggie terus mengatur serigala esnya dengan kecepatan dan kecerdasan. Pertarungan terus berlanjut, menciptakan suasana ketegangan di arena.
Ketika pertarungan mencapai puncaknya, Genta mengejutkan Reggie dengan serangan tanah yang kuat, menciptakan gempa yang membingungkan serigala es. Genta memanfaatkan keadaan ini untuk melancarkan serangan terakhir, memenangkan pertandingan dengan kecerdikan dan keterampilan mengendalikan unsur tanahnya. Sebuah pertarungan yang memperlihatkan keseimbangan kekuatan antara dua Ducune yang hebat.
Selanjutnya adalah pertarungan Nath melawan Linia, dia adalah seorang siswi yang mahir dalam penggunaan racun. Namun kali ini Nath tidak bertarung menggunakan Hellhound,dia lebih memilih menggunakan sihir anginnya.
Nath dan Linia bertarung di arena dengan angin dan racun saling bersaing. Nath dengan gesit mengendalikan sihir anginnya, menciptakan aliran angin yang kuat untuk menghindari serangan racun Linia. Namun, Linia dengan licik mengarahkan serangan racunnya ke arah Nath.
Nath berhasil menghindari sebagian besar serangan racun, tetapi Linia dengan cerdik berhasil mengenai tangan kiri Nath. Meskipun Nath memiliki keunggulan dalam pengendalian angin, racun yang merasuk ke dalam tubuhnya membuatnya terhenti sejenak. Linia melihat peluang ini dan melancarkan serangan beruntun dengan racun yang semakin memperlambat gerakan Nath.
Meskipun terkena racun, Nath tidak menyerah. Dengan kekuatan anginnya, dia menciptakan badai kecil yang mengacaukan fokus Linia. Sambil bertahan dari efek racun, Nath berhasil mengecoh Linia dan melancarkan serangan angin yang kuat.
Pertarungan mencapai puncaknya saat Nath mengatasi keterbatasannya dan dengan gesitnya menangkap Linia dalam pusaran angin yang mematikan. Nath memenangkan pertandingan meskipun terkena racun, menunjukkan ketahanan dan kecerdikan dalam menghadapi ancaman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments