Setelah berbulan - bulan waktu berlalu,Nath dan ketiga orang temannya, semakin giat untuk berlatihlah. Hingga tibalah hari dimana ujian semester itu dimulai.
Ujian kali ini adalah latih tanding,sesama Summoner. Dimana Nath kali ini akan berhadapan dengan Reggie,salah satu kelompok Arkan yang selalu menindasnya.
Reggie memiliki Khodam Serigala,dia menganggap akan lebih mudah jika hanya menghadapi anjing kecil milik Nath. Ujian itu di awasi langsung oleh Valdi,yang berlaku sebagai wasit.
"Kedua peserta memasuki arena pertandingan." Ucap Valdi dengan lantang.
Kedua siswa itu langsung mengeluarkan Khodam nya masing-masing dan saling berhadapan.
"Hari ini kamu akan membayar lebih,atas kejadian tempo hari." Ucap Reggie.
Dalam pertarungan sengit antara Reggie dan Nath, Khodam Serigala Reggie menggempur dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa. Nath, yang menggunakan Khodam Anjing Kecil, berusaha bertahan, namun terdesak oleh serangan-serangan tajam dari Serigala Reggie. Apa yang akan Nath lakukan untuk membalikkan keadaan?
Akibat dari pertukaran serangan itu, tampaknya Nath sangat di rugikan. Terlihat dari banyak sekali luka yang dia peroleh akibat cakar Serigala milik Reggie. Begitu pula dengan Yin,kaki sebelah kirinya hampir patah akibat menahan serangan dari Khodam milik Reggie.
"Tidak masalah anjing kecil, setidaknya kita berdua sudah berusaha." Ucap Nath yang hendak mengangkat tangannya untuk menyerah.
Tiba-tiba anjing kecil itu menggonggong,serta menggigit tangan Nath. Seolah mengisyaratkan bahwa dia tidak ingin menyerah dalam pertarungan kali ini.
Secara tiba-tiba, aura merah neraka melingkupi anjing kecil tersebut, dan dengan keberanian yang baru ditemukan, ia berevolusi menjadi HellHound, anjing merah neraka yang ganas.
Ketika Hellhound muncul, api neraka membara di sekitarnya, menciptakan kekacauan. Reggie terkejut melihat perubahan ini dan serangan-serangan baru yang kuat meledak keluar dari Hellhound. Dalam keadaan terdesak sebelumnya, Nath dan Hellhound bersatu, mengubah arah pertarungan dengan kekuatan api dan keganasan yang tak terduga.
Dalam pertarungan yang semakin memanas, Reggie dengan cepat beradaptasi dengan serangan ganas HellHound dan Nath. Dengan keberanian yang tinggi, ia memanggil kekuatan sihir esnya untuk membentuk perisai beku yang kokoh. HellHound terkejut saat serangannya bergeser ke arah yang dingin dan membeku.
Reggie bertahan dengan kekuatan sihir es, menciptakan rintangan beku yang menghalangi serangan HellHound. Pada saat yang bersamaan, ia mengeksekusi serangan balasan yang cerdik, menggunakan kekuatan es untuk memperlambat gerakan HellHound. Pertarungan menjadi taktis, dengan Reggie menggabungkan pertahanan beku dan serangan tajam dari sihir esnya.
Nath terus mencoba mengatur strategi baru untuk mengatasi kekuatan es Reggie, sementara Reggie berusaha mempertahankan diri dengan kelincahan dan kreativitas sihir esnya. Di tengah hujan serangan dan kontra serangan, sihir es Reggie menjadi penentu, menciptakan momen epik dalam pertarungan yang penuh ketegangan.
Dalam pertarungan yang semakin intens, HellHound dan Nath menyatukan kekuatan sihir angin dan api mereka, menciptakan badai api yang mengguncang seluruh arena pertandingan. Badai api itu membara, memenuhi udara dengan panas yang menyengat dan kekuatan angin yang meluluhlantakkan sekitarnya.
Reggie, terjebak dalam badai api yang menyala-nyala, berusaha dengan keras untuk melawan serangan tersebut. Namun, HellHound dan Nath terus mengintensifkan serangan mereka, menciptakan pusaran api dan angin yang membingungkan.
Tiba-tiba, di tengah kekacauan itu, Nath menemukan celah dalam perisai es Reggie. Dengan serangan yang terkoordinasi, Nath dan HellHound menyerang pada titik lemah tersebut. Reggie, meski mencoba untuk bertahan, akhirnya terdesak oleh kekuatan gabungan api dan angin.
Pertarungan mencapai puncaknya saat badai api menciptakan sorotan dramatis, dan Nath mampu mengeksekusi serangan terakhir yang memastikan kemenangan. Arena dipenuhi dengan gemuruh dan cahaya yang mempesona saat Reggie menyerah di bawah kekuatan badai api yang luar biasa. Nath, dengan penuh kelelahan, merayakan kemenangannya di tengah hening yang tersisa setelah pertempuran yang epik.
"Dasar bodoh,mengapa kamu dapat di kalahkan oleh bocah itu." Ucap Arkan kepada Reggie.
Bahkan Guru Valdi pun tidak pernah menyangka dengan perubahan itu yang begitu mendadak.
Selanjutnya apakah yang akan terjadi dengan Nath?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments