Dengan kemenangan serta perubahan yang di alami oleh Nath,maka dia di pastikan lulus dalam ujian semester kali ini. Hingga tibalah saatnya dia untuk memilih Asrama,karena sudah akan menjadi tingkat 2.
Asrama Timbau Magis
Asrama Batin Dayak
Asrama Telapak Enchanting
Asrama Panataran Ajaib
Penetapan asrama itu akan di pilih oleh Galahan dan para guru sendiri. Karena pada tingkat 2 ini membutuhkan kerja sama sebagai tim. Semua job yang ada akan saling melengkapi. Strategi ini akan berguna untuk mereka ketika menjadi Ducune di luar sekolah nantinya.
Mereka juga akan di berikan kamar yang luas, dimana di dalamnya akan ada 10 orang siswa. Untungnya kali ini Nath kembali satu kelompok dengan Genta dan Tony,yang juga masuk kedalam asrama Batin Dayak.
Sedangkan Kakak-kakak yang sudah tingkat 3 akan di pastikan lulus tahun ini,dan akan meninggalkan sekolah.
Di dalam perayaan itu, kelompok Nath kembali bertemu dengan Tania,yang akan meninggalkan sekolah ini. Saat itu Tania berpesan kepada mereka bertiga agar harus berhati-hati dengan keluarga Hedon. Karena pada saat ini Tania sudah tidak dapat lagi melindungi mereka.
"Tania, rasanya sulit untuk percaya bahwa kita harus berpisah setelah semua petualangan kita bersama di sekolah sihir ini." Ucap Nath
"Ya, Nath. Saya benar-benar bersyukur bisa belajar dan tumbuh bersama kalian. Tetapi sekarang waktunya bagi saya untuk melanjutkan perjalanan saya di luar sini."
"Tania, kamu akan sangat dirindukan. Setiap pertarungan, setiap keajaiban, semuanya akan terasa kurang tanpa kehadiranmu." Ucap Genta sambil menahan emosi.
"Kamu telah memberikan inspirasi dan keceriaan di sepanjang perjalanan kita. Sekarang, saya yakin kamu akan menyinari dunia dengan kecerdasan dan kebaikanmu." Ucap Tony dengan senyuman.
"Terima kasih, teman-teman. Aku akan selalu membawa kenangan indah kita bersama. Meskipun aku tidak akan di sini secara fisik, hatiku akan selalu bersama kalian".
Nath menyentuh bahu Tania "Sampai jumpa, Tania. Semoga keberuntungan selalu menyertaimu di setiap langkah hidupmu."
"Sampai jumpa, Tania. Jangan lupa mengirim kabar dari dunia luar!"
"Hati-hati di luar sana, Tania. Kamu akan selalu menjadi bagian dari keluarga kita di sekolah sihir ini."
Tania meninggalkan mereka dengan senyum dan mata berkaca-kaca, meninggalkan kenangan indah dan harapan di antara teman-temannya yang tersisa di sekolah sihir.
Keesokan harinya,karena sedang libur sekolah, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke kota. Sekalian untuk berbelanja membeli perlengkapan sekolah.
Nath, Genta, dan Tony memutuskan untuk menjelajahi toko Alchemist yang terkenal di tengah kota. Begitu mereka masuk, mata Tony langsung berbinar-binar melihat aneka ramuan dan alat-alat aneh di sekelilingnya.
Genta, yang selalu skeptis, bertanya, "Kok kau begitu tertarik, Tony? Ini kan cuma toko ramuan."
Tony menjawab dengan antusias, "Tapi lihatlah, Genta! Mereka punya segala macam bahan aneh dan alat-alat mistis. Siapa tahu kita bisa menemukan sesuatu yang luar biasa di sini."
Sementara mereka menjelajahi toko, Nath tertarik pada buku-buku kuno yang menghiasi rak-rak. "Ini pasti berisi pengetahuan kuno yang sangat berharga," katanya.
Sambil mengamati botol-botol berisi cairan berwarna-warni, Tony bertanya pada pemilik toko, seorang alchemist tua yang bijaksana, tentang kegunaan masing-masing ramuan. Sang alchemist pun dengan senang hati menjelaskan tentang keajaiban dan kekuatan yang tersembunyi di balik setiap bahan.
Akhirnya, Tony menemukan sebuah ramuan yang katanya dapat memberikan keberanian ekstra. "Ini pasti bermanfaat untuk petualangan kita berikutnya!" ucapnya sambil tertawa.
Setelah membayar belanjaan mereka, ketiga sahabat itu keluar dari toko dengan senyuman kepuasan. Tony, yang awalnya skeptis, kini penuh semangat untuk menguji ramuan-ramuan yang mereka beli.
Mereka meninggalkan toko Alchemist dengan rasa penasaran dan persiapan baru untuk petualangan yang menantang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments