Episode Delapan

Bintang mengantar kepulangan Sinta sampai didepan pintu, ia menunggu sampai Sinta menghilang dari tatapan mata nya. 

Tiba-tiba ada tangan yang merangkul pinggangnya, dan dagu Marley yang berada di bahu nya. 

“Bicara apa sama ibu?” Tanya nya, dengan menggigit kecil telinga Bintang. 

Bintang menggigit bibir bagian bawah nya karna menahan rasa geli, ia selalu kebingungan dengan sikap Marley. Yang membuat nya terbang dan merasakan geli dan rasa aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. 

Bintang berusaha melepaskan kaitan tangan Marley pada pinggang nya, ia berbalik hingga berhadapan dengan pria itu. 

Mata tajam Marley menatap nya intens, dan seperti heran dengan tingkah nya. Marley tersenyum tipis, ia ditatap tajam oleh Bintang. 

“Kenapa?” Tanya Marley, tidak ada wanita yang marah pada nya hanya karna dirinya menyentuh seperti tadi. Tapi, kali ini berbeda. 

“Jangan lakukan itu Tuan.”

“Aku rasa, tidak ada larangan bagi suami untuk menyentuh istri nya.” Kata Marley, Bintang terdiam karna perkataan Marley itu benar. 

“Kau salah..” Ucap Marley, ia berjalan terus kedepan hingga Bintang terus mundur hingga mentok di dinding. 

“Kau salah kala memberikan persyaratan pernikahan pada ku, itu berarti.. Kau memudahkan aku mengakses seluruh bagian tubuh mu.” Lanjut nya, Bintang menelan saliva nya. 

Bintang tersadar, kenapa ia baru saja tersadar akan itu. 

“Aku..”

“Apakah perkataan ku salah, Bibin?” Tanya nya, mata Bintang terbelalak kala mendengar panggilan dari Marley. 

“Bibin?” Tanya nya

Tangan Marley memenjarakan Bintang, hingga tidak bisa kemana-mana lagi. Tubuh Bintang sangat kecil, ia dengan mudah mengunci Bintang dengan kungkungan nya. 

“Yes, kau adalah Bibin ku. Itu panggilan sayang ku pada mu, Bibin.” Jelas nya, bibir Marley berada tepat di pipi nya. 

Bintang gugup sekali, ia pasrah apa yang akan dilakukan Marley pada nya. Tiba-tiba Bintang merasakan lidah Marley yang menjilat pipi nya, bukan bibir itu yang mengecup. Melainkan lidah Marley yang menjilat pipi Bintang selayaknya eskrim, dan tangan nya yang mulai meraba bagian dada Bintang. 

Saat Marley ingin melakukan di bagian hidung, tiba-tiba pintu masuk terbuka. Terlihat lah wajah Alga yang terkejut, dan terdiam membeku kala melihat Marley yang sangat menempel pada Bintang. 

“Maaf Tuan”

Marley melepaskan Bintang, hingga wanita itu berlari mungkin karna malu dipergoki oleh Alga. 

Jangan tanya wajah Marley sekarang, ia kesal sekali dengan asisten pribadi nya itu. Setiap ia ingin melakukan hal yang lebih, pasti ada saja yang mengganggu.

“Maafkan aku, Tuan. Aku tidak tahu jika kau..”

“Biasakan ketuk pintu, jangan asal seperti itu.” Peringat nya, Alga mengangguk mantap sebagai tanda ia mengerti dan tidak akan mengulangi kesalahan ini. 

“Bibin..” Panggil nya, Alga terkejut kala Marley memiliki nama panggilan untuk Bintang. 

“aku kerja dulu ya, kamu jangan kemana-mana.” Ucap nya dengan Bintang yang kini berdiri di tangga. 

“Baik Tuan” Jawab nya, Marley tersenyum sangat manis. Ia berlalu pergi disusul oleh Alga di belakang nya, yang masih heran dengan tingkah laku Marley. 

Bintang menghela napas lega kala Marley sudah pergi bekerja, ia tidak perlu takut dengan tindakan pria itu lagi. Bintang berlari menuju kamar, ia langsung merangkak naik keatas kasur king size itu. 

Bintang menutupi wajah nya dengan bantal, ia salah tingkah. Bintang membuang asal bantal itu, ia duduk diatas kasur. Memegang pipi nya yang baru saja mendapatkan perlakuan aneh dari Marley, ia tiada henti tersenyum. 

“Bibin?”

~~

Marley sedang duduk di kursi kebesaran nya, yang terdapat nama Marley Bercio yang merupakan CEO dari perusahaan Corporation. Banyak dokumen yang harus diperiksa oleh nya, karna beberapa hari ini Marley terus saja bersenang-senang. 

Pintu ruangannya terbuka, terlihatlah Vanya yang datang dengan pakaian terbuka nya. Dada yang rendah dan paha mulus yang terpajang begitu saja, benar-benar memperlihatkan bentuk dari wanita malam. 

Marley pura-pura tidak tahu dengan kedatangan Vanya, ia fokus dengan dokumen ditangannya. Vanya tersenyum sinis, ia tahu jika Marley sedang menghindari nya. 

Vanya tahu jika Marley baru saja membeli perawan segar dengan bayaran yang tinggi, dan berita itu tersebar luas di seluruh Klub malam. Sebagai orang yang menyukai Marley, tentunya Vanya tidak suka itu. 

“Marley..” Panggil nya, ia duduk di bangku depan meja kerja Marley. 

“Apa?”

“Kenapa kau menghindari ku? Bahkan tidak mau menghabiskan malam mu dengan ku, kenapa?”

“Apa lelaki yang setiap malam kau Terima itu, tidak pandai memuaskan mu?”tanya nya, pertanyaan itu bagaikan pisau di hati Vanya. Marley memang tidak pernah mengatakan hal lembut pada nya, dan Vanya tidak sakit hati akan itu. 

Karna Vanya sering mendapatkan kata yang lebih menyakitkan dari pada itu, ia pelacur. Siapa yang menghormati nya selain dirinya sendiri, sekalipun terkadang dirinya juga tidak menghargai. 

Vanya tertawa kecil untuk mencairkan suasana, ia melepaskan pakaian bagian atasnya. Hingga terlihatlah bagian atas nya, menggantung bebas. 

Marley hanya menatap sekilas lalu kembali fokus dengan dokumen ditangannya, ia tidak berselera untuk melakukan itu saat ini. 

“Sudah lama sekali aku tidak merasakan adik mu, sudah lama ia tidak mengamuk di milikku.” Ucap nya, tangan Vanya memegang milik nya sendiri. 

Bukannya merasa tergoda, Marley malah merasa jijik. Ia tidak terpancing sama sekali, ia justru terbayang dengan Bintang. Sekalipun ia belum pernah melihat full tubuh Bintang tanpa pakaian, tapi sudah yakin.. Jika Bintang memiliki tubuh yang indah. 

Marley melemparkan dokumen nya asal, ia bangkit dan menghampiri Vanya. 

Vanya tersenyum puas karna Marley terpancing kepada nya, ternyata itu salah. 

Marley memberikan pakaian Vanya yang terbuang asal, ia memakai kan nya lalu kembali duduk di kursi kerja nya. Ia kembali fokus dengan dokumen ditangannya, dan tidak menghiraukan Vanya yang heran pada nya. 

“Marley, are you okay?” Tanya nya, Marley mengangguk mantap. 

“Hahaha tidak, kau bohong. Kau tidak pernah menolak hal yang seperti ini, pasti kau sedang berpura-pura menahan nya.”

“Tidak, aku benar-benar tidak menginginkan hal itu. Aku lelah dan ingin bekerja, pergilah” Sanggah nya dengan penuh penjelasan, dan jangan tanya ekspresi dari Vanya. 

Wanita itu ternganga, dan berusaha untuk sadar dengan kejadian aneh sekarang. Dengan menahan kesal nya, Vanya memakai bra dan pakaian bagian atas nya kembali. 

Vanya menatap malas Marley, mengambil tas nya lalu pergi begitu saja. Tanpa pamit dan tanpa sepatah kata pun, ia kesal sekali dengan Marley yang telah mengabaikan nya. 

Bahkan Marley tidak perduli dengan kepergian Vanya, ia fokus membaca dan tanda tangan. Ia tidak memikirkan apapun kali ini, ia hanya ingin melakukan hal itu kepada Bintang saja. 

Terpopuler

Comments

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Biar betul kasanova tolak hidangan.Mungkin keranavdah muak sebab dah selalu expose/Chuckle//Chuckle//Chuckle/

2024-11-06

1

Aidah Djafar

Aidah Djafar

bagus ada kemajuan untuk sadar dari Casanova ny c Marley 😀😂

2025-01-07

0

aryuu

aryuu

syukurlah... nama panggilannya bukan Tatang /Grin/

2024-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 Episode Satu
2 Episode dua
3 Episode Tiga
4 Episode Empat
5 Episode Lima
6 Episode Enam
7 Episode Tujuh
8 Episode Delapan
9 Episode Sembilan
10 Episode Sepuluh
11 Episode Sebelas
12 Episode Dua Belas
13 Episode Tiga Belas
14 Episode Empat Belas
15 Episode Lima Belas
16 Episode Enam Belas
17 Episode Tujuh Belas
18 Episode Delapan Belas
19 Episode Sembilan Belas
20 Episode Dua Puluh
21 Episode Dua Satu
22 Episode Dua Dua
23 Episode Dua Tiga
24 Episode Dua Empat
25 Episode Dua Lima
26 Episode Dua Enam
27 Episode Dua Tujuh
28 Episode Dua Delapan
29 Episode Dua Sembilan
30 Episode Tiga Puluh
31 Episode Tiga Satu
32 Episode Tiga Dua
33 Episode Tiga Tiga
34 Episode Tiga Empat
35 Episode Tiga Lima
36 Episode Tiga Enam
37 Episode Tiga Tujuh
38 Episode Tiga Delapan
39 Episode Tiga Sembilan
40 Episode Empat Puluh
41 Episode Empat Satu
42 Episode Empat Dua
43 Episode Empat Tiga
44 Episode Empat Empat
45 Episode Empat Lima
46 Episode Empat Enam
47 Episode Empat Tujuh
48 Episode Empat Delapan
49 Episode Empat Sembilan
50 Episode Lima Puluh
51 Episode Lima Satu
52 Episode Lima Dua
53 Episode Lima Tiga
54 Episode Lima Empat
55 Episode Lima Lima
56 Episode Lima Enam
57 Episode Lima Tujuh
58 Episode Lima Delapan
59 Episode Lima Sembilan
60 Episode Enam Puluh
61 Episode Enam Satu
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91~ Tamat
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode Satu
2
Episode dua
3
Episode Tiga
4
Episode Empat
5
Episode Lima
6
Episode Enam
7
Episode Tujuh
8
Episode Delapan
9
Episode Sembilan
10
Episode Sepuluh
11
Episode Sebelas
12
Episode Dua Belas
13
Episode Tiga Belas
14
Episode Empat Belas
15
Episode Lima Belas
16
Episode Enam Belas
17
Episode Tujuh Belas
18
Episode Delapan Belas
19
Episode Sembilan Belas
20
Episode Dua Puluh
21
Episode Dua Satu
22
Episode Dua Dua
23
Episode Dua Tiga
24
Episode Dua Empat
25
Episode Dua Lima
26
Episode Dua Enam
27
Episode Dua Tujuh
28
Episode Dua Delapan
29
Episode Dua Sembilan
30
Episode Tiga Puluh
31
Episode Tiga Satu
32
Episode Tiga Dua
33
Episode Tiga Tiga
34
Episode Tiga Empat
35
Episode Tiga Lima
36
Episode Tiga Enam
37
Episode Tiga Tujuh
38
Episode Tiga Delapan
39
Episode Tiga Sembilan
40
Episode Empat Puluh
41
Episode Empat Satu
42
Episode Empat Dua
43
Episode Empat Tiga
44
Episode Empat Empat
45
Episode Empat Lima
46
Episode Empat Enam
47
Episode Empat Tujuh
48
Episode Empat Delapan
49
Episode Empat Sembilan
50
Episode Lima Puluh
51
Episode Lima Satu
52
Episode Lima Dua
53
Episode Lima Tiga
54
Episode Lima Empat
55
Episode Lima Lima
56
Episode Lima Enam
57
Episode Lima Tujuh
58
Episode Lima Delapan
59
Episode Lima Sembilan
60
Episode Enam Puluh
61
Episode Enam Satu
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91~ Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!