Episode Dua Puluh

Perlahan Marley berbalik arah, yang pertama kali ia lihat adalah sang ibu. Sinta menatap nya penuh mengintimidasi, dan langsung menghampiri nya. 

“Astaga, menantu ku!” Ucap nya penuh histeris, Marley sudah menduga jika hal ini akan terjadi. 

Bintang tidak tahu harus berekspresi seperti apa, bagaimana kalau ibu mertua nya menanyakan tentang penyebab nya sakit seperti ini. Marley membawa Bintang masuk, disusul oleh Sinta. 

“kenapa kau tidak ada menjawab pertanyaan ibu, Marley?” Tanya Sinta lagi, kali ini lebih menuntut jawaban. 

“Bintang sakit, Bu. Aku tidak bisa mengabarimu, karna aku merasa..”

“Sudah! Kau memang selalu saja seperti itu, tidak pernah mau melibatkan ibu dalam setiap masalah mu.” Kata Sinta ketus, ia meraih tangan Bintang. Menggenggam tangan kurus itu dengan penuh kasih, Marley hanya menghela napas panjang saja melihat nya. 

“Kau semakin kurus saja dari pertama aku melihat mu? Apa Marley tidak memberi mu makan?” Tanya Sinta sedikit menyindir putra nya. 

“Jangan mulai menyudutkan ku begitu, Bu.” Ucap Marley, ia malas sekali jika ibu nya sudah dalam mode nyebelin seperti ini. 

Sinta seakan tak perduli dengan perkataan putra nya, ia terus memandang wajah menantunya. 

“Ibu sudah tanya kepada dokter, katanya bisa pulang siang ini. Kalau begini, tinggallah bersama ibu saja.”

“Tidak! Aku tidak mau, kami ingin tinggal di Apartemen saja.” Tolak Marley dengan cepat, Bintang mengikuti saja kemauan dari Marley. 

“ibu tidak akan mendengarkan alasan mu, kau selalu saja beralasan terus menerus. Intinya, kalian nanti tinggal sama ibu!” Ucap Sinta dengan tegas, terdengar tidak mau ada bantahan lagi. 

Marley memijat kedua ujung alis nya, karena ibu nya selalu saja berbuat sesuka nya. 

Marley melihat kedua wanita itu bercerita panjang lebar, ibu nya benar-benar cerewet. 

Marley mendapat pesan dari Alga, yang mengatakan jika dirinya sudah akan datang untuk mengantar mereka pulang ke Mansion Utama. 

“Ibu, apa Alga yang memberitahu mu?”tanya Marley, dengan cepat Sinta mengangguk. 

Marley merutuki kesalahan dari Alga, yang telah berani mengatakan semua nya kepada Sinta. Dan mengakibatkan dirinya harus tinggal di Mansion Utama, yang penuh peraturan yang menyesakkan nya. 

“Kena kau nanti!” Ancam Marley yang tentunya di dalam hati. 

Dan kini mereka sedang berada di perjalanan pulang menuju Mansion Utama, Marley duduk disamping  Alga yang sedang fokus menyetir. Mata Marley terus memerhatikan Bintang yang duduk bersama ibu nya, wanita itu begitu cantik dimata nya. 

Hingga tak terasa akhirnya mereka sampai di Mansion Utama, para pelayan membawa Sinta dan Bintang untuk masuk. Marley berada di luar bersama Alga, sepanjang perjalanan tidak ada sedikitpun Alga merasa bersalah. 

“kelihatan nya sekarang kau memang sudah banyak memiliki waktu senggang ya?”

Alga membeku mendengar pertanyaan itu, ia tahu apa artinya. “Ah tidak juga, Tuan. Aku selalu sibuk, kau tahu sendiri bukan?” Jawab Alga dengan diselingi tawa nya. 

Tawa itu langsung terhenti kala melihat tatapan tajam dari Marley, “jika sibuk, kau tidak ada waktu untuk melakukan kesalahan mu hari ini!”hardik nya, Alga menunduk saja. 

Marley menghela napas panjang, untuk tidak marah lagi dengan semua hal yang terjadi. Tapi, kelakuan Alga harus mendapatkan hukuman nya. 

“Bulan ini gaji mu dipotong 10%!” Ucap Marley tanpa memikirkan bagaimana respon dari Alga.. Ia berlalu pergi begitu saja masuk ke dalam Mansion. 

Alga tidak panik, karena ada Sinta yang melindungi nya. Ia hanya menghela napas panjang melihat kelakuan tuan nya, yang sesuka nya dan terkadang mau menang sendiri saja. 

Marley terus melangkah masuk, para pelayan menunduk hormat kepada nya. Ia terus berjalan hingga menaiki tangga, karna Marley yakin jika Bintang berada di kamar nya. 

Kala menaiki tangga, Marley mendengar Bintang berbicara kepada Sinta. 

“Makanan apa yang disukai Marley, bu?” Tanya Bintang, Sinta tersenyum mendengar nya. 

“Anak itu suka dengan makanan yang tidak manis, asal manis nya tidak terlalu berlebihan maka dirinya akan suka.” Jelas Sinta, Bintang mendengar kan nya dengan baik. 

Marley tersenyum tipis, rasanya sangat hangat kala mengetahui ada orang yang memperhatikan. Marley belum pernah merasakan nya, dulu dengan Sarah.. Hanya dirinya yang berperan besar dalam setiap hubungan. 

“Sayang..” Panggil Marley, ia mengecup pucuk kepala Bintang dengan mesra. Sinta tersenyum melihat nya, ia suka dengan cara putra nya memperlakukan Bintang. 

“Ibu akan menyiapkan makan malam, kalian masuklah kedalam kamar.” Ucap Sinta, ia berlalu pergi meninggalkan Bintang dengan Marley. 

Karena telah sehat sempurna, Bintang tak memerlukan kursi roda lagi. Ia sudah bisa berdiri sampai lama, tapi dilarang untuk melakukan pekerjaan berat dulu. 

Marley menggendong Bintang ala bridal style, membawa istri mungil nya untuk ke kamar nya. Bintang adalah wanita pertama yang tahu kamar nya mulai dari masa kecil, wanita yang lain tidak pernah. 

Kala memasuki kamar Marley, Bintang merasakan aura yang berbeda. Kamar Marley kelihatan lebih manly dari pada yang di Apartemen, banyak foto masa kecil dan foto masa-masa kuliah nya. 

Marley perlahan menurunkan Bintang, membiarkan wanita itu bergerak sesuai naluri hati. Bintang langsung menuju foto masa kecil Marley yang terpajang banyak di dinding, ia tersenyum melihat nya. 

Dari kecil Marley terlihat seperti anak bule, sampai sekarang pun begitu. Mata Marley yang bewarna cokelat tajam, dan hidung mancung nya benar-benar sebagai pelengkapnya. 

Marley membuka kemeja nya, ia gerah ingin mandi saja rasanya. “Mau ikut mandi?” 

Bintang tidak tahu kenapa Marley selalu tidak malu untuk mengajak nya melakukan banyak hal, apa lagi melakukan hal yang aneh-aneh. 

“Aku tidak boleh mandi untuk hari ini, besok pagi baru..” Jawab Bintang, Marley menarik tangan Bintang agar berada dipelukan nya. 

“Besok pagi kita akan mandi bersama.” Kali ini Bintang tak tahu, apakah ini perintah atau permintaan. 

“Apakah ini permintaan?”

“Tidak, ini perintah Bibin..”

Marley merela pelukan nya, ia tidak tahu mengapa semenyenangkan ini memeluk Bintang. Tubuh nya lembut sekali, dan memiliki wangi seperti anak bayi. 

Marley memeluk Bintang lagi, sampai Bintang merasa engap. “Lepas, Marley. Aku sesak..”

“ulangi lagi”

“Lepas Marley sayang, istrimu ini merasa sesak karena terus kau peluk seperti itu.” Ucap Bintang mengulang, barulah Marley melepas pelukan nya. 

Marley mengecup bibir Bintang sekilas, lalu pergi menuju Bathroom. Bintang tersenyum melihat kepergian nya, ia memegang bibir nya yang baru saja mendapatkan kecupan manja dari Marley. 

~

Kala makan malam, Marley dan Bintang ternganga kala melihat banyak nya menu makanan yang tersaji. Seperti penyambutan tamu saja, Sinta benar-benar selalu berlebihan. 

Sinta menyuruh pasutri itu untuk duduk berhadapan dengannya, bahkan Bintang bingung harus makan yang mana. 

Marley menuangkan nasi untuk Bintang, lalu ke dirinya sendiri. 

“Mau apa?” Tanya Marley, Bintang menunjuk kearah ayam goreng. 

Marley mengambil sepotong, lalu juga mengambilkan menu lain untuk Bintang. Seperti nya Bintang bingung karena belum pernah memakan menu yang ada, dan itu benar. 

Kala melihat Marley memulai makan nya, Bintang pun memulai makan nya juga. Ia tersenyum senang, benar-benar masakkan nya yang sangat enak. 

“Enak kan, sayang?” Tanya Sinta, Bintang mengangguk cepat. Ia suka sekali, bahkan sampai tidak bisa berkata kata lagi. 

Bintang tidak pernah makan dengan layak di rumah nya dulu, selalu makan sisa yang telah di buang Erin. Hal itu adalah penyebab Bintang memiliki tubuh yang kecil dan kurus, selayaknya orang yang kekurangan gizi. 

Marley sedang berusaha memperbaiki gizi Bintang, memberikan makanan yang banyak agar tubuh Bintang sehat dan tidak mudah sakit. 

Hampir semua menu habis oleh Bintang, Marley sampai ternganga melihat nya. Tapi, senang karena Bintang mulai sehat kembali. 

“Ibu ingin bicara dengan mu, Marley. Temui ibu di ruang kerja, jangan lama-lama.” Kata Sinta, ia bangkit karena telah selesai makan. 

Bintang menatap Marley lugu, ia menjadi penasaran hal apa yang akan dibicarakan oleh Sinta kepada suami nya. 

“Kau tunggu saja di ruang tengah, nanti kita akan naik sama-sama ke kamar.” Ucap Marley, Bintang mengangguk saja. 

Bintang dan Marley menuju ruang tengah, yang berdekatan dengan ruang kerja milik Marley. Bintang diarah kan Marley untuk duduk di sofa, lalu Marley pergi ke ruang kerja. 

Yang menyambut Marley adalah Sinta yang menatap nya tajam, “kau berhubungan dengan Vanya didepan Bintang?”

Terpopuler

Comments

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Vanya bagi pil peransang pada Merly

2024-11-06

1

Aidah Djafar

Aidah Djafar

sukurin Luh Casanova di marahin bundamu 🤦🤗😀

2025-01-08

0

Erina Munir

Erina Munir

iya bu sinta...omelin aja bu marlynya

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Episode Satu
2 Episode dua
3 Episode Tiga
4 Episode Empat
5 Episode Lima
6 Episode Enam
7 Episode Tujuh
8 Episode Delapan
9 Episode Sembilan
10 Episode Sepuluh
11 Episode Sebelas
12 Episode Dua Belas
13 Episode Tiga Belas
14 Episode Empat Belas
15 Episode Lima Belas
16 Episode Enam Belas
17 Episode Tujuh Belas
18 Episode Delapan Belas
19 Episode Sembilan Belas
20 Episode Dua Puluh
21 Episode Dua Satu
22 Episode Dua Dua
23 Episode Dua Tiga
24 Episode Dua Empat
25 Episode Dua Lima
26 Episode Dua Enam
27 Episode Dua Tujuh
28 Episode Dua Delapan
29 Episode Dua Sembilan
30 Episode Tiga Puluh
31 Episode Tiga Satu
32 Episode Tiga Dua
33 Episode Tiga Tiga
34 Episode Tiga Empat
35 Episode Tiga Lima
36 Episode Tiga Enam
37 Episode Tiga Tujuh
38 Episode Tiga Delapan
39 Episode Tiga Sembilan
40 Episode Empat Puluh
41 Episode Empat Satu
42 Episode Empat Dua
43 Episode Empat Tiga
44 Episode Empat Empat
45 Episode Empat Lima
46 Episode Empat Enam
47 Episode Empat Tujuh
48 Episode Empat Delapan
49 Episode Empat Sembilan
50 Episode Lima Puluh
51 Episode Lima Satu
52 Episode Lima Dua
53 Episode Lima Tiga
54 Episode Lima Empat
55 Episode Lima Lima
56 Episode Lima Enam
57 Episode Lima Tujuh
58 Episode Lima Delapan
59 Episode Lima Sembilan
60 Episode Enam Puluh
61 Episode Enam Satu
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91~ Tamat
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode Satu
2
Episode dua
3
Episode Tiga
4
Episode Empat
5
Episode Lima
6
Episode Enam
7
Episode Tujuh
8
Episode Delapan
9
Episode Sembilan
10
Episode Sepuluh
11
Episode Sebelas
12
Episode Dua Belas
13
Episode Tiga Belas
14
Episode Empat Belas
15
Episode Lima Belas
16
Episode Enam Belas
17
Episode Tujuh Belas
18
Episode Delapan Belas
19
Episode Sembilan Belas
20
Episode Dua Puluh
21
Episode Dua Satu
22
Episode Dua Dua
23
Episode Dua Tiga
24
Episode Dua Empat
25
Episode Dua Lima
26
Episode Dua Enam
27
Episode Dua Tujuh
28
Episode Dua Delapan
29
Episode Dua Sembilan
30
Episode Tiga Puluh
31
Episode Tiga Satu
32
Episode Tiga Dua
33
Episode Tiga Tiga
34
Episode Tiga Empat
35
Episode Tiga Lima
36
Episode Tiga Enam
37
Episode Tiga Tujuh
38
Episode Tiga Delapan
39
Episode Tiga Sembilan
40
Episode Empat Puluh
41
Episode Empat Satu
42
Episode Empat Dua
43
Episode Empat Tiga
44
Episode Empat Empat
45
Episode Empat Lima
46
Episode Empat Enam
47
Episode Empat Tujuh
48
Episode Empat Delapan
49
Episode Empat Sembilan
50
Episode Lima Puluh
51
Episode Lima Satu
52
Episode Lima Dua
53
Episode Lima Tiga
54
Episode Lima Empat
55
Episode Lima Lima
56
Episode Lima Enam
57
Episode Lima Tujuh
58
Episode Lima Delapan
59
Episode Lima Sembilan
60
Episode Enam Puluh
61
Episode Enam Satu
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91~ Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!