Episode Sebelas

Setelah kepergian David, Marley menarik tangan Bintang untuk kembali pulang saja. Ia tidak tenang karna David sudah mengetahui Bintang, ia sangat mengenal seperti apa David dalam mengait wanita cantik. 

Bintang kewalahan menyeimbangkan langkah besar Marley, bahkan ia harus sedikit berlari agar bisa menyeimbangkan pria besar itu. 

Tangan Bintang dicekal kuat oleh Marley, bahkan sampai berbekas ditangan putih Bintang. 

Sesampainya di parkiran, dan sudah berada di dekat mobil Marley, Bintang langsung disuruh masuk. Karna takut melihat wajah Marley, membuat Bintang langsung patuh saja. Bintang duduk dengan jantung yang berdebar, dan tangannya yang sakit akibat ditarik oleh Marley. 

“Katakan pada ku, dimana kau bertemu dengan David?” Tanya Marley dengan tatapan tajam, membuat Bintang ketakutan. 

Bahkan Bintang sampai bingung harus menjawab dari mana dulu, “aku..”

“Bibin, jawab!” sentak Damian, suara berat itu membentak Bintang yang ketakutan. 

Sejujurnya Bintang sudah biasa dengan teriakan seperti ini, di rumah nya juga tak kala seperti ini. Hanya saja, kenapa Marley yang membentak nya. 

Dengan air mata yang berlinang membasahi pipi, Bintang menatap kearah Marley. Wajah yang penuh ekspresi marah itu seketika berubah, berubah menjadi merasa bersalah. 

“Aku tidak sengaja bertemu dengan David, aku menemukan kunci mobil, lalu mencari pemilik nya. Kebetulan pria itulah pemilik nya, aku mengatakan yang sebenarnya, Tuan.” Jelas nya panjang lebar sembari menatap kearah Marley yang terdiam membeku. 

Marley percaya akan itu, ia bisa melihat tidak ada kebohongan dimata Bintang. Tangan besar Marley meraih tangan Bintang agar lebih dekat dengannya, eh ralat. 

Marley membawa Bintang menuju pangkuan nya, ia menghapus air mata Bintang yang terus mengalir deras. Dan juga mencium pipi Bintang agar lebih tenang, “maaf, aku minta maaf..” Ucap Marley. 

Bintang menunduk, sekalipun ia sudah tidak menangis tapi masih sedikit terdengar suara isak tangis nya. “Bukan maksud ku membentak mu tadi..”

“Kau sudah dua kali membentak ku” Potong Bintang, ia menangis lagi. Hati Marley semakin kacau kala melihat wajah yang menyedihkan dari Bintang, ia tidak tega melihat nya. 

“Rasanya sakit sekali, hatiku sakit kala kau membentak ku seperti tadi.” Adu nya, astaga Marley ingin tertawa melihat nya. 

“Merepot kan sekali dengan anak kecil seperti ini, padahal aku tidak membentak nya. Tapi, ketika aku bicara sedikit keras saja langsung dikatain membentak” Gumam Marley didalam hati, ia ingin tertawa saja. 

“Baiklah maafkan aku, lain kali aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Jangan menangis lagi..”rayu Marley, ia menyeka air mata Bintang lalu memeluk nya erat. 

Bintang sangat nyaman diperlakukan seperti ini, ia memeluk Marley erat. Mengesap aroma Marley yang sangat menenangkan, dan aroma yang sangat ia sukai. 

Kala Bintang sudah merasa tenang, Marley melajukan mobilnya sekalipun ada Bintang di pangkuan nya. Mungkin karna Bintang memiliki tubuh yang mungil, jika dibandingkan dengan tubuh nya yang besar serta jangkung. 

Marley menyupir dengan santai, ia sambil melirik kearah jalan yang mereka lewati. 

“Tadi kau tidak jadi makan bukan? Apa tidak lapar?” Tanya Marley sambil mengelus punggung Bintang. 

Bintang menatap kearah jendela mobil, ia melihat mereka sedang melewati jalan kota. 

Banyak lampu lampu yang menerangi jalan, ini adalah kali pertama Bintang melihat nya. 

Saat dulu tinggal bersama ayah dan ibu tirinya, Bintang tak pernah diizinkan untuk keluar malam. Dan juga, Bintang tinggal di desa bukan perkotaan seperti ini. 

“Aku ingin eskrim” Pinta nya, Marley menatap kearah nya sebentar lalu kembali fokus dengan jalan yang dilalui. 

“Baik, kita akan mampir di Mini Market.”

Bintang tersenyum senang, ia melihat wajah Marley dari bawah. 

Pria ini memang sangat tampan dari sisi manapun, memang definisi kesempurnaan bagi Bintang. Karena keasikan menatap wajah Marley, Bintang tidak menyadari jika mobil telah berhenti di Mini Market. 

“Sudah sampai..” Ucap Marley, ia membuka pintu mobil lalu keluar sembari menggendong Bintang. 

Bintang terkejut, Marley mengangkat nya seolah tanpa beban sedikitpun. Pria itu seperti membawa angin dalam gendongan nya, tak heran karena Marley memang memiliki tubuh yang besar dibandingkan dengan dirinya. 

Marley menurunkan Bintang, lalu menggenggam tangan wanita mungil itu untuk masuk. Bintang langsung senang, sekalipun ia sempat di bentak tadi.. Tapi, Marley sangat pandai mengembalikan mood baik nya. 

Di dalam Mini Market, Bintang memilih beranekaragam rasa es krim. Untuk stok di Apartemen, sementara Marley.. Pria itu sibuk memilih buah-buahan dan makanan ringan. 

“Setahuku, kalau bocah lebih suka hal yang manis manis” Ucap Marley, Bintang mendengar nya. 

“Bocah? Oh tuan mau membelikan untuk keponakan nya?” 

“Tidak, untuk mu.”

Mata Bintang tertegap kala dikatain bocah oleh Marley, ia sudah berusia 19 tahun sekalipun belum genap. 

“Aku sudah besar, tidak bocah lagi.” Jelas Bintang, ia tidak suka dikatain bocah. 

“Oh ya? Berapa usia mu?” Tanya Marley, dengan tangan berkacak pinggang didepan Bintang. Karna wanita mungil itu menatap nya tajam membuat Marley ingin tertawa. 

“3 bulan lagi genap 19 tahun.” Jawab nya, astaga sangat berbeda jauh dengan usia Marley. 

“Aku 32 tahun, jadi kau tetap bocah jika dibandingkan dengan usia ku.”

Mata Bintang terbelalak mendengar usia Marley, karna mereka memiliki perbedaan usia yang sangat jauh. 

“Kita selisih 14 tahun?” Tanya Bintang, ia menghitung dengan jari Jemarinya untuk memastikan lebih lagi. 

Marley mengangguk mantap, “itu benar, kau lebih pantas sebagai keponakan ku.”

Bintang mengangguk setuju, tapi ia tidak merasa perbedaan usia sejauh itu. Sekalipun Marley merupakan om-om bagi nya, tapi sikap Marley sangat berbeda. Jika pria lain yang saat itu memesan nya, mungkin Bintang tidak akan terselamatkan. 

Bintang merasa bersyukur karna dipertemukan oleh Marley, malaikat penolong nya. “Aku rasa sudah cukup, sebaiknya ayo kita pulang.” Ucap Marley, ia meraih tangan Bintang untuk menuju kasir. 

Karna kebetulan lagi ramai, mereka terpaksa harus mengantri. Tangan Bintang mengayunkan tangan Marley, selayaknya bocah bersama ibu nya. 

Ada pria disamping Bintang, ia memerhatikan Bintang terus menerus. Tidak heran, karna Bintang sangatlah cantik. Wajah alami tanpa polesan sedikit pun, dan senyuman yang selalu terukir di wajah nya. 

“Halo cantik”sapa pria itu, Marley dan Bintang melihat ke asal suara. 

Pria yang mungkin seumuran dengan Bintang, tersenyum sangat ramah pada nya. 

“Hai” Sapa Bintang balik, ia melirik kearah Marley yang terlihat cuek. 

“Aku boleh minta nomor ponsel kamu, kita bisa kenalan nanti”

“Dia tidak punya ponsel, dan lebih tepat nya dia sudah memiliki suami.” Celetuk Marley, ia menatap tajam bocah pria itu. 

Karna mendapat tatapan seperti itu, bocah itu perlahan pergi begitu saja. Bintang ternganga melihat kepergian nya, ia menatap tak suka Marley. 

“Kenapa? Mau protes?” Tanya nya, Bintang menggelengkan kepala nya cepat. 

Tidak mau ribut dengan Marley, mengalah saja. Lagian yang dikatakan Marley itu benar, Bintang memang istri nya. 

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

cemburu bilng bos 🤔😁😀
Bintang jg kek tebar pesona gtu sih depan suami 🤦😏

2025-01-07

0

Sari Mut

Sari Mut

David berbahaya

2025-01-08

0

Erina Munir

Erina Munir

cemburu tandanya cinta

2024-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Episode Satu
2 Episode dua
3 Episode Tiga
4 Episode Empat
5 Episode Lima
6 Episode Enam
7 Episode Tujuh
8 Episode Delapan
9 Episode Sembilan
10 Episode Sepuluh
11 Episode Sebelas
12 Episode Dua Belas
13 Episode Tiga Belas
14 Episode Empat Belas
15 Episode Lima Belas
16 Episode Enam Belas
17 Episode Tujuh Belas
18 Episode Delapan Belas
19 Episode Sembilan Belas
20 Episode Dua Puluh
21 Episode Dua Satu
22 Episode Dua Dua
23 Episode Dua Tiga
24 Episode Dua Empat
25 Episode Dua Lima
26 Episode Dua Enam
27 Episode Dua Tujuh
28 Episode Dua Delapan
29 Episode Dua Sembilan
30 Episode Tiga Puluh
31 Episode Tiga Satu
32 Episode Tiga Dua
33 Episode Tiga Tiga
34 Episode Tiga Empat
35 Episode Tiga Lima
36 Episode Tiga Enam
37 Episode Tiga Tujuh
38 Episode Tiga Delapan
39 Episode Tiga Sembilan
40 Episode Empat Puluh
41 Episode Empat Satu
42 Episode Empat Dua
43 Episode Empat Tiga
44 Episode Empat Empat
45 Episode Empat Lima
46 Episode Empat Enam
47 Episode Empat Tujuh
48 Episode Empat Delapan
49 Episode Empat Sembilan
50 Episode Lima Puluh
51 Episode Lima Satu
52 Episode Lima Dua
53 Episode Lima Tiga
54 Episode Lima Empat
55 Episode Lima Lima
56 Episode Lima Enam
57 Episode Lima Tujuh
58 Episode Lima Delapan
59 Episode Lima Sembilan
60 Episode Enam Puluh
61 Episode Enam Satu
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91~ Tamat
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode Satu
2
Episode dua
3
Episode Tiga
4
Episode Empat
5
Episode Lima
6
Episode Enam
7
Episode Tujuh
8
Episode Delapan
9
Episode Sembilan
10
Episode Sepuluh
11
Episode Sebelas
12
Episode Dua Belas
13
Episode Tiga Belas
14
Episode Empat Belas
15
Episode Lima Belas
16
Episode Enam Belas
17
Episode Tujuh Belas
18
Episode Delapan Belas
19
Episode Sembilan Belas
20
Episode Dua Puluh
21
Episode Dua Satu
22
Episode Dua Dua
23
Episode Dua Tiga
24
Episode Dua Empat
25
Episode Dua Lima
26
Episode Dua Enam
27
Episode Dua Tujuh
28
Episode Dua Delapan
29
Episode Dua Sembilan
30
Episode Tiga Puluh
31
Episode Tiga Satu
32
Episode Tiga Dua
33
Episode Tiga Tiga
34
Episode Tiga Empat
35
Episode Tiga Lima
36
Episode Tiga Enam
37
Episode Tiga Tujuh
38
Episode Tiga Delapan
39
Episode Tiga Sembilan
40
Episode Empat Puluh
41
Episode Empat Satu
42
Episode Empat Dua
43
Episode Empat Tiga
44
Episode Empat Empat
45
Episode Empat Lima
46
Episode Empat Enam
47
Episode Empat Tujuh
48
Episode Empat Delapan
49
Episode Empat Sembilan
50
Episode Lima Puluh
51
Episode Lima Satu
52
Episode Lima Dua
53
Episode Lima Tiga
54
Episode Lima Empat
55
Episode Lima Lima
56
Episode Lima Enam
57
Episode Lima Tujuh
58
Episode Lima Delapan
59
Episode Lima Sembilan
60
Episode Enam Puluh
61
Episode Enam Satu
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91~ Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!