Dengan persetujuan sang raja, sang komandan Binggi segera menyusun rencana untuk menghadapi peperangan yang akan datang. Keesokan harinya, pasukan dari kedua belah pihak berkumpul bersama, bersiap untuk konfrontasi yang besar.
JIAN YI dan kelompok Muyinci, siap sedia dengan armor dan topeng yang menutupi identitas mereka, berdiri di antara pasukan. Mereka menjadi bagian dari persiapan untuk pertempuran ini, siap memberikan kontribusi mereka untuk mencapai perdamaian di kerajaan Neontri.
Sang komandan Binggi memberikan arahan terakhir kepada pasukannya, menyampaikan semangat dan harapan untuk keberhasilan dalam konflik ini. Suasana tegang memenuhi udara, tetapi semangat untuk melindungi dan mempertahankan kerajaan tampak menggelora di antara para prajurit.
Dengan tekad yang kuat, pasukan Neontri bersiap untuk menghadapi peperangan yang mungkin akan menentukan nasib kerajaan dan membangun jalan menuju perdamaian yang mereka harapkan.
Dengan terompet penanda yang berbunyi, pertempuran pun dimulai. Teriakan dan suara benturan senjata memenuhi medan perang. JIAN YI, dengan kecepatan dan keahlian pedang Over-nya, tampil sangat menakjubkan. Dia memotong separuh pasukan musuh dengan cepat, menciptakan kebingungan di antara mereka.
Komandan Binggi dan pasukan Neontri terkejut melihat aksi luar biasa JIAN YI. Kecepatan dan ketangkasannya membuatnya menjadi kekuatan yang tak terduga di medan perang. Bahkan kelompok Muyinci, yang juga berada di sisi pasukan Neontri, tidak mau kalah dalam beraksi.
Pasukan musuh terlihat terkejut dan kesulitan menanggapi serangan mendadak ini. JIAN YI dan kelompok Muyinci menciptakan kekosongan di antara pasukan musuh, memanfaatkan keuntungan ini untuk merencanakan serangan lebih lanjut dan membantu pasukan Neontri mencapai keunggulan dalam pertempuran ini.
Dengan semangat juang yang membara, pasukan Neontri di bawah pimpinan komandan Binggi bangkit dan melancarkan serangan balik. Semangat tinggi ini merambat ke seluruh pasukan, menciptakan gelombang keberanian dan kekompakan.
Komandan Binggi memimpin dengan teladan, membawa pasukannya menuju kemenangan. Semangat juang yang dimiliki oleh pasukan Neontri membuat pasukan musuh mulai terdesak. Keberanian dan ketekunan para prajurit menginspirasi satu sama lain, menciptakan momen penentu dalam pertempuran ini.
Pasukan Neontri melihat bahwa kemenangan bisa menjadi milik mereka, dan semangat tersebut menggerakkan mereka untuk terus maju. Serangan yang dilancarkan dengan semangat tinggi berhasil mengungguli pasukan musuh, membawa harapan akan keberhasilan dan perdamaian ke kerajaan Neontri.
Dengan kemenangan akhirnya di tangan pasukan Komandan Binggi dan bantuan JIAN YI bersama kelompok Muyinci, pertempuran berakhir dalam keberhasilan untuk kerajaan Neontri. Meskipun ada beberapa korban di pihak Neontri, semangat juang mereka dan keberhasilan akhir menciptakan suasana kemenangan dan harapan.
Namun, ketika pasukan musuh mundur, seorang prajurit musuh peka terhadap kehadiran pasukan tambahan yang tidak dikenal di pihak Neontri. Komandan Kimo dari pasukan Hunggary menerima laporan ini dan mulai memperhatikan situasi dengan lebih cermat, menyadari bahwa peranannya dalam konflik ini belum berakhir.
Komandan Kimo, setelah menerima laporan tentang kejanggalan pasukan tambahan yang tidak dikenal, mengambil keputusan untuk mundur pasukannya hingga ke perbatasan. Dia berencana untuk melaporkan situasi ini kepada Raja Hunggary, menyadari bahwa kekalahan ini dapat membawa konsekuensi serius.
Setelah tiba di kerajaan, Komandan Kimo melaporkan langsung kepada Raja Hunggary tentang keadaan yang dihadapinya dan kekalahan yang dialami pasukannya. Sang raja menjadi sangat kesal dan marah besar atas berita tersebut. Situasi yang tidak terduga, terutama adanya pasukan tambahan asing di pihak Neontri, membuatnya semakin geram.
Raja Hunggary, dalam kemarahannya, mungkin akan merencanakan langkah-langkah lebih lanjut untuk menanggapi kekalahan ini dan menghadapi tantangan dari kerajaan Neontri serta pasukan asing yang mungkin terlibat.
Pasukan Komandan Binggi kembali ke kerajaan dalam kemenangan yang gemilang. Kedatangan mereka disambut meriah oleh rakyat dan pemerintah kerajaan Neontri. Berita tentang kemenangan ini menyebabkan kebanggaan meluas di seluruh kerajaan.
Ketika terdengar bahwa ada pasukan tambahan yang membantu kerajaan Neontri, kekaguman semakin bertambah. Rakyat dan Raja Neontri merasa bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Raja bersiap-siap untuk menyambut kedatangan pasukan dan terutama pasukan baru yang dipimpin oleh Komandan Binggi atau Putri Binggi.
Sambutan penuh kehangatan dan penghargaan disiapkan untuk para pahlawan yang telah berjuang dengan gagah berani dalam mempertahankan kerajaan dan membawa kemenangan bagi Neontri.
Sambutan meriah diikuti dengan pertemuan di ruang istana antara Raja Neontri, Komandan Binggi, dan pasukan Muyinci serta JIAN YI. Sang raja menyampaikan terima kasih dan penghargaannya dengan kata-kata dan gerakan tubuh yang dapat dipahami oleh JIAN YI serta kelompok Muyinci.
Dalam kesempatan tersebut, sang raja menjelaskan bahwa dia akan memberikan hadiah sesuai dengan janjinya. Mereka diberi gelar pahlawan atas keberhasilan mereka dalam peperangan. Putri Binggi, dengan bangga, menceritakan peran penting JIAN YI dalam pertempuran dan bagaimana kontribusi mereka membantu kerajaan Neontri mencapai kemenangan yang gemilang.
JIAN YI dengan tegas bercerita kepada sang raja tentang apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini. Sementara sang raja, dengan gerakan tubuh yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, menceritakan bahwa dulu dunia ini makmur sebelum terjadi insiden tragis. Sebuah portal besar muncul, disertai guncangan kuat, yang merusak dunia yang mereka tempati. Muncul kekuatan besar dari portal tersebut, yang sulit dijelaskan atau dimengerti.
Pertukaran informasi ini menjadi penting untuk memahami latar belakang kejadian-kejadian yang terjadi dan memberikan gambaran tentang tantangan besar yang dihadapi oleh dunia ini.
Pasukan Muyinci dan JIAN YI, setelah mendapatkan petunjuk dari Putri Binggi, memasuki gudang harta. Di sana, JIAN YI menemukan sebuah cincin yang bersinar merah. Setelah mengenakan cincin tersebut, JIAN YI merasakan kekuatan baru yang diberikan cincin tersebut: kemampuan untuk memahami bahasa monster dan menambah skill.
Ketika JIAN YI mencoba berbicara dengan Putri Binggi dalam bahasa monster, sang putri terkejut karena JIAN YI mampu berkomunikasi seperti mereka. Kehadiran cincin merah tersebut memberikan dimensi baru dalam interaksi antara manusia dan monster, membuka peluang baru dalam perjalanan mereka di dunia ini.
Raja memberikan mereka seutas rubi khusus yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan kerajaan mereka. Rubi itu dilengkapi dengan diagram sihir yang memudahkan mereka untuk langsung terhubung ke kerajaan. JIAN YI secara khusus diberikan tanggung jawab untuk membawa rubi tersebut.
Setelah menerima hadiah tersebut, mereka berpamitan dengan penuh terima kasih kepada Raja dan kerajaan Neontri. Dengan hati penuh rasa syukur, mereka bersiap-siap untuk kembali ke dimensi mereka sendiri, membawa pengalaman luar biasa dan kenangan indah dari dunia yang baru mereka jelajahi.
Muyinci mengajak JIAN YI untuk ikut bersamanya ke guild dan melaporkan insiden yang dialami, tetapi sayangnya, JIAN YI memilih untuk tidak ikut. Dengan rasa kesal, Muyinci bersama kelompoknya pergi ke guild untuk melaporkan kejadian tersebut kepada ketua guild, yaitu Putri Velini. Meskipun tanpa kehadiran JIAN YI, mereka memiliki cerita yang luar biasa untuk dibagikan kepada ketua guild tentang petualangan mereka di portal distrik 13.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments