EPISODE 14 PERSIAPAN JIAN YI MENUJU KOTA ZUBA

Setelah pesta berakhir, JIAN YI bersama Muyinci dan kelompok yang dibentuk oleh Tuan Mondok bersiap untuk perjalanan ke kota Zuba. Mereka diberikan misi untuk mencari tahu lebih lanjut tentang munculnya portal di reruntuhan kota tersebut.

Tuan Mondok: (serius) Kalian memiliki tugas yang sangat penting. Kota Zuba memiliki sejarah yang panjang, dan kita perlu memahami lebih banyak tentang keberadaan portal yang muncul di sana.

Muyinci: Kami akan melakukan yang terbaik, Tuan Mondok. Semua informasi yang kami dapatkan akan dibagikan dengan kelompok HUNTER lainnya.

JIAN YI: (fokus) Kita harus berhati-hati. Jika ada sesuatu di balik portal ini, kita harus siap menghadapinya.

Mereka mulai mempersiapkan perlengkapan perjalanan, memeriksa senjata, dan merencanakan strategi. Putri Velini, yang juga hadir, memberikan dukungan dan nasihat terakhir.

Putri Velini: (serius) Pertahankan kerja sama. Kota Zuba mungkin menyimpan rahasia besar. Pastikan kalian berkomunikasi dengan baik.

Pada pagi berikutnya, JIAN YI, Muyinci, dan kelompoknya berangkat menuju kota Zuba dengan semangat dan tekad. Perjalanan mereka menuju reruntuhan kota yang legendaris akan menguji kekuatan dan keterampilan mereka, membawa mereka pada petualangan baru yang penuh tantangan dan misteri.

Sesampainya di reruntuhan kota Zuba, JIAN YI dan kelompoknya terkesima melihat pemandangan yang dipenuhi kehancuran. Bangunan yang dulu megah kini hanya tinggal puing-puing yang berserakan di tanah.

Muyinci: (berbisik) Ini sungguh memprihatinkan. Apa yang bisa menyebabkan kota ini hancur begini?

Tuan Mondok: (serius) Fokus pada misi kita. Kita harus mencari tahu apa yang terjadi di sini dan apakah ada keterkaitan dengan portal.

Mereka mulai menjelajahi reruntuhan dengan hati-hati, memeriksa setiap sudut kota yang dulu ramai. Beberapa monster kota yang tersisa berusaha menghalangi mereka, tetapi kelompok ini bekerja sama untuk mengatasinya.

JIAN YI: (mengamati) Ada sesuatu yang aneh di sini. Portal mungkin bukan satu-satunya masalah.

Muyinci: (penasaran) Apa maksudmu?

JIAN YI: (mengarahkan ke sebuah struktur) Lihat itu, bangunan tua itu. Aku merasakan keberadaan energi yang tidak biasa.

Mereka mendekati bangunan tersebut dan menemukan pintu rahasia yang membawa mereka ke dalam terowongan bawah tanah. Di sana, mereka menemukan laboratorium tersembunyi dengan teknologi kuno dan catatan eksperimen yang mencurigakan.

Tuan Mondok: (terkejut) Ini bukan hanya efek dari portal. Ada yang sedang diuji di sini, dan kita perlu mencari tahu lebih lanjut.

JIAN YI dan kelompoknya semakin terlibat dalam menyelidiki laboratorium tersebut, mengungkap rahasia yang dapat mengubah nasib kota Zuba dan mungkin seluruh dunia HUNTER. Petualangan mereka di reruntuhan kota ini menjadi semakin seru dan penuh intrik.

Dalam laboratorium tersembunyi, JIAN YI dan kelompoknya menemukan catatan eksperimen yang merinci tentang cobaan untuk menciptakan makhluk kuat yang dapat dikendalikan. Ada indikasi bahwa makhluk-makhluk ini mungkin bertanggung jawab atas kehancuran kota Zuba.

Muyinci: (menggelengkan kepala) Mereka mencoba menciptakan monster?

Futya: (memeriksa catatan) Sepertinya begitu. Dan ini bisa menjadi ancaman serius bagi semua HUNTER. Kita harus menghentikan ini sebelum lebih banyak kerusakan terjadi.

Dalam upaya mereka untuk menemukan jawaban lebih lanjut, mereka dihadapkan pada pertempuran melawan makhluk-makhluk eksperimental yang berhasil melarikan diri dari laboratorium. Setiap anggota kelompok menunjukkan keahliannya, saling melengkapi satu sama lain dalam menghadapi ancaman yang tak terduga.

Futya: (berseru) Untuk keadilan dan keselamatan semua HUNTER!

Pertempuran berlanjut hingga akhirnya mereka berhasil mengalahkan makhluk-makhluk eksperimental dan menemukan pusat kontrol yang memimpin eksperimen ini.

JIAN YI: (menutup pusat kontrol) Ini selesai. Tidak ada lagi ancaman dari sini.

Futya: (serius) Tetapi pertanyaannya, siapa yang melakukan eksperimen ini dan apa tujuannya?

Mereka memutuskan untuk kembali ke guild untuk memberikan laporan kepada Putri Velini dan pemimpin guild lainnya. Di sana, mereka menemukan bahwa konspirasi ini melibatkan lebih banyak distrik dan memiliki tujuan yang jauh lebih besar.

Putri Velini: (serius) Kita harus bekerja sama untuk mengungkap seluruh rencana ini. Zuba mungkin hanya permulaan.

Maka dimulailah sebuah aliansi antar distrik HUNTER untuk mengungkap konspirasi yang lebih besar dan menghadapi ancaman yang belum terungkap. Petualangan JIAN YI dan kelompoknya berlanjut dalam menyelidiki makhluk-makhluk eksperimental dan memecahkan misteri di balik kehancuran kota Zuba.

Dalam laboratorium tersembunyi, JIAN YI menemukan dokumen yang mengungkap alasan eksperimen terhadap monster. Ternyata, ada kelompok rahasia yang ingin menciptakan pasukan monster terkendali untuk menguasai wilayah-wilayah yang dikuasai oleh HUNTER.

JIAN YI: (marah) Mereka merencanakan untuk menciptakan monster buatan yang bisa dikendalikan! Ini adalah ancaman serius terhadap semua yang kita lakukan sebagai HUNTER.

Futya: (serius) Kita harus menghentikan mereka. Tidak boleh ada pasukan monster yang dapat diarahkan untuk kepentingan jahat.

Muyinci: (menganalisis dokumen) Sepertinya kita perlu menyelidiki lebih lanjut untuk menemukan siapa di balik kelompok ini.

Bersama-sama, mereka merencanakan untuk meretas lebih banyak data, mencari jejak laboratorium lain, dan mengidentifikasi tokoh-tokoh di balik konspirasi ini. Pertarungan melawan pasukan monster buatan mungkin hanya permulaan dari ancaman yang lebih besar yang mengintai.

Saat mereka menyusuri koridor laboratorium, JIAN YI dan kelompoknya terkejut melihat beberapa monster buatan masih berada dalam tabung inkubator air. Mereka terlihat seolah-olah sedang dalam tahap pengembangan.

Futya: (terkejut) Mereka masih menciptakan lebih banyak monster!

Muyinci: (menganalisis situasi) Kita perlu menghentikan produksi ini. Jangan biarkan mereka memiliki lebih banyak pasukan.

JIAN YI: (tajam) Mari hancurkan fasilitas ini dan hentikan mereka sekarang juga!

Dengan kecepatan dan ketangguhan mereka, JIAN YI dan kelompoknya memulai serangan untuk menghancurkan fasilitas inkubator air, berusaha memutus rantai produksi monster buatan. Sementara itu, suara alarm mulai berdering, dan para penjaga laboratorium mulai merespons ancaman mereka. Pertarungan sengit pun dimulai, dengan JIAN YI dan kawan-kawan berusaha mengatasi rintangan demi rintangan.

Dalam kekacauan yang terjadi di laboratorium, JIAN YI dan kelompoknya tak hanya berfokus pada menghancurkan fasilitas, tetapi juga mencari dokumen-dokumen yang mungkin berisi informasi penting. Mereka berlari melewati ruang-ruang yang dipenuhi monster buatan dan alat-alat eksperimen yang menyeramkan.

Futya: (sambil merusak perangkat) Ayo, cari dokumen apa pun yang bisa memberi kita petunjuk.

Sua: (menghancurkan monitor) Saya rasa kita akan menemukan sesuatu yang mereka coba sembunyikan.

Muyinci: (menganalisis data komputer) Di sini, saya menemukan catatan tentang sumber daya dan portal. Ini sangat berharga.

JIAN YI: (memasukkan dokumen ke dalam tas) Ambil semuanya yang bisa kita bawa. Kami akan bawa ini ke markas dan analisis lebih lanjut.

Saat mereka terus mencari dan merusak, suara alarm semakin keras, memberi tahu mereka bahwa waktu mereka di laboratorium ini semakin berkurang. Dengan cepat, mereka mengumpulkan sebanyak mungkin dokumen dan data yang mereka butuhkan sebelum melarikan diri dari fasilitas yang hancur itu.

Mereka keluar dari laboratorium dengan cepat, menyelinap melalui lorong-lorong gelap yang masih dipenuhi dengan sisa-sisa eksperimen dan monster buatan. Alarm yang berteriak memicu ketegangan di antara mereka, dan mereka berusaha melupakan bayang-bayang bahaya yang masih mungkin mengancam.

JIAN YI: (berbicara cepat) Kita harus cepat keluar dari sini sebelum keamanan datang. Muyinci, apa yang bisa kamu temukan dari data yang tadi kita ambil?

Muyinci: (menggenggam perangkat) Saya akan memeriksa lebih lanjut di markas. Tapi sepertinya kita punya petunjuk yang berharga.

Futya: (menghela napas lega) Bagaimana mereka bisa melakukan eksperimen semacam ini?

Sua: (menjaga pintu keluar) Kita tidak punya waktu untuk bertanya. Mari kita pergi!

Mereka melanjutkan pelarian mereka, menyusuri gang-gang gelap di laboratorium itu, hingga akhirnya keluar ke udara terbuka. Udara segar luar menawarkan sedikit kelegaan setelah pengalaman yang menegangkan di dalam laboratorium. Mereka menyembunyikan dokumen yang mereka bawa dan bersiap untuk perjalanan selanjutnya.

JIAN YI: (memandang keluar) Kita butuh kembali ke markas, dan kita harus berhati-hati. Ini mungkin baru awal dari sesuatu yang lebih besar.

Perjalanan mereka menuju markas penuh ketegangan dan pertanyaan yang belum terjawab, tetapi keputusan mereka untuk mengungkap misteri di balik eksperimen monster ini semakin kuat.

Portal merah hitam pekat muncul dari langit, dan dengan gemuruh yang mengerikan, kepala monster raksasa melintasinya. Kepalanya menyerupai naga dengan mata yang memancarkan kebencian, dan sepasang tanduk besar yang melengkung di atasnya. Sisik hitamnya bersinar-sinar, mencerminkan kekuatan yang menakutkan.

JIAN YI: (memegang pedangnya) Apa ini? Monster baru lagi?

Muyinci: (memeriksa perangkatnya) Tidak ada data yang cocok dengan entitas ini. Ini bukan sesuatu yang pernah saya temui sebelumnya.

Futya: (siap bertarung) Kami harus menghentikannya sebelum mencapai markas atau portal lain terbuka!

Sua: (bersiap dengan senjatanya) Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan, tetapi kita tidak bisa membiarkan monster ini merusak lebih banyak wilayah.

Monster raksasa itu melepaskan nafasnya, memuntahkan api hitam yang membakar udara sekitarnya. Mereka segera menyusun formasi, bersiap untuk melawan ancaman baru ini.

JIAN YI: (menghadap kelompoknya) Bersiaplah, ini mungkin pertarungan yang lebih sulit dari sebelumnya. Kita tidak boleh membiarkan monster ini merusak dunia kita.

Mereka segera menyelinap ke bayangan, berusaha agar monster raksasa yang masih setengah keluar dari portal tidak menyadari kehadiran mereka. Kepala naga monster itu melayang di atas, mencari-cari mangsa atau ancaman potensial.

Muyinci: (berbisik) Kita harus mencari cara untuk menutup portal itu sebelum monster sepenuhnya keluar.

Futya: (merenung) Saya punya beberapa mantra yang mungkin bisa kita gunakan untuk merusak struktur portal, tapi kita perlu mendekat tanpa terdeteksi.

Sua: (memandang portal) Saya bisa menjadi umpan. Biarkan saya menarik perhatian monster ini.

JIAN YI: (setuju) Baik, lakukan itu. Kita harus cepat dan hati-hati.

Sua dengan hati-hati melangkah keluar dari persembunyian, mencoba menarik perhatian monster ke arahnya. Sementara itu, yang lain bersiap untuk mendekati portal dengan hati-hati.

Tiba-tiba, monster raksasa itu memancarkan suara yang menggetarkan hati, membuat mereka semua menahan nafas. Tapi Sua dengan sigap berlari menjauh, menarik perhatian monster.

Futya: (menciptakan mantra) Sekarang atau tidak pernah!

Futya melontarkan mantra ke portal, mencoba merusaknya. Muyinci membantu dengan perangkat teknologinya, mencoba mengganggu energi portal. JIAN YI berdiri siap untuk melindungi mereka jika monster itu beralih perhatian.

Tetapi, apakah upaya mereka akan berhasil? Monster raksasa semakin gelisah, dan waktu terus berjalan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!