Dari tempat persembunyiannya di atas gedung, JIAN YI terus mengamati dengan cermat pasukan monster yang bersiap-siap untuk berperang sesama rasnya. Dengan informasi dari Muyinci dan ketua guild, Putri Velini, JIAN YI sudah menduga bahwa ras monster ini memiliki kerajaan masing-masing, dan kini mereka berada dalam konflik yang tampaknya tak terhindarkan.
"Dalam peperangan seperti ini, kelompok mana yang mampu memimpin dengan bijak dan mengoptimalkan kekuatan mereka akan menjadi yang unggul," gumam JIAN YI, memikirkan dinamika konflik tersebut.
Dari pengamatan cermatnya, JIAN YI mencoba mengidentifikasi strategi dan kekuatan pasukan masing-masing kerajaan monster. Dia menyusun prediksi mengenai kemungkinan hasil pertempuran, mempertimbangkan taktik, kebijaksanaan kepemimpinan, dan kekuatan bersenjata.
"Peperangan ini bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga strategi dan kecerdasan. Aku harus terus memantau dan mencari tahu apakah ada elemen lain yang dapat memengaruhi dinamika konflik ini," pikir JIAN YI, sementara tetap tersembunyi dan berusaha memahami sepenuhnya dinamika pertempuran yang akan datang.
Dari tempat persembunyiannya, JIAN YI melihat dengan kagum dan ketegangan ketika kedua ras monster itu bertemu di lembah luas. Masing-masing membawa bendera kerajaan mereka, dan suara trompet gading gajah menggema di udara, menandakan dimulainya peperangan yang besar.
Peperangan itu menjadi spektakuler, kedua belah pihak saling menyerang dengan keganasan. Ratusan bahkan ribuan monster dari setiap ras saling berhadapan, menciptakan pemandangan yang sangat tidak terbayangkan. JIAN YI memperhatikan setiap gerakan dan taktik yang digunakan oleh kedua belah pihak.
"Dalam konflik sebesar ini, setiap tindakan dan keputusan dapat memengaruhi hasilnya secara besar. Kedua ras itu berusaha keras untuk membuktikan keunggulan mereka," ujar JIAN YI, berbicara pada dirinya sendiri.
Dia terus memantau pertempuran yang berkembang, mencoba memahami dinamika yang kompleks antara kedua ras monster tersebut. Kedua belah pihak saling berperang dengan tekad yang kuat, dan JIAN YI menyadari bahwa peperangan ini bisa menjadi titik balik penting dalam sejarah kerajaan monster.
Kelompok Muyinci terkejut mendengar suara terompet dan suara pertempuran di kejauhan. Dengan cepat, mereka bergegas memeriksanya dan terkejut melihat bahwa kedua ras monster sedang berperang satu sama lain.
"Kedua ras ini saling serang sesama mereka sendiri?" kata Sua dengan heran, mencoba memahami situasi yang mereka saksikan.
Muyinci mengangguk, "Sepertinya informasi dari ketua guild benar. Mereka memiliki kerajaan masing-masing, dan portal Distrik 13 membawa kita ke tengah konflik mereka."
Mereka melanjutkan mengamati pertempuran sesama ras yang terjadi di lembah luas. Kejadian ini tidak hanya membingungkan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang hubungan antar ras monster dan dinamika di balik portal tersebut.
"Kita harus hati-hati dan waspada. Siapa tahu apa yang sedang terjadi di Distrik 13 ini bisa berdampak besar pada dunia Hunter," ujar Muyinci dengan serius, menyadari bahwa kehadiran mereka di tengah-tengah konflik ini dapat memiliki implikasi yang mendalam
Dalam suasana konflik yang mencekam, JIAN YI memperhatikan dengan seksama setiap gerak-gerik kedua ras monster yang berperang. Kedua pihak saling bersaing, dan JIAN YI menyadari bahwa ini bisa memberikan informasi penting tentang kekuatan dan dinamika di antara mereka.
Ketika trompet berbunyi menandakan berakhirnya peperangan dan senja akan terbenam, JIAN YI melihat kedua belah pihak mundur dan beristirahat. Masing-masing memilih untuk menyudahi konflik setidaknya untuk sementara waktu.
Dengan keputusan untuk turun dan menyusun rencana lebih lanjut, JIAN YI mendekati kelompok Muyinci yang juga tengah mengamati kejadian tersebut. Kehadiran JIAN YI yang tiba-tiba memancing keheranan dari kelompok tersebut.
Muyinci dengan rasa kagum dan rasa ingin tahu berkata, "JIAN YI, apa yang kamu pikirkan tentang situasi ini? Apakah kamu menemukan sesuatu yang dapat membantu kita memahami konflik ini?"
JIAN YI tersenyum tipis, "Saya pikir kita harus berbicara lebih lanjut. Ada banyak hal yang harus kita diskusikan." Mereka pun bersiap untuk berbicara dan menuju tempat yang lebih tenang untuk berdiskusi.
Dalam misi mereka yang penuh ketegangan, JIAN YI memimpin kelompok Muyinci menuju perkemahan ras monster. Muyinci dan kelompoknya mengikuti instruksi JIAN YI dengan hati-hati, berusaha untuk tidak terdeteksi oleh penjaga perkemahan tersebut.
Namun, dalam kejadian yang tak terduga, mereka ketahuan oleh salah satu penjaga dan segera dihadapkan di depan komandan ras monster tersebut. Saat rompi baju perang diangkat, terungkaplah identitas komandan tersebut—seorang wanita.
Ketika penutup rompi terbuka, terlihat keheranan di wajah Muyinci dan kelompoknya. Wanita itu memandang mereka dengan ketegasan, siap menghadapi siapa pun yang mengancam perkemahannya.
Muyinci berbisik pada JIAN YI, "Apa yang seharusnya kita lakukan? Ini bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan informasi penting."
JIAN YI mengangguk, "Kita akan memanfaatkannya. Biarkan saya yang bicara." Mereka siap untuk menghadapi situasi yang semakin kompleks ini dengan bijaksana
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments