Setelah pertemuan dengan pejabat pembuat komitmen tender dan pengusaha, Celine merasa seperti langkahnya tidak dapat lagi dia tarik mundur. Kesepakatan yang telah dia buat menjadi tak terelakkan, dan dia merasa bertanggung jawab untuk memastikan kelancaran proyek besar yang sangat penting ini.
Pertemuan dimulai dengan senyum ramah dan salam sopan. Celine dengan hati-hati membuka pembicaraan.
Celine: "Selamat sore, Pak. Saya ingin membahas lebih lanjut tentang perjalanan kita ke Lombok."
Pejabat: "Selamat sore, Celine. Tentu saja, mari kita bahas semua yang perlu diatur. Sudahkah Anda merencanakan jadwal perjalanan?"
Celine: "Belum, Pak. Kami masih perlu menentukan tanggal yang sesuai. Bagaimana dengan akhir pekan depan?"
Pejabat: "Ah, akhir pekan depan terdengar sangat baik. Kita bisa mulai merencanakan seluruh detailnya segera. Apa yang Anda harapkan dari perjalanan ini, Celine?"
Celine: "Saya ingin memastikan bahwa proyek ini berjalan dengan lancar dan sukses. Saya siap meneman Anda selama perjalanan ke Lombok."
Pejabat: "Itu sangat baik, Celine. Anda harus menyadari bahwa kesepakatan ini akan sangat berharga untuk karir Anda juga."
Celine merenung sejenak, menyadari betapa besar tanggung jawab yang diembannya. Ini bukan sekadar perjalanan bisnis, melainkan langkah penting menuju kesuksesan profesionalnya.
Langkah pertamanya adalah mengatur detail perjalanan ke Lombok bersama sang pejabat pembuat komitmen. Mereka harus menyusun jadwal, reservasi akomodasi, dan merencanakan sejumlah aktivitas yang akan mereka lakukan selama di sana.
Semua ini memerlukan perhatian dan persiapan yang matang agar semuanya berjalan lancar.Saat mengatur ini, Celine merasa tegang dan merenung. Ini adalah momen penting dalam hidupnya dan keputusan yang dia buat akan berdampak besar.
Meskipun merasa tidak nyaman dengan syarat yang diajukan, dia menyadari bahwa ini adalah bagian dari dunia hiburan yang penuh intrik dan tuntutan.
Celine merenung tentang sejauh mana ia bersedia melangkah demi mencapai puncak kesuksesan dan mendapatkan komisi besar yang menggiurkan.
Pertemuan dengan Pengusaha:
Celine: "Terima kasih telah meluangkan waktu untuk bertemu dengan saya, jadwal keberangkatan sudah diatur."
Pengusaha: "Tidak masalah, Celine. Jadi, bagaimana kita akan menjalankan kesepakatan ini?"
Celine: "Saya yakin Anda sudah mengetahui syarat yang diajukan oleh pejabat pembuat komitmen tender. Saya perlu menyelesaikan perjanjian ini agar proyek berjalan sesuai rencana."
Pengusaha: "Saya paham, Celine. Ini adalah langkah yang perlu untuk mengamankan proyek ini. Apakah Anda membutuhkan bantuan dalam hal lain?"
Celine: "Terima kasih, saya akan memberikan informasi lebih lanjut setelah perjalanan ke Lombok. Saya hanya ingin memastikan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana."
Dalam pertemuan dengan Pengusaha, pejabat pembuat komitmen tender mengusulkan agar down payment senilai 10 milyar rupiah diberikan langsung kepada pejabat tersebut sebagai tanda keseriusan. Hal ini disetujui oleh pengusaha.
Celine, sebagai perantara antara pejabat dan pengusaha, mengajukan permintaan tersebut, dan dana tersebut dianggap sebagai bagian integral dari kesepakatan.
Celine: "Demikian pula, sebagai tanda keseriusan dalam perjanjian ini, saya meminta down payment senilai 10 milyar kepada pihak Anda."
Pengusaha: "Kami memahami. Silahkan berikan nomor rekening Anda agar kami bisa mentransfer dana tersebut."
Celine: "Baik, saya akan memberikan nomor rekening saya agar proses pembayaran bisa segera dilakukan."
Setelah pertemuan dengan kedua pihak, Celine menerima cek senilai 10 milyar rupiah, yang merupakan down payment yang dimintanya. Dana ini akan diserahkan kepada pejabat untuk memulai persiapan proyek. Perjalanan ke Lombok pun dimulai, menegaskan komitmen semua pihak untuk menjalankan kesepakatan ini dengan serius.
Jadi, secara keseluruhan, pejabat menerima 10 milyar yang dititipkan dari pengusaha melalui Celine untuk memastikan kelancaran proyek. Celine bertindak sebagai penghubung dan menjalankan peran yang diberikan kepadanya dalam perjanjian tersebut.
Meski merasa ragu dan tidak nyaman, dia menyadari bahwa ini adalah bagian dari permainan besar dalam dunia hiburan.Celine mulai mengatur detail perjalanan ke Lombok bersama sang pejabat.
Pada hari yang ditentukan, Celine berangkat menuju Lombok dengan perasaan campuran antara tegang dan rasa penasaran. Dia merasa tegang karena peran yang harus dijalani dalam perjalanan ini sangat tidak biasa, namun juga penasaran tentang bagaimana segalanya akan berlangsung.
Celine telah menjalani berbagai peran dalam hidupnya sebagai seorang entertainer dan model, tetapi kali ini adalah sesuatu yang sangat berbeda.Ketika tiba di Lombok, Celine merasa lega karena perjalanannya berjalan lancar tanpa ada kendala. Ia segera menghubungi pejabat pembuat komitmen tender dan menyusun rencana pertemuan.
Semua berjalan dengan sangat cermat dan profesional. Celine tahu bahwa dia harus menjaga penampilan dan perilakunya agar tetap sejalan dengan perannya sebagai seorang mediator proyek.Sementara itu, pejabat pembuat komitmen tender tiba di hotel di Senggigi. Dia juga merasa tegang dan gugup menghadapi peran yang dimainkan dalam transaksi ini.
Namun, pejabat tersebut adalah seorang yang berpengalaman dan tahu bagaimana menjalankan perannya dengan baik.
Ketegangan dan perasaan campuran masih terasa, tetapi keduanya memahami bahwa peran yang mereka mainkan dalam proyek ini sangat penting. Mereka saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Inilah awal dari perjalanan yang kompleks dan penuh tantangan bagi Celine dalam dunia bisnis dan hiburan yang semakin rumit.
Mereka memasuki kamar hotel yang telah dipesan seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih yang sedang menikmati momen kasmaran. Celine berusaha untuk menjaga identitasnya yang sebenarnya tersembunyi dengan cermat.
Dia menutupi wajahnya dengan masker dan kerudung, sehingga hanya mata dan sebagian kecil wajahnya yang terlihat.
Sementara itu, pejabat bernama Herry juga tak kalah berhati-hati. Dia mengenakan kacamata hitam yang cukup besar, yang sebagian besar menutupi bagian atas wajahnya, dan seorang topi untuk menyamarkan penampilannya.
Keduanya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak dikenali oleh orang lain.Mereka berdua berusaha keras untuk memainkan peran mereka sebaik mungkin dalam situasi yang semakin rumit ini. Keheningan kamar hotel seketika terasa tegang, dan mereka menyadari betul pentingnya menjaga identitas mereka yang sebenarnya tetap tersembunyi dalam perjanjian ini.
Dalam sekejap, hidup Celine telah terjebak dalam permainan rumit yang melibatkan dunia bisnis dan hiburan, dan semuanya tergantung pada bagaimana mereka menjalankan peran ini.
Mereka memulai perundingan bisnis di dalam kamar hotel yang hening. Keheningan itu dipenuhi oleh berbagai emosi yang tidak terungkap, ketegangan yang melingkupi situasi yang mereka hadapi.
Herry, pejabat pembuat komitmen tender yang merasa sedang berada di bawah tekanan, duduk di satu sisi ruangan dengan wajah yang tersembunyi di balik kacamata hitam dan topi.Sementara itu, Celine duduk di sisi lain meja dengan cermat menjaga identitasnya yang sebenarnya tersembunyi di balik masker dan kerudungnya.
Celine memulai perbincangan, " pak Herry, kita tahu bahwa ini adalah langkah penting bagi kita berdua. Kesepakatan ini akan menguntungkan bagi proyek dan juga kepentingan pihak swasta yang aku wakili. Kami telah mempersiapkan kesepakatan ini dengan seksama."
Herry mengangguk setuju, "Ya, Celine, saya paham betul betapa pentingnya ini. Proyek ini akan menjadi tonggak bagi karier saya juga imbalan ini akan menjadi hadiah bagi kawan-kawan di departemen. Saya siap untuk menjalani perjanjian ini dengan syarat yang telah disepakati."
Keduanya mulai membahas detail perjanjian dengan teliti, mencakup segala aspek termasuk jadwal pembayaran. Celine dengan cermat menjelaskan bahwa pembayaran akan dilakukan sebanyak tiga kali, dengan jumlah total yang telah disepakati.
Herry merespons dengan baik, dan kesepakatan pun mencapai titik kesepahaman.
Celine mencatat kesepakatan tersebut dalam sebuah perjanjian tertulis yang telah mereka persiapkan sebelumnya.
"Pak Herry, kita tahu bahwa ini adalah langkah penting bagi kita berdua. Kesepakatan ini akan menguntungkan bagi proyek dan juga kepentingan pihak swasta yang aku wakili. Kami telah mempersiapkan kesepakatan ini dengan seksama."
"Ya, Celine, saya paham betul betapa pentingnya ini. Proyek ini akan menjadi tonggak bagi karier saya juga. Saya siap untuk menjalani perjanjian ini dengan syarat yang telah disepakati."
"Bagaimana jadwal pembayaran menurutmu, pak Herry? Kami berencana untuk melakukan pembayaran dalam tiga tahap."
"Itu masuk akal. Dalam tiga tahap, itulah yang saya harapkan juga. Dan berapa total pembayarannya?"
"Totalnya adalah 40 milyar, seperti yang telah disepakati sebelumnya."
"Itu cukup masuk akal. Dengan jumlah tersebut, saya yakin saya akan memastikan segalanya berjalan dengan baik."
Celine mencatat kesepakatan tersebut dengan teliti dalam perjanjian yang telah disiapkan sebelumnya. Mereka membahas setiap butir perjanjian dengan cermat, termasuk konsekuensi jika salah satu pihak tidak mematuhi perjanjian.
Setelah semua rincian diperjelas, Celine dan Herry saling berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan mereka. Itu adalah momen penting dalam perjalanan mereka, di mana Celine merasa bahwa dia telah berhasil dalam menjalankan peran ini dengan baik.
Namun, dia juga menyadari bahwa permainan rumit ini masih jauh dari selesai, dan banyak tantangan yang masih harus dihadapi dalam perjalanan yang penuh risiko ini.
Dia menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan perjanjian ini dan bagaimana itu akan mempengaruhi karir dan reputasi mereka masing-masing.
Setelah semua rincian diperjelas, Celine dan Herry saling berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments