Celine merasa puas dengan kesuksesannya sebagai bintang film dan model. Tetapi di balik penampilan glamor dan sorotan, ada ketegangan yang semakin meningkat dalam hubungannya dengan manajernya, Soraya.
Soraya, seorang manajer berpengalaman, telah membantu membawa Celine ke puncak popularitas. Tetapi belakangan ini, Celine merasa Soraya lebih memprioritaskan keuntungan pribadinya daripada kebahagiaan Celine. Beberapa penawaran promosi media sosial yang Celine terima memiliki syarat-syarat yang bertentangan dengan nilai-nilai pribadinya, dan itu memicu konflik.
Mereka duduk bersama dalam ruang pertemuan, Celine berbicara dengan tegas. "Soraya, aku menghargai kerja kerasmu, tapi aku merasa kita harus lebih berfokus pada integritas daripada profit."
Soraya menatap Celine dengan dingin. "Kamu harus mengerti, Celine, ini adalah industri yang keras. Untuk bertahan dan sukses, kita harus mengambil peluang yang datang."Celine merasa dilema. Dia tahu Soraya berbicara benar, tetapi dia juga ingin tetap setia pada nilai-nilainya.
Mereka berdua terlibat dalam pertengkaran tentang arah karir Celine. Konflik semakin meruncing, Suatu hari, Celine mendapat tawaran untuk menjadi duta suatu produk perawatan kulit. Namun, syaratnya adalah dia harus mempromosikan produk ini tanpa benar-benar menggunakannya. Itu adalah peluang besar dan sangat menguntungkan, tetapi juga melanggar integritasnya.
Celine bersikeras menolak tawaran tersebut, menghadapi Soraya dengan tekad yang tegas. "Aku tidak bisa melakukannya, Soraya. Aku tidak akan mempromosikan produk yang tidak sesuai dengan nilai dan prinsipku."
Soraya, dengan ekspresi kesal, menyahut, "Kamu akan menolak tawaran ini? Kamu tahu betapa banyak uang yang bisa kita dapatkan darinya? Ini peluang besar untuk karirmu, Celine."
Celine, tetap kukuh, menjawab, "Tapi itu melibatkan integritas saya, Soraya. Bagaimana aku bisa meyakinkan orang lain untuk mempercayai produk yang bahkan aku sendiri tidak yakin?"
Soraya semakin marah, "Ini bukan tentang meyakinkan dirimu sendiri, Celine. Ini tentang bisnis, dan bisnis butuh kompromi. Kau bisa mendapatkan ketenaran dan kekayaan jika kita memanfaatkan peluang ini."
Celine menatap Soraya dengan mantap, "Aku lebih memilih membangun karirku dengan kejujuran daripada sukses yang didapat dengan cara yang meragukan. Aku percaya bahwa kesuksesan yang sesungguhnya datang dari dedikasi dan integritas."
Konflik semakin memuncak, menciptakan ketegangan antara Celine yang memegang teguh nilai-nilai pribadinya dan Soraya yang melihat peluang besar dalam tawaran bisnis tersebut.
Celine menarik napas dalam-dalam. "Saya lebih peduli dengan kejujuran dan integritas saya daripada uang, Soraya."
Pertentangan mereka semakin meningkat ketika Celine akhirnya menolak tawaran tersebut. Ini adalah pertarungan antara popularitas dan integritas, antara uang dan nilai-nilai komersial semata.
Ketegangan antara Soraya, sebagai manajer Celine, semakin meningkat. Soraya merasa semakin frustasi dengan sikap Celine yang semakin mandiri dan cenderung memilih jalur karirnya sendiri. Dia telah menjadi manajer Celine sejak awal karirnya, dan sebelumnya, Celine lebih banyak mengikuti saran dan arahan Soraya.
Namun, seiring popularitas Celine yang meroket, Celine semakin percaya diri dalam mengambil keputusan karirnya. Dia seringkali menolak tawaran dan proyek yang dianggap tidak sesuai dengan etika atau tujuannya.
Soraya merasa kehilangan kendali atas karir Celine, yang sebelumnya lebih mudah dia bimbing. Di sisi lain, Celine merasa tekanan dari berbagai pihak yang ingin mengendalikan karirnya. Agen promosi kerap memberikan tawaran dengan syarat-syarat yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Celine, yang akhirnya terpaksa ditolak.
Tekanan ini menciptakan dinamika yang kompleks antara Soraya dan Celine, di mana keinginan Celine untuk mempertahankan integritasnya bertabrakan dengan tekanan industri yang ingin mengarahkannya ke arah yang berbeda.
Konflik internal yang dihadapi Celine melibatkan pertarungan antara nilai-nilai pribadinya, integritas, dan keinginan untuk tetap setia pada dirinya sendiri, dengan tekanan dari industri yang mendorongnya untuk mengikuti arah yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilainya. Pada satu sisi, dia ingin mempertahankan identitasnya sebagai seorang artis yang berintegritas dan tidak mengorbankan prinsip-prinsipnya untuk popularitas atau keuntungan finansial semata.
Di sisi lain, tekanan eksternal datang dalam berbagai bentuk, seperti tawaran dari agen promosi yang mungkin memerlukan kompromi terhadap nilai-nilai yang Celine bangun. Pengaruh dari industri dan tuntutan untuk bersaing di dunia hiburan membuat Celine merasakan dilema yang mendalam, di mana pilihannya dapat memengaruhi tidak hanya karirnya tetapi juga identitasnya sebagai seorang seniman.
Ada lagi tentang Penggemar setianya memiliki ekspektasi tinggi terhadap setiap langkahnya, dan kadang-kadang dia merasa terjebak dalam menjaga citra yang telah dia bangun.
Dalam ruangan yang penuh ketegangan, Celine dan Soraya berhadapan satu sama lain. Soraya, manajernya yang sudah lama, mencoba meyakinkan Celine untuk menerima tawaran promosi produk kontroversial.
Celine, dengan tegas, menolak. "Soraya, aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak akan mempromosikan produk yang tidak aku percayai."
Soraya, merasa kehilangan kendali, mencoba meyakinkan Celine dengan uang. "Kamu akan menolak tawaran ini? Kamu tahu betapa banyak uang yang bisa kita dapatkan darinya?"
Namun, Celine tetap teguh. "Kamu mungkin fokus pada uang, Soraya, tapi aku tidak bisa mengabaikan prinsip-prinsipku."
Soraya, kecewa, mencoba menunjukkan realitas bisnis. "Kamu tidak bisa selalu bersikap keras kepala, Celine. Ini bisnis."
Celine, dengan mata berkaca-kaca, menjawab, "Tapi ini juga seni, Soraya. Aku tidak ingin kehilangan diriku di tengah jalan."
Soraya, melihat ke dalam mata Celine, merasa kebingungan. "Kamu tahu aku hanya ingin yang terbaik untukmu."
Celine, dengan lembut, menyampaikan, "Dan aku juga, Soraya. Tapi aku harus melakukannya dengan caraku sendiri."
Dengan konflik yang memanas, hubungan dekat antara Celine dan Soraya terancam, menciptakan ketegangan emosional yang mendalam.
Mereka sering terlibat dalam perdebatan panjang mengenai tawaran proyek, penampilan publik, dan keputusan-keputusan besar dalam karir Celine. Celine ingin lebih banyak berpartisipasi dalam mengatur jalur karirnya, sementara Soraya ingin memastikan bahwa Celine tetap mengikuti strategi yang dibuat untuk memaksimalkan potensinya.
Pada suatu pagi, Celine diberi tahu bahwa tawaran promosi kontroversial yang ditolaknya telah menciptakan sorotan media besar. Popularitasnya meroket, tetapi pertanyaannya tentang integritasnya mulai muncul di berbagai forum.
Ketegangan meningkat ketika Soraya, yang merasa terancam oleh dampak negatif ini pada karir Celine, mencoba meyakinkan Celine untuk menerima tawaran tersebut. Dialog antara mereka menjadi semakin panas, dan hubungan yang telah terjalin kuat pun terguncang.
Celine mulai merenung tentang jalan yang telah dia tempuh dan prinsip-prinsip yang telah dia pertahankan. Soraya, di sisi lain, merasa bertanggung jawab atas kesuksesan karir Celine dan merasa perlu untuk membuat keputusan yang lebih pragmatis.
Melalui pertemuan yang penuh emosi, Celine mengungkapkan kekhawatirannya tentang kehilangan identitasnya di dunia hiburan yang kompetitif. Soraya, meskipun ingin melindungi karir Celine, mulai memahami nilai-nilai yang dipertaruhkan oleh aktris yang telah lama dia bimbing.
Dalam kejadian dramatis, Celine akhirnya membuat keputusan sulit untuk mempertahankan integritasnya meskipun mungkin mengorbankan sebagian popularitasnya. Soraya, setelah mendengar dengan hati terbuka, mendukung pilihan Celine, menyadari bahwa kebahagiaan dan kepuasan pribadi juga penting dalam sebuah karir.
Sebagai solusi, Celine dan Soraya mencapai kesepakatan untuk menemukan proyek-proyek yang sesuai dengan nilai-nilai Celine tanpa mengorbankan peluang karir. Keputusan ini membawa kedamaian dalam hubungan mereka dan menghasilkan karya-karya yang mendapat apresiasi luas tanpa mengorbankan integritas, dia bermimpi untuk mencapai puncak kesuksesan dalam karir seni yang telah dia geluti, dan sekarang dia sudah berada di sana.
Telepon genggamnya berdering, dan dia melihat pesan masuk dari Soraya, manajernya yang telah mendampinginya selama bertahun-tahun. "Celine, ada sesuatu yang harus kita bicarakan. Bisakah kamu segera datang ke kantorku?" pesan itu berbunyi.
Dengan perasaan bingung, Celine segera meninggalkan ruang kerjanya dan menuju ke kantor Soraya. Mereka duduk di seberang meja, dan Soraya memandang Celine dengan ekspresi serius.
"Celine, kita mendapat tawaran yang sangat menggiurkan. Seorang profesional muda yang sangat kaya ingin melakukan dinner berbayar denganmu," ungkap Soraya.
Celine mengerutkan kening. "Dinner berbayar? Apa maksudnya?"
Soraya menjelaskan, "Dia ingin menghabiskan waktu makan malam denganmu, membayar jumlah yang fantastis sebagai kompensasi, dan ini semua akan diatur oleh kami, termasuk bayaran yang kamu terima."Celine merasa tidak nyaman dengan tawaran ini.
Ia telah berkomitmen untuk tetap menjaga integritasnya sebagai seorang seniman, dan ide dinner berbayar seperti ini tidak sesuai dengan nilai-nilainya. "Soraya, aku rasa ini tidak pantas. Aku ingin terus berfokus pada pekerjaanku dan seni yang aku cintai," ujarnya dengan tegas.
Soraya mencoba meyakinkannya,"Celine, ini adalah peluang finansial yang sangat besar. Bayarannya fantastis, dan ini bisa membantu kita untuk mengatur proyek-proyek besar di masa depan."
Namun, Celine tetap tegas. "Saya menghargai usaha yang kamu lakukan, Soraya, tapi aku tidak akan mengorbankan integritas seni saya demi uang. Aku ingin tetap menjadi diri sendiri dan tidak hanya menjadi bagian dari hiburan konsumtif."
Soraya mengangguk dengan pengertian. "Saya mengerti, Celine. Keputusan akhir ada padamu. Aku hanya ingin memberitahumu tentang peluang ini."
Dalam hati, Celine merasa dilema. Dia tahu bahwa popularitas dan keuangan bisa sangat menggiurkan, tetapi dia juga menyadari bahwa integritasnya adalah apa yang membuatnya menjadi seniman dan artis. Kini, dia harus memilih antara dua jalan yang berbeda, dan keputusannya akan mempengaruhi tidak hanya karirnya tetapi juga hubungannya dengan Soraya yang telah lama mendampinginya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
carlos cupu
Cerita ini bikin hati berbunga-bunga, salut buat Author-nya! 🌸
2023-11-02
1