🌹Voteeee sebelum membaca yaaa ghaisss🌹
🌹Follow juga igeh emak : @Redlily123🌹
🌹Jangan lupa baca Stuck with an Arrogant CEO🌹
Ini adalah Novel Romantis Komedi. Jadi akan ada saatnya keromantisan atau humor humor yang mendominasi. Namun meski ini novel romantic komedi, pasti akan ada konflik yang menguras air mata.
Dan terima kasih kepada para pembaca setia yang selalu memberikan support dan masukan masukan.
Terima kasih telah membaca karya receh ini.
Ini adalah buku ke-2 dari series David- Sebastian – Luke. Jadi ada tiga sahabat yang mengalami kisah cinta yang berbeda beda.
Maka dari itu, saya sangat menyarankan alias memerintahkan kalian membaca :
STUCK WITH AN ARROGANT CEO.
Jadi kalian bisa tahu bagaimana asal usul persahabatan mereka, dan sifat Sebastian yang jahil. Di sana juga ada awal mula pertemuan Nana si gadis kampong yang melempar Sebastian dengan sandal saat dia menggodanya.
Bagaimana cara membacanya? Tinggal klik profil RED LILY alias saya sendiri kemudian cari judul ini.
Selamat membaca.
🌹🌹🌹🌹
Nana mencoba menghubungi gambar yang ada ayahnya di sana. Dan tidak menunggu lama, akhirnya diangkat.
“Hallo? Nana?”
“Ayah…..,” ucap Nana bahagia, dia tidak bisa menahan rasa harunya. “Ayah… ayah sedang apa?”
“Ayah sedang duduk, ibunya Lia baru saja datang, dia memijat kaki ayah. Lia juga begitu. Terima kasih, Nana.”
“Kenapa ayah berterima kasih padaku? Itu sudah kewajibanku, jangan seperti itu.”
Nana khawatir mendengar suara ayahnya yang mulai mengeluarkan dengan nada sedih.
“Na?”
“Iya, Yah?”
“Jangan galak galak ya sama suami kamu.”
Nana tertawa mengingat dahulu dirinya begitu, tapi setelah ayahnya mulai sakit sakitan, Nana tidak terlalu ceria. Sifat galaknya tidak hilang, hanya saja terpendam. Setiap ingin marah, Nana menghela napas dan mengabaikannya.
“Apalagi kan katanya calon suami kamu sakit sakitan, masa gak kasihan sih.”
“Iya, Yah. Nana paham kok. Gak bakalan di gimana gimanain juga.”
“Jaga dia dengan baik, nanti pas nikahan jangan lupa angkut Ayah dari sini.”
“Iya, Yah. Pasti,” ucap Nana mantap.
🌹🌹🌹🌹🌹
Nana melihat dirinya sendiri dalam pantulan cermin, dirinya jelas terlihat sangat cantik dengan pakaian yang bahkan belum pernah dia pakai. Dia tidak membayangkan bisa memakai pakaian seperti ini, dengan rambut yang diikat ke belakang. Sangat elegan, Nana merasa melihat sosok orang lain di dalam cermin.
Eve yang menatap dari ujung ruangan itu mengagumi kecantikan wanita kampong itu, dia tersenyum ketika Nana selesai didandani.
Eve mendekat.
“Bagaimana perasaan anda, Nona?” tanya Eve mencoba membuat Nana nyaman. “Apakah ada sesuatu yang membuat anda tidak nyaman?”
“Tidak, ini nyaman. Hanya saja……” kalimat Nana tergantung.
“Hanya saja kenapa?” tanya Eve. Dia ingin menjadi asisten pribadi yang handal, lima tahun belajar di tempat yang elite untuk melakukan ini, dia harus bertahan di posisinya. “Apa yang membuat anda tidak nyaman, Nona?”
“Tidak ada.” Nana hanya tersenyum, lalu dia berkata dengan jujur. “Sebenarnya aku terlihat seperti nona nona belanda zaman dulu bukan?”
“Anda terlihat sangat cantik.”
“Apa Tuan ini adalah keturunan bangsawan?” tanya Nana memastikan karena dia memakai gaun klasik yang menawan.
“Ya, kenapa anda bertanya begitu?”
“Dia keturunan Bangsawan? Belanda juga?”
“Bisa disebut seperti itu,” ucap Eve. “Apa ada yang mengganggu anda?”
“Oh tidak, boleh meminta waktu sendirian?”
“Tentu, Nona. Anda memiliki waktu sepuluh menit sebelum mereka tiba.”
“Aku paham,” ucap Nana, dia menghela napas dalam.
Saat pintu tertutup dan dia ditinggalkan sendirian, baru Nana mengeluarkan ponselnya untuk kembali menghubungi Kak Yumna dan bertanya seputar pertemuan ini.
Menekan tombol panggilan, Nana lama menunggu.
“Hallo, Na? ada apa?”
“Apa Kak Yumna sibuk?”
“Tidak, kau ingin bertanya sesuatu bukan?”
Nana tersenyum mengangguk.
“Ada apa?”
“Nana sangat gugup, beberapa menit lagi dia akan datang, Kak. Dan Nana sangat khawatir, dulu Kakak juga begini kan? Dibawa oleh mereka ke sebuah tempat?”
“Iya, aku dulu dibawa ke kota untuk perkenalan, kemudian dikenalkan kepada orangtuanya lalu menikah. Nah setelah menikah kau bisa meminta pada suamimu untuk tinggal di kampong, Na. seperti yang kakak lakukan.”
Nana sedikit khawatir, dia khawatir dirinya terlalu memiliki banyak permintaan hingga membuat pihak pria yang akan menikahinya merasa dibebani. “Nana merasa tidak enak, Kak.”
“Kenapa? Dengar, Na. dia pasti pria tua yang berpenyakitan, sudah untung mendapatkan kau sebagai istrinya. Sudah cantik, muda, perawan lagi. Jadi minta apapun padanya, bukannya kau ingin merawat ayahmu di sini?”
Nana mengangguk. “Akan Nana coba, Kak. Lihat dulu bagaimana keadaannya nanti.”
“Jangan gugup begitu, dia hanya pria tua.”
“Iya, Kak. Terima kasih,” ucap Nana dengan senyuman tipis.
TOK.
TOK.
Dan telpon harus berakhir saat mendengar ketukan dari Eve yang memberi isyarat.
“Kak Yumna, aku harus pergi.”
“Makan malamlah dengan elegent oke?”
“Aku tidak tahu bagaimana caranya.”
“Ayolah, Na. kamu pintar mengamati sekitar dan memahami, Kakak yakin kau bisa.”
TOK.
TOK.
Setelahnya Nana benar benar menutup telpon. “Kau boleh masuk,” ucapnya pada Eve.
Eve masuk. “Tuan sudah tiba di restaurant bawah, Nona.”
“Oh begitukah?” tanya Nana, dia mencoba berdiri. Dan dia baru sadar kalau penata busananya tadi memakaikan heels di kakinya, hal itu membuat Nana hampir jatuh jika saja tidak ada meja di sampingnya.
“Anda baik baik saja, Nona?”
Nana menatap kakinya. “Maaf, aku tidak bisa memakai sepatu seperti ini. Bisakah aku mendapatkan sepatu tanpa hak?”
“Tentu, Nona.”
Setelahnya Eve membawakan sepatu flat yang senada, dan memakai itu membuat Nana nyaman.
“Bagaimana?”
“Ini lebih baik. Terima kasih.”
“Tentu, Nona.”
Dan setelahnya, mereka berdua keluar dari ruangan itu. Untuk pertama kalinya, Eve yang berjalan lebih dulu. Dan ketika mereka di bawah, tepatnya di pintu restaurant, Eve mempersilahkan Nana berjalan lebih dulu.
“Dimana mejanya, Eve?”
“Di ujung sana, Nona.”
Dan saat itulah Nana melihat ada sosok pria yang membelakanginya tapi menghadap jendela. Nana mendekat sendirian.
Semakin dekat hingga Nana melihat sosok Sebastian yang tidak asing. Dia adalah pria bule yang pernah liburan di kampungnya.
“Eh?” tanya Nana spontan. “Pak Turis.”
Dan saat itu Nana tidak sadar Sebastian adalah pria yang akan menjadi suaminya, jadi dia berkata, “Apa majikan Bapak belum datang?”
Saat itulah Sebastian yang sudah memasang wajah elegen terheran heran. Apalagi mendapati Nana menatapnya tanpa rasa takjub. “Majikan apa?”
“Majikannya Bapak,” ucap Nana sambil menunjuk, kemudian dia datang. “Pria yang akan menjadi suamiku dimana, Bapak Turis?”
Sebastian tertawa tidak percaya, dia menatap kaca di sampingnya memastikan wajahnya masih tampan. “Kau memanggilku Bapak?”
“Haruskah Akang?”
“Hah?” Tanya Sebastian syok, perempuan yang pernah melemparinya sandal ini benar benar mesum.
“Kenapa akan di sini? Tidak menjaga ayah saya?”
“Kenapa aku harus menjaga ayahmu?”
“Akang perawat.”
“Perawat apanya.”
“Atau berhenti karena jahil pada wanita?”
“Astaga, apa yang bocah ini bicarakan.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
To Be Continue ya, jangan lupa ajak yang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 205 Episodes
Comments
gia nasgia
Nana 🤣🤣🤣🤣🤣
2025-03-04
0
Alfin Faris
😭😭😭
2025-02-24
0
Alfin Faris
malunya smpe sini 🤣
2025-02-24
0