🌹Voteeee sebelum membaca yaaa ghaisss🌹
🌹Follow juga igeh emak : @Redlily123🌹
🌹Jangan lupa baca Stuck with an Arrogant CEO🌹
Ini adalah Novel Romantis Komedi. Jadi akan ada saatnya keromantisan atau humor humor yang mendominasi. Namun meski ini novel romantic komedi, pasti akan ada konflik yang menguras air mata.
Dan terima kasih kepada para pembaca setia yang selalu memberikan support dan masukan masukan.
Terima kasih telah membaca karya receh ini.
Ini adalah buku ke-2 dari series David- Sebastian – Luke. Jadi ada tiga sahabat yang mengalami kisah cinta yang berbeda beda.
Maka dari itu, saya sangat menyarankan alias memerintahkan kalian membaca :
STUCK WITH AN ARROGANT CEO.
Jadi kalian bisa tahu bagaimana asal usul persahabatan mereka, dan sifat Sebastian yang jahil. Di sana juga ada awal mula pertemuan Nana si gadis kampong yang melempar Sebastian dengan sandal saat dia menggodanya.
Bagaimana cara membacanya? Tinggal klik profil RED LILY alias saya sendiri kemudian cari judul ini.
Selamat membaca.
🌹🌹🌹🌹🌹
Seorang perempuan yang menanggung beban hidup itu berjalan pelan di setiap langkah. Sampai seorang pemilik warung di pinggir sawah memperhatikannya.
"Nana!" Panggilnya pada perempuan yang melamun sambil melangkah. "Nana!"
Perempuan itu terkejut. "Iya, Mbok?"
"Sini!"
Nana Sri Anjani, nama perempuan yang tinggal di sebuah perkampungan di desa. Dia mendekat. "Kenapa, Mbok?"
"Kenapa melamun?"
"Gak papa, Mbok."
"Katanya ayah kamu masuk rumah sakit lagi."
Nana mengangguk sedih. "Iya, Mbok. Kankernya tambah parah, ayah harus dirawat."
"Kenapa sedih? Katanya kemarin denger ayahmu menjual sawah?"
"Iya, tapi itu buat bayar hutang ibu tiri aku, Mbok."
"Ibu tirimu, Nduk?"
Nana mengangguk.
Membuat Mbok pedagang menggeleng. "Tuhanku, kenapa kau memberikan cobaan yang begitu berat pada anak ini?"
Nana diam, dia memegang bandul kalung di lehernya. "Kayaknya Nana harus jual ini, Mbok."
"Bukankah itu peninggalan ibumu?"
Nana mengangguk. "Bagaimana lagi soalnya, Mbok. Sekarang saja ibu dan kakak tiriku sedang berbelanja dengan sisa uang membayar hutang."
"Lantas kenapa kau tidak menghentikan?"
Dengan sedih, Nana memperlihatkan tangannya yang meninggalkan bekas cambukan.
"Itu kenapa, Na?"
"Pake sabuk, Mbok."
Mbok menggeleng kasihan, dia mengusap punggung Nana yang terlihat lesu.
"Sabar ya."
"Nana harus gimana lagi, Mbok? ayah berobat butuh uang, kalau tidak rumah sakit akan menghentikannya."
"Kamu sekarang kerja?"
"Kerja di sawahnya Pak Agun. Tapi kan Mbok tau bayarannya cuma 50 ribu per harinya, Mbok."
"Butuh biaya berapa buat obat ayahmu, Na?"
"Nyampe puluhan juta, Mbok," ucap Nana sambil menutup matanya menahan tangisan.
Saat itulah ibu dan kakak tirinya baru pulang dari pasar membawa kantong kresek. Ibu tirinya bernama Rina, sementara kakak tirinya bernama Lia.
Melihat Nana yang menangis, Rina tertawa dari kejauhan. "Aduhhh, Mbok…. Gak ada kerjaan ya selain menampung tangisan orang? Tar dagangannya gak laku loh."
"Ibu?" Nana sadar dengan siapa dia bicara. "Ibu, mana uang sisanya?"
"Apa yang kau bicarakan? Tentu saja Ibu belanja untukmu makan."
"Bu, ayah sedang sakit! Ibu harusnya menyisihkan uang untuk ayah dan bekerja di sawah!"
PLAK!
Rina tanpa ragu ragu menampar Nana di sana. "Jangan kurang ajar kamu ya. Ingat nggak dulu waktu ibumu sakit? Aku yang meminjamkan uang pada ayahmu. Sekarang saat aku jatuh, kau berani membentakku!"
"Bukan begitu, Bu. Tapi ayah sedang butuh pengobatan sekarang," ucap Nana sambil menangis.
Yang mana malah membuat Lia mendorongnya. "Minggir kau! Dasar menyebalkan!"
🌹🌹🌹
Nana datang ke rumah sakit dengan harapan kosong, tidak ada kabar baik yang bisa dia sampaikan pada ayahnya. Berada di rumah sakit pun berkat pertolongan dokter Deri yang merupakan dokter terbaik di rumah sakit ini.
Dan Nana merasa tidak enak dengan dokter Deri.
"Nana!" Panggil dokter Deri yang melihat perempuan yang disukainya datang.
"Dokter?"
"Kan sudah aku bilang, panggil saja Deri. Dan berhenti bicara normal."
"Tidak sopan kalau begitu, Dok. Saya kan pasien di sini, sudah sepatutnya menghargai dan menghormati. Saya juga ingin berterima kasih karena dokter membantu saya. Saya janji akan menggantinya."
Dokter Deri terkekeh. "Na, santai aja kalau sama aku. Lagian kita gak kenal baru."
"Terima kasih, Dok."
"Udah, jangan begitu. Apa kau ingin menemuinya? Pergilah, sepertinya ayahmu selesai diperiksa perawat."
"Baik, Dok." Nana pergi melangkah menuju ruangan ayahnya.
Di sana ada seorang pria tersenyum menyambut kedatangannya.
"Nana, kemarilah."
"Ayah….," Ucap Nana mendekat. "Maaf baru datang."
"Apa kau habis menangis?"
Nana menggeleng. "Tidak."
"Ayah tau, Nak. Kenapa?"
Nana mencoba menahannya dengan diam.
"Apa Bu Rina membuatmu kesal lagi?"
"Kenapa ayah menikahinya dulu?"
"Dia pernah membantu keluarga kita. Dan saat dia jatuh, dia meminta bantuan pada ayah."
"Dengan menikahinya?"
Ayah Nana yang bernama Anton itu terdiam.
"Ayah cepat sehat ya, biar nanti bisa makan masakan Nana lagi," ucap Nana mencoba mengalihkan perhatian.
Dia menutupi kesulitannya saat ini.
"Maaf ayah tidak menyekolahkanmu dulu, Na."
Nana diam, dia tahu betul alasannya. Saat itu ibu kandungnya sakit berat dan harus menguras banyak uang.
"Andai waktu bisa diputar, ayah menyesal tidak menyekolahkanmu."
"Tidak ada yang perlu disesali, Yah. Biarkan saja semuanya terjadi, memang seharusnya begini."
Anton menggenggam tangan anaknya, kukunya menghitam akibat tanah sawah. Nana tidak bisa menulis, membaca dan menghitung, yang dia bisa hanya bekerja di sawah sejak kecil.
"Maafkan ayah ya."
"Udah, Yah. Jangan begini lagi. Nana berencana pergi ke kota untuk bekerja."
"Kota mana yang menerima perempuan tanpa pendidikan, Na?"
"Seenggaknya Nana mencoba, Yah."
"Jika ini karena Ayah, jangan lakukan. Banyak orang jahat diluar sana, Na. Jangan pergi ke mana pun."
"Bukan, Yah. Nana ingin menambah pengalaman saja."
Nana yang selalu menyimpan semuanya sendiri itu tetap tidak mengatakan kebenarannya. Dia tidak ingin ayahnya khawatir.
"Ayah cepat sembuh."
"Na, apa dokter Deri meminjamkanmu uang?"
Nana diam sebagai jawaban.
"Lihat, ayah menyusahkanmu. Jangan lakulan itu, Na. Biarkan saja ayah pulang, jangan meminjam lagi."
"Nana bisa membayarnya, Yah," ucap Nana yakin. "Ayah jangan khawatir. Nana ini bugar, bisa bekerja dengan baik jadi akan menghasilkan banyak uang."
"Nyawa ayah hanya sebentar lagi."
"Ayah tidak boleh bicara seperti itu!" Teriak Nana kesal. "Ayah, jika ayah ingin Nana bahagia, maka sembuhlah."
🌹🌹🌹
"Bu Rina?! Ada Nana?"
"Gak ada, tadi ke RS."
"Oh iya makasih." Seorang ibu hamil yang menjadi tetangga Nana itu kembali lagi.
Beruntungnya di perjalanan pulang dia melihat Nana. "Na!"
"Kak Yumna? Cari aku, Kak? Ada apa?"
"Mau minta bantuan, ada banyak setrikaan di rumah. Pembantu Kakak kan cuti, kamu mau? Nanti dibayarnya perbaju."
"Mak, Kak. Mau banget," ucap Nan antusias.
"Yaudah ayo ikut."
Dengan riang gembira, Nana pergi ke rumah Kak Yumna. Kak Yumna inilah satu satunya orang kaya di desa yang ditinggali Nana.
"Bajunya di sana ya, Na."
"Iya, Kak. Siap."
Sambil menyetrika, Nana juga bercerita dengan Kak Yumna yang mengemil di sampingnya. "Kalau mau cemilan ambil aja ya, Na."
"Siap, Kak."
Melihat Nana yang berjuang mati matian, Kak Yumna merasa kasihan. "Na, kamu mau gak kalau Kakak jodohin?"
"Sama siapa, Kak?"
"Ya dengan juragan lain, teman suamiku. Lihat Kakak, Na. Dulu Kakak miskin gak bisa apa apa, punya uang juga enggak. Tapi setelah menerima lamaran boss padi di sini, hidup kakak enak. Meski wajahnya pas pasan, tapi membantu sekali."
Nana diam dan lebih fokus pada setrikaan. Siapapun tau suami dari Kak Yumna itu sudah tua, jelek dan hitam meskipun perjaka.
"Jangan melihat dari luarnya, Na. Kalau sayang dan membantu kita kenapa tidak 'kan? Asal laki laki nya serius saja ingin mencari istri."
Nana mengangguk. "Jika ada yang serius sama Nana, Nana akan menerimanya, Kak."
🌹🌹🌹
To Be Continue.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 205 Episodes
Comments
gia nasgia
Sabar ya Nana semua kesedihan mu akan terbalas
2025-03-03
0
Alfin Faris
kasian bgt nana😭
2025-02-24
0
Alan Zain
mau
2023-11-13
2