Paman yang jahat

🌹Voteeee sebelum membaca yaaa ghaisss🌹

🌹Follow juga igeh emak : @Redlily123🌹

🌹Jangan lupa baca Stuck with an Arrogant CEO🌹

Ini adalah Novel Romantis Komedi. Jadi akan ada saatnya keromantisan atau humor humor yang mendominasi. Namun meski ini novel romantic komedi, pasti akan ada konflik yang menguras air mata.

Dan terima kasih kepada para pembaca setia yang selalu memberikan support dan masukan masukan.

Terima kasih telah membaca karya receh ini.

Ini adalah buku ke-2 dari series David- Sebastian – Luke. Jadi ada tiga sahabat yang mengalami kisah cinta yang berbeda beda.

Maka dari itu, saya sangat menyarankan alias memerintahkan kalian membaca :

STUCK WITH AN ARROGANT CEO.

Jadi kalian bisa tahu bagaimana asal usul persahabatan mereka, dan sifat Sebastian yang jahil. Di sana juga ada awal mula pertemuan Nana si gadis kampong yang melempar Sebastian dengan sandal saat dia menggodanya.

Bagaimana cara membacanya? Tinggal klik profil RED LILY alias saya sendiri kemudian cari judul ini.

Selamat membaca.

🌹🌹🌹🌹🌹

Nana pulang ke desa, saat dalam perjalanan dia melihat Lia sedang duduk di atas motor dengan seorang pria. Mereka memandang sawah bersama sama.

Dan Nana melihat tangan pria itu masuk ke dalam pakaian Lia, membuat Nana marah. Dia melepaskan sandalnya lalu melemparnya.

BRUK!

Pria itu sampai jatuh menyungsab ke depan. "Hei! Perhatiakan tanganmu!"

Lia menengok ke belakang. "Apa yang kau lakukan?!"

Lia membantu pacarnya berdiri sebelum mendekati Nana kemudian melempar kembali sandalnya. "Urus urusanmu!"

"Lia! Jika kalian berpacaran jangan seperti itu! Nanti banyak orang berprasangka buruk!"

"Beb, ayo pergi," ucap pria itu menyalakan motornya.

Lia malah mendorong Nana kemudian menaiki motor itu.

Nana menghel napas dalam, dia tidak suka saat orang berpacaran secara keterlaluan hingga menghancurkan sisi kesopanan mereka. Jika suami istri, Nana rasa wajar. Meskipun dirinya miskin pendidikan, tapi Nana tahu etika dan sopan santun.

Saat hendak kembali ke rumah, Kak Yumna tetangganya memanggil.

"Nana! Sini dulu!"

Nana memarkirkan sepedanya di luar gerbang sebelum masuk ke dalam rumah dua tingkat. "Kak Yumna?"

"Sini ke atas, Na."

Nana naik ke lantai dua, dia mendapati Kak Yumna sedang menonton televisi.

"Ada apa, Kak?"

"Tadi aku jajan seblak, tapi gak abis. Mau gak?"

"Mau, Kak," ucap Nana ikut duduk di samping sofa. Nana adalah orang yang anti gengsi dan bergaya sesuai kemampuan. Selama itu tidak merugikan orang lain, Nana melakukannya. "Makasih, Kak."

"Tuh ada sisa es buah juga, Na. Gak diacak kok. Kalau mau ambil aja."

"Mau, Kak."

Sambil makan seblak, Nana juga menonton TV. Di rumahnya TV sudah dijual oleh Rina.

"Na?"

"Iya, Kak?"

"Katanya kamu akan menikah."

"Kata siapa, Kak?"

"Kemarin Kakak bertemu dengan pamanmu."

Nana berhenti mengunyah, dia mengangguk. "Katanya ada juragan kaya tua dan penyakitan yang butuh istri untuk mengurusnya. Selama dia serius dan tidak memiliki wanita lain, Nana menerimanya."

"Bagus, Na. Mending begitu," ucap Kak Yumna menatap Nana yang terlihat kelaparan. "Na, mau makan?"

"Enggak, Kak. Ini sayang aja banyak banget."

Kak Yumna tersenyum mendengarnya. "Maaf ya, Na. Kalau Kakak gak ngasih kamu kerjaan."

Nana mengangguk paham, suami Kak Yumna sudah mencarikan pembantu dari kota.

"Eh, Na…..?"

"Iya, Kak?"

"Kamu tau gak……., Cara kerja malam pertama?"

Nana diam, dia mengangguk pelan. Meskipun tidak sekolah, Nana tahu bagaimana proses pembuatan bayi. Tapi yang Nana tahu hanya penyatuan saja, tidak dengan pelepasan.

Nana pikir, si alat pria hanya diam di dalam milik wanita kemudian selesai lalu hamil.

"Sakit gak, Kak? Pas masuk?"

"Terserah cowoknya, Na. Tapi coba aja, asal jangan grogi. Kalau cowok berumur pasti udah tau lah begituan, jangan khawatir."

Nan mengangguk paham.

"Kapan sih?"

"Belum ada berita lagi dari Paman, Kak."

🌹🌹🌹

Entis datang kembali ke desa untuk menemui Nana. Saat dia mengetuk pintu rumah, yang keluar adalah Rina.

"Hei, lihat siapa yang datang. Mencari Nana?"

"Dimana dia?"

"Sedang menjenguk ayahnya, masuklah." Rina mempersilahkan pria itu masuk. "Ingin teh?"

"Ya, apa saja."

Entis menatap wanita yang menjauh, tanpa disadari kakaknya wanita itu lebih memberikan parasit daripada keuntungan.

Entis tidak ingin sepertinya, yang membuatnya melakulan segala cara untuk mendapatkan uang dan menjadi kaya.

Rina keluar dengan kue dan teh dalam baki. "Apa benar dia akan dinikahkan dengan seorang saudagar kaya yang tua dan berpenyakitan?"

"Iya." Entis mengangguk, karena setahunya juga pria yang akan menjadi istri Nana itu penyakitan mengingat umurnya sudah empat puluh tahunan. Itu pemikiran Entis pada awalnya, sampai dia membaca surat perjanjian. "Dia hanya butuh istri untuk merawatnya."

Dan untuk kalimat terakhir adalah kebohongan supaya Entis mendapat uang.

"Apa kau bisa mencarikan jodoh untuk Lia? Tapi pria kaya yang muda dan juga sehat."

"Nanti aku carikan."

"Baguslah, kasihan Lia tidak punya pasangan."

"Kapan Nana sampai?"

"Entahlah, aku akan keluar sebentar."

Entis tidak menanggapinya.

Itu membuat Rina tidak bisa menjalankan rencananya. Melihat adik iparnya memakai jaket baru membuat Rina berpikiran kalau Entis memiliki banyak uang. "Aku butuh uang belanja, Nana tidak bekerja di sawah akhir akhir ini. Boleh aku pinjam?"

Bukan yang pertama kalinya Rina meminjam uang pada siapa saja dan berakhir tidak dikembalilkan.

"Aku dengar kau baru saja selesai menebus semua utang."

"Ya, aku meminjam uang untuk hidup. Apa salah? Lagipula Nana akan menikah dengan pria kaya seperti Yumna tetangga kami. Nanti jika sudah menikah aku akan menggantinya dua kali lipat."

Malas mendengar ocehannya lagi, Entis memberikannya hingga Rina pergi.

Dan lima menit setelah kepergiannya, Nana datang. "Paman? Ada apa?"

"Na, duduklah sebentar."

"Ada apa, Paman? Apa aku harus menemui juragan itu dulu?"

"Na, juragan itu meminta kau menandatangani surat perjanjian."

Nana yang baru saja duduk mengerutkan keningnya heran. "Perjanjian apa, Paman?"

"Jangan khawatir, Paman sudah membacanya. Isinya adalah kau untuk tidak meninggalkannya," bohong Entis supaya dia kembali mendapatkan uang.

Nana mengambil kertas itu. Selama apa pun menatapnya dia tidak akan pernah bisa membacanya. Dalam pikiran Nana, juragan yang akan menikahinya itu sakit parah sehingga tidak ingin ditinggalkan.

"Apa Juragan itu mempertanyakan kesetiaan Nana?"

"Dia tidak ingin ditinggalkan karena ingin punya istri yang benar benar mengurusnya."

"Jangan khawati, Paman. Aku tidak akan meninggalkannya apa pun yang terjadi. Asal si Juragan baik, setia dan serius, Nana tidak masalah apa pun kekurangannya."

"Tapi kau harus menandatanganinya dulu, Na."

Nana menatap pulpen yang hampir tidak pernah dia pegang. "Nana tidak bisa tanda tangan."

"Kalau begitu cap jempol saja," ucap Entis mengeluarkan tinta. "Cepat lakukan."

"Baiklah," ucap Nana melakukannya.

Dan melihat Nana mengecap materai dengan sidik jarinya, Entis menyeringai. Dalam hati dia berkata, "Aku akan dapat uang. Dasar keponakan yang bodooohh sekali."

🌹🌹🌹

 

 

To Be Continue yaaaa...

 

 

Terpopuler

Comments

gia nasgia

gia nasgia

Dasar minim ahlak😏

2025-03-04

0

Susi Andriani

Susi Andriani

paman durjana

2025-01-30

0

Ipeh Saripeh

Ipeh Saripeh

masak hari gini masih ada anak gak bisa baca 🙈😭

2023-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 Rahasia kelam Sebastian
2 Si Gadis Desa
3 Gadis yang akan Dijual
4 Dalam pikiran Nana
5 Paman yang jahat
6 Dimanfaatkan
7 Gadis Swallow
8 Si jahat
9 Pengakuan
10 Pikiran Nana
11 Pemikiran yang salah
12 Tidak bisa berkata kata
13 Jodoh Kiriman Tuhan
14 Nana yang baru sadar
15 Pikiran yang lebih baik
16 Geser
17 Perasaan Kang Mas
18 Menyingkirkan Saingan
19 Kenarsisan Sebastian
20 Si Usil Oma
21 Kang Oleg
22 Si Tua Tampan
23 Demi Calon Suami
24 Si Narsis
25 Kejahilan tiga pria tua
26 Panggilan Baru
27 Beberapa pertanyaan
28 Percaya Diri
29 Panggilan Tugas
30 Oma si Rempong
31 Savage-nya Sebastian
32 Teman yang hilang
33 Pikiran Nana
34 Istrinya Sebastian
35 Kalah Telak
36 Masih Bertanya
37 Masih polos
38 Jantung hati Nana
39 Permintaan
40 Tertular Nana
41 Rokok
42 Saling menggoda
43 Dalam air
44 Anggota Baru
45 Kadaluarsa
46 Kekalahan Nana
47 Sifat kanak kanak
48 Si Janda
49 Gadis Bunga
50 Dunia lain
51 Racun
52 Ramuan
53 Lucille yang Jahat
54 Ternyata
55 keputusan Lucille
56 Permintaan Nana
57 Kesepakatan
58 Makhluk yang Jatuh
59 Bermanfaat
60 Mulai Nakal
61 Pesan Panas
62 Berbagi Rasa
63 Tangisan anak kecil
64 Percakapan ringan
65 Skenario Tuhan
66 Keputusan Akhir
67 Cara jitu Nana
68 Masalah Baru
69 Sebuah Harga
70 Rencana Lia
71 Pembalasan
72 Ketahuan
73 Nana yang nakal
74 Ingin jalan jalan
75 Pertemuan mengejutkan
76 Sesuatu yang Estetik
77 Bekas Percobaan
78 Salah Paham
79 Tersesat
80 Kata Menakutkan
81 Meminta Gerakan
82 Berita buruk
83 Musuh
84 Penghalang
85 Wanita Jahat
86 Menggoda
87 Bujukan Nana
88 Mandi bersama
89 Bangun
90 Aura Buruk
91 Rencana Jahat
92 Permulaan
93 Tertangkap
94 Ingatan Nana
95 Sarapan
96 Menemani
97 Pertanda Baik
98 Tidak sesuai dugaan
99 Sebastian yang Bodoh
100 Perkara Panggilan
101 Tetangga
102 Menjaga Jarak
103 Ada apa?
104 Rahasia Baru
105 Permintaan Nana
106 Berbagai masalah
107 Tamu lainnya
108 Bimbang
109 Perbedaan
110 Kerinduan
111 kembali normal
112 Kabar duka
113 Pertanyaan
114 Keterdiaman
115 Menganggap Ancaman
116 Kembalinya Nana
117 Memulai hidup
118 Sensitive Nana
119 Tidak diajak
120 Teh Kehamilan
121 Teguh pendirian
122 Roti Sobek
123 Bentakan Nana
124 Orang Baru
125 Rahasia
126 Keinginan Nana
127 Kekesalan Nana
128 Tips dari Oma
129 Menjalankan Rencana
130 Bukan Hantu
131 Alasan Nana
132 Keganasan
133 Nana yang Manja
134 Kenyataan Baru
135 Sakit
136 Ancaman Mutlak
137 Tidak kunjung Keluar
138 Masih dengan ambisinya
139 Bukan yang diharapkan
140 Mengendap
141 Suara tidak dikenal
142 Paksaan
143 Keributan
144 Kenyataan
145 Kebenarannya
146 Keinginan Nana
147 Menuntaskan dendam
148 Calon anak
149 Menanti Kelahiran
150 Calon teman
151 Detik detik
152 Tangisan
153 Pada Akhirnya
154 Joy
155 Pergantian nama
156 Rencana
157 Semangat dan Cinta
158 Season 2 : Kelurga
159 Season 2 : Malam kebersamaan
160 Season 2 : Mandi
161 Papah Mertua (New Story)
162 Season 2 : Perihal anak
163 Season 2 : Perasaan tidak enak
164 Season 2 : Semakin dekat
165 Season 2 : Dalam perjalanan
166 Season 2 : Perkumpulan
167 Season 2 : Ide ide gila
168 Season 2 : Rencana
169 Season 2 : Kehilangan
170 Season 2 : Rencana pembalasan
171 Season 2 : Rencana Akhir
172 Season 2 : Persiapan untuk Istri
173 Season 2 : Kids
174 Season 2 : Mendekati Kematian
175 Season 2 : Sebastian
176 Season 2 : Mencintai Makanan
177 Season 2 : Si Gembrot
178 Season 2 : Sisi Baik
179 Season 2 : Terjepit
180 Season 2 : Bayi
181 season 2 : dingin
182 Season 2 : Aroma
183 Season 2 : Lolipop
184 Season 2 : Yang penting Happy
185 Season 2 : Mimina Mommy
186 Season 2 : Pintu yang terbuka
187 season 2 : Ancaman
188 Season 2 : Kehilangan Induk
189 Season 2 : Mood untuk Joy
190 Season 2 : Joy pergi
191 Season 2 : Kesalahan Joy
192 Season 2 : Tangisan bocah
193 Season 2 : Bau busuk
194 Season 2 : Kurang Tidur
195 Season 2 : Sayang Daddy
196 Season 2 : Kencan
197 Season 2 : Tidak seindah bayangan
198 Season 2 : Sebuah ketakutan
199 Season 2 : Saingan Daddy?
200 Season 2 : Bahaya
201 Season 2 : Bayi kedua
202 Season 2 : Pemberian Joy
203 Season 2 : Adik Bayi
204 Season 2 : Kebahagiaan (END)
205 CINTA UNTUK ALUNA
Episodes

Updated 205 Episodes

1
Rahasia kelam Sebastian
2
Si Gadis Desa
3
Gadis yang akan Dijual
4
Dalam pikiran Nana
5
Paman yang jahat
6
Dimanfaatkan
7
Gadis Swallow
8
Si jahat
9
Pengakuan
10
Pikiran Nana
11
Pemikiran yang salah
12
Tidak bisa berkata kata
13
Jodoh Kiriman Tuhan
14
Nana yang baru sadar
15
Pikiran yang lebih baik
16
Geser
17
Perasaan Kang Mas
18
Menyingkirkan Saingan
19
Kenarsisan Sebastian
20
Si Usil Oma
21
Kang Oleg
22
Si Tua Tampan
23
Demi Calon Suami
24
Si Narsis
25
Kejahilan tiga pria tua
26
Panggilan Baru
27
Beberapa pertanyaan
28
Percaya Diri
29
Panggilan Tugas
30
Oma si Rempong
31
Savage-nya Sebastian
32
Teman yang hilang
33
Pikiran Nana
34
Istrinya Sebastian
35
Kalah Telak
36
Masih Bertanya
37
Masih polos
38
Jantung hati Nana
39
Permintaan
40
Tertular Nana
41
Rokok
42
Saling menggoda
43
Dalam air
44
Anggota Baru
45
Kadaluarsa
46
Kekalahan Nana
47
Sifat kanak kanak
48
Si Janda
49
Gadis Bunga
50
Dunia lain
51
Racun
52
Ramuan
53
Lucille yang Jahat
54
Ternyata
55
keputusan Lucille
56
Permintaan Nana
57
Kesepakatan
58
Makhluk yang Jatuh
59
Bermanfaat
60
Mulai Nakal
61
Pesan Panas
62
Berbagi Rasa
63
Tangisan anak kecil
64
Percakapan ringan
65
Skenario Tuhan
66
Keputusan Akhir
67
Cara jitu Nana
68
Masalah Baru
69
Sebuah Harga
70
Rencana Lia
71
Pembalasan
72
Ketahuan
73
Nana yang nakal
74
Ingin jalan jalan
75
Pertemuan mengejutkan
76
Sesuatu yang Estetik
77
Bekas Percobaan
78
Salah Paham
79
Tersesat
80
Kata Menakutkan
81
Meminta Gerakan
82
Berita buruk
83
Musuh
84
Penghalang
85
Wanita Jahat
86
Menggoda
87
Bujukan Nana
88
Mandi bersama
89
Bangun
90
Aura Buruk
91
Rencana Jahat
92
Permulaan
93
Tertangkap
94
Ingatan Nana
95
Sarapan
96
Menemani
97
Pertanda Baik
98
Tidak sesuai dugaan
99
Sebastian yang Bodoh
100
Perkara Panggilan
101
Tetangga
102
Menjaga Jarak
103
Ada apa?
104
Rahasia Baru
105
Permintaan Nana
106
Berbagai masalah
107
Tamu lainnya
108
Bimbang
109
Perbedaan
110
Kerinduan
111
kembali normal
112
Kabar duka
113
Pertanyaan
114
Keterdiaman
115
Menganggap Ancaman
116
Kembalinya Nana
117
Memulai hidup
118
Sensitive Nana
119
Tidak diajak
120
Teh Kehamilan
121
Teguh pendirian
122
Roti Sobek
123
Bentakan Nana
124
Orang Baru
125
Rahasia
126
Keinginan Nana
127
Kekesalan Nana
128
Tips dari Oma
129
Menjalankan Rencana
130
Bukan Hantu
131
Alasan Nana
132
Keganasan
133
Nana yang Manja
134
Kenyataan Baru
135
Sakit
136
Ancaman Mutlak
137
Tidak kunjung Keluar
138
Masih dengan ambisinya
139
Bukan yang diharapkan
140
Mengendap
141
Suara tidak dikenal
142
Paksaan
143
Keributan
144
Kenyataan
145
Kebenarannya
146
Keinginan Nana
147
Menuntaskan dendam
148
Calon anak
149
Menanti Kelahiran
150
Calon teman
151
Detik detik
152
Tangisan
153
Pada Akhirnya
154
Joy
155
Pergantian nama
156
Rencana
157
Semangat dan Cinta
158
Season 2 : Kelurga
159
Season 2 : Malam kebersamaan
160
Season 2 : Mandi
161
Papah Mertua (New Story)
162
Season 2 : Perihal anak
163
Season 2 : Perasaan tidak enak
164
Season 2 : Semakin dekat
165
Season 2 : Dalam perjalanan
166
Season 2 : Perkumpulan
167
Season 2 : Ide ide gila
168
Season 2 : Rencana
169
Season 2 : Kehilangan
170
Season 2 : Rencana pembalasan
171
Season 2 : Rencana Akhir
172
Season 2 : Persiapan untuk Istri
173
Season 2 : Kids
174
Season 2 : Mendekati Kematian
175
Season 2 : Sebastian
176
Season 2 : Mencintai Makanan
177
Season 2 : Si Gembrot
178
Season 2 : Sisi Baik
179
Season 2 : Terjepit
180
Season 2 : Bayi
181
season 2 : dingin
182
Season 2 : Aroma
183
Season 2 : Lolipop
184
Season 2 : Yang penting Happy
185
Season 2 : Mimina Mommy
186
Season 2 : Pintu yang terbuka
187
season 2 : Ancaman
188
Season 2 : Kehilangan Induk
189
Season 2 : Mood untuk Joy
190
Season 2 : Joy pergi
191
Season 2 : Kesalahan Joy
192
Season 2 : Tangisan bocah
193
Season 2 : Bau busuk
194
Season 2 : Kurang Tidur
195
Season 2 : Sayang Daddy
196
Season 2 : Kencan
197
Season 2 : Tidak seindah bayangan
198
Season 2 : Sebuah ketakutan
199
Season 2 : Saingan Daddy?
200
Season 2 : Bahaya
201
Season 2 : Bayi kedua
202
Season 2 : Pemberian Joy
203
Season 2 : Adik Bayi
204
Season 2 : Kebahagiaan (END)
205
CINTA UNTUK ALUNA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!