🌹Voteeee sebelum membaca yaaa ghaisss🌹
🌹Follow juga igeh emak : @Redlily123🌹
🌹Jangan lupa baca Stuck with an Arrogant CEO🌹
Ini adalah Novel Romantis Komedi. Jadi akan ada saatnya keromantisan atau humor humor yang mendominasi. Namun meski ini novel romantic komedi, pasti akan ada konflik yang menguras air mata.
Dan terima kasih kepada para pembaca setia yang selalu memberikan support dan masukan masukan.
Terima kasih telah membaca karya receh ini.
Ini adalah buku ke-2 dari series David- Sebastian – Luke. Jadi ada tiga sahabat yang mengalami kisah cinta yang berbeda beda.
Maka dari itu, saya sangat menyarankan alias memerintahkan kalian membaca :
STUCK WITH AN ARROGANT CEO.
Jadi kalian bisa tahu bagaimana asal usul persahabatan mereka, dan sifat Sebastian yang jahil. Di sana juga ada awal mula pertemuan Nana si gadis kampong yang melempar Sebastian dengan sandal saat dia menggodanya.
Bagaimana cara membacanya? Tinggal klik profil RED LILY alias saya sendiri kemudian cari judul ini.
Selamat membaca.
🌹🌹🌹🌹🌹
Dokter Deri baru saja pulang bertugas di Rumah Sakit lain. Dia akhirnya kembali ke rumah sakit dimana dia bisa bertemu lagi dengan perempuan yang disukainya.
Cara mendekatinya adalah mendekatkan diri pada ayahnya. Dokter Deri pergi ke ruangan tempat ayah Nana berada.
Namun, dia terkejut saat melihat ruangan itu sudah diisi oleh pasien lain.
Perawat yang ada di ruangan itu juga terlihat bingung. "Dokter, pasien ini sudah diperiksa oleh dokter Alem."
"Ah…. Begitukah? Bisa kita bicara sebentar?"
Dokter Deri keluar diikuti oleh perawat tersebut.
"Ada apa, Dokter?"
"Dimana pasien sebelumnya?"
"Dia pindah ke ruangan VVIP di lantai atas."
"VVIP?" Tanya Dokter Deri kaget. Ini bukan VIP, melainkan VVIP yang berarti ayahnya Nana kini menjadi orang yang sangat penting.
"Terima kasih."
"Sama sama, Dokter."
Dokter Deri bergegas untuk memeriksa. Dan alangkah terkejutnya saat ruangan VVIP dijaga oleh penjaga berjas hitam. Dirinya memang belum pernah memasuki ruangan VVIP, hanya dokter tertentu yang bisa masuk.
Biasanya yang masuk ke ruangan VVIP adalah pejabat atau orang orang kaya yang ingin penyakitnya disembunyikan dari dunia luar.
Seperti dugaannya, baru juga lima langkah masuk, Dokter Deri sudah dicegat.
"Perlihatkan ID anda, Tuan."
Dokter Deri mengeluarkan tanda pengenalnya. Dan seorang wanita di sana memeriksa.
"Maaf, Dokter. Anda tidak memiliki izin untuk masuk."
"Saya harus menemui pasien bernama Pak Supri, apa dia di sini?"
"Kerahasiaan pasien di sini sangat dijaga ketat. Silahkan kembali."
Dokter Deri tidak ingin berhenti sampai di sini. "Saya adalah orang yang merawatnya sebelumnya."
"Silahkan kembali lagi."
Dokter Deri mengehela napas, dia kembali turun ke lantai dasar dan memasuki ruangannya.
"Jangan dulu menerima pasien," ucap Dokter Deri pada perawat yang membantunya di ruangan.
"Baik, Tuan."
Dokter Deri sangat menyukai Nana, dan dia harus mengetahui apa yang terjadi.
Ketika ponselnya berdering, Dokter Deri memeriksanya. Dan alangkah terkejutnya dia menerima uang yang begitu banyak.
Tidak lama kemudian ada orang yang menelponnya.
"Hallo?"
"Dokter Aji, anda sudah menerima uangnya?"
"Siapa ini?"
"Saya pamannya Nana, alias adiknya Supri. Saya melunasi uang yang Nana pinjam dari anda."
"Dimana Nana?"
"Kelebihan itu sebagai bunganya."
"Hal--"
Tut.
Tut.
Tut.
Telpon terputus, membuat Dokter Deri kesal. Dia melangkah menuju ruangan direktur rumah sakit.
"Apa kau lupa cara mengetuk?"
"Ayah, izinkan aku memasuki ruangan VVIP," ucap Dokter Deri.
Membuat ayahnya menurunkan kacamatanya. "Ingin menemui ayah dari gadis desa itu? Yang mengayuh sepeda ke sini?"
"Ayah…."
"Dengan syarat kau akan menerima pasien operasi."
"Baik, sepakat."
🌹🌹🌹
Akhirnya, ID dokter Deri membuatnya bisa masuk dan melihat keadaan ayahnya Nana. Saat masuk, Dokter Deri melihat ayahnya Nana mendapat perawatan terbaik. Terbukti dengan keadaan fisiknya yang jauh lebih baik.
Dia bahkan menonton TV sambil tertawa.
"Dokter Deri? Maaf saya tidak memperhatikan anda datang."
"Tidak apa, tetaplah terbaring. Bagaimana keadaanmu?"
"Lebih baik."
"Jangan bicara formal padaku," ucap Dokter Deri melihat sekeliling dimana rumah sakit ini punya peralatan terbaik. Yang mana jika ada pasien di bawah sana yang sekarat, pihak rumah sakit selalu mengatakan kekurangan alat hingga mereka meninggal.
"Dokter? Apa ada yang salah?"
"Tidak."
"Anda pasti terkejut saya dipindahkan kemari bukan?"
Dokter Deri menutupi rasa penasarannya dengan senyuman, dia duduk di dekat ayahnya Nana.
"Senang melihatmu lebih baik. Aku melihat catatan kesehatanmu."
"Ini semua berkat Nana," ucapnya dengan raut wajah sedih.
"Berkat Nana?" Tanya Dokter Deri penasaran. "Kenapa dengan Nana?"
"Dia rela menikah dengan juragan kaya dari kota besar, dia akan pergi ke kota besar minggu depan."
"A--apa?" Tanya Dokter Deri terkejut. "Nana akan menikah?"
"Ya, anda pasti kenal Yumna dari kampung kami. Dia juga menikahi bujang tua dari kota hingga menjadi berkecukupan sekarang."
Dokter Deri terkejut. "Maksudmu Nana akan menikahi pria tua?"
"Aku belum tau, tapi dia butuh istri yang merawatnya."
"Dan juga berpenyakitan?" Tanya Dokter Deri yang membuat ayahnya Nana semakin merasa bersalah. "Maaf, aku tidak bermaksud begitu."
"Dia adalah anak berbakti, sangat baik padakku. Mungkin ini jalannya, dia harus……."
Semua kalimat yang keluar dari mulut ayahnya Nana tidak didengarkannya.
Dokter Deri masih belum bisa menerima kenyataan ini. Yang jelas dia sangat menyukai Nana.
Sampai akhirnya pintu ruangan terbuka dan menampilkan Nana yang masuk. Dokter Deri baru kembali pada kenyataan.
"Dokter Deri? Anda di sini?"
"Bisa kita bicara sebentar?"
"Tentu."
"Di luar," tambah Dokter Deri.
"Baik, biarkan saya menyimpan makanan ini dulu." Nana mendekat pada ayahnya. "Bagaimana keadaan ayah?"
"Jauh lebih baik. Janga buat dokter Deri menunggu."
"Baiklah."
Nana keluar diikuti Dokter Deri yang masih belum percaya.
"Ada apa, Dokter?"
"Apa kau akan menikah?"
Nana diam, dia bingung melihat mata marah dari Dokter Deri.
"Ya, aku akan menikah. Dari mana dokter tau?"
"Na, apa kau menikah dengan pria kaya? Demi ayahmu?"
Nana tidak suka membicarakan hal ini dengan orang asing. "Maaf, Dok. Saya harus menemui ayah saya."
"Na," ucap Dokter Deri menahan tangan Nana. "Aku menyukaimu, sudah sejak lama."
🌹🌹🌹
To Be Continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 205 Episodes
Comments
gia nasgia
Dokter Deri othor bukan Aji😘
2025-03-04
0
Mama cantik😘💖
dokter Deri kali🤭
2024-01-08
0
Sandisalbiah
poor Nana..
2023-12-02
0