🌹Voteeee sebelum membaca yaaa ghaisss🌹
🌹Follow juga igeh emak : @Redlily123🌹
🌹Jangan lupa baca Stuck with an Arrogant CEO🌹
Ini adalah Novel Romantis Komedi. Jadi akan ada saatnya keromantisan atau humor humor yang mendominasi. Namun meski ini novel romantic komedi, pasti akan ada konflik yang menguras air mata.
Dan terima kasih kepada para pembaca setia yang selalu memberikan support dan masukan masukan.
Terima kasih telah membaca karya receh ini.
Ini adalah buku ke-2 dari series David- Sebastian – Luke. Jadi ada tiga sahabat yang mengalami kisah cinta yang berbeda beda.
Maka dari itu, saya sangat menyarankan alias memerintahkan kalian membaca :
STUCK WITH AN ARROGANT CEO.
Jadi kalian bisa tahu bagaimana asal usul persahabatan mereka, dan sifat Sebastian yang jahil. Di sana juga ada awal mula pertemuan Nana si gadis kampong yang melempar Sebastian dengan sandal saat dia menggodanya.
Bagaimana cara membacanya? Tinggal klik profil RED LILY alias saya sendiri kemudian cari judul ini.
Selamat membaca.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Ingin membeli sesuatu?" Tanya Sebastian saat hendak mengantarkan Nana kembali ke hotel.
Nana menggeleng, dia memang sudah kenyang.
"Ingin bermain dulu?"
Kening Nana berkerut sebelumnya, sampai akhirnya dia kembali menggeleng.
"Yakin?" Tanya Sebastian lagi.
Dan dengan datarnya Nana menjawab, "Jika Kang Mas ingin bermain silahkan, aku bisa pulang naik angkot."
Seketika senyuman Sebastian luntur, dia menatap Nana sesaat. Perempuan di sampingnya benar benar tidak tahu apapun tentang hubungan pria dan wanita, entah karena terlalu cuek atau dia memang tidak tertarik berhubungan.
"Apa kau punya mantan?" Tanya Sebastian mencoba menghangatkan mobil.
Karena jika tidak ditanya, Nana tidak akan bicara. Dia hanya memandang lurus seperti robot.
"Tidak," jawabnya singkat.
"Astaga, benarkah? Wanita cantik seperti dirimu tidak punya mantan?"
"Aku punya mantan tetangga, Kang Mas."
Dan setelah Nana mengeluarkan kalimat itu, Sebastian diam. Dia percaya keterdiamannya jauh lebih baik ketimang membuat Nana mengeluarkan kalimat kalimat savage-nya yang lain.
Saat mobil berhenti, Nana berkata, "Terima Kasih, Kang Mas."
"Sama sama."
Bahkan saat Sebastian ikut turun dari mobil, Nana mengerutkan kening dan bertanya, "Kang Mas mau kemana?"
"Mengantarmu sampai pintu depan."
"Oh, tidak perlu. Aku berani," ucap Nana yakin. "Kang Mas tidak perlu mengantarkan, terima kasih."
"Aku takut ada penjahat yang tiba tiba menyerangmu," ucap Sebastian mempertahankan keinginannya.
"Ti--"
"Aku memaksa, ayo aku antar. Tidak baik perempuan berjalan sendiri."
"Baiklah," ucap Nana membiarkan Sebastian berjalan di sampingnya.
Sepanjang jalan hanya ada keheningan, Sebastian melihat perempuan di sampingnya sudah lelah oleh kehidupan sehingga dirinya menghadapi segala kenikmatan dan musibah dengan wajahnya yang datar.
Sesampainya di depan pintu, Nana berbalik untuk menatap Sebastian. "Terima kasih."
"Sama sama, belajarlah dengan baik besok."
Kalimat itu membuat senyuman Nana mengembang senang. "Tentu."
Sebastian tadinya ingin memberi ciuman pada pipi Nana, tapi mengingat Nana adalah type perempuan yang 'Dont do anything before marriage.' atau tidak melakukan apapun sebelum menikah, jadi Sebastian menahannya dengan meremas tangannya yang ada dalam saku.
"Masuklah."
Nana mengangguk, dia masuk begitu saja tanpa menengok lagi.
Membuat Sebastian menarik napas dalam. "Astaga, dia sangatlah datar."
Kemudian Sebastian mengelus dadanya. "Tenang, dia milikmu. Dia penyembuhmu dan akan menjadi istrimu."
🌹🌹🌹🌹
Saat pulang ke apartemen, Sebastian mendapatkan telpon berulang kali dari nomor tidak dikenal.
Kesal dengan penelpon yang mengganggu pikirannya yang sedang memikirkan Nana, Sebastian mengangkatnya begitu dia membaringkan tubuh sebelum mandi.
"Hallo?"
Tidak adanya jawaban di sana membuat Sebastian kesal. "Hallo? Akan aku tutup telponnya."
"Bas?"
Sebastian menengang mendapatkan kembali suara ini. "Aku bilang jangan hubungi aku lagi."
"Kau akan benar benar menikah?"
Sebastian mematikannya, dia kesal dengan Lucille yang terus mengganggunya.
Dan tidak lama datanglah pesan, itu dari nomor yang sebelumnya menelpon. Yang tidak lain adalah Lucille.
Berisikan :
Bas, kau sudah tau aku menikah dengan Papahmu karena ayahku. Aku tetap mencintaimu, kau juga bukan?
Dengan sadisnya Sebastian berkata, "Makan saja cinta. Dasar wanita aneh."
Lagi lagi, Sebastian memblokir kontak itu.
Suara bel dari luar membuatnya kembali beranjak, itu adalah Hans. Yang diyakininya membawa sesuatu.
"Kau mendapatkannya?" Tanya Sebastian.
"Ya, ini, Tuan."
"Bawa masuk."
Hans membawa masuk kotak itu.
"Kau sudah mengurus keluarga Nana?" Tanya Sebastian.
"Ya, pamannya sudah pergi ke luar pulau. Sudah saya jamin dia tidak akan kembali, Tuan."
"Bagus, dan ayahnya?"
"Membaik dan semakin baik, ibu tirinya kembali merawatnya."
Sebastian mendekat untuk membuka kotak yang berisi permata berwarna safir. Itu sangat cantik, dia akan mengukir sendiri permata itu untuk dihadiahkan kepada Nana. Apalagi saat membaca ulang biodatanya, Nana akan berulang tahun beberapa bulan lagi.
"Dan, Tuan," ucap Hans.
"Apa? Katakan."
"Ada seorang dokter yang menyukai calon istri anda, namanya Dokter Deri. Dia yang merawat calon mertua anda."
"Ganti dokternya, dan berikan yang terbaik untuk calon mertuaku."
"Baik, Tuan."
"Kau boleh pergi."
Hans mengangguk dan berjalan pergi. Saat itulah Sebastian baru sadar akan sesuatu. "Tunggu, Hans."
"Iya, Tuan?"
"Bukankah itu rumah sakit swasta?"
Hans mengangguk, rumah sakit yang dimaksud adalah tempat ayah Nana dirawat.
"Buat itu jadi milikku."
Hans mengangguk.
"Rencanaku adalah membuatnya pergi dari sana, aku tidak ingin Nana terbayangi dia terus. Apa dia masih muda?"
"Umurnya masih 27 tahun."
Sebastian menunduk menghitung jarinya. Saat kesal, dia tidak bisa berfikir spontan. Kemudian dia mengumpat, "Sialaaaan, bedanya saja 13 tahun dengnku."
🌹🌹🌹🌹
Marylin sang penata busana, kecantikan, dan segala hal yang berhubungan dengan penampilan itu terburu buru saat mendapat panggilan dari Tuan Sebastian.
Marylin memiliki tiga majikan yang tidak lain para cucu Lambe Turah. Marylin buru buru keluar mobil saat sudah sampai, dia ingat majikannya itu akan memberinya uang bonus jika lebih cepat.
Dan sampai di depan apartemennya, Marylin mengetuk pintu.
Tidak lama kemudian pintu terbuka, “Hallo, Tuan Sebastian. Anda sendirian?”
“Tidak, ada Hans yang siap menembakmu jika kau macam macam padaku.”
“Oh astagah,” ucap Marylin masuk.
Benar saja di sana ada sang sekretaris atau pengacara pribadi Sebastian yang menatapnya tajam.
“Tenanglah, Tuan Sebastian. Aku tidak akan menangkapmu, kau sudah ditangkap oleh gadis cantik itu. Dimana dia?”
“Berhenti membicarakannya, aku ingin kau membuatkan aku pakaian pernikahan yang membuatku jadi dua puluh tahun lebih muda.”
Seketika Marylin tercengang. “Tuan Babas. Pakaianku tidak memiliki sihir.”
“Kau harus melakukannya.”
Marylin diam kebingungan. “Mana ada pakaian yang membuatmu terlihat lebih muda, apalagi ini dua puluh tahun.”
“Ada, pasti ada.”
“Tentu anda, bahkan bisa tiga puluh lima tahun lebih muda.”
“Lihat, kau sendiri yang mengatakannya,” ucap Sebastian menyalakan rokok.
“Iya,” ucap Marylin. “Jika anda hanya memakai popok saja.”
“Kau mau mati ya?”
“Tuan Bas, mana ada kau bisa dua puluh tahun lebih muda. Semuanya itu tergantung wajah.”
“Apa kau tahu apa yang sedang kau lakukan? Aku bisa saja berhenti merekomendasikanmu hingga kau kehilangan banyak uang.”
Marylin itu berhenti mengeluarkan bahasa tubuh perempuan, dia menarik napas dalam dan bicara dengan suara kesal, “Apa yang harus aku lakukan? Lagipula kenapa anda ingin jadi 20 tahun lebih muda di saat sekarang saja terlihat seperti usia dua puluhan.”
“benarkah?” tanya Sebastian senang.
Marylin pikir itu mengakhiri penderitaannya, dia mengangguk kuat. “Iya.”
“Aku tidak peduli, pokoknya buatkan aku pakaian yang membuatku terlihat dua puluh tahun lebih muda,” ucap Sebastian penuh penekanan. Kemudian dia bergumam, “Aku tidak akan kalah dengan pria sainganku yang menyukai Nana- ku.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
To Be Continue
Doain semoga lancar ya si kang Babas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 205 Episodes
Comments
gia nasgia
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2025-03-04
0
Alfin Faris
/Facepalm/
2025-02-24
0
Novano Asih
🤣🤣🤣
2023-12-11
0