🌹Voteeee sebelum membaca yaaa ghaisss🌹
🌹Follow juga igeh emak : @Redlily123🌹
🌹Jangan lupa baca Stuck with an Arrogant CEO🌹
Ini adalah Novel Romantis Komedi. Jadi akan ada saatnya keromantisan atau humor humor yang mendominasi. Namun meski ini novel romantic komedi, pasti akan ada konflik yang menguras air mata.
Dan terima kasih kepada para pembaca setia yang selalu memberikan support dan masukan masukan.
Terima kasih telah membaca karya receh ini.
Ini adalah buku ke-2 dari series David- Sebastian – Luke. Jadi ada tiga sahabat yang mengalami kisah cinta yang berbeda beda.
Maka dari itu, saya sangat menyarankan alias memerintahkan kalian membaca :
STUCK WITH AN ARROGANT CEO.
Jadi kalian bisa tahu bagaimana asal usul persahabatan mereka, dan sifat Sebastian yang jahil. Di sana juga ada awal mula pertemuan Nana si gadis kampong yang melempar Sebastian dengan sandal saat dia menggodanya.
Bagaimana cara membacanya? Tinggal klik profil RED LILY alias saya sendiri kemudian cari judul ini.
Selamat membaca.
🌹🌹🌹🌹🌹
Nana mulai mengemasi barangnya, dia melihat ibu dan kakak tirinya yang sedang memakai make-up. "Ibu dan Lia mau kemana?"
"Bukan urusanmu," ucap Lia tanpa menatap. "Selesaikan saja pekerjaanmu berkemas, bukankah kau harus pergi menemui pria tua yang berpenyakitan itu?"
Nana diam, dia ingin menangis karena berkorban untuk mereka. Namun, siapa lagi yang ingin menikah dengannya karena dirinya tidak memiliki kemampuan apa pun selain turun ke sawah dan beres beres juga memasak.
"Bu, aku mau menjenguk ayah dulu. Ada yang mau dititip gak?"
"Enggak."
"Ibu kapan mau ke sana lagi?"
"Tentu saja jika kau sudah memberikan uang, mana mau mengurus tanpa jasa. Ogah," ucap Rina bergidik.
Membuat Nana menghela napas, melawan di saat yang tidak tepat akan membuatnya mendapat luka batin dan fisik. Berbagai kekerasan pernah dirasakan Nana, tujuh tahun hidup bersama Lia dan Rina membuat Nana merasakan pahit manisnya sifat jelek mereka.
Diejek habis habisan sampai pernah dipukul, Nana pernah merasakannya.
"Bu, Nana berangkat dulu."
"Oke, pulang bawa makanan, gak ada nasi."
"Kok udah abis? Perasaan kemarin dikasih sama Kak Yumna?"
"Kemarin pacarnya Lia ke sini."
"Numpang makan?"
"Emang masalah?!" Teriak Lia tidak terima dengan nada kalimat Nana. "Sana pergi!"
Nana pergi menjauh, dia keluar dari rumah dan mulai mengayuh sepeda. Saat perjalanan menuju rumah sakit, Nana melihat keberadaan pamannya sedang makan di warteg.
Nana bergehenti sesaat di sana. "Mang?"
"Apa, Na? Titip salam saja dengan ayahmu. Paman malas pergi ke sana."
"Ayah nanyain paman mulu, mau nanya tentang calon suami Nana."
Entis berhenti makan. "Ya sudah, nanti paman menyusul."
Setelah mendengar itu, baru Nana kembali mengayuh sepeda untuk melihat keadaan ayahnya. Sama seperti sebelumnya, kondisi fisiknya terlihat sangat menyedihkan. Tidak ada rambut, kulit yang keriput.
Mendengar pintu terbuka, ayahnya langsung membuka mata. "Na?"
"Ayah, Nana bawakan kue yang Nana buat."
"Dimana ibu dan Lia?"
"Di rumah," jawab Nana yang membuat ayahnya paham.
"Apa pamanmu akan datang?"
Nana mengangguk. "Dia bilang akan datang."
Dan benar saja, setelah bebeapa menit akhirnya Entis datang. Ayahnya meminta Nana keluar dulu. Nana melakukannya, tapi dia menunggu di luar hingga terdengar.
"Siapa pria itu?"
"Dia majikanku, dia akan membantu perekonomian kalian."
"Jangan paksa anakku, jangan paksa dia berkorban. Aku sudah selangkah menuju kematian, biarkan dia melakukan apa pun. Jangan nikahkan dia."
Nana mendengar pamannya tertawa. "Dia bukan pria biasa, dia pria yang ingin mencari istri karena sudah mapan dan butuh orang yang merawatnya. Lihat saja Yumna."
"Kapan dia akan datang? Biarkan aku menemuinya," ucap ayahnya, Nana menengar suara getir di sana.
"Dia tidak bisa datang. Tapi Nana akan di bawa ke sana untuk perkenalan. Tapi jika mereka menikah nanti, kalian akan diundang."
Mereka hanya bicara sebentar, Entis keluar. Dan saat itu Nana menahan tangan pamannya. "Paman."
"Apa lagi? Kenapa kalian sangat menyusahkan?"
"Aku punya utang pada Dokter Aji, bisakah kau meminjamkannya padaku? Aku akan menggantinya setelah menikah nanti."
Pamannya menyeringai. "Tapi nanti dua kali lipat."
🌹🌹🌹
Entis masih memikirkan cara liciknya. Nana akan mendapat gaji tiap bulan dari suaminya nanti, dan dengan jahatnya dia mengisi bagian rekening dengan miliknya sebelum menyerahkannya lagi pada Hans.
Memakai kemeja, celana panjang dan rambut yang klimis untuk menemui majikannya.
Saat mengetuk pintu, pelayan yang membuka.
"Apa Tuan Hans ada?"
"Tuan Hans sedang keluar menemui majikannya."
"Aku disuruh Tuan Hans datang."
"Tunggu di luar."
Entis berdecak. "Baiklah," ucapnya menunggu di kursi luar.
Bahkan sebelum Nana resmi menikah, Entis mengundurkan diri dari penjaga kebun mengingat dirinya akan kaya dengan uang bulanan dari pernikahan Nana, yang tidak lain adalah gaji keponakannya.
Setelah dua jam menunggu, Hans akhirnya datang.
"Tuan."
"Aku akan pergi lagi, apa yang kau inginkan?"
"Ini surat perjanjiannya."
Hans menerimanya, dia melihat ada sidik jari jempol di sana. "Apa kau sudah membacakannya?"
"Sudah, Tuan."
"Dia menerimanya?"
"Iya, Tuan. Tapi dia meminta satu hal."
"Apa?"
"Hutang hutangnya."
"Tidak masalah," ucap Hans. "Beritahu padanya untuk bersiap."
"Baik, Tuan. Apakah anda akan segera menjemputnya? Kapan? Dua minggu lagi bukan?"
"Lihat saja nanti."
Entis tersenyum saat Hans pergi, mendengar utang keponakannya akan dilunasi membuatnya senang. Apalagi nanti Nana akan membayar padanya. Jadi dia tidak rugi, malah untung banyak.
🌹🌹🌹
To Be Continue….
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 205 Episodes
Comments
Alfin Faris
thor thor jahat bngt sma nana😮💨
2025-02-24
0
gia nasgia
Dasar rentenir durjana
2025-03-04
0
Mama cantik😘💖
hadehh,, benar² paman yang lakn*t😔
2024-01-08
0