"Pasukan kalian lemah juga ya.Diao Chan dan Saika." Ujar Takenaka tiba-tiba.
Pasukan Konchu berhasil dikalahkan Takenaka sendirian hanya dengan Kansetsuken milik Takenaka.
"Dia kuat sekali." Cicit Diao Chan kesal
DOr..
Saika menembakkan peluru ke arah Takenaka
Ctang..
Peluru yang melesat itu langsung dengan cepat ditangkis Takenaka dengan Kansetsukennya yang memanjang.
Lalu pedang itu kembali ke wujudnya seperti semula tidak memanjang lagi.
"..." Diao Chan mencambuk tanah yang membua cambuknya terbakar oleh api.Dengan cepat ia berlari seakan-akan mau menyerang Takenaka
Takenaka juga menyerang DiaoChan. Dengan Kansetsukennya yang memanjang membuat meminimalisir gerakan Diao Chan yang mengarah kearahnya.
Diao Chan menyerangi Kansetsuken milik Takenaka agar menjauh dari pandangannya. Akan tetapi hasilnya itu nihil.
Dibantu dengan senjata rifle saika. Ia menembaki Takenaka.
Peluru itu. mengenai beberapa hela rambut putih Takenaka saat ia menghindari serangan Saika.
"Ch.." Decitnya, lalu mengarahkan Kansetsukennya ke arah Saika.
"AKKK" Saika menahan senapan riflenya agar tidak di tarik Takenaka.
Diao Chan sudah dekat dengan Takenaka. Saat aka menyerang, Takenaka langsung menendang perut Diao Chan.
"ARGJJ" Diao Chan merintih kesakitan smabil terhempas jauh.
"Maaf Nona." Ucap Takenaka dengan pelan.
Takenaka menarik paksa senjatanya itu. Membuat Saika juga terhempas agak jauh dari tempatnya tadi.
"Dua bocah ang sangat lemah, " Takenaka langsung menyeret anak Kaisar Yongsheng dengan mengikatkan Katsetsuken ke kaki perempuan itu..
Saika melihati punggung Takenaka yang semakin menjauh. Kini pandangannya juga sudah buram.
"Diao-" Saika langsung tidak sadarkan diri.
***
Kai sudah di tahan oleh Oichi. Kini tubuhnya tidak dapat bergerak karena bayangan tangan hitam besar menggenggam tubuh Kai. Kai tidak sadarkan diri saat itu.
Wush...
Kai dilempar oleh Oichi sangat jauh. BAyangan tangan itu kemudian menghilang Da Oichi kembali ke mode normalnya seperti manusia biasa.
***
BRuk..
KAi terlempar jauh sampai ke tengah-tengah hutan. Ia masih belum sadarkan diri juga.
***
Fengyin menatap langit dari jendela kerajaan dengan bimbang terhadap Mori yang akhir-akhir ini tidak ada kabar.
"Kenapa Fengyin?" Tanya Nouhime saat masuk ke ruangan Fengyin
"Mori, tidak ada kabar lagi setelah pulang dari Suiiki. Apa mungkin ada sesuatu yang mengganggunya di perjalanan?. Bahkan serangga ku saj atidka bisa mendeteksi dimana keberadaannya"
"Aneh sekali tiba-tiba ada orang yang menghilang."
"Mungkinkah ada orang yang menculiknya?"
"Aku akan mencari tahu berbagai informasi tentang menghilagnya Tuan Mori ke berbagai sumber."
"Lanjutkan"
Nouhime menganggukkan kepalanya, lalu pergi meninggalkan Fengyin dan mencari sumber informasi tentag menghilangnya Mori.
***
Yongsheng melihati Mori yang berada di balik jeruji kerajaannya.
"LEPASIN AKU BRENGSEKK" Mori memukul jeruji besi itu sekuat tanga.
Yongsheng hanya tersenyum tipis melihatnya. "Jika kau terus disini kau tidak akan mengganggu ritual kemunculan raja iblis."
Mori itu orang yang selama ini mengacaukan ritual pemangkitan raja iblis ke 6 saat bulan purnama merah muncul. Ga heran juga ia menguasai kekuatan cahaya. Bahkan pedang gelang besarnya itu bisa mengeluarkan cahaya seperti matahari yang menyinari bumi.
Setiap kemunculan bulan purnama merah, Mori langsung saja membuat cahaya matahari untuk mengganggu ritual pembangkitan raja iblis.
Karena hal itu, Kerajaan-kerajaan yang memuja dewa iblis berusaha mati-matian mengahdapi Mori. Karena taktik Mori saat berperang itu sangat pintar dlam mengelabui musuh-musuhnya.
"JIKA RAJA IBLIS SAMPAI DIHIDUPKAN KEMBALI.HAL ITU AKAN MEMBAHAYAKAN ERA SAMURAI SEKARANG INI!!!"
"Mungkin saja. Tapi jika tidak?"
Yongsheng lalu pergi meninggalkan Mori. Mori teiak teriak mencaci maki Yongsheng. Akan tetapi, Yongsheng tidak mempedulikan ucapan Mori.
***
"Takenaka. Sepertinya kau orangnya terlalu pemaksa." Ujar Hideyoshi ke Takenaka yang menyeret Diao Chan.
"Jika dikasih main lembut dia tidak mau. Maka harus dikasih permainan yang kasar agar dia mau."
Hideyoshi tertawa kecil mendengar ucapan itu
Diao Chan yang masih belum sadarkan diri langsung diikat dan dimasukkan kedalam jeruji besi kerajaan.
"Selamat tinggal. Kecantikan melebihi bulan"
Takenaka lalu pergi meninggalkan Diao Chan yang tengah terkapar tidak sadaran diri di alik jeruji besi.
Diao Chan atau diartikan dari bahasa China itu Kecantikan melebihi bulan atau kecantikan yang menutupi bulan. Dengan kecantikan yang tak tertandingi ini dia mendapati pujian dari berbagai kerajaan dan rakyat sekitar. bahkan membuat orang lain iri terhadap Diao Chan.
Dalam legenda Diao Chan itu masuk ke salah satu 4 keajaiban Tiongkok kuno loh.
***
"TOYOTOMI!!!" Yongsheng sangat marah ia berteriak sambil memberantakkan mejanya.
"Sialan. Berani sekali dia mengkhianati kerja sama selama 20 tahun ini. Hanya untuk menculik anakku."
"Tuan. Kita harus cepat bergerak sebelum sesuatu terjadi pada nona Diao Chan" Ujar Saika, memberi saran ke Yongsheng
"Kau benar. Cepat kerahkan semua pasukan kita untuk menyerbu kerajaan Toyotomi."
"Baik"
Saika langsung pergi meninggalkan ruangan.
***
"Bulan urnama merah tinggal dihitung beberapa hari lagi. Jika kita tidak menemukan Mori secepatnya maka raja iblis ke 6 akan muncul, " Ucap Kasuga memberi perintah ke rekan ninjanya.
"Baik." Ucap rekan-rekan ninja Kasuga
Sasuke tengah menginformasikan ke kerajaan- kerajaan yang membenci kehadiran raja iblis untuk mencari tahu keberadaan Mori saat ini.
Fuma dan Tsuruhime mencari hal yang aneh di arah jalan Suiiki ke Raito.
Pokoknya semua orang di kerajaannya Fengyin bingung banget karena menghilangny Fuma tiba-tiba
Semua infromasi terus digali. AKAn tetapi, hasilnya nihil. Mereka sama sekali tidak menemukan keberadaan Mori.
Fengyin masih belum menyerah. Ia memaksa semua nya untuk mencari Mori secepat mungkin.
Ranmaru dan Nouhime disuruh Fengyin pergi ke pebatasan wilayah barat Konchu untuk menemui Matsunaga. Mereka dititipi surat oleh Fengyin, takutnya mereka harus melawan Trio Miyoshi terlebih dahulu untuk bertemu dnegan matsunaga.
Mereka berdua telah sampai di tempat Trio Miyoshi itu.
"Dimana penunggunya?" Nouhime melihati sekeliling tapi tidak ada apa-apa disana. Haya terdapat 3 guci yang terbuat dari batu tersusun membentuk pola segitia yang besar.
"Guci yang aneh, " Celetuk Ranmaru.
Bayangan ungu kemudian keluar dari Guci itu. Dengan cepatnya Ranmaru dan Nouhime menyiapkan senjatanya masing-masing.
Seketika muncullah bayangan Trio Miyoshi itu. Yang membuat mereka berdua kaget.
"SIal. apakah itu orang yang diceritakan Fengyin?" Mata Nouhime melebar melihat makhluk yang bernama Trio Miyoshi
...-Bersambung-...
Panik semua ya hhhh kasihan banget
Nih ku kasih mori, eh tapi boong
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments