Zhangfei dan MAtsunaga kembali ke tempat persembunyian mereka di perbatasan desa Konchu wilayah barat, mereka sangat senang sekali mengganggu peperangan kerajaan Hojo dan Konchu.
Mereka merayakan itu dengan acara minum-minum. Iya, minum bir. Mereka minum-minum menghabiskan 4 botol sake. Mereka kemudian terbaring dengan keadaan lemas dan mabuk.
Agak lain emang dua bapak ini.
***
Yongsheng yang mendengar bahwa Zhangfei hidup kembali, masih saja tidka percaya terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh Diao Chan. Karena dulu Yongsheng yang memperintahkan Kaisar Kazu di Kerajaan Kaze untuk membunuhnya.
"Aku tidak percaya akan hal ini. DIao chan," Yongsheng menatap taam ke arah Diao chan.
Diao Chan menunduk takut dnegan tatapan ayahnya yang sangat tajam itu. Ia tidka berani bicara satu kata pun kepada ayahnya.
Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan, membuat suasana yang tadi sangat tegang berubah menjadi kepo dengan siapa yang engetuk itu.
"Masuk."
Setelah Kaisar Yongsheng mengatakan itu, Saika kemudian membuka pintu lalu masuk ke ruangan sambil membawa secarik surat. Tak lupa ia menutup kembali pintu itu.
"Ada seseorang yang aneh mengasih ku surat seperti ini, " Saika lalu menaruh surat itu di meja yongsheng. Lalu duduk sejajar dengan Diao chan.
"Bagaimana ciri-cirinya?" Yongsheng membuka surat itu lalu membaca isinya.
"Berambut putih, memakai topeng,tinggi, kulitnya putih seperti mayat, "
Yongsheng hanya menganggu-ngangguk mendengar penjelasan dari Saika.
Isi surat
Yongsheng yang terhormat...
Setelah sayalihat-lihat, Diao chan mempunyai kemampuan yang hebat dalam berstrategi. Gadis yang cukup pintar ya. Tuan...
Bagaimana bisa ada anak dengan kecantikan yang melebihi bulan ini jatuh ke era samurai dan mengikuti perang antar daerah untuk merebutkan kekuasaan ini.
Saya meminta izin untuk membawa anakmu ikut dalam barisan perang kerajaan Toyotomi.Jika tidak anda terima permintaan dari saya maka anda bisa saja menerima akibat dari saya
^^^Takenaka^^^
Yongsheng mengangkat bibir kanannya seperti ada rencana yang sudah ia rencanakan.Kemudian ia meremet surat itu. Lalu membuangnya ke sembarang tempat.
"Saika. Siapkan pasukan."
Saika mengangguk, "Siap Tuan, " Ia langsung berjalan keluar ruangan.
Diaochan menatap punggung Saika yang semakin lama semakin kabur dari pandangannya dengan herannya.Diao Chan tanpa meminta izin ke ayahnya langsung beranjak dari duduknya. Menyusul Saika.
"Saika!!" Panggilnya dari jauh sambil berlari menghampiri Saika
"Emm.." Saika menoleh ke belakang.Dengan tatapan datarnya mendapati Diao Chan.
"Ada...apa?" Ucap Diao chan sambil ngso-ngosan.
"Jaga dirimu baik-baik, sebentar agi ada suatu kejadian di kerajaan."
"Eh... Kejadian seperti apa?"
"Rahasia. Lebih baik kita harus menjaga diri baik-baik agar tidak ada satupun dari kita yang terluka."
Saika melanjutkan perjalanannya. Diao Chan makin kebingungan dengan maksud aSaika. Ia hanya melongo melihati punggung Saika yang terus melangkah maju menjauhinya.
***
"Sepertinya ini akan sulit. Yongsheng akan mengeluarkan pasukannya, " Monolog Takenaka. Ia duduk di atas atap kerajaan Konchu yang sangtat tinggi.
"Apakah Yongsheng mampu?"
"Atau dia akan berlutut memohon kepadaku karena anaknya hahahah"
Takenaka adalah kaki tangan Hideyoshi, nama aslinya adalah Takenaka shigeharu. Mempunyai kembaran bernama Takenaka Hanbei yang sudah tewas dibunuh Akechi. Ia bersenjatakan Kansetsuken yaitu, sebuah pedang yang dapat memanjang seperti cambuk. Hal ini sangat memudahkan Takenaka untk serangan dalam jarak dekat dan jauh.
Takenaka melompat ke bawah lalu mengaitkan Kansetsukennya ke atap rumah warga yang lain. Ia bergelantungan seperti Spiderman.
***
Oichi berjalan jalan dimalam hari sendiri, ia melewati taman yang sangat indah. Ada bunga-bunga, aliran sungai serta banyak kunang-kunang yang membuat taman itu semakin indah.Taman itu buatan Kenshin sendiri.
Oichi memutuskan masuk ke taman itu untuk melihat bunga-bunga.
"Cantiknya..." Lirih Oichi sambil tersenyum memandangi bunga-bunga di taman.
Hati Oichi kini sangat tenang. Seketika semua beban pikirannya terlepas dari kepalanya saat melihat hal yang indah ini.
Memang berjalan-jalan di taman, memandangi bunga yang indah dapat menghilangkan beban pikiran karena suasananya. Apalagi ditambah udara yang sejuk.
Tiba-tiba ada sesuatu yang merusak suasana hati Oichi. Yaitu, kehadiran orang yang tak dikenal.
Pria dengan bersenjatakan cakar di tangannya seperti harimau. Muncu di belakang Oichi
Oichi menoleh kebelakang. Mendapati manusia aneh itu
"Namaku Kai. Bergabunglah ke kerajaan Toyotomi."
Kai berjalan memutar mengelilingi Oichi dari kejauhan.
"Ichi..tidak boleh.." Oichi langsung jatuh ke tanah duduk di tanah dengan menunduk. "Ichi...tidak" Bayangan tangan hitam mulai muncul mengelilingi tubuh Oichi.
KAi langsung terkejut melihat kekuatan aneh itu. "Aku sebenarnya idak ingin mengajakmu berperang. Tapi melihat jawabanmu seperti itu.Aku akan berperang untukmu."
Kai berlari kearah Oichi dengan cepat seperti Harimau yang akan menyergap mangsanya.
Bayangan tangan hitam mulai menyerang Kai. Kai menghindari serangan itu. Lalu bermunculn lagi bayangan-bayangan tangan hitam itu.
"Sial. Kekuatan aneh apalagi ini" Decaknya kesal sambil mengindari serangan Oichi.
Kai sudah mulai dekat dengan Oichi. Bersiap untuk menyerangnya. dua tangan berukuran besar langsung menangkap dan meremasnya.
Blar...
Kai mengaum, membuat bayangan itu meledak.
"Dengan kekuatan cahaya ini kau tidka bisa mennggunakan kekuatanmu."
Oichi kemudian berdiri. Melayangkan cakaran ke Kai dari kejauhan. Bayangan tangan langsung muncul lagi menyerang Kai.
"AAAA" Rintihnya kesakitan. Darah segar mengalir di tubuhnya terkena cakaran itu.
"HAHAAHAAHAHHAAA" Ichi tertawa puas lawannya kesakitan.
"Kuat sekali." Kai tertegun melihat kekuatan sekuat itu. Tapi ia tidka menyerah. Ia berusaha bangkit lagi dan menyerang Oichi.
"DASAR BODOH HAHAHAHAHHAHAA" Oichi terbawa suasana pertarungan ini.
Kai makin terkejut melihat sosok bayangan hitam besar berbentuk seperti manusia di belakang Oichi. Seperti sedag mengendalikanya.
"S-siapa d-dia?" Ujar Kai sambil terbata-bata
"Apakah kau masih mau melanjutkan pertempuran ini?" Oichi tersenyum licik ke Kai.
Kai hanya menatap aneh wanita itu.
Oichi sudah seperti orang gila saat bertarung.Kelemahannya saja tidak di temukan oelh rang lain. Kematiannya bersamaan dengan Raja ibis ke 6 meninggal. Hal itu secara tiba-tiba.
Kekuatannya ini dihasilkan saat tubuhnya sudah berada di tengah-tngah antara dunia asli dan akhirat. Hal itu yang membuat Oichi gila saat bertarung.
...-Bersambung-...
Kai mampu gak ya ngelawan Oichi?
Modal bayangan tangan kayak Fang di boboboy aja sekuat itu
kai yang modal jarak dekat pakek cakar bisa apa?bisa gila
HHHHH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments