Chapter 18

Di tengah-tengah Hutan, Fengyin melakukan perjalanan kembali ke desa seorang diri, dan hari sudah mau gelap, Ia dijaga serangga-serangga yang ada di hutan, memuatnya tidak takut, akan tetapi dia terpikirkan oleh ucapan Matsunaga dan pedang yang telah ia berikan ke Akechi.

Hal itu membuat pikirannya tidak tenang seperti biasanya, apalagi kejadian yang aneh yaitu ayahnya ternyata hanya memalsukan kematian dirinya.

***

1 minggu kemudian, Kondisi Kenshin dan Ranmaru membaik, Fengyin sudah tidak memikirkan yang diucapkan oleh Matsunaga, ia berpikir bahwa itu hanya omong kosong yang dilontarkan dari mulut pria itu, Oichi yang masih tetap kesepian, Nouhime yang masih menjadi orang kepercayaan Fengyin,  Sasuke dan Kasuga menjaga di perbatasan, Fuma dan Tsuruhime yang makin mesra, Akechi yang tiba-tiba saja menghilang.

"Aku suka saat ketenangan muncul disini, " Ucap Fengyin ke Nouhime dan Ranmaru sambil meneguk secangkir tehnya.

"Fengyin, kau tidak merasa kalau ada yang aneh?" Tanya Nouhime tiba-tiba.

"Ehh, iya Tuan Mori belum mengirim uang sewa tempat dagangnya, " Celetuk Ranmaru

"Aku memberikannya gratis, ngapain kalian yang heboh sendiri?" Jawab Fengyin

"Bukan itu Ranmaru" Nouhime menatap kesal Ranmaru, "Jadi Akechi tiba-tiba saja menghilang dari desa, "

Fengyin terheran dengan perkataan Nouhime, "Dia menghilang? Maksudmu dia diculik?" 

Nouhime hanya mengangkat kedua bahunya menandakan tidka tahu, Ranmaru hanya mendengarkan percakapan mereka berdua karena bukan urusannya juga untuk hal seperti itu.

Fengyin menghembuskan nafasnya, "Serangga ku tidak bia mnejangkau keberadaannya maaf," Ucap Fengyin dengan lirihnya

"Ck" Decak Nouhime kesal, ia melipat tangannya di depan dada.

***

Kerajaan Hojo mulai menyerang kerajaan Konchu, pertarungan sengit di lakukan oleh dua kerajaan itu.

Saika, menembaki pasukan-pasukan yang hendak menyerangnya dengan shotgun mininya.

Dar....Dar..

Temabakan itu mengenai kepala musuh yang membuatnya langsung ambruk meninggal.

Nichi menyerang dengan senjata gelang tajamnya yang dirantai dengan geang yang lain,Hal itu membuat Nichi mudah menyerangi para pasukan yang berbondong-bondong menyerang kerajaan Konchu

 Hojo juga menyerangi pasukan Konchu dengan tongkat naginatanya.

"Ch, mereka tidak ada habisnya, " Ujar Saika kesal

Hojo kemudian menancapkan tongkat naginata miliknya ke tanah, membuat es tajam keluar dari dalam tanah menusuk beberapa pasukan.

" Berani pakai kekuatan ya.." Saika emudian mengeluarkan bazooka nya dan menembakkan bom ke es milik Hojo.

BLARRR... Ledakan yang sangat dahsyat membuat dua kerajaan saling kehilangan banyak pasukan.

"Nichi!! Jika seperti ini terus kita akan kalah!!"  Teriak Saika ke Nichi sambil menembaki musuh.

Dengan gerakan-gerakan lincahnya, Nichi menyerang musuh-musuhnya, kemudain berlari menjauh dari peperangan.

"Coba saja menjauh kalau bisa!!" Pekik Hojo kemudian melemparkan tongkat naginatanya kearah Nichi yang sedang berlari .

Nichi mendongakkan kepalanya keatas, kemudian ia terkejut benda tajam akan jatuh di arahnya, saat benda itu sudh hampir dekat, Azai meloncat dan menangkis serangan itu.

Ctak... 

Benda itu kemudian meesat kearah lain, "Cepat lakukan!!" Perintah Azai melindungi Nichi

Matsunaga kemudian muncul menggagalkan rencana Nichi yang akan mengaktifkan robot senjata rahasia kerajaan Konchu.

WUshh... 

Beberapa bubuk mesiu di lemparkan ke Nichi, dengan jentikan jari milik Matsunaga ledakan yang sangat besar terjadi, Nichi terhempas jauh akibat ledakan itu.

Saika, Azai sadar akan serangan mendadak itu langsung menoleh kebelakang.

"Dasar anak Konchu lemah, lemah ya, " Ledek Matsunaga

Saika yang tidak terima diledek seperti itu langsung menembakkan peluru ke Matsunaga, dengan cepat Matsunaga menangkis serangan itu.

Serangan anak panah melesat ke arah Saika dan Azai, membuat mereka terkejut dan menghindar dari serangan itu.

Saika menoleh keorang yang sedang memanah itu, langsung saja dia terkejut bahwa itu adalah Kaisar Zhangfei ayahnya Fengyin.

"Sudah lama aku tidka melakukan ini, " Ucapnya degan tersenyum lebar.

Zhangfei melompatturun dari atap warga, senjatanya berubah menjadi tombak, untuk pertempuran jarak dekat. 

Zhangei orang yang memiliki kemampuan menguasai dua senjata dan dia modifikasi dua senjata bisa menjadi satu alat, yaitu busur dan tombak.dan dia pun bisa mengendalikan tiga elemen dari panahnya yaitu, Api, Angin, dan Es.

"K-kasiar Zhangfei??" Azai juga ikut terkejut melihatnya

"Siapa orang itu?" Pikiran Hojo penuh dengan pertanyaan siapakah orang yang tiba-tiba muncul itu.

Zhangfei berlari dengan cepat, lalu melompat ke medan perang, ia mendarat dengan berputar-putar menyerangi musuh dengan senjatanya.

Para musuh langsung terhempas agak jauh, Kaisar Zhangfei lalu mengubah senjatanya ke busur dan memanah keatas panah itu berubah menjadi naga yang diselimuti oleh api, membuat semua cengo melihatnya.

"Dengan satu tanda dariku, wilayah ini akan menjadi lautan api!!" Ucapnya dengan mengacungkan jari telunjuknya ke atas, kemudian Zhangfei menurunkan tangannya, lalu naga yang diatas itu meledak dna menghujani daerah perang dnegan panah-panah yang terbakar oleh api.

"Ch..." Decit Saika langsung menghindar dari serangan dahsyat itu

Setelah serangan berakhir, para pasukan sudha ambruk tertancapi panah itu, rumah-rumah warga di Konchu hamir semua di wilayah perang terbakar dilahap oleh api.

Zhangfei melihat beberapa pasukan yang dipimpin Diao Chan datang, langsung saja pria itu dan Matsunaga melarikan diri dari tempat kejadian.

"Siapa yang berani melakukan kekacauan sebesar in?" Tanya Diao Chan heran

Bruk.. 

Suara tembok rumah warga yang terbuat dari kayu dijatuhkan ketanah, Saika selamat dari serangan itu, "Ch, bagaimana bisa orang itu hidup kembali, " Gumamnya kesal, dengan tatapan tajamnya

"Saika, " Panggil Diao Chan ke Saika, sambil berlari menghampirinya, "Apa yang sebearna terjadi? Kau tidak apa-apa?" Tanya Diao Chan khawatir

"Tidak apa-apa sebaiknay kau cari Azai dan Nichi merkea pati sedang terluka karena serangan tadi, nanti aku akan menceritakan siapa yang melakukan ini semua, " 

"Baik, " Diao Chan lalu memerintahkan pasukannya untuk mencari Azai dan Nichi

...-Bersambung-...

Bapaknya Fengyin op banget ya cuyhh

WKWKWK jadi sayang hhhhh

HAri ini lagi capek banget, tugas numpuk tapi lope lope bisa lanjutin cerita ini, nyambung gak sih?? kadang suka mikir ga nyambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!