Fengyin menatap langit, ingin bertemu ayahnya sekali lagi, seketika dia merasa tidak kuat menjalankan kerajaan ini, meskipu sudah bersama Nouhime dan beberapa rekannya yang lain. Fengyin merasa lemah seketika.
Fengyin mengetahui lokasi ayahnya itu karena Akechi, akan tetapi Fengyin harus membayarnya dengan pedang yang disimpan oleh kaisar Zhangfei saat mengalahkan raja iblis ke 6 dulu bersama kerajaan Konchu, entah pada saat itu Fengyin bodoh atau apa akan tetapi yang ia pikirkan hanyalah ingin bertemu ayahnya tidak memikirkan kedepannya nanti akan bagaimana.
Konchu dan Suiiki setelah melawan raja iblis ke 6 tiba-tiba saja, ada perselisihan pendapat yang membuat dua kerajaan itu bermusuhan satu sama lain, Yongsheng si pemimpin Konchu memutus semua kontrak aliansi bersama Suiiki karena rasa irinya ke daerah Suiiki yang terus unggul daripada konchu, dan memulai perang kepada kaisar Zhangfei. Dahulu mereka sering berperang tapi setelah Kaisar Zhangfei memalsukan kematiannya, raja Yongsheng malah makin senang karena musuh bebuyutannya kini telah lenyap, akan tetapi ada seorang yang akan membawa Yongsheng ke mautnya sendiri, yaitu Fengyin.
"Ayah, sebentar lagi bulan purnama merah akan datang, " Lirih Fengyin, menatap langit yang agak mendung.
Kriet..
Nouhime membuka pintu ruangan Fengyin, "Maaf Imagawa telah melarikan diri, " Nouhime menunduk meminta maaf ke Fengyin.
Fengyin berbalik badannya, berjalan mengarah ke Nouhime sambil berkata, "Ch..memang Imagawa sang pengecut selalu menghindari perang dengan mengorbankan para prajuritnya, "
"Maaf, Fengyin, " Ucap kata maaf dari Nouhime lagi
Fengyin tersenyum lembut ke Nouhime lalu meninggalkannya sendirian di ruangan.
Lalu, Nouhime mengikuti arah langkah Fengyin yang keluar dari ruangan.
***
Fuma dan Tsuruhime sudah kembali ke Desa Suiiki, akan tetapi Tsuruhime masih kepikiran ucapan dari Matsunaga tentang musuh adalah rekan terdekatmu. Kini Tsuruhime mulai menjaga jarak dari Fuma.
"Ke....na...pa??" Tanya Fuma heran karena Tsuruhime tidak ceria dan banyak omong seperti biasanya.
"Gapapa, aku lagi capek aja, " ucap tsuruhime dengan wajah murung, Fuma dengan pekanya langsung menawarkan punggunya untuk ditumangi Tsuruhime
"ehh?" Tsuruhime terkejut kenapa Fuma begitu perhatian dengannya
"Na..ik" Pintanya,
"Gamau, " Tolaknya, tanpa basa-basi lagi Fuma dengan cepat menaikkan tubuh tsuruhime di belakang punggungnya lalu menggendong Tsuruhime.
"Lepasin Fumaa!!" Pekiknya, akan tetapi Fuma tetap menggendongnya tidak mempedulikan omongan dari Tsuruhime.
"Pe...ga..ngan" Titanya Fuma ke Tsuruhime,
Tsuruhime menuruti perintah Fuma, Ia melingkarkan tangannya di area leher Fuma, Tsuruhime berpegangan dengan erat.
Fuma tersenyum mendapati perllakuan seperti itu dari Tsuruhime, kemudian Tsuruhime sudah tidak memikirkan lagi omongan Matsunaga itu, Ia percaya bahwa Fuma adalah orang yang tulus menyayangi Tsuruhime
"Fuma, " Celetuk panggil tsuruhime tiba-tiba membuat sang empu menoleh tidak sampai melihat Tsuruhime
"Jujur aku tidak ingin kehilangan, " Jeda dua detik, "Orang seperti mu..."
"Dan aku tidak ingin kamu dimilik orang lain, aku sangat takut kehilangan dirimu, " Ucap Tsuruhime, Fuma kemudian tersenyum setelah mendengar perkataan Tsuruhime, Tsuruhime yang melihat sekilas senyuman yang ada di wajah Fuma langsung seketika terkejut,karena jarang sekali Fuma senyum.
"Fuma, " Panggilnya sekali lagi
"Niat ku bersama mu itu tulus, apapun kekuranganmu akan aku terima dan seburuk apapun masalahmu, tidak akan ku permasalahkan akan ku temani kamu dititik terendah sekalipun aku hanya minta satu hal sama kamu, jangan hancurkan ketulusanku padamu dan jangan pernah tinggalkan aku. Itu saja bisa kan?" Ucap Tsuruhime sambil mengusapi rambut Fuma.
Fuma mengangguk mengiyakan permintaan Tsuruhime, kemudian tangan kirinya menunjukkan jari kelingking, tandanya Fuma janji akan menepati permintaan Tsuruhime.
Tsuruhime membalas jari kelingking Fuma, kini mereka sudah berjanji satu sama lain. Tsuruhime bahagia ia telah mendapatkan sumber kebahagiannya sendiri, ia hanya memikirkan ingin bertarung di samping Fuma terus menerus, membantu Fuma saat di peperangan.
***
Akechi sedang mengobrol mengajak Kenshin untuk bergabung degan rencananya, mereka sedang berada di hamparan rumput yang luas belum di bangun rumah warga sama sekali di Suiiki.
"Kenapa kau tidka mau bergabung saja Kenshin? Bukannya Fengyin sudah mengkhianati mu?" Akechi semakin memanipulasi Kenshin, akan tetapi Kenshin tidak terpengaruh sama sekali dengan ucapan-ucapan dari Akechi
"Dasar, si kulit mayat cari gara-gara, " Gumam Ranmaru dari jauh melihat Akechi dan Kenshin serta mendengarkan obrolan mereka
"Hei, Kenshin. Fengyin itu hanya memanfaatkan mu, suatu hari nanti kau akan tahu kalau memang benar Fengyin mengkhianati kerajaan, " Tutur Akechi meyakinkan Kenshin.
"Aku tidak akan percaya dengan omongan orang bodoh, " Cibir Fengyin
"Apakah benar?" jeda dua detik "YAHOOOOOO!!!!!!!" Akechi langsung menyerang Kenshin dengan dua sabit bertangkai panjang miliknya, tubuh Akechi seperti akan jatuh kebelakang, akan tetapi kakinya menahan berat tubuhnya itu
Kenshin menghindari serangan itu, "Apa kau selalu berperang seperti orang mabuk?" ucap Kenshin sambil memegangi pegangan pedangnya.
Akechi kembali berdiri seperti semula, kemudian ia mengelus-elus sabit itu, "Akan senang jika darahmu ada di sabit milikku, HAHAHAAH, " Tawanya seperti psikopat, sungguh menyeramkan.
"Coba saja selagi kau bisa, " Kenshin melaju dengan cepat menyerang Akechi
CTAK... Serangan itu di tahan oleh Akechi, Kenshin langsung melompat menjauh seusai menyerang,
*POV Kenshin*
Aku membuat tebasan dengan pedang itu, kemudian tebasan itu berubah menjadi jarum-jarum es yang taja melesat ke arah Akechi.
"Hiyaaa!!!" Aku melesat berlari diiringi jarum-jarum es yang tajam itu bersamaan Menyerang Akechi.
"HAHAHAH, Kau pikir serangan ini mempan?" ledek pria itu sambil menahan serangan dariku.
Aku mengayunkan pedangku ke samping tubuhnya, dengan cepat akechi melompat menghindar dan kemudian dia mengayunkan dua sabitnya kearahku.
Aku menahan serangan itu, tidak kusangka dia sangat kuat.
Aku mendorongnya dnegan senjataku, membuat dia menjauh lalu aku berputar memunculkan bongkahan es tajam dari tanah.
Tapi dengan kekuatan Akechi yang kuat, dia dengan mudah bisa saja menghancurkan bongkahan es yang ku buat, entah kenapa dia sangat kuat, aku pikir kekuatan dia hanya kelas bawah.
...-Bersambung-...
Teranu anu, satunya lagi sibuk pacaran, satunya lagi perang, stanya nontonin perang, satunya lagi lagi murung karena gabisa nyelesain misi dari Fengyin, satunya lagi kangen sama ayahnya, terus si authornya lagi di gempuri banyak tugas sekolah
Btw,enjoy ya guis, curhat dikit wkwkwk
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments