Pria itu menatap Mayang Sari dengan tatapan dalam dan mengandung sinyal yang tak biasa. Tatapan itu sungguh membuat hati wanita itu berdesir resah. Apalagi mantan pacarnya itu langsung menggenggam tangannya dan meremasnya sangat lembut. Ia langsung merasakan sebuah sinyal tak baik.
"Maaf Han. Aku mempunyai suami dan aku sekarang harus pulang," ucap Mayang Sari dan langsung melepaskan genggaman tangan mantan pacarnya itu.
"May, aku tahu kamu butuh kasih sayang. Aku tahu kalau kamu butuh pria seperti aku yang selalu bisa memberikan hal itu," ucap Han membujuk.
Han memang sangat baik dan penuh perhatian. Sejak dulu pria itu selalu bisa mengerti dirinya. Tapi bagaimana dengan status mereka saat ini yang sudah jadi mantan?
Apakah sifat baik pria itu masih bisa ia harapkan?
Mayang Sari merasakan dadanya berdebar. Ia juga tahu siapa dirinya. Ia akui ia butuh belaian dan kasih sayang dari seorang pria tapi sungguh tak benar jika ia mengharapkannya dari orang lain ya bukan lagi siapa-siapa untuknya.
Kasih sayang dan belain itu harusnya hanya bisa diberikan oleh suaminya sendiri dan bukan orang lain.
"Maafkan aku Han. Aku tahu apa yang kamu maksudkan tapi aku sudah sangat bahagia dengan mas Arjuna. Ia sangat baik padaku dan juga sangat mengerti diriku."
"Mau. Hanya aku yang bisa melakukannya. Jadi plis. Terima aku lagi May."
"Han? Ini salah. Dan aku tidak mau itu terjadi," ucap Mayang Sari berusaha untuk menolak meskipun hatinya sudah cukup tergoda dengan penawaran pria itu padanya.
Ia pun segera keluar dari kursinya agar ia bisa segera pergi dari tempat itu. Akan tetapi Han langsung menghadangnya karena takut wanita itu akan pergi darinya.
"May, plis. Berikan aku kesempatan untuk memberikanmu seluruh cinta yang aku punya."
Pria itu sampai berlutut dihadapannya dan meraih kembali tangannya. Ia bahkan ingin mengecupnya tapi wanita itu segera menariknya.
Mayang Sari hanya tersenyum tipis dan berusaha untuk tidak tergoda lagi. Ia tahu diri kalau ia sedang dalam kebimbangan apalagi suaminya pernah menyuruhnya untuk berselingkuh untuk mendapatkan anak.
Aaa tidak. Aku bukan wanita yang tak tahu terimakasih. Dan aku akan membuktikan itu semua padanya.
"Maafkan aku Han. Terimakasih atas perhatian yang kamu berikan. Tapi aku rasa kisah kita sudah usai sejak aku menikah."
"May plis... Tolong jangan katakan seperti itu. Aku belum rela kehilangan kamu May. Aku ingin kita bersama lagi."
"Han plis. Kita sudah selesai dan aku sudah punya suami. Jadi kita hentikan saja semuanya."
"Aku rela menjadi Pebinor May. Aku siap memberikan apa yang kamu mau."
Deg
Mayang Sari merasakan tubuhnya gemetar. Ia tak tahu harus mengatakan apalagi untuk menolak pria itu. Sosok yang pernah mengisi hatinya selama beberapa bulan terakhir sebelum Arjuna mengambilnya sebagai istri.
"May Plis. Katakan kalau kamu ingin menerima tawaran aku. Kita bisa berhubungan diam-diam. Setelah itu kamu akan bisa memilih aku atau suamimu."
Mayang Sari terdiam.
"Setelah itu kamu akan memilih siapa yang paling kamu inginkan diantara kami berdua," lanjut Han dengan tatapan lurus ke dalam mata indah Mayang Sari.
Wanita itu tampak berpikir kemudian menjawab dengan ujung bibir terangkat, "Memangnya tahu apa kamu yang aku mau Han?"
Han tersenyum kemudian meraih alat komunikasi wanita itu yang sedang ada di atas meja. Ia menghubungi nomornya sendiri dengan menggunakan gawai milik wanita itu. Setelah ia simpan nomor Mayang. Ia pun mengirim pesan singkat karena tak kuasa untuk mengatakannya.
Mayang Sari tidak ingin membuka ataupun membaca pesan yang masuk dari pria itu. Ia langsung berlari keluar dari taman itu dan menyetop taksi. Ia sungguh tak ingin berlama-lama dengan pria yang menawarkan sesuatu yang buruk.
"Baca pesan aku May!" teriak Han dengan seringai diwajahnya.
Mayang Sari tidak menjawab. Ia hanya melambaikan tangannya saja dan langsung pergi dengan menggunakan taksi itu. Ia harus pulang ke rumah ibunya terlebih dahulu mumpung ia sedang berada di luar.
Sedangkan Han langsung melajukan kembali mobilnya ke arah tempat ia mengambil Mayang Sari tadi. Fifian menelponnya dengan suara yang sangat marah dan juga kesal. Ia, sebagai supir wanita itu harus segera datang menjemputnya atau ia akan dipecat.
"Darimana saja kamu hah?!" teriak Wanita itu dengan wajah merah dan juga mata sembab. Han langsung membuka pintu mobil itu dan mempersilahkan wanita itu untuk masuk.
Ia tidak ingin berkata-kata karena ia bisa melihat kalau majikan sekaligus pacar gelapnya itu sedang dalam keadaan emosi yang buruk.
"Apa kita langsung pulang Fi?" tanya pria itu seraya mencium bibir Fifian agar bisa lebih tenang.
"Terserah. Aku sedang dalam keadaan tidak baik saat ini."
"Apa kamu ingin aku memberimu obat agar tidak stres lagi sayang?" tanya Han dengan tangan meremass lembut salah satu payudara besar milik wanita itu.
Fifian langsung tersenyum kemudian mengangguk. Ia tahu obat apa yang bisa diberikan oleh pria itu padanya.
Han pun tersenyum. Demi mendapatkan uang, ia rela melakukan apa saja untuk menyenangkan Fifian yang terkadang butuh hiburan ditengah padatnya jadwal pemotretan wanita itu.
Mereka berdua pun langsung pulang menuju rumah mewah Fifian, sang model. Untuk sementara ia akan melupakan Mayang Sari dan berkonsentrasi pada kepuasan Fifian terlebih dahulu sebelum ia merayu Mayang Sari agar mau berbagi cinta dengannya.
"Ada apa Fi?" tanya Han seraya menyentuh daerah-daerah sensitif Fifian yang ada di bawah kungkungannya.
Wanita itu masih tampak murung padahal ia sudah memberinya foreplay yang sangat cukup untuk membuat wanita itu basah dan siap menerima kehadirannya.
"Apa yang dikatakan oleh Arjuna padamu sayang? Kenapa kamu jadi tak bersemangat seperti ini?" tanya pria itu seraya membuka kedua paha wanita itu dan menenggelamkan si Otong ke dalamnya.
"Aaaaaa uggh!" Fifian akhirnya mengeluarkan suaranya setelah lama terdiam.
Pria itu pun melakukan tugasnya dengan sangat baik agar Fifian mau membuka mulutnya dan membuang perasaan sedihnya sebelum mau bercerita apa yang telah terjadi di perusahaan itu.
Fifian dibuatnya merintih-rintih nikmat siang itu sampai wanita itu lupa dengan permasalahannya yang sedang hamil dan butuh seorang ayah untuk bayinya.
Ia tak ingin Han yang bertanggung jawab karena ia tak mau media dan masyarakat tahu siapa suaminya yang hanya seorang sopir pribadi dan berlatarbelakang keluarga yang miskin.
Ia ingin, Arjuna yang impoten itu menjadi ayah sambung dari calon bayinya nanti. Tapi itu hanya rencananya saja karena ternyata Arjuna sudah menikah dengan wanita lain.
"Cari istri Arjuna Han. Dan bawa ia dalam perangkap cintamu," ucap wanita itu setelah si Otong telah keluar dari miliknya dan berhasil membuatnya banjir.
"Apa kamu tidak akan cemburu?" tanya Han dengan senyum tipis dibibirnya.
🌺
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Bzaa
si fifian
2023-12-06
0
may22
bagus May
2023-11-12
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽˢ⍣⃟ₛ♋
astaga si han
2023-11-05
0