Bab 7 Bercocok Tanam

Setelah menangisi lagi nasibnya, Mayang Sari akhirnya keluar dari kamar itu untuk menuju ke dapur. Ternyata menangis juga membutuhkan energi yang cukup hingga sekarang ia jadi sangat lapar dan butuh makan.

Makanan yang cukup menggugah selera ternyata sudah tersedia di atas meja. Sup kerang yang sudah lama ia inginkan ada di atas meja itu beserta kacang-kacangan dan juga daging-dagingan.

Dengan membaca nama Tuhan, ia langsung makan dengan sangat lahap dan tidak menyadari kalau ibu mertuanya itu sedang memperhatikannya dari jauh.

"Alhamdulillah, atas rezeki mu Ya Allah," ucapnya dengan penuh syukur. Tak bisa ia pungki kalau ia mendapatkan banyak nikmat dan kebahagiaan setelah menikah dengan Arjuna Raka Sastrowardoyo.

Sandang, pangan, dan papannya telah sangat terpenuhi oleh suaminya yang kaya raya itu. Jadi sudah sepantasnya ia bersyukur dan tidak boleh mengeluh.

Tempat tinggal yang nyaman dan mewah, pakaian yang indah dan mahal, serta makanan yang enak dan bergizi yang tidak pernah ia dapatkan selama ini kini bisa ia rasakan hanya dengan menjadi seorang istri bagi Arjuna Raka Sastrowardoyo.

Lalu kenapa ia jadi makhluk yang tidak bersyukur?

"Sudah makannya?" tanya Dyah, yang tiba-tiba saja muncul di dalam ruangan itu. Mayang Sari tersentak kaget. Ia pun langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri sang mama mertua.

"Alhamdulillah sudah ma. Makanannya enak-enak banget. Aku sangat suka," ucap wanita cantik itu tersenyum.

"Tentu saja kamu suka karena semua makanan itu mengandung gizi dan nutrisi terbaik dan juga sangat mahal," ucap Dyah ketus. Wajahnya pun datar tanpa senyum tak seperti biasanya.

"Iya ma," balas Mayang Sari dengan wajah menunduk. Jiwa miskinnya meronta-ronta. Ia sadar diri kalau ia dari keluarga mana yang memang tidak biasa memakan makanan enak dan juga mahal.

"Dan Harus kamu ingat juga, makanan itu dibuat khusus untukmu agar kamu bisa cepat hamil dan memberikan kami cucu!"

Deg

Tenggorokan Mayang Sari langsung tercekat. Ia terbatuk-batuk. Rasanya ada duri yang ada di dalam tenggorokannya dan membuatnya sangat sakit.

Perutnya pun terasa bergolak dan semua makanan yang baru ia makan rasanya ingin tumpah keluar.

"Kenapa? Kamu tidak mau melahirkan keturunan untuk keluarga ini? Iyya?!" tanya Dyah dengan tatapan tajam pada sang menantu.

"Mau kok ma," jawab Mayang Sari tersenyum meringis.

"Kalau kamu mau kenapa kamu belum juga hamil? Apakah karena kamu sering menolak melayani suamimu May?!" tanya Dyah masih dengan ekspresi ketusnya.

"Apa ma?"

Wajah Mayang Sari tampak sangat kaget dibuatnya. Ia tak menyangka kalau akan mendapatkan tuduhan yang sangat kejam seperti itu dari ibu mertuanya.

"Semalam suamimu pergi dengan sangat marah. Apa yang kamu lakukan padanya ha?!" Mata Dyah seakan ingin menelannya hidup-hidup.

Mayang Sari semakin sadar sekarang. Ia jadi yakin kalau perubahan pada mertuanya yang sangat drastis itu adalah karena kejadian semalam.

"Apa kamu menolak melayani putraku sampai ia sangat marah dan harus mendatangi Club untuk mencari kepuasan di luar?!"

Mayang Sari kini gantian melotot tajam. Hatinya sangat sakit mendengar tuduhan dari wanita yang sangat ia hormati selain mama kandungnya itu. Dan juga, apa benar suaminya itu pergi ke Club untuk mencari kepuasan?

Oh tidak! Ini tak boleh ia biarkan. Pria itu adalah miliknya seorang dan tidak boleh ada seorang pun perempuan yang boleh menyentuh dan memilikinya meskipun ia adalah pria impoten.

"Kenapa kamu diam? kamu gak bisa jawab 'kan?" terdengar lagi suara Dyah dengan nada yang sangat sarkas.

"Aku akan menemui mas Juna di kantornya ma. Aku akan melayaninya di sana sampai ia tidak pernah berniat untuk mencari kepuasan di tempat manapun," ucap Mayang Sari seraya kembali ke arah meja makan.

Wanita cantik itu mengambil rantang dari dalam lemari dan mulai mengisi tempat itu dengan makanan yang tinggi gizi dan bisa menambah fertilitas pada pasangan suami istri.

"Mau ngapain kamu May?" tanya Dyah bingung. Seingatnya wanita itu sudah makan dengan kenyang kenapa sekarang malah mengambil rantang dan mengisinya seperti itu.

Maya tersenyum kemudian menjawab dengan wajah serius, "Makanan kaya gizi dan nutrisi seperti ini bukan untuk aku saja ma. Mas Juna juga perlu mengkonsumsi ini agar lebih tokcer dan juga kuat."

"Aku ini ini memang ladang yang harus subur ma. Tapi kalau sang pembajak tidak kuat apalagi loyo maka dipastikan proses bercocok tanam tidak akan bagus dan juga menghasilkan seperti yang diharapkan."

"Hah?" ucap wanita paruh baya itu singkat dan juga bingung. Ia tak percaya kalau sang menantu berani berkata seperti itu padanya.

"Apa maksudmu Mau? Apa kamu menuduh bahwa putraku itu tidak kuat?!"

Mayang Sari tidak menjawab. Ia hanya tersenyum miring. Hingga membuat Dyah tak sabar.

"Ayo jawab aku May!"

"Maafkan aku ma. Itu adalah urusan yang sangat pribadi antara aku dan mas Juna. Permisi ma. Assalamualaikum."

Maya pun berlalu dari hadapan sang mama mertua dengan membawa rantang makanan itu.

Wanita itu akan mengunjungi suaminya di kantor pria itu di waktu jam makan siang seperti ini. Ia akan memaksanya makan setelah itu ia juga akan memaksanya membuat adonan anak yang lucu dan menggemaskan.

Dyah Pitaloka terduduk di kursi dengan perasaan yang sangat sakit. Perkataan Mayang Sari tadi cukup menggangu pikirannya. Ia takut kalau putranya yang semata wayang itu benar-benar impoten dan tak bisa memberi mereka cucu atau pewaris.

"Ada apa ma?" tanya suaminya yang baru saja tiba dari luar.

"Ma, kok melamun? Lagi mikirin apa?" tanya pria paruh baya itu lagi dengan wajah khawatir.

Dyah tersentak kaget dan langsung menatap suaminya dengan wajah bingung.

"Kamu melamun ma?" tanya pria itu lagi.

"Gak kok. Cuma mikirin Arjuna saja sih."

"Memangnya kenapa ma?"

"Gak tau nih. Aku kok khawatir sama perkataan Mayang ya?"

"Tentang apa ma?"

"Apa mungkin Arjuna kita itu gak normal ya pa?"

"Maksudnya?"

"Maksud aku. Anak kita itu gak kuat kalo lagi itu sama istrinya. Kok sampai beberapa bulan ini ia belum berhasil membuat istrinya hamil ya pa?"

"Ah baru juga tiga bulan. Santai saja ya. Insyaallah akan diberikan momongan sama Tuhan. Mama tenang saja okay?"

Dyah pun mengangguk dengan wajah tak puas. Ia tetap saja merasa kalau hubungan dua orang anak dan menantunya itu pasti sangat lah urgent.

"Sudah, sekarang gimana kalau mama uji kekuatan papa?" ucap pria itu seraya menarik turunkan alisnya menggoda.

Dyah langsung tersenyum kemudian meraih tangan suaminya dan membawanya ke kamar untuk melakukan ritual untuk memperpanjang umur.

🌺

*Bersambung.

Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

Terpopuler

Comments

Titin Sampita

Titin Sampita

Oooohhhh ternyata nganuuu bisa jadi suplemen bikin panjang umur/Panic/

2023-12-05

4

☠ᵏᵋᶜᶟ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽˢ⍣⃟ₛ♋

☠ᵏᵋᶜᶟ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽˢ⍣⃟ₛ♋

haish bu dyah

2023-11-05

0

Mammeng

Mammeng

tua2 keladi😎

2023-10-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Durian Runtuh Kah?
2 Bab 2 Pernikahan Impian
3 Bab 3 Aku Impoten
4 Bab 4 Tak Tahu Terimakasih
5 Bab 5 Wanita Penggoda
6 Bab 6 Maunya Digenjot
7 Bab 7 Bercocok Tanam
8 Bab 8 Tekad Mayang Sari
9 Bab 9 Tak Percaya
10 Bab 10 Jawab Aku!
11 Bab 11 Godaan Pebinor
12 Bab 12 Perangkap Cinta
13 Bab 13 Sebuah Konspirasi
14 Bab 14 Minyak Urut
15 Bab 15 Perasaan Arjuna
16 Bab 16 Hukuman Untukmu
17 Bab 17 Hanya Fantasi
18 Bab 18 Karena Cinta
19 Bab 19 Dukungan Orang Terkasih
20 Bab 20 Buktikan Kamu Bisa Mas!
21 Bab 21 Crott Duluan
22 Bab 22 Mas, Aku Mau
23 Bab 23 Belum Masuk Eh, Sudah Keluar
24 Bab 24 Obat Kuat
25 Bab 25 Pilih Obat Mana?
26 Bab 26 Bangun Mas!
27 Bab 27 Muntah Di Dalam
28 Bab 28 Tak Kuat Berpisah
29 Bab 29 Om Dimas
30 Bab 30 Bidadari Cantik
31 Bab 31 Carikan Aku Obat!
32 Bab 32 May, Maafkan Aku
33 Bab 33 Kamu Jodohku
34 Bab 34 Nikah Kontrak
35 Bab 35 Salah Ya?
36 Bab 36 Seorang Gigolo
37 Bab 37 Sebuah Fakta
38 Bab 38 Malam Pertama
39 Bab 39 Mau Dilanjut Gak?
40 Bab 40 Udah Sesak Banget
41 Bab 41 Cengkraman Kamu Sangat Kuat
42 Bab 42 Lebih Cepat Mas!
43 Bab 43 Berdiri Keras Dan Kuat
44 Bab 44 Si Otong
45 Bab 45 Otong Vs Sotong
46 Bab 46 Oh Tidak!
47 Bab 47 Lelah Karenamu
48 Bab 48 Pagi Yang Dingin
49 Bab 49 Susu Putih
50 Bab 50 Bentol-bentol Karena Nyamuk
51 Bab 51 Kulit Putih
52 Bab 52 Tanggung Jawab
53 Bab 53 Mas Juna Aneh
54 Bab 54 Salah Paham
55 Bab 55 Marah kah?
56 Bab 56 Baju Dinas
57 Bab 57 Suka Kasar
58 Bab 58 Ancaman Arjuna
59 Bab 59 Dua Bukit Kembar
60 Bab 60 Sakit Sekali Mas!
61 Bab 61 Pagi Yang Bahagia
62 Bab 62 Aku Suka Itu Mas
63 Bab 63 Aku Gak Kuat May
64 Bab 64 Gak Jujur
65 Bab 65 Pengen Cuci Tongkat
66 Bab 66 Gimana Caranya?
67 Bab 67 Kita Nonton Yuk?
68 Bab 68 Perasaan Campur Aduk
69 Bab 69 Apa Yang Kamu Lakukan?
70 Bab 70 Wanita Berlidah Ular
71 Bab 71 Kesedihan Mayang
72 Bab 72 Fifian Senang
73 Bab 73 Acara Permintaan Maaf
74 Bab 74 Bebaskan Aku
75 Bab 75 Bayi Ini Milikku
76 Bab 76 Kekesalan Arjuna
77 Bab 77 Wanita Tak Tahu Malu
78 Bab 78 Prank Ala Sastrowardoyo
79 Bab 79 Sebuah Serangan
80 Bab 80 Benci Keadaan
81 Bab 81 Pengen Makan Daging
82 Bab 82 Sosis Arjuna
83 Bab 83 Calon Pelakor
84 Bab 84 Perasaan Campur Aduk
85 Bab 85 Ingin Menusuk
86 Bab 86 Nonton Anu
87 Bab 87 Rasa Yang Luar Biasa
88 Bab 88 Gaya Bercinta
89 Bab 89 Masih Mau Mas
90 Bab 90 Cari Saja Sendiri
91 Bab 91 Anda Siapa?
92 Bab 92 Seperti Susu
93 Bab 93 Tetangga Durjana
94 Bab 94 Vincent Kacau
95 Bab 95 Coba Apa Nih?
96 Bab 96 Fix No Debat!
97 Bab 97 Apa Yang Terjadi?
98 Bab 98 Pagi Yang Basah
99 Bab 99 Dorong Dengan Keras
100 Bab 100 Jangan Berisik
101 Bab 101 Sini Aku Pancing
102 Bab 102 Manfaat Asi
103 Bab 103 Rindu Bercinta
104 Bab 104 Pelepasan Yang Menyakitkan
105 Bab 105 Bertemu Lagi
106 Bab 106 Tetangga Durjana 2
107 Bab 107 Kemarahan Vincent
108 Bab 108 Anugrah Dan Musibah
109 Bab 109 Semua Akan Baik
110 Bab 110 Jual Putramu!
111 Bab 111 Mitos Dan Takhayul
112 Bab 112 Sentuhan Syukur
113 Bab 113 Rindu Mayang
114 Bab 114 Ada Apa May?
115 Bab 115 Oeeeek Oeeeek Oeeeek
116 Bab 116 Coba Tebak!
117 Bab 117 Saingan Arjuna
118 Bab 118 Arjuna Merajuk
119 Bab 119 Terciduk Anak Sendiri
120 Bab 120 Pengen Adik
121 Bab 121 Pemandangan Tak Indah
122 Bab 122 Aromanya Lain
123 Bab 123 Aku Ada Maunya
124 Bab 124 Jangan Sentuh Aku
125 Bab 125 Penyesalan Berakhir Aksi
126 Bab 126 Anu Enak
127 Bab 127 Susu Untuk Ayu
128 Bab 128 Perjuangan Sang Rudal
129 Bab 129 Jangan Sampai Hamil
130 Bab 130 Senam Pagi
131 Bab 131 Positif Apa?
132 Bab 132 Menengok Sang Adek
133 Bab 133 Di Dalam Segitiga Berenda
134 Bab 134 Mana Sanggup
135 Bab 135 Sebuah Masalah
136 Bab 136 Permintaan Renata
137 Bab 137 Ingin Jadi Yang Kedua
138 Bab 138 Suami Renata
139 139 Pengen Main Jungkat-jungkit
140 Bab 140 Si Kembar Bereaksi
141 Bab 141 Posisi Tidur
142 Bab 142 Aura Panas
143 Bab 143 Pria Dari Masa Lalu
144 Bab 144 Kulitku Merinding
145 Bab 145 Sebuah Hidayah
146 Bab 146 Malam Yang Panjang
147 Bab 147 Ayu Rewel
148 Bab 148 Istirahat Dulu
149 Bab 149 Takut Patah
150 Bab 150 Sakit Perut
151 Bab 151 Bahagia Untuk Semuanya
152 Karya baru telah tiba
153 Keluarga Bang Arjuna Comeback
Episodes

Updated 153 Episodes

1
Bab 1 Durian Runtuh Kah?
2
Bab 2 Pernikahan Impian
3
Bab 3 Aku Impoten
4
Bab 4 Tak Tahu Terimakasih
5
Bab 5 Wanita Penggoda
6
Bab 6 Maunya Digenjot
7
Bab 7 Bercocok Tanam
8
Bab 8 Tekad Mayang Sari
9
Bab 9 Tak Percaya
10
Bab 10 Jawab Aku!
11
Bab 11 Godaan Pebinor
12
Bab 12 Perangkap Cinta
13
Bab 13 Sebuah Konspirasi
14
Bab 14 Minyak Urut
15
Bab 15 Perasaan Arjuna
16
Bab 16 Hukuman Untukmu
17
Bab 17 Hanya Fantasi
18
Bab 18 Karena Cinta
19
Bab 19 Dukungan Orang Terkasih
20
Bab 20 Buktikan Kamu Bisa Mas!
21
Bab 21 Crott Duluan
22
Bab 22 Mas, Aku Mau
23
Bab 23 Belum Masuk Eh, Sudah Keluar
24
Bab 24 Obat Kuat
25
Bab 25 Pilih Obat Mana?
26
Bab 26 Bangun Mas!
27
Bab 27 Muntah Di Dalam
28
Bab 28 Tak Kuat Berpisah
29
Bab 29 Om Dimas
30
Bab 30 Bidadari Cantik
31
Bab 31 Carikan Aku Obat!
32
Bab 32 May, Maafkan Aku
33
Bab 33 Kamu Jodohku
34
Bab 34 Nikah Kontrak
35
Bab 35 Salah Ya?
36
Bab 36 Seorang Gigolo
37
Bab 37 Sebuah Fakta
38
Bab 38 Malam Pertama
39
Bab 39 Mau Dilanjut Gak?
40
Bab 40 Udah Sesak Banget
41
Bab 41 Cengkraman Kamu Sangat Kuat
42
Bab 42 Lebih Cepat Mas!
43
Bab 43 Berdiri Keras Dan Kuat
44
Bab 44 Si Otong
45
Bab 45 Otong Vs Sotong
46
Bab 46 Oh Tidak!
47
Bab 47 Lelah Karenamu
48
Bab 48 Pagi Yang Dingin
49
Bab 49 Susu Putih
50
Bab 50 Bentol-bentol Karena Nyamuk
51
Bab 51 Kulit Putih
52
Bab 52 Tanggung Jawab
53
Bab 53 Mas Juna Aneh
54
Bab 54 Salah Paham
55
Bab 55 Marah kah?
56
Bab 56 Baju Dinas
57
Bab 57 Suka Kasar
58
Bab 58 Ancaman Arjuna
59
Bab 59 Dua Bukit Kembar
60
Bab 60 Sakit Sekali Mas!
61
Bab 61 Pagi Yang Bahagia
62
Bab 62 Aku Suka Itu Mas
63
Bab 63 Aku Gak Kuat May
64
Bab 64 Gak Jujur
65
Bab 65 Pengen Cuci Tongkat
66
Bab 66 Gimana Caranya?
67
Bab 67 Kita Nonton Yuk?
68
Bab 68 Perasaan Campur Aduk
69
Bab 69 Apa Yang Kamu Lakukan?
70
Bab 70 Wanita Berlidah Ular
71
Bab 71 Kesedihan Mayang
72
Bab 72 Fifian Senang
73
Bab 73 Acara Permintaan Maaf
74
Bab 74 Bebaskan Aku
75
Bab 75 Bayi Ini Milikku
76
Bab 76 Kekesalan Arjuna
77
Bab 77 Wanita Tak Tahu Malu
78
Bab 78 Prank Ala Sastrowardoyo
79
Bab 79 Sebuah Serangan
80
Bab 80 Benci Keadaan
81
Bab 81 Pengen Makan Daging
82
Bab 82 Sosis Arjuna
83
Bab 83 Calon Pelakor
84
Bab 84 Perasaan Campur Aduk
85
Bab 85 Ingin Menusuk
86
Bab 86 Nonton Anu
87
Bab 87 Rasa Yang Luar Biasa
88
Bab 88 Gaya Bercinta
89
Bab 89 Masih Mau Mas
90
Bab 90 Cari Saja Sendiri
91
Bab 91 Anda Siapa?
92
Bab 92 Seperti Susu
93
Bab 93 Tetangga Durjana
94
Bab 94 Vincent Kacau
95
Bab 95 Coba Apa Nih?
96
Bab 96 Fix No Debat!
97
Bab 97 Apa Yang Terjadi?
98
Bab 98 Pagi Yang Basah
99
Bab 99 Dorong Dengan Keras
100
Bab 100 Jangan Berisik
101
Bab 101 Sini Aku Pancing
102
Bab 102 Manfaat Asi
103
Bab 103 Rindu Bercinta
104
Bab 104 Pelepasan Yang Menyakitkan
105
Bab 105 Bertemu Lagi
106
Bab 106 Tetangga Durjana 2
107
Bab 107 Kemarahan Vincent
108
Bab 108 Anugrah Dan Musibah
109
Bab 109 Semua Akan Baik
110
Bab 110 Jual Putramu!
111
Bab 111 Mitos Dan Takhayul
112
Bab 112 Sentuhan Syukur
113
Bab 113 Rindu Mayang
114
Bab 114 Ada Apa May?
115
Bab 115 Oeeeek Oeeeek Oeeeek
116
Bab 116 Coba Tebak!
117
Bab 117 Saingan Arjuna
118
Bab 118 Arjuna Merajuk
119
Bab 119 Terciduk Anak Sendiri
120
Bab 120 Pengen Adik
121
Bab 121 Pemandangan Tak Indah
122
Bab 122 Aromanya Lain
123
Bab 123 Aku Ada Maunya
124
Bab 124 Jangan Sentuh Aku
125
Bab 125 Penyesalan Berakhir Aksi
126
Bab 126 Anu Enak
127
Bab 127 Susu Untuk Ayu
128
Bab 128 Perjuangan Sang Rudal
129
Bab 129 Jangan Sampai Hamil
130
Bab 130 Senam Pagi
131
Bab 131 Positif Apa?
132
Bab 132 Menengok Sang Adek
133
Bab 133 Di Dalam Segitiga Berenda
134
Bab 134 Mana Sanggup
135
Bab 135 Sebuah Masalah
136
Bab 136 Permintaan Renata
137
Bab 137 Ingin Jadi Yang Kedua
138
Bab 138 Suami Renata
139
139 Pengen Main Jungkat-jungkit
140
Bab 140 Si Kembar Bereaksi
141
Bab 141 Posisi Tidur
142
Bab 142 Aura Panas
143
Bab 143 Pria Dari Masa Lalu
144
Bab 144 Kulitku Merinding
145
Bab 145 Sebuah Hidayah
146
Bab 146 Malam Yang Panjang
147
Bab 147 Ayu Rewel
148
Bab 148 Istirahat Dulu
149
Bab 149 Takut Patah
150
Bab 150 Sakit Perut
151
Bab 151 Bahagia Untuk Semuanya
152
Karya baru telah tiba
153
Keluarga Bang Arjuna Comeback

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!