Mayang Sari melepaskan pelukan tangannya pada pria itu. Ia merasa seperti mendengar suara petir yang menggelegar dan langsung mengenai tubuhnya.
Dalam beberapa detik ia tak bisa bergerak. Entah kenapa ia merasa sangat sakit mendengar perkataan suaminya. Dengan sisa tenaga yang ia punya, ia pun melangkahkan kakinya ke hadapan pria yang bernama Arjuna Raka Sastrowardoyo itu.
"Apa maksudmu mas?" tanyanya dengan suara bergetar. Airmatanya sudah siap tumpah dari kelopak matanya yang indah.
"Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan mas?!" tanyanya lagi seraya meraih dua tangan pria itu dan membawanya ke arah dua buah dadanya yang terbuka.
Ia memaksa pria itu meremas dua benda kenyal miliknya itu dengan airmata yang meleleh membasahi pipinya.
"Apa kamu tak bisa terangsang samasekali jika melihat dan menyentuhku seperti ini mas?!"
Arjuna tidak menjawab tetapi ia tidak memindahkan tangannya pada benda favorit sejuta umat itu. Ia tetap meremassnya berharap ia bisa ereksi. Libidonya tergoda tapi inti dirinya tak bangun apalagi bergerak.
"Katakan mas! Apa kamu benar-benar tak ada sedikitpun rasa padaku?!" teriak wanita itu lagi.
Arjuna menggelengkan kepalanya lemah. Matanya memancarkan rasa sakit seperti yang dialami oleh Mayang Sari. Bagi seorang pria, impoten adalah hal yang sangat memalukan dan juga menakutkan dalam hidup. Ia seperti harimau yang tak bertaring alias ompong.
"Aku tidak bisa May. Maafkan aku." Pria itu pun melepaskan remasan tangannya pada milik istrinya dengan wajah yang tampak sangat terpukul.
"Kamu menyakitiku mas! Mana ada suami yang rela menyuruh istrinya sendiri untuk berselingkuh?!" lanjut Mayang dengan suara yang hampir tenggelam karena emosi.
Arjuna pun ikut tersulut emosinya. Ia pun langsung mencengkram erat dagu kecil dan mungil wanita cantik itu lalu bertanya dengan tatapan tajam, "Kenapa?"
"Bukankah kamu wanita binal yang sangat ingin melakukan hal semacam itu hah?!" lanjutnya dengan emosi tertahan.
"Mas, kamu menyakitiku, hiks!" Mayang Sari menangis.
"Kamu juga menyakitiku sialan! Aku sudah memberimu kemewahan dan kenyamanan yang tidak pernah kamu dapatkan selama ini dalam hidupmu, tapi apa balasannya? Kamu Justru meminta lebih yang tidak bisa aku berikan!"
Mayang Sari tercekat kaget. Ia merasakan seluruh tubuhnya membeku. Jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini.
Sakit tapi tak berdarah.
"Mas?!" hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutnya. Tenggorokannya tercekat dan tak bisa lagi berkata-kata. Airmatanya kembali luruh mengalir dari kelopak matanya yang sangat indah.
"Apa hah?!" tanya Arjuna lagi dengan wajah ia dekatkan pada wajah istrinya.
"Kamu sangat ingin bermain dengan para pria perkasa di luar sana! Pergilah. Aku tak akan melarang mu!"
"Mas? Hentikan kata-katamu itu!"
"Atau kamu ingin menjajakan tubuhmu yang indah ini?" ucap Arjuna lagi seraya menyentuh tubuh istrinya itu dengan kasar.
"Mas!"
"Atau kamu ingin menjadi Sugar baby? Akan aku carikan laki-laki untukmu. Dan ingat untuk membawa anak untukku, sebagai penerus Sastrowardoyo!" Arjuna menatap tajam sang istri dengan rahang mengeras sempurna.
"Mas, aku tidak mau! Kamu tidak sadar dengan apa yang kamu katakan!"
"Kenapa? Lakukanlah semuanya supaya bahagiamu sempurna!" ucap pria itu lagi kemudian melepaskan cengkraman tangannya pada wajah sang istri.
"Carilah pria yang mampu memberikanmu kebahagiaan seperti yang kamu inginkan," ucap Arjuna lagi kemudian mendorong tubuh sang istri agar tidak menghalangi dirinya untuk pergi dari tempat itu.
"Mas Juna!"
Arjuna menghentikan langkahnya kemudian berbalik dengan wajah yang tampak berubah emosi.
"Kamu sudah tahu rahasiaku! Jadi sekarang lakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia!"
Setelah itu ia mengangkat tubuh Mayang Sari dan melemparkannya ke atas ranjang.
"Mas. Aku tidak mau seperti ini! Aku mencintaimu!"
"Halah! Wanita matre seperti dirimu mana punya cinta. Kamu hanya memikirkan diri sendiri!"
"Mas, tolong jangan berkata seperti itu." Mayang Sari merasakan kupingnya sangat sakit mendengarnya.
"Lalu apa yang ingin kamu dengar? Kamu ingin aku mengerti dirimu sedangkan kamu tak mau mengerti diriku? Iyya?!"
Mayang Sari terdiam kemudian ia melompat turun dari atas ranjang.
"Ayo lakukan lagi seperti yang kemarin-kemarin Mas. Aku juga bisa puas hanya dengan itu," ucap wanita itu seraya meraih tangan suaminya lagi dan mengarahkannya pada daerah sensitifnya.
Arjuna Raka Sastrowardoyo langsung mengangkat tangannya kemudian menampar istrinya itu.
Plak!
"Aaargh Mas!"
Mayang berteriak tertahan karena kaget dan sakit yang ia rasakan.
"Lalu apa lagi yang kamu inginkan setelah ini hah?!" Arjuna meraih leher istrinya itu dan mencekiknya.
"Aaargh mas!"
Arjuna segera melepaskan tangannya setelah melihat Mayang tak bisa bernafas.
"Kenapa? Sakit ya?" tanya Arjuna dengan tatapan berkilat. Setelah itu mendorong tubuh sang istri untuk kembali jatuh ke atas ranjang.
Tangannya segera membuka paha wanita itu lagi kemudian menggerakkan jari-jarinya pada daerah inti Mayang Sari sampai wanita itu terbuai dan orgasme.
Mayang Sari tak sadar mendessah nikmat dan melupakan sakit hatinya. Arjuna menghentikan gerakan jarinya dibawah sana saat wanita itu sedang berada dipuncak kenikmatan.
"Setelah ini kamu akan menuntut aku melakukan hal yang lainnya yang tidak bisa aku lakukan iyya?!"
"Mass!"
Airmata wanita itu kembali luruh mengalir. Kali ini semakin deras.
"Aku baru tahu kalau kamu benar-benar wanita yang tak tahu terimakasih!" teriak Arjuna kemudian pergi meninggalkan kamar itu dengan emosi yang sudah sampai di ubun-ubun.
🌺
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Bzaa
aturan sblmny jujur dl juna
2023-12-06
2
Mammeng
kasihannn....
2023-10-19
1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
cari danau dan melompat jun
2023-10-10
1