Bab 8 Tekad Mayang Sari

Mayang Sari berdandan cukup cantik siang itu. Di tangannya terdapat sebuah rantang yang berisi makanan lezat bergizi dan bernutrisi tinggi. Ia akan mengunjungi Arjuna, sang suami di kantornya untuk yang pertama kalinya.

Ia tak tahu letak perusahaan itu hingga ia harus diantar oleh sopir keluarga.

Dengan semangat 45 ia pun melangkahkan kakinya ke dalam ruangan kerja sang suami atas petunjuk seorang karyawan.

"Silahkan Bu. Pak Arjuna ada di dalam," ucap pria itu mempersilahkan.

"Terimakasih ya pak."

"Iya Bu. Sama-sama."

Pria itu pun meninggalkan Mayang di depan pintu ruangan kerja CEO perusahaan itu. Mayang Sari menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya pelan.

Ia berdoa semoga suaminya tidak lagi bersikap ketus padanya sehingga ia bisa menjadi teman ataupun sahabat dari pria itu.

Setelah mengetuk pintu dan mendapatkan izin untuk masuk, ia pun mendorong pintu yang terbuat dari kayu jati itu agar ia bisa masuk.

Seorang wanita cantik berpakaian seksih ternyata sedang ada di dalam ruangan itu. Mayang tidak tahu apa hubungan mereka berdua tapi yang jelasnya ia sangat cemburu.

"Assalamualaikum mas," ucapnya berusaha untuk tersenyum.

"Waalaikumusalam." Dua orang itu menjawab serentak kemudian mengarahkan pandangan mereka ke arah sumber suara.

Arjuna tampak sangat terkejut dengan kedatangan sang istri. Ia pun segera meminta wanita yang sedang bersamanya agar segera keluar dari ruangan kerjanya.

"Terimakasih banyak atas waktunya pak. Selamat siang," ucap wanita itu dengan senyumnya yang sangat mencurigakan.

Mayang Sari berdehem. Ia tidak suka melihat ada seorang wanita yang berani menatap dan tersenyum pada suaminya seperti itu.

"Kamu bisa keluar, istriku sepertinya tidak suka melihat kamu ada disini."

"Baik pak. Permisi," ucap wanita itu seraya meraih tasnya dan segera pergi dari tempat itu.

"Ada apa kamu datang kesini?" tanya Arjuna seraya menegakkan punggungnya dengan tatapan lurus pada Mayang Sari yang semakin cantik saja dari waktu ke waktu.

"Aku membawakan kamu makan siang mas, " balas Mayang seraya memperlihatkan rantang yang sedang dipegangnya.

"Tumben. Apa kamu butuh tambahan uang jajan?"

Dulu, Mayang Sari tidak pernah tersinggung dengan kata-kata suaminya yang berbau materi tapi saat ini ia cukup peka. Kata-kata tentang ia wanita yang tahu terimakasih kini terpatri kuat dalam hatinya.

Dan ia bertekad akan berterima kasih dengan cara yang lain.

"Aku memang lapar. Kemarikan makanan itu!" lanjut Arjuna seraya menunjuk rantang yang dibawa oleh sang istri. Mayang Sari pun melangkahkan kakinya mendekat. Dan mulai membuka rantang tersebut.

"Silahkan mas, makanan ini buatan mama, enak dan lezat," ucap Mayang mempersilahkan. Arjuna tersenyum tipis kemudian pergi mencuci tangannya di wastafel. Setelah itu ia menghadapi makanan itu.

"Kamu gak makan?"

"Udah mas, di rumah."

Arjuna pun tak bicara lagi. Ia pun langsung makan karena ia memang sangat lapar. Tadi pagi ia cepat-cepat berangkat karena ada meeting. Selain itu ia juga sebenarnya malu untuk bertemu dengan isterinya karena telah bersalah tapi gengsi untuk meminta maaf.

Setelah selesai, Mayang Sari pun membersihkan semua perlengkapan makan yang telah dipakai oleh suaminya itu. Sementara pria itu mencuci tangannya dan mulai mengunyah permen seperti kebiasaannya selama ini setiap selesai makan. Ia berdiri menghadap jendela kaca besar yang menunjukkan pemandangan ibu kota di bawah sana.

"Makanannya enak ya mas?" tanya Mayang Sari seperti ibu mertuanya bertanya.

"Alhamdulillah enak. Makasih udah mau repot-repot mengantarkan makanan ke sini," jawab pria itu mengalihkan pandangannya ke arah istrinya yang ikut berdiri di depan jendela itu juga.

Mayang Sari tersenyum. Ia suka dengan kata-kata suaminya itu. Ia berharap setelah hari ini ia dan Arjuna bisa berkomunikasi dengan baik dan menjadi lebih dekat.

"Aku tidak repot mas. Bukankah itu memang kewajiban aku? Tapi harusnya kamu berterimakasih pada mama, karena dia yang memasak itu semua."

"Oh, aku pikir itu masakan kamu. Kalau Mama sih, aku tidak heran. Ia memang pintar memasak."

"Ya, mama memang hebat dan juga baik hati. Tapi taukah kamu mas, kalau makanan itu dibuat oleh mama khusus untuk kita berdua?" ucap Mayang seraya melangkahkan kakinya menghampiri sang suami.

"Maksudnya?" Arjuna tampak bingung.

"Tidakkah kamu lihat kalau makanan-makanan itu sangat bergizi tinggi dan bagus untuk kesuburan mas?"

Arjuna tampak kaget lalu menatap istrinya dengan tatapan tajam. Sepertinya wanita yang sudah ia nikahi ini akan mengungkit kembali urusan semalam.

"Apa maksudmu sebenarnya? Apakah kamu sengaja ingin menyinggungku lagi?"

Wajah tampan pria itu tampak mengeras karena mulai kesal.

Mayang Sari tersenyum saja. Meskipun ada sedikit keraguan di dalam hatinya jika seandainya pria itu akan melakukan kekerasan padanya, tapi ia tidak boleh takut atau mengalah. Ia harus tahu rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan oleh pria itu padanya.

Wanita itu tak ingin berdebat. Ia semakin mendekatkan dirinya pada tubuh suaminya yang sedang berdiri di depan jendela kaca itu. Tangannya yang lembut segera meraih kelopak jas pria itu agar lebih merapat ke dalam tubuhnya.

"Mama ingin aku dan kamu memberikan mereka cucu mas, dan aku yakin kita pasti bisa," ucap Mayang seraya mengecup bibir pria itu. Arjuna tak menolak hingga wanita itu pun menyelipkan bibirnya pada sela-sela bibir sang suami.

Ia mengulumnya sangat lembut dan menuntut. Arjuna ternyata tergoda. Rasa kesal pria itu kini menguap. Wanita ini benar-benar penggoda yang ulung. Ia pun membalas ciuman istrinya itu dengan tangan menarik tirai jendela besar dibelakangnya agar kegiatan mereka berdua tidak ada yang melihat.

Mayang Sari bersorak di dalam hatinya. Suaminya membalasnya seperti ini sudah memberikan ia perasaan nyaman dan juga dihargai.

Wanita itu tak menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Ia semakin bersemangat. Tangannya mulai bergerak mengelus lembut punggung suaminya dengan penuh perasaan.

Arjuna menatapnya dengan tatapan berkabut penuh hasrat. Dan Mayang Sari tahu hal itu, ia sering melihat pandangan mata laki-laki yang seperti itu ketika ia sedang bernyanyi di atas panggung.

Ia pun semakin gencar menggoda dengan membuka pakaian yang ia pakai. Sebuah pakaian yang sudah ia rancang di rumah untuk menaklukkan pria itu.

Arjuna menelan salivanya kasar. Sekali lagi pria itu memuji kecantikan istrinya itu. Dan satu hal yang tak ia percaya adalah, miliknya dari dalam boksernya tiba-tiba bergerak dan menggeliat saat Mayang Sari melakukan sesuatu di hadapannya.

Arjuna pun dengan sangat rela membawa tangannya yang besar untuk meremass dua benda putih dan kenyal milik istrinya itu.

Mayang Sari tersenyum dalam hati. Ia sudah bertekad untuk mendapatkan suaminya hari ini juga. Tak perduli ini di kantor atau dimana pun.

🌺

*Bersambung.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

cemungut Mayang....

2023-12-06

2

Yusria Mumba

Yusria Mumba

semangat mayang,

2023-10-15

3

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

makan yang mayang nty kamu diambil sarinya hahahaha

2023-10-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Durian Runtuh Kah?
2 Bab 2 Pernikahan Impian
3 Bab 3 Aku Impoten
4 Bab 4 Tak Tahu Terimakasih
5 Bab 5 Wanita Penggoda
6 Bab 6 Maunya Digenjot
7 Bab 7 Bercocok Tanam
8 Bab 8 Tekad Mayang Sari
9 Bab 9 Tak Percaya
10 Bab 10 Jawab Aku!
11 Bab 11 Godaan Pebinor
12 Bab 12 Perangkap Cinta
13 Bab 13 Sebuah Konspirasi
14 Bab 14 Minyak Urut
15 Bab 15 Perasaan Arjuna
16 Bab 16 Hukuman Untukmu
17 Bab 17 Hanya Fantasi
18 Bab 18 Karena Cinta
19 Bab 19 Dukungan Orang Terkasih
20 Bab 20 Buktikan Kamu Bisa Mas!
21 Bab 21 Crott Duluan
22 Bab 22 Mas, Aku Mau
23 Bab 23 Belum Masuk Eh, Sudah Keluar
24 Bab 24 Obat Kuat
25 Bab 25 Pilih Obat Mana?
26 Bab 26 Bangun Mas!
27 Bab 27 Muntah Di Dalam
28 Bab 28 Tak Kuat Berpisah
29 Bab 29 Om Dimas
30 Bab 30 Bidadari Cantik
31 Bab 31 Carikan Aku Obat!
32 Bab 32 May, Maafkan Aku
33 Bab 33 Kamu Jodohku
34 Bab 34 Nikah Kontrak
35 Bab 35 Salah Ya?
36 Bab 36 Seorang Gigolo
37 Bab 37 Sebuah Fakta
38 Bab 38 Malam Pertama
39 Bab 39 Mau Dilanjut Gak?
40 Bab 40 Udah Sesak Banget
41 Bab 41 Cengkraman Kamu Sangat Kuat
42 Bab 42 Lebih Cepat Mas!
43 Bab 43 Berdiri Keras Dan Kuat
44 Bab 44 Si Otong
45 Bab 45 Otong Vs Sotong
46 Bab 46 Oh Tidak!
47 Bab 47 Lelah Karenamu
48 Bab 48 Pagi Yang Dingin
49 Bab 49 Susu Putih
50 Bab 50 Bentol-bentol Karena Nyamuk
51 Bab 51 Kulit Putih
52 Bab 52 Tanggung Jawab
53 Bab 53 Mas Juna Aneh
54 Bab 54 Salah Paham
55 Bab 55 Marah kah?
56 Bab 56 Baju Dinas
57 Bab 57 Suka Kasar
58 Bab 58 Ancaman Arjuna
59 Bab 59 Dua Bukit Kembar
60 Bab 60 Sakit Sekali Mas!
61 Bab 61 Pagi Yang Bahagia
62 Bab 62 Aku Suka Itu Mas
63 Bab 63 Aku Gak Kuat May
64 Bab 64 Gak Jujur
65 Bab 65 Pengen Cuci Tongkat
66 Bab 66 Gimana Caranya?
67 Bab 67 Kita Nonton Yuk?
68 Bab 68 Perasaan Campur Aduk
69 Bab 69 Apa Yang Kamu Lakukan?
70 Bab 70 Wanita Berlidah Ular
71 Bab 71 Kesedihan Mayang
72 Bab 72 Fifian Senang
73 Bab 73 Acara Permintaan Maaf
74 Bab 74 Bebaskan Aku
75 Bab 75 Bayi Ini Milikku
76 Bab 76 Kekesalan Arjuna
77 Bab 77 Wanita Tak Tahu Malu
78 Bab 78 Prank Ala Sastrowardoyo
79 Bab 79 Sebuah Serangan
80 Bab 80 Benci Keadaan
81 Bab 81 Pengen Makan Daging
82 Bab 82 Sosis Arjuna
83 Bab 83 Calon Pelakor
84 Bab 84 Perasaan Campur Aduk
85 Bab 85 Ingin Menusuk
86 Bab 86 Nonton Anu
87 Bab 87 Rasa Yang Luar Biasa
88 Bab 88 Gaya Bercinta
89 Bab 89 Masih Mau Mas
90 Bab 90 Cari Saja Sendiri
91 Bab 91 Anda Siapa?
92 Bab 92 Seperti Susu
93 Bab 93 Tetangga Durjana
94 Bab 94 Vincent Kacau
95 Bab 95 Coba Apa Nih?
96 Bab 96 Fix No Debat!
97 Bab 97 Apa Yang Terjadi?
98 Bab 98 Pagi Yang Basah
99 Bab 99 Dorong Dengan Keras
100 Bab 100 Jangan Berisik
101 Bab 101 Sini Aku Pancing
102 Bab 102 Manfaat Asi
103 Bab 103 Rindu Bercinta
104 Bab 104 Pelepasan Yang Menyakitkan
105 Bab 105 Bertemu Lagi
106 Bab 106 Tetangga Durjana 2
107 Bab 107 Kemarahan Vincent
108 Bab 108 Anugrah Dan Musibah
109 Bab 109 Semua Akan Baik
110 Bab 110 Jual Putramu!
111 Bab 111 Mitos Dan Takhayul
112 Bab 112 Sentuhan Syukur
113 Bab 113 Rindu Mayang
114 Bab 114 Ada Apa May?
115 Bab 115 Oeeeek Oeeeek Oeeeek
116 Bab 116 Coba Tebak!
117 Bab 117 Saingan Arjuna
118 Bab 118 Arjuna Merajuk
119 Bab 119 Terciduk Anak Sendiri
120 Bab 120 Pengen Adik
121 Bab 121 Pemandangan Tak Indah
122 Bab 122 Aromanya Lain
123 Bab 123 Aku Ada Maunya
124 Bab 124 Jangan Sentuh Aku
125 Bab 125 Penyesalan Berakhir Aksi
126 Bab 126 Anu Enak
127 Bab 127 Susu Untuk Ayu
128 Bab 128 Perjuangan Sang Rudal
129 Bab 129 Jangan Sampai Hamil
130 Bab 130 Senam Pagi
131 Bab 131 Positif Apa?
132 Bab 132 Menengok Sang Adek
133 Bab 133 Di Dalam Segitiga Berenda
134 Bab 134 Mana Sanggup
135 Bab 135 Sebuah Masalah
136 Bab 136 Permintaan Renata
137 Bab 137 Ingin Jadi Yang Kedua
138 Bab 138 Suami Renata
139 139 Pengen Main Jungkat-jungkit
140 Bab 140 Si Kembar Bereaksi
141 Bab 141 Posisi Tidur
142 Bab 142 Aura Panas
143 Bab 143 Pria Dari Masa Lalu
144 Bab 144 Kulitku Merinding
145 Bab 145 Sebuah Hidayah
146 Bab 146 Malam Yang Panjang
147 Bab 147 Ayu Rewel
148 Bab 148 Istirahat Dulu
149 Bab 149 Takut Patah
150 Bab 150 Sakit Perut
151 Bab 151 Bahagia Untuk Semuanya
152 Karya baru telah tiba
153 Keluarga Bang Arjuna Comeback
Episodes

Updated 153 Episodes

1
Bab 1 Durian Runtuh Kah?
2
Bab 2 Pernikahan Impian
3
Bab 3 Aku Impoten
4
Bab 4 Tak Tahu Terimakasih
5
Bab 5 Wanita Penggoda
6
Bab 6 Maunya Digenjot
7
Bab 7 Bercocok Tanam
8
Bab 8 Tekad Mayang Sari
9
Bab 9 Tak Percaya
10
Bab 10 Jawab Aku!
11
Bab 11 Godaan Pebinor
12
Bab 12 Perangkap Cinta
13
Bab 13 Sebuah Konspirasi
14
Bab 14 Minyak Urut
15
Bab 15 Perasaan Arjuna
16
Bab 16 Hukuman Untukmu
17
Bab 17 Hanya Fantasi
18
Bab 18 Karena Cinta
19
Bab 19 Dukungan Orang Terkasih
20
Bab 20 Buktikan Kamu Bisa Mas!
21
Bab 21 Crott Duluan
22
Bab 22 Mas, Aku Mau
23
Bab 23 Belum Masuk Eh, Sudah Keluar
24
Bab 24 Obat Kuat
25
Bab 25 Pilih Obat Mana?
26
Bab 26 Bangun Mas!
27
Bab 27 Muntah Di Dalam
28
Bab 28 Tak Kuat Berpisah
29
Bab 29 Om Dimas
30
Bab 30 Bidadari Cantik
31
Bab 31 Carikan Aku Obat!
32
Bab 32 May, Maafkan Aku
33
Bab 33 Kamu Jodohku
34
Bab 34 Nikah Kontrak
35
Bab 35 Salah Ya?
36
Bab 36 Seorang Gigolo
37
Bab 37 Sebuah Fakta
38
Bab 38 Malam Pertama
39
Bab 39 Mau Dilanjut Gak?
40
Bab 40 Udah Sesak Banget
41
Bab 41 Cengkraman Kamu Sangat Kuat
42
Bab 42 Lebih Cepat Mas!
43
Bab 43 Berdiri Keras Dan Kuat
44
Bab 44 Si Otong
45
Bab 45 Otong Vs Sotong
46
Bab 46 Oh Tidak!
47
Bab 47 Lelah Karenamu
48
Bab 48 Pagi Yang Dingin
49
Bab 49 Susu Putih
50
Bab 50 Bentol-bentol Karena Nyamuk
51
Bab 51 Kulit Putih
52
Bab 52 Tanggung Jawab
53
Bab 53 Mas Juna Aneh
54
Bab 54 Salah Paham
55
Bab 55 Marah kah?
56
Bab 56 Baju Dinas
57
Bab 57 Suka Kasar
58
Bab 58 Ancaman Arjuna
59
Bab 59 Dua Bukit Kembar
60
Bab 60 Sakit Sekali Mas!
61
Bab 61 Pagi Yang Bahagia
62
Bab 62 Aku Suka Itu Mas
63
Bab 63 Aku Gak Kuat May
64
Bab 64 Gak Jujur
65
Bab 65 Pengen Cuci Tongkat
66
Bab 66 Gimana Caranya?
67
Bab 67 Kita Nonton Yuk?
68
Bab 68 Perasaan Campur Aduk
69
Bab 69 Apa Yang Kamu Lakukan?
70
Bab 70 Wanita Berlidah Ular
71
Bab 71 Kesedihan Mayang
72
Bab 72 Fifian Senang
73
Bab 73 Acara Permintaan Maaf
74
Bab 74 Bebaskan Aku
75
Bab 75 Bayi Ini Milikku
76
Bab 76 Kekesalan Arjuna
77
Bab 77 Wanita Tak Tahu Malu
78
Bab 78 Prank Ala Sastrowardoyo
79
Bab 79 Sebuah Serangan
80
Bab 80 Benci Keadaan
81
Bab 81 Pengen Makan Daging
82
Bab 82 Sosis Arjuna
83
Bab 83 Calon Pelakor
84
Bab 84 Perasaan Campur Aduk
85
Bab 85 Ingin Menusuk
86
Bab 86 Nonton Anu
87
Bab 87 Rasa Yang Luar Biasa
88
Bab 88 Gaya Bercinta
89
Bab 89 Masih Mau Mas
90
Bab 90 Cari Saja Sendiri
91
Bab 91 Anda Siapa?
92
Bab 92 Seperti Susu
93
Bab 93 Tetangga Durjana
94
Bab 94 Vincent Kacau
95
Bab 95 Coba Apa Nih?
96
Bab 96 Fix No Debat!
97
Bab 97 Apa Yang Terjadi?
98
Bab 98 Pagi Yang Basah
99
Bab 99 Dorong Dengan Keras
100
Bab 100 Jangan Berisik
101
Bab 101 Sini Aku Pancing
102
Bab 102 Manfaat Asi
103
Bab 103 Rindu Bercinta
104
Bab 104 Pelepasan Yang Menyakitkan
105
Bab 105 Bertemu Lagi
106
Bab 106 Tetangga Durjana 2
107
Bab 107 Kemarahan Vincent
108
Bab 108 Anugrah Dan Musibah
109
Bab 109 Semua Akan Baik
110
Bab 110 Jual Putramu!
111
Bab 111 Mitos Dan Takhayul
112
Bab 112 Sentuhan Syukur
113
Bab 113 Rindu Mayang
114
Bab 114 Ada Apa May?
115
Bab 115 Oeeeek Oeeeek Oeeeek
116
Bab 116 Coba Tebak!
117
Bab 117 Saingan Arjuna
118
Bab 118 Arjuna Merajuk
119
Bab 119 Terciduk Anak Sendiri
120
Bab 120 Pengen Adik
121
Bab 121 Pemandangan Tak Indah
122
Bab 122 Aromanya Lain
123
Bab 123 Aku Ada Maunya
124
Bab 124 Jangan Sentuh Aku
125
Bab 125 Penyesalan Berakhir Aksi
126
Bab 126 Anu Enak
127
Bab 127 Susu Untuk Ayu
128
Bab 128 Perjuangan Sang Rudal
129
Bab 129 Jangan Sampai Hamil
130
Bab 130 Senam Pagi
131
Bab 131 Positif Apa?
132
Bab 132 Menengok Sang Adek
133
Bab 133 Di Dalam Segitiga Berenda
134
Bab 134 Mana Sanggup
135
Bab 135 Sebuah Masalah
136
Bab 136 Permintaan Renata
137
Bab 137 Ingin Jadi Yang Kedua
138
Bab 138 Suami Renata
139
139 Pengen Main Jungkat-jungkit
140
Bab 140 Si Kembar Bereaksi
141
Bab 141 Posisi Tidur
142
Bab 142 Aura Panas
143
Bab 143 Pria Dari Masa Lalu
144
Bab 144 Kulitku Merinding
145
Bab 145 Sebuah Hidayah
146
Bab 146 Malam Yang Panjang
147
Bab 147 Ayu Rewel
148
Bab 148 Istirahat Dulu
149
Bab 149 Takut Patah
150
Bab 150 Sakit Perut
151
Bab 151 Bahagia Untuk Semuanya
152
Karya baru telah tiba
153
Keluarga Bang Arjuna Comeback

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!