Bab 17: Mencari Buku Tentang Bahasa Mahluk Panda

Mereka pun bersama-sama merencanakan perjalanan mereka untuk menemui Eldra, yang dikenal sebagai penasehat alam yang bijaksana. Harapan mereka, Eldra memiliki jawaban atas perubahan besar yang terjadi di alam mereka.

Sementara itu, di alam yang berbeda, Naluri Alam mengatakan, "Ini adalah tanda bahaya besar yang mengancam alam ini."

Termasuk Aric dan kawan-kawannya, semua makhluk alam ini merasa terpanggil untuk melawan ancaman ini. Meskipun mereka tidak tahu bagaimana cara melawan monster yang mengerikan ini, mereka tahu bahwa mereka harus mencoba.

Sementara itu, di alam yang berbeda, mereka melanjutkan perjalanan mereka bersama Naluri Hutan, tanpa tahu apa yang sedang terjadi di alam tempat mereka berasal.

Naluri Alam mengatakan, "Kalian mencari informasi tentang beradaban kuno, bukan?"

Erika menjawab dengan yakin, "Ya, benar. Kami sedang mencari pengetahuan tentang beradaban kuno."

Naluri Alam menyarankan, "Kalau begitu, tanyakanlah kepada makhluk bernama 'panda.' Dia adalah makhluk yang paling tua di antara kami dan pasti memiliki pengetahuan yang kalian butuhkan."

Rizal menjawab dengan nada bercanda, "Lelucon apa ini? Kenapa kita harus bertanya kepada seekor panda?"

Naluri Alam menjelaskan, "Kalian tidak tahu siapa panda itu? Itu tidak mengherankan. Dia adalah makhluk yang unik. Ia memiliki kepala seperti gajah, ada sayap seperti burung elang di punggungnya, dan bagian belakangnya seperti singa. Selalu membawa kendi air yang kosong dan berjalan di padang pasir entah ke mana. Yang paling aneh, dia tidak pernah terlihat makan ataupun minum. Tapi, dia adalah salah satu makhluk yang paling tua dan bijaksana di antara kami."

Aric bertanya, "Bagaimana kami bisa berkomunikasi dengannya? Apakah panda ini mengerti bahasa kita?"

Naluri Alam menjawab, "Maaf, tapi sayangnya dia hanya mengerti bahasa sesama panda. Namun, ada satu orang yang pernah memahami bahasa makhluk ini dan menciptakan sebuah buku tentang bahasa panda. Namun, sayangnya, tidak ada yang tertarik untuk mempelajarinya, sehingga buku tersebut tetap tidak terbaca."

Rizal bertanya lagi, "Di mana buku itu sekarang? Bagaimana kami bisa menemukannya?"

Naluri Alam tersenyum misterius, "Ah, pertanyaan yang tepat. Kalian harus mencari buku itu. Kalian akan tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya."

Aric menatap Naluri Alam dengan penasaran, "Siapa sebenarnya Anda, Naluri Alam, dan bagaimana Anda bisa mengetahui semua ini?"

Naluri Alam hanya tersenyum dan berkata, "Aku tidak akan memberi tahu siapa aku sebenarnya. Namun, saat kalian menemukan buku itu, kalian akan mengetahui lebih banyak tentang diriku."

"berlanjut"

Rizal melihat Aric dengan ekspresi bingung dan berkata, "Bukankah itu agak aneh? Mengapa kita harus mencari buku yang berisi bahasa mahluk panda untuk mengerti Naluri Alam?"

Erika yang selalu penuh semangat menjawab, "Mungkin Naluri Alam ingin memastikan kita punya 'pand-an' yang baik dalam berkomunikasi!" Dia tertawa kecil.

Aric menambahkan, "Tampaknya kita harus pergi mencari buku itu. Tapi di mana kita bisa menemukannya?"

Naluri Alam tertawa, "Oh, buku itu sangat langka. Ada satu-satunya tempat di alam ini yang mungkin memiliki salinan. Itu adalah Perpustakaan Tersembunyi di Gunung Awan."

Rizal mengangkat alisnya. "Gunung Awan? Nama yang sangat misterius."

Naluri Alam tersenyum lebih lebar, "Kalian akan menemui banyak kejutan di sana. Tetapi pertama-tama, kalian harus mencari pintu masuk ke gunung tersebut. Itu adalah ujian pertama untuk menemukan buku yang kalian cari."

Mereka semua saling pandang sebelum Erika berkata sambil tertawa, "Pand-an yang baik, teman-teman! Mari kita mulai pencarian kita ke Gunung Awan!"

Mereka pun bersiap-siap untuk perjalanan yang baru. Naluri Alam memberikan petunjuk rinci tentang bagaimana mencapai Gunung Awan, yang ternyata berada cukup jauh dari lokasi mereka saat ini. Dalam perjalanan mereka, mereka melihat keindahan alam yang tak terbayangkan. Rerumputan yang berkilauan seperti emas, sungai kristal yang mengalir tenang, dan makhluk-makhluk aneh yang menghuni alam ini.

Di tengah perjalanan, Aric berkata, "Ini sungguh luar biasa. Alam ini benar-benar mempesona."

Rizal menambahkan, "Kita harus menjaga tempat ini agar tetap seperti ini untuk generasi mendatang."

Mereka tiba di kaki Gunung Awan saat matahari mulai terbenam. Gunung tersebut menjulang tinggi dan penuh teka-teki. Naluri Alam menjelaskan, "Di sini, kalian akan menemui ujian pertama. Kalian harus mencari pintu masuk ke dalam Gunung Awan. Itu adalah kunci untuk menemukan buku yang kalian cari."

Erika berkata, "Tidak masalah, kita pasti bisa menemukannya."

Mereka mulai mencari-cari pintu masuk tersebut, sambil mengagumi keelokan Gunung Awan. Sementara itu, di alam tempat mereka berasal, kejadian aneh terus berlanjut, dan sebuah misteri sedang terbongkar.

Erika berkata, "Tidak masalah, kita pasti bisa menemukannya."

Mereka mulai mencari-cari pintu masuk tersebut, sambil mengagumi keelokan Gunung Awan. Rizal, dengan candaan kocak, berkata, "Hei, bagaimana kalau kita menemukannya dengan cara berteriak 'Pintu Awan, tunjukkan dirimu!'?"

Aric tersenyum dan bergurau, "Oh, tentu, kita bisa mencoba itu. Tapi saya lebih suka mencari tanda-tanda yang lebih jelas."

Sementara mereka bercanda di dalam Gunung Awan, di alam mereka yang berasal, fenomena aneh terus berlanjut, dan misteri semakin mendalam. Sesuatu yang besar dan tak terduga tengah terjadi, dan masa depan mereka di alam itu menjadi semakin tak pasti.

Terdengar suara gemuruh dari dalam Gunung Awan. Rizal berkomentar dengan nada humoris, "Apa itu pintu masuk ataukah Gunung Awan lagi lapar dan ingin makan kami?"

Erika menjawab sambil tertawa, "Ayo, Rizal, jangan cemas. Kita pasti bisa menaklukkan Gunung Awan ini, sebelum ia memutuskan untuk makan siang!"

Mereka melanjutkan pencarian pintu masuk dengan semangat dan tawa. Sementara itu, di alam mereka yang berasal, misteri terus terkuak seperti badut yang tak kunjung selesai dengan trik-triknya yang aneh.

Mereka melanjutkan pencarian pintu masuk dengan semangat dan tawa. Sementara itu, di alam mereka yang berasal, misteri terus terkuak seperti badut yang tak kunjung selesai dengan trik-triknya yang aneh.

Pintu Awan, begitulah istilah kuno yang mereka dengar tentangnya. Ini adalah portal misterius yang terbentuk saat dua awan bertemu secara sempurna di langit. Ketika seseorang menemukan pintu awan ini, mereka dapat memasuki dimensi alternatif yang penuh dengan keajaiban dan petualangan. Setiap pintu awan mengarah ke dunia yang berbeda-beda.

Sementara mereka terus mencari pintu masuk ke Gunung Awan, Erika berpikir keras, "Pintu Awan, pintu Awan... Di manakah kita bisa menemukannya?"

Rizal, dengan senyum optimis, berkata, "Mungkin kita hanya perlu mencari di bawah awan yang paling lebat, seperti yang kita lakukan saat mencari pot emas di ujung pelangi."

Aric, yang awalnya skeptis, tertawa, "Mengapa tidak? Dalam petualangan kita yang penuh misteri ini, siapa tahu hal-hal seperti itu bisa terjadi?"

Sementara mereka tertawa dan bercanda, peristiwa aneh di alam mereka yang sebenarnya masih menjadi teka-teki besar. Di antara segala trik dan keajaiban alam, jawaban tersembunyi yang mereka cari mungkin semakin dekat daripada yang mereka bayangkan.

"berlanjut"

Episodes
1 Keajaiban Terlahir
2 Dihantui oleh Dingin
3 Misi Keseimbangan Elemental
4 Jejak Permata Air
5 Bisikan Elemen yang Tak Terlihat
6 Balasan Keseimbangan
7 Kontinuitas Keseimbangan
8 Bab 8: Intrik Kuno yang Tersembunyi
9 Bab 9: Jejak Misterius di Masa Kuno
10 Bab 10: Menggenggam Cahaya dalam Kegelapan
11 Bab 11. keajaiban diantara bintang
12 Bab 12: Jejak Mitos Kuno
13 Bab 13: Rahasia Terkuak di Balik Pintu Waktu
14 Bab 14: Bertemu dengan Geng Manusia Naga
15 Bab 15: kehancuran
16 Bab 16: Pertemuan dengan Warga Alam
17 Bab 17: Mencari Buku Tentang Bahasa Mahluk Panda
18 Bab 18: "Baju Ekor Panda dan Bahasa yang Konyol"
19 Bab 19 kejahatan pada masa kuno
20 Bab 20: Jejak Misteri yang Terus Berlanjut
21 Bab 21: Badit malam
22 Bab 22 Marya yang misterius
23 BAB 23 :Berpetualang di hutan.
24 Bab 24 : Apa itu kekuatan
25 Bab 25: "Jejak Petualangan Baru
26 Bab 26: Ada Apa di Gunung?
27 Bab 27: Menuju Sesuatu yang Baru
28 Bab 28: Perjamuan Kambing Hitam
29 Bab 29 "Harta Berharga laran"
30 Bab 30: "Petualangan di Pulau Bawah Laut
31 Bab 31: Keajaiban dan Misteri Pulau
32 Bab 32: Naga Emas yang suka Kopi
33 Bab 33: waktu
34 bab 34 Ke Hidupan Di Dombibor
35 bab 35. olpua
36 Bab: 36 Identitas Terungkap, Misteri Penuh Tanya
37 Bab 37: Mencari Kekuatan Baru
38 Bab 38 : Pengenal Tugas
39 Bab 39 - Arsip Kuno
40 BAB 40 Semut Raksasa.
41 Bab 41 - Alasan
42 bab 42 : Penjaga
43 Bab 43 : Permata hati
44 Bab 44: Tak Terkalahkan
45 Bab 45 : Keputusan Bodoh
46 Bab 46: Kemenangan Tak Terduga
47 Bab 47 : Aric Vs Marya
48 Bab 48: Kuburan jalan
49 Bab 49 : Takdir
50 Bab 50 : Masa lalu
51 Bab 51: Pertarungan Komedi
52 Bab 52 : Kesalahan
53 Bab 53 : Rahasia ke gelapan
54 Bab 54 : Tipu daya
55 Bab 55 : Terperangkap dalam Konspirasi
56 Bab 56 : Rahasia
57 Bab 57 : Pertarungan robot lebah
58 Bab 58 : Kamu Terkejut
59 Bab 59 : Struktur
60 Bab 60 : Pilihan di Kota Zentra
61 Bab 61 : Revolusi
62 Bab 62: Permitaan Renovasi Alam
63 Bab 63 : Elemen
64 Bab 64 : Kematian dan abadi
65 Bab 65: Intrik Politik
66 Bab 66 : Pergerakan Rahasia
67 Bab 67 Gempitan Serangan
68 68.Era baru
69 Bab 69 Di balik ke mewahan
70 Bab 70 Bahan
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Keajaiban Terlahir
2
Dihantui oleh Dingin
3
Misi Keseimbangan Elemental
4
Jejak Permata Air
5
Bisikan Elemen yang Tak Terlihat
6
Balasan Keseimbangan
7
Kontinuitas Keseimbangan
8
Bab 8: Intrik Kuno yang Tersembunyi
9
Bab 9: Jejak Misterius di Masa Kuno
10
Bab 10: Menggenggam Cahaya dalam Kegelapan
11
Bab 11. keajaiban diantara bintang
12
Bab 12: Jejak Mitos Kuno
13
Bab 13: Rahasia Terkuak di Balik Pintu Waktu
14
Bab 14: Bertemu dengan Geng Manusia Naga
15
Bab 15: kehancuran
16
Bab 16: Pertemuan dengan Warga Alam
17
Bab 17: Mencari Buku Tentang Bahasa Mahluk Panda
18
Bab 18: "Baju Ekor Panda dan Bahasa yang Konyol"
19
Bab 19 kejahatan pada masa kuno
20
Bab 20: Jejak Misteri yang Terus Berlanjut
21
Bab 21: Badit malam
22
Bab 22 Marya yang misterius
23
BAB 23 :Berpetualang di hutan.
24
Bab 24 : Apa itu kekuatan
25
Bab 25: "Jejak Petualangan Baru
26
Bab 26: Ada Apa di Gunung?
27
Bab 27: Menuju Sesuatu yang Baru
28
Bab 28: Perjamuan Kambing Hitam
29
Bab 29 "Harta Berharga laran"
30
Bab 30: "Petualangan di Pulau Bawah Laut
31
Bab 31: Keajaiban dan Misteri Pulau
32
Bab 32: Naga Emas yang suka Kopi
33
Bab 33: waktu
34
bab 34 Ke Hidupan Di Dombibor
35
bab 35. olpua
36
Bab: 36 Identitas Terungkap, Misteri Penuh Tanya
37
Bab 37: Mencari Kekuatan Baru
38
Bab 38 : Pengenal Tugas
39
Bab 39 - Arsip Kuno
40
BAB 40 Semut Raksasa.
41
Bab 41 - Alasan
42
bab 42 : Penjaga
43
Bab 43 : Permata hati
44
Bab 44: Tak Terkalahkan
45
Bab 45 : Keputusan Bodoh
46
Bab 46: Kemenangan Tak Terduga
47
Bab 47 : Aric Vs Marya
48
Bab 48: Kuburan jalan
49
Bab 49 : Takdir
50
Bab 50 : Masa lalu
51
Bab 51: Pertarungan Komedi
52
Bab 52 : Kesalahan
53
Bab 53 : Rahasia ke gelapan
54
Bab 54 : Tipu daya
55
Bab 55 : Terperangkap dalam Konspirasi
56
Bab 56 : Rahasia
57
Bab 57 : Pertarungan robot lebah
58
Bab 58 : Kamu Terkejut
59
Bab 59 : Struktur
60
Bab 60 : Pilihan di Kota Zentra
61
Bab 61 : Revolusi
62
Bab 62: Permitaan Renovasi Alam
63
Bab 63 : Elemen
64
Bab 64 : Kematian dan abadi
65
Bab 65: Intrik Politik
66
Bab 66 : Pergerakan Rahasia
67
Bab 67 Gempitan Serangan
68
68.Era baru
69
Bab 69 Di balik ke mewahan
70
Bab 70 Bahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!