Mereka pun bersama-sama merencanakan perjalanan mereka untuk menemui Eldra, yang dikenal sebagai penasehat alam yang bijaksana. Harapan mereka, Eldra memiliki jawaban atas perubahan besar yang terjadi di alam mereka.
Sementara itu, di alam yang berbeda, Naluri Alam mengatakan, "Ini adalah tanda bahaya besar yang mengancam alam ini."
Termasuk Aric dan kawan-kawannya, semua makhluk alam ini merasa terpanggil untuk melawan ancaman ini. Meskipun mereka tidak tahu bagaimana cara melawan monster yang mengerikan ini, mereka tahu bahwa mereka harus mencoba.
Sementara itu, di alam yang berbeda, mereka melanjutkan perjalanan mereka bersama Naluri Hutan, tanpa tahu apa yang sedang terjadi di alam tempat mereka berasal.
Naluri Alam mengatakan, "Kalian mencari informasi tentang beradaban kuno, bukan?"
Erika menjawab dengan yakin, "Ya, benar. Kami sedang mencari pengetahuan tentang beradaban kuno."
Naluri Alam menyarankan, "Kalau begitu, tanyakanlah kepada makhluk bernama 'panda.' Dia adalah makhluk yang paling tua di antara kami dan pasti memiliki pengetahuan yang kalian butuhkan."
Rizal menjawab dengan nada bercanda, "Lelucon apa ini? Kenapa kita harus bertanya kepada seekor panda?"
Naluri Alam menjelaskan, "Kalian tidak tahu siapa panda itu? Itu tidak mengherankan. Dia adalah makhluk yang unik. Ia memiliki kepala seperti gajah, ada sayap seperti burung elang di punggungnya, dan bagian belakangnya seperti singa. Selalu membawa kendi air yang kosong dan berjalan di padang pasir entah ke mana. Yang paling aneh, dia tidak pernah terlihat makan ataupun minum. Tapi, dia adalah salah satu makhluk yang paling tua dan bijaksana di antara kami."
Aric bertanya, "Bagaimana kami bisa berkomunikasi dengannya? Apakah panda ini mengerti bahasa kita?"
Naluri Alam menjawab, "Maaf, tapi sayangnya dia hanya mengerti bahasa sesama panda. Namun, ada satu orang yang pernah memahami bahasa makhluk ini dan menciptakan sebuah buku tentang bahasa panda. Namun, sayangnya, tidak ada yang tertarik untuk mempelajarinya, sehingga buku tersebut tetap tidak terbaca."
Rizal bertanya lagi, "Di mana buku itu sekarang? Bagaimana kami bisa menemukannya?"
Naluri Alam tersenyum misterius, "Ah, pertanyaan yang tepat. Kalian harus mencari buku itu. Kalian akan tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya."
Aric menatap Naluri Alam dengan penasaran, "Siapa sebenarnya Anda, Naluri Alam, dan bagaimana Anda bisa mengetahui semua ini?"
Naluri Alam hanya tersenyum dan berkata, "Aku tidak akan memberi tahu siapa aku sebenarnya. Namun, saat kalian menemukan buku itu, kalian akan mengetahui lebih banyak tentang diriku."
"berlanjut"
Rizal melihat Aric dengan ekspresi bingung dan berkata, "Bukankah itu agak aneh? Mengapa kita harus mencari buku yang berisi bahasa mahluk panda untuk mengerti Naluri Alam?"
Erika yang selalu penuh semangat menjawab, "Mungkin Naluri Alam ingin memastikan kita punya 'pand-an' yang baik dalam berkomunikasi!" Dia tertawa kecil.
Aric menambahkan, "Tampaknya kita harus pergi mencari buku itu. Tapi di mana kita bisa menemukannya?"
Naluri Alam tertawa, "Oh, buku itu sangat langka. Ada satu-satunya tempat di alam ini yang mungkin memiliki salinan. Itu adalah Perpustakaan Tersembunyi di Gunung Awan."
Rizal mengangkat alisnya. "Gunung Awan? Nama yang sangat misterius."
Naluri Alam tersenyum lebih lebar, "Kalian akan menemui banyak kejutan di sana. Tetapi pertama-tama, kalian harus mencari pintu masuk ke gunung tersebut. Itu adalah ujian pertama untuk menemukan buku yang kalian cari."
Mereka semua saling pandang sebelum Erika berkata sambil tertawa, "Pand-an yang baik, teman-teman! Mari kita mulai pencarian kita ke Gunung Awan!"
Mereka pun bersiap-siap untuk perjalanan yang baru. Naluri Alam memberikan petunjuk rinci tentang bagaimana mencapai Gunung Awan, yang ternyata berada cukup jauh dari lokasi mereka saat ini. Dalam perjalanan mereka, mereka melihat keindahan alam yang tak terbayangkan. Rerumputan yang berkilauan seperti emas, sungai kristal yang mengalir tenang, dan makhluk-makhluk aneh yang menghuni alam ini.
Di tengah perjalanan, Aric berkata, "Ini sungguh luar biasa. Alam ini benar-benar mempesona."
Rizal menambahkan, "Kita harus menjaga tempat ini agar tetap seperti ini untuk generasi mendatang."
Mereka tiba di kaki Gunung Awan saat matahari mulai terbenam. Gunung tersebut menjulang tinggi dan penuh teka-teki. Naluri Alam menjelaskan, "Di sini, kalian akan menemui ujian pertama. Kalian harus mencari pintu masuk ke dalam Gunung Awan. Itu adalah kunci untuk menemukan buku yang kalian cari."
Erika berkata, "Tidak masalah, kita pasti bisa menemukannya."
Mereka mulai mencari-cari pintu masuk tersebut, sambil mengagumi keelokan Gunung Awan. Sementara itu, di alam tempat mereka berasal, kejadian aneh terus berlanjut, dan sebuah misteri sedang terbongkar.
Erika berkata, "Tidak masalah, kita pasti bisa menemukannya."
Mereka mulai mencari-cari pintu masuk tersebut, sambil mengagumi keelokan Gunung Awan. Rizal, dengan candaan kocak, berkata, "Hei, bagaimana kalau kita menemukannya dengan cara berteriak 'Pintu Awan, tunjukkan dirimu!'?"
Aric tersenyum dan bergurau, "Oh, tentu, kita bisa mencoba itu. Tapi saya lebih suka mencari tanda-tanda yang lebih jelas."
Sementara mereka bercanda di dalam Gunung Awan, di alam mereka yang berasal, fenomena aneh terus berlanjut, dan misteri semakin mendalam. Sesuatu yang besar dan tak terduga tengah terjadi, dan masa depan mereka di alam itu menjadi semakin tak pasti.
Terdengar suara gemuruh dari dalam Gunung Awan. Rizal berkomentar dengan nada humoris, "Apa itu pintu masuk ataukah Gunung Awan lagi lapar dan ingin makan kami?"
Erika menjawab sambil tertawa, "Ayo, Rizal, jangan cemas. Kita pasti bisa menaklukkan Gunung Awan ini, sebelum ia memutuskan untuk makan siang!"
Mereka melanjutkan pencarian pintu masuk dengan semangat dan tawa. Sementara itu, di alam mereka yang berasal, misteri terus terkuak seperti badut yang tak kunjung selesai dengan trik-triknya yang aneh.
Mereka melanjutkan pencarian pintu masuk dengan semangat dan tawa. Sementara itu, di alam mereka yang berasal, misteri terus terkuak seperti badut yang tak kunjung selesai dengan trik-triknya yang aneh.
Pintu Awan, begitulah istilah kuno yang mereka dengar tentangnya. Ini adalah portal misterius yang terbentuk saat dua awan bertemu secara sempurna di langit. Ketika seseorang menemukan pintu awan ini, mereka dapat memasuki dimensi alternatif yang penuh dengan keajaiban dan petualangan. Setiap pintu awan mengarah ke dunia yang berbeda-beda.
Sementara mereka terus mencari pintu masuk ke Gunung Awan, Erika berpikir keras, "Pintu Awan, pintu Awan... Di manakah kita bisa menemukannya?"
Rizal, dengan senyum optimis, berkata, "Mungkin kita hanya perlu mencari di bawah awan yang paling lebat, seperti yang kita lakukan saat mencari pot emas di ujung pelangi."
Aric, yang awalnya skeptis, tertawa, "Mengapa tidak? Dalam petualangan kita yang penuh misteri ini, siapa tahu hal-hal seperti itu bisa terjadi?"
Sementara mereka tertawa dan bercanda, peristiwa aneh di alam mereka yang sebenarnya masih menjadi teka-teki besar. Di antara segala trik dan keajaiban alam, jawaban tersembunyi yang mereka cari mungkin semakin dekat daripada yang mereka bayangkan.
"berlanjut"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments